cover
Contact Name
Bambang Subekti
Contact Email
-
Phone
+62274898444
Journal Mail Official
abdimas@uii.ac.id
Editorial Address
Directorate of Research and Public Services Universitas Islam Indonesia (DPPM UII) Jl. Kaliurang Km.14,4 Yogyakarta 55584
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI)
ISSN : -     EISSN : 2686097X     DOI : -
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer. JAMALI terbit 2 kali setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
Cover Volume 01, Issue 02, September 2019 Sumarno -
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 01, Issue 02, September 2019
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan Pengembangan Organisasi Kepemudaan Satuan Pemuda-Pemudi Dirgantara Asri (SAPDA) Ali Mahmud Ashshiddiqi
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 01, Issue 01, Maret 2019
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol1.iss1.art1

Abstract

Satuan Pemuda-Pemudi Dirgantara Asri (SAPDA) is a growing youth organization in Perumahan Dirgantara Asri, Jragung, Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. On the one hand, this organization has a significant contribution and, on the other hand, has organizational effectiveness problems. This community service activity was carried out to provide a solution to the problem and strengthen the existence of the SAPDA organization as a social element that accommodates the actualization of the role of youth and as an essential subject of the regeneration process in Perumahan Dirgantara Asri.Community service here takes the format of organizational development training which consists of three sustainable activities, namely: focus group discussion (FGD), outbound, and training. These activities target every individual member of SAPDA as well as all SAPDA members as a group. Training is oriented towards increasing motivation to organize through FGD activities, and strengthening the capacity of team building through outbound activities. As a reinforcement of the results of the FGD and outbound activities, the activity continued with organizational development training. Overall, three service activities are arranged systematically to be relevant and effective in addressing the problems faced by SAPDA as partner institutions.Three service activities fulfill the principle of sustainability and are oriented towards increasing the effectiveness of the SAPDA organization. The FGD encouraged the emergence of self-awareness about the importance of organizational motivation and participant sensitivity to the condition of the organization. Outbound has an influence on shared awareness about the importance of team building strengths in the organization. While the training provides psychological reinforcement and highlights the main values contained in the previous two activities. Based on the results of this activity, the service provider gave suggestions to SAPDA itself and other service activities oriented to the development of youth organizations. 
Inisiasi Peningkatan Matematika Dasar dan Hafalan Al-Qur’an di Madrasah Diniyyah As-Salam Achmad Fauzan; Asyharul Muala; Muthia Dishanur Izzati; Farhatun Nissa
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 01, Issue 01, Maret 2019
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol1.iss1.art2

Abstract

Penanaman ilmu akan kuat jika diberikan sejak dini, karena sebagai ilustrasi sebuah pohon akan kokoh jika akarnya sudah terpatri kuat menancap didalam tanah. Namun dengan akar yang belum kuat, pohon itu akan mudah hanyut tergerus arus air yang ada. Tidak sedikit anak-anak yang tidak terkontrol karena perkembangan ini, oleh karena hal tersebut tim pengabdian merancang skema sederhana untuk mengembalikan fitrah anak-anak supaya dapat kembali terkontrol yakni dengan kembali ke Al-Qur’an. Selain itu diasah kemampuan logikanya yakni dengan pemantapan kemampuan matematika dasar. Pengabdian ini dilakukan di Madrasah Diniyyah As-Salam (Jalan Yudistira 104, Nglinggan, Wedomartani-Ngemplak, Sleman) yang sudah dilakukan selama 6 bulan berfokus kepada anak-anak kelas 4, 5 dan 6. Harapan diadakannya pengabdian ini adalah penguatan kembali berpikir logis anak-anak serta menciptakan karakter yang Qur’ani. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan rutin setiap hari Jumat dengan dari pukul 16.00 – 17.30 dalam kurun waktu 1 semester. Materi disesuaikan dengan materi yang diajarkan di sekolahan sehingga terukur dan berguna bagi peserta didik. Ditengah pelaksanaan diberikan ujian untuk mengukur sejauh mana pemahaman atas materi yang sudah diberikan. Kemudian diakhir pelaksanaan diberikan kuesioner untuk mengukur tingkat kepuasan serta evaluasi dari pelaksanaan program pengabdian. Dari hasil kuesioner secara keseluruhan peserta didik sangat senang dan diharapkan program ini tetap dapat diteruskan.Penanaman ilmu akan kuat jika diberikan sejak dini, karena sebagai ilustrasi sebuah pohon akan kokoh jika akarnya sudah terpatri kuat menancap didalam tanah. Namun dengan akar yang belum kuat, pohon itu akan mudah hanyut tergerus arus air yang ada. Tidak sedikit anak-anak yang tidak terkontrol karena perkembangan ini, oleh karena hal tersebut tim pengabdian merancang skema sederhana untuk mengembalikan fitrah anak-anak supaya dapat kembali terkontrol yakni dengan kembali ke Al-Qur’an. Selain itu diasah kemampuan logikanya yakni dengan pemantapan kemampuan matematika dasar. Pengabdian ini dilakukan di Madrasah Diniyyah As-Salam (Jalan Yudistira 104, Nglinggan, Wedomartani-Ngemplak, Sleman) yang sudah dilakukan selama 6 bulan berfokus kepada anak-anak kelas 4, 5 dan 6. Harapan diadakannya pengabdian ini adalah penguatan kembali berpikir logis anak-anak serta menciptakan karakter yang Qur’ani. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan rutin setiap hari Jumat dengan dari pukul 16.00 – 17.30 dalam kurun waktu 1 semester. Materi disesuaikan dengan materi yang diajarkan di sekolahan sehingga terukur dan berguna bagi peserta didik. Ditengah pelaksanaan diberikan ujian untuk mengukur sejauh mana pemahaman atas materi yang sudah diberikan. Kemudian diakhir pelaksanaan diberikan kuesioner untuk mengukur tingkat kepuasan serta evaluasi dari pelaksanaan program pengabdian. Dari hasil kuesioner secara keseluruhan peserta didik sangat senang dan diharapkan program ini tetap dapat diteruskan.
Pengenalan Hak-Hak Konstitusional Warga Negara di Sekolah Dian Kus Pratiwi; Dessy Ariani; Despan Heryansyah
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 01, Issue 01, Maret 2019
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol1.iss1.art3

Abstract

Sebagai negara yang berdasarkan hukum, maka salah satu yang menjadi indikatornya adalah adanya jaminan hak asasi manusia dan hak warga negara. dalam konteks negara yang berkedaulatan rakyat maka perlu sebuah pemahaman yang baik terkait hak-hak Konstitutional yang dimiliki oleh warga negara. rendahnya minat warga negara menggunakan hak pilihnya dalam proses demokrasi menjadi salah satu indikator kurangnya pengenalan hak-hak warga negara. salah satu peran sekolah adalah seain sebagai tempat menjadi ilmu namun juga sebagai tempat edukasi. Maka dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan pengenalan hak-hak constitutional warga negara di sekolah. Metode kegiatan yang dilakukan dengan cara sosialisasi dan Tanya jawab secara langsung dengan peserta didik. Hasil pengabdian menunjukan bahwa, tingginya keingintahuan peserta didik terkait dengan apa itu hak constitutional warga negara, apa macam-macamnya, dan bagaimana proses pelaksanaan hak konstititutional warga negara tersebut. Perlu untuk melanjutkan sosialisasi yang serupa pada tahun-tahun berikutnya. Agar siswa-siswi lain juga memahami dan mengetahui hak konstitusionalnya sebagai warga negara. Hal ini penting dilakukan mengingat jumlah peserta dalam kegiatan sosialisasi ini sangat terbatas sehingga tidak semua siswa dapat ikut serta.
Perintisan Kewirausahaan Berbasis Pesantren Melalui Pelatihan dan Pendampingan Kewirausahaan Pada Santri PP Ar Risalah Mlangi Yogyakarta Maisaroh Maisaroh; Tatik Tatik
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 01, Issue 01, Maret 2019
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol1.iss1.art4

Abstract

Program menumbuhkan jiwa kewirausahaan di seluruh lapisan masyarakat, menjadi satu hal penting yang harus dilakukan untuk mengatasi dan mengatisipasi pengangguran yang semakin meningkat. Pelatihan kewirausahaan menjadi salah satu solusi sebagai satu upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di masyarakat. Pondok pesantren adalah salah satu institusi pendidikan nor formal yang ada di Indonesia, yang berfungsi sebagai sumber nilai dan moralitas, untuk mencetak kader-kader yang mumpuni dan ahli dalam bidang keagamaan. Pondok Pesantren Ar Risalah adalah salah satu pondok pesantren yang ada di Dusun Mlangi Nogotirto Sleman. Pondok ini didirikan oleh seorang kyai asli dusun Mlangi bernama Kyai H Abdullah Muhyiddin dengan jumlah  santri saat ini sebanyak 64 santri, yang berasal dari kota-kota di jawa tengah, jawa barat, dan sumatra.  90 % santri berlatar belakang pendidikan formal SMA ke bawah dan tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.  Muara dari masalah yang dihadapi santri pondok Ar Risalah adalah pada saat mereka sudah menyelesaikan pendidikan di pondok dan pulang ke kampung/kota halaman masing-masing, akhirnya mereka tidak memiliki pekerjaan untuk bekal masa depan. Beberapa santri kemudian berhasil mengembangkan ilmu keagamaannya dengan menjadi guru pengajian di pondok atau mendirikan pondok dengan skala kecil, akan tetapi sebagian yang lainnya yang tidak mampu mengembangkan keilmuannya benar-benar menjadi pengangguran atau bekerja serabutan.Untuk  menyelesaikan  permasalahan  di atas,  maka  akan  dilakukan  beberapa pelatihan kewirausahaan, baik softskill maupun hardskill training, kepada santri kelompok sasaran sebagai wujud kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini dipilih, dengan harapan nanti hasil pelatihan akan mampu menumbuhkan semangat dan pengetahuan kewirausahaan bagi peserta pelatihan, dan mereka bisa mulai belajar berwirausaha di pondok sebagai upaya menempa praktek kewirausahaan sekaligus solusi untuk mendapat penghasilan secara mandiri. Muaranya pada saat mereka selesai belajar dari pondok, dan kembali ke komunitasnya, mereka bisa mempraktekkan dan dan mendirikan usaha sebagai bekal hidup. Metode/pendekatan yang dilakukan dalam program pengabdian  adalah   metode partisipatif. Metode ini mencoba menggali tingkat keterlibatan anggota sasaran dalam perencanaan program  dan pengambilan keputusan. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah : 1) Sosialisasi Program dan Training Need Assessment, 2) Perencanaan program pelatihan. 3) Melakukan pelatihan kewirausahaan. 4) Evaluasi pelatihan dan perencanaan tindak lanjut.Hasil pelatihan dapat dilihat, bahwa pengetahuan serta semangat peserta pelatihan untuk berwirausaha meningkat, hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir, dan adanya niat untuk mendirikan usaha kecil-kecilan di sela-sela kesibukan belajar di pondok.kewirausahaan santri
Edukasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Suparman Marzuki; despan heryansyah
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 01, Issue 01, Maret 2019
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol1.iss1.art5

Abstract

The poor public servants of persons with disabilities are caused by many things, ranging from the educational background of village government officials, to the culture that has lived and developed in the community that people with disabilities cannot be equated with other normal people. However, efforts to create public services that are equal and friendly to persons with disabilities must continue, this is not only in order to protect the human rights of every citizen but also in carrying out the mandate of the constitution. Facing this condition, the Indonesian Government then issued Law Number 8 of 2016 concerning Persons with Disabilities. This law is the basis and reference for the government in providing services to persons with disabilities with a basic concept of respect for human dignity. The basis of service for persons with disabilities is at least related to two things, the main focus of which is on removing barriers. First, the availability of facilities and facilities available to reach persons with disabilities. Second, the paradigm of the government or government apparatus for persons with disabilities in providing public services. Sewon Subdistrict was used as an object of service because it considered quite a lot of disability operators. Indeed, until now, there is no definite number of persons with disabilities in Sewon sub-district, because the government itself does not conduct the database. Admittedly, this is one of the weaknesses that have occurred so far, let alone responsiveness and response to a number of problems they face, even the data collection on the number of the local government does not have it
Pengkaderan Da’iah Melalui Pelatihan Retorika Dakwah (Kelompok Kajian Ibu-Ibu ‘Cengkir Gati’ di Dusun Sawahan Nogotirto Gamping Sleman) Syahdara Makruf; Maisaroh Maisaroh
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 01, Issue 01, Maret 2019
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol1.iss1.art6

Abstract

Training cadre is a learning process that is carried out in stages and continuously in accordance with the levels, achievements, situations and specific needs that enable a cadre to develop all his potential potentials, physical abilities, and social morals. Preaching rhetoric is the art of talking about influencing others through messages. It is a branch of communication science that discusses how to convey messages to others through the art of talking so that preaching messages can be received. Through a series of dedication activities under the title of Development of Islamic Life Quality Improvement Model which is carrying out the regeneration of the community through training on methods and motivation in preaching, and microteaching / practicing. This service is expected to be able to answer the problems of the community in order to stay alive the Mother Study group 'Cengkir Gati' in Dusun Sawahan Nogotirto Gamping Sleman, Region of Yogyakarta.  Keywords: Cadre, Rhetoric, Preaching  
Peningkatan Literasi Masyarakat terhadap Orang Dengan Skizofrenia (ODS) di Desa Sindumartani Yogyakarta Abdur Rafik; Yosi Febrianti; Novyan Lusiyana
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 01, Issue 02, September 2019
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol1.iss2.art1

Abstract

The Results of Basic Health Research from Ministry of Health of the Republic in Indonesia places Yogyakarta as one of the provinces with the highest prevalence of schizophrenia after Bali, and Sindumartani Village is one of the villages with the highest number of People with Schizophrenia (PWS) in Yogyakarta. The presence of negative stigma from the community and even family members of PWS is one of the crucial obstacles to the PWS healing process. The stigma and low social awareness towards PWS are thought to hamper the process of enriching ODS’ social cognition. Our activities try to provide counseling and education to non-PWS members groups and PWS’ family members so that they can be well literated for schizophrenia with all the characteristics and handling. In addition to the counseling, we educate them by forming a healthy mental alert cadre within the community. In the period after the implementation of the activities, the results showed an increase in communities’ literacy in schizophrenia and a decrease in the prevalence of recurrence in PWS. To improve the sustainability of results, further therapy such as vocational therapy is recommended. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menempatkan Yogyakarta sebagai salah satu provinsi dengan prevalensi skizofrenia tertinggi di Indonesia setelah Bali, dan Desa Sindumartani adalah salah satu desa dengan jumlah Orang dengan Skizofrenia (ODS) tertinggi di Yogyakarta. Adanya stigma negatif dari masyarakat dan bahkan anggota keluarga ODS menjadi salah satu penghambat krusial proses penyembuhan ODS. Stigma dan kesadaran sosial yang rendah terhadap ODS disinyalir mmenghambat proses pengembangan kognisi sosial pada ODS. Pengabdian masyarakat ini mencoba melakukan penyuