cover
Contact Name
Oda I. B. Hariyanto
Contact Email
oda@uib.ac.id
Phone
+627787437111
Journal Mail Official
oda@uib.ac.id
Editorial Address
Jl. Gajah Mada Baloi Set Ladi
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2655965X     DOI : -
Jurnal Pariwisata Indonesia (ALTASIA) merupakan hasil penelitian yang mengikuti situasi dan kondisi kekinian sesuai dengan perkembangan Dynamic Global Tourism. Mengaplikasikan teori dan kajian ilmiah di bidang Kepariwisataan serta mengkompilasi kajian-kajian analisis kritis kepariwisataan secara multidimensi dan multidisiplin. Terbit secara berkala setiap enam bulan sekali, bulan Februari dan Agustus.
Articles 114 Documents
Analisa City Branding Banyuwangi Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Lokal Genoveva Genoveva; Mustika Indah Fitriana
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.591

Abstract

Sebagai kota dengan even terbanyak di Indonesia yaitu mencapai 72 even di tahun 2017, belum membuat kota Banyuwangi dikenal oleh masyarakat Indonesia, sehingga wisatawan lokal belum banyak yang menjadikan Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis apakah atraksi, budaya, infrastruktur dan peluang investasi berpengaruh terhadap keputusan berkunjung ke kota Banyuwangi sebagai destinasi wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Kuesioner disebarkan dengan menggunakan purposive sampling dan memperoleh 355 responden, data kemudian diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial atraksi, budaya, infrastruktur dan peluang investasi berpengaruh terhadap keputusan berkunjung ke kota Banyuwangi sebagai destinasi wisata. Variabel yang memiliki pengaruh paling besar adalah budaya, sehingga pemerintah kota Banyuwangi dapat memasukkan unsur-unsur budaya sebagai bagian dari even yang diadakan dalam promosi wisata. Novelti dalam penelitian ini adalah keputusan berwisata berdasarkan city branding dengan keputusan investasi sebagai variabel yang mendukung pariwisata Banyuwangi, karena tempat yang menjadi tujuan wisata perekonomiannya akan berkembang karena wisatawan akan membelanjakan uangnya untuk hotel, makan, membeli souvenir dan membayar tiket masuk untuk tempat dan atraksi wisata. Dapat disimpulkan bahwa kota Banyuwangi dapat menjadi salah satu peluang investasi bagi investor selain sebagai tempat wisata.
Teknologi Informasi E-Tourism Sebagai Strategi Digital Marketing Pariwisata Rita Komalasari; Puji Pramesti; Budi Harto
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.559

Abstract

Industri perjalanan dan pariwisata dapat berkembang pesat karena peran dari informasi teknologi dan karena dapat memfasilitasi wisatawan yg ingin mengakses informasi mengenai produk pariwisata kapanpun dan dimanapun. E-Tourism secara mendasar memerlukan integrasi teknologi informasi sebagai strategi digital marketing untuk meningkatkan kedatangan wisatawan. Biro perjalanan dapat meraih wisatawan dari seluruh dunia dengan menggunakan teknologi terutama menggunakan aplikasi mobile dan teknologi web. Kajian ini menjelaskan peranan teknologi informasi dalam hal e-Tourism yang digunakan sebagai sarana digital marketing untuk meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan dan mempunyai tujuan untuk mengintegrasikan teknologi informasi dengan pariwisata yang akan memungkinkan lebih banyak penyediaan layanan aksesibilitas, visibilitas informasi dan ketersediaan berbagai produk sehingga tercapai kepuasan wisatawan.
Analisis Kepuasan Terhadap Loyalitas Tamu Menginap di Hotel Berbintang Kota Bandung Faizal Hamzah; Ramdani Setiyariski; Yosef Abdul Ghani
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.551

Abstract

Kontribusi para pelaku industri hotel dan restoran sangat besar terhadap dunia pariwisata Indonesia dengan menyumbang pendapatan enam puluh persen. Kota Bandung sebagai Ibukota Jawa Barat menjadi tujuan wisatawan favorit, karena memiliki banyak objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Banyaknya wisatawan yang datang tentunya perlu diimbangi dengan penyediaan hotel, dengan meningkatnya kebutuhan akan hotel berbintang di kota Bandung, hal ini juga berpengaruh terhadap persaingan industri hotel berbintang. Tahun 2017 terjadi penurunan jumlah hotel non bintang yang disebabkan banyaknya hotel non bintang beralih fungsi menjadi kos-kosan. Suatu hotel dikatakan berkembang dan maju ditentukan oleh pelanggan. Strategi mempertahankan tamu yang loyal dapat dimulai dari memenuhi harapan tamu dan menciptakan kepuasan tamu. Teknik penelitian yang digunakan adalah deskriptif-verifikatif. Teknik pengambilan sampel non-probability dengan metode insidental sampling, jumlah sampel sebanyak 150 responden yang pernah menginap di hotel berbintang kota Bandung. Hasil penelitian deskriptif menunjukan bahwa tanggapan responden terhadap variabel kepuasan dan loyalitas tamu menginap di hotel berbintang kota Bandung termasuk kedalam kategori “Sangat Baik”. Hasil penelitian verifikatif menunjukan adanya pengaruh positif dan signifikan dari variabel kepuasan terhadap loyalitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, harapan melalui dimensi yang digunakan adalah reliability, responsiveness, assurance, facilities dan employees, mempunyai pengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas tamu, selain itu ditemukan bahwa responden dengan karakteristik usia dewasa produktif di rentang 20-30 Tahun dengan penghasilan menengah pada rentang 2,5 – 5 Juta sangat memperhatikan harga yang ditetapkan oleh hotel dengan apa yang mereka terima di Hotel.
Pengembangan Komunikasi Pariwisata Halal di Kabupaten Garut Jawa Barat Susie Perbawasari; Dian Wardiana Sjuhro; Yanti Setianti; Aat Ruchiat Nugraha
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.565

Abstract

Berdasarkan fenomena yang terjadi di sekitar destinasi wisata di Kabupaten Garut, kesiapterapan model komunikasi pariwisata yang belum terbentuk akibat potensi sumber daya manusia yang masih minim menjadi kendala untuk merealisasikan program pariwisata halal. Padahal syarat utama dalam pengembangan layanan wisata halal selain objek wisatanya yang bagus yaitu adanya daya dukung dari sumber daya manusia yang berkualitas dalam melayani para wisatawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya yang dilakukan oleh pemerintahan Kabupaten Garut untuk pengembangan komunikasi pariwisata halal. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan sifat data kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa pemerintahan Kabupaten Garut dalam mengadopsi pariwisata halal sudah mengacu pada buku pedoman pengembangan pariwisata halal yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementaerian Pariwisata tahun 2017, tetapi masyarakat Garut masih memegang teguh dan mengutamakan adat istiadat leluhur yaitu adat istiadat Sunda sehingga wacana pariwisata halal di Kabupaten Garut masih belum berkembang dengan baik, walaupun mayoritas penduduknya memang beragama Islam. Sebaiknya pemerintahan Kabupaten Garut segera bisa mewujudkan pariwisata halal sesuai dengan harapan dari Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata yang menyatakan bahwa perkembangan pariwisata halal (ramah muslim) saat ini telah memasuki fase global mainstream market bukan lagi niche market, yang artinya kebutuhan akan destinasi pariwisata yang ramah wisatawan muslim menjadi suatu keniscayaan.
Makanan Tradisional Nasi Lemak Melayu sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner di Kepulauan Riau Angeline Soh
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.5040

Abstract

Kuliner di Kepulauan riau sangat beragam, salah satunya adalah nasi lemak. Nasi lemak merupakan salah satu makanan tradisional khas melayu yang mudah ditemukan di Indonesia khususnya di Riau dan Kepulauan Riau. Nasi lemak yang dimasak dengan santan kelapa untuk memberikan cita rasa gurih dan daun pandan untuk menambah aromanya serta dalam penyajiannya menggunkan berbagai lauk pauk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang keunikan nasi lemak menjadi daya tarik wisata kuliner di Kepulauan Riau, dan mengetahui bahan - bahan dan cara pengolahaan nasi lemak. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian secara kualitatif. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini didapatkan denagn melakukan pencarian artikel, jurnal dari internet, dan website yang berkaitan dengan daya tarik nasi lemak dan cara pengolahannya. Hasil penelitian dan pembahasan bahwa nasi lemak memeiliki cita rasa dan cara penyajian yang unik. Pengelohan nasi lemak yang cukup mudah dan harganya yang terjangkau menjadikan banyak peminat makanan nasi lemak dan sekaligus menjadi daya tarik wisata kuliner di Kepulauan Riau.
Kontribusi Mahasiswa Dalam Pengembangan Pariwisata Gorontalo Meria Octavianti; Mohamad Reza
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.554

Abstract

Industri pariwisata dapat menjadi leading sector pada pembangunan di Provinsi Gorontalo. Letak geografis yang berbatasan langsung dengan Sulawesi Utara dan banyaknya potensi pariwisata yang dimiliki oleh Gorontalo menjadi modal awal yang mampu meningkatkan industri pariwisata di Gorontalo. Gorontalo dapat mencontoh Lombok yang mampu sukses dalam sektor pariwisata dikarenakan mampu menjadi secondary destination dari Bali. Selain letak geografis dan potensi yang dimiliki, sinergitas dari berbagai pihak juga diperlukan untuk mengembangkan industri pariwisata di Gorontalo. Bukan hanya lembaga pemerintah atau pihak swasta pengelola destinasi wisata, tetapi mahasiswa juga menjadi salah satu pihak yang mampu memberikan kontribusi pada pengembangan industri pariwisata di Gorontalo. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini akan mencari jawaban mengenai bentuk kontribusi yang mampu diberikan mahasiswa dalam pengembangan industri pariwisata di Gorontalo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan membagikan kuesioner pada sampel penelitian yang merupakan mahasiswa asal Gorontalo. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan melakukan wawancara, observasi, dan studi pustaka sehigga mampu memperkaya analisis data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi utama mahasiswa dalam pengembangan industri pariwisata adalah dalam bidang promosi. Mahasiswa yang notabene adalah kaum millenial memiliki akses tinggi pada internet, khususnya media sosial. Maka dari itu kontribusi yang dapat diberikan oleh mahasiswa adalah dengan mengenalkan, menawarkan, dan memviralkan berbagai daya tarik objek wisata yang dimiliki oleh Provinsi Gorontalo
Tradisi Ritual Masyarakat Desa Rawabogo Ciwidey Sebagai Daya Tarik Desa Wisata Oda I. B. Hariyanto; Dame Afrina Sihombing
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v1i1.338

Abstract

Mengembangkan suatu desa menjadi desa wisata merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mempercepat membangunan desa tertinggal. Melalui pendekatan pengembangan wisata alternative, untuk merealisasikan pembangunan pariwisata dengan mengemas suatu pedesaan menjadi desa wisata. Pada umumnya desa telah memiliki potensi dasar yang belum tersentuh dan dikembangkan, seperti kekayaan alam, keunikan budaya dan kuliner tradisional. Potensi dasar yang telah dimiliki oleh masing-masing desa merupakan modal utama sebagai daya tarik wisata desa, dapat dikembangkan sebagai diversifikasi produk wisata, dan pasar wisata. Untuk meningkatkan target kunjungan wistawan 2020, adalah 20 juta wisatawan mancanegara. Kondisi kehidupan perkotaan yang semakin padat kesibukan yang tinggi dan kemacetan semakin meningkat. Kini destinasi desa wisata semakin banyak diminati oleh wisatawan mancanegara, wisatawan Nusantara, maupun wisatawan lokal. Membangun suatu desa wisata sekaligus untuk mengembangkan identitas atau ciri khas daerah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat serta menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan multidisiplin, dengan alasan bahwa penelitian ini merupakan fenomena sosial-budaya dengan latar yang sesungguhnya atau alami, dan kekinian. Data yang dihasilkan berupa data deskriptif. Kebaharuan dari penelitian ini adalah munculnya sebuah desa menjadi daya tarik wisata baru atau alternative yang banyak diminati oleh masyarakat kota.
Implementasi Bauran Pemasaran Kepariwisataan Dalam Upaya Peningkatan Kunjungan Wisatawan Sunandar, Darmawan Megananda; Komariyah, Imas
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 1 No 2 (2019): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.986 KB)

Abstract

Jawa Barat dikenal sebagai provinsi yang memiliki potensi, baik potensi kekayaan alam, budaya, dan juga pariwisata. Salah satu potensi unggulan di wilayah Provinsi Jawa Barat atau Tatar Sunda adalah dimilikinya kekayaan dan keragaman sumber daya pariwisata yang tinggi, meliputi wisata alam, wisata budaya dan wisata minat khusus. Pariwisata merupakan salah satu potensi yang diandalkan sebagai sektor yang potensial untuk pembangunan Jawa Barat, berkaitan dengan alasan ekonomi, sosial, konservasi, serta pelestarian lingkungan dan budaya, kawasan pantai Pangandaran salah satu objek wisata yang menjadi primadona dalam wisata bahari di Jawa Barat bagian selatan.             Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi bauran pemasaran kepariwisataan dalam upaya peningkatkan kunjungan wisatawan pantai Pangandaran. Penelitian ini menggunakan single cash (studi kasus tunggal), dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan tujuan untuk menghasilkan kesimpulan terbaik dan dapat memperkuat argumentasi peneliti.             Dari hasil penelitian menunjukkan implementasi bauran pemasaran kepariwisataan yang meliputi produk, harga, distribusi, promosi, proses, karyawan, dan sarana prasarana belum dilaksanakan secara optimal, sehingga kunjungan wisatawan Pantai Pangandaran belum menunjukkan hasil yang optimal pula. Kurang optimalnya kunjungan wisatawan, ini disebabkan kemampuan pengelola wisata pantai Pangandaran dalam mengimplementasi bauran pemasaran kepariwisataan belum dilaksanakan secara profesional. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi bauran pemasaran kepariwisataan dalam peningkatan kunjungan wisatawan secara keseluruhan bagi pihak pengelola dan pihak terkait perlu mempunyai komitmen yang jelas, Sumber Daya Manusia harus teruji kompetensinya, dan manajemen harus dilaksanakan secara terpadu dan terarah.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DALAM PENGEMBANGAN WISATA HALAL DI KABUPATEN SOLOK Ismail, Yunita; Fadly, M.
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.554 KB)

Abstract

Pariwisata menjadi salah satu penggerak devisa negara. Sektor ini juga menjadi sektor yang paling gampang dalam membuka lapangan kerja. Wisata halal menjadi jenis wisata yang mulai berkembang di Indonesia tetapi sudah menjadi trend dan menjadi salah satu pemenuhan gaya hidup saat ini. Kabupaten Solok merupakan salah satu Kabupaten di Sumatera Barat yang menjadi salah satu destinasi wisata halal di Indonesia. Momentum wisata halal yang ada di Sumatera Barat ternyata belum menjadi fokus utama bagi masyarakat Kabupaten Solok, hal ini terbukti kurangnya partisipasi masyarakat khususnya pada sektor akomodasi. Hal ini terbukti bahwa ketersediaan akomodasi tidak sebanding dengan pertumbuhan wisatawan yang masuk ke Kabupaten Solok. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan menggunakan 193 responden. Analisis statistik menggunakan Statistical Package for Social Science (SPSS) Versi 16.0 dan menggunakan metode Analisis Faktor. Hasil dari penelitian ini menunjukkan faktor dominan dalam mengangkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata halal di Kabupaten Solok yaitu budaya yang kuat menjadi landasan pengetahuan wisata serta kekuatan ekonomi yang memadai
TRADISI RITUAL MASYARAKAT DESA RAWABOGO CIWIDEY SEBAGAI DAYA TARIK DESA WISATA Sihombing, Dame Afrina; Hariyanto, Oda I. B.
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.932 KB)

Abstract

Mengembangkan suatu desa menjadi desa wisata  merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mempercepat membangunan desa tertinggal. Melalui   pendekatan  pengembangan wisata alternative, untuk  merealisasikan pembangunan pariwisata  dengan mengemas suatu pedesaan menjadi desa wisata. Pada umumnya desa telah   memiliki potensi dasar  yang belum tersentuh dan dikembangkan,  seperti kekayaan alam, keunikan budaya dan kuliner tradisional. Potensi dasar yang telah dimiliki oleh masing-masing  desa   merupakan modal utama sebagai daya tarik wisata desa, dapat  dikembangkan sebagai diversifikasi produk wisata, dan pasar wisata. Untuk meningkatkan target kunjungan wistawan 2020, adalah  20 juta wisatawan mancanegara.  Kondisi kehidupan perkotaan yang semakin padat kesibukan yang tinggi dan kemacetan semakin meningkat. Kini destinasi desa wisata semakin banyak diminati oleh wisatawan mancanegara, wisatawan Nusantara, maupun wisatawan lokal. Membangun suatu desa wisata sekaligus untuk mengembangkan identitas atau ciri khas daerah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat serta menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan multidisiplin, dengan alasan bahwa penelitian ini merupakan fenomena sosial-budaya dengan latar yang sesungguhnya atau alami, dan kekinian. Data yang dihasilkan berupa data deskriptif. Kebaharuan dari penelitian ini adalah munculnya sebuah desa menjadi daya tarik wisata baru atau alternative yang banyak diminati oleh masyarakat kota.

Page 1 of 12 | Total Record : 114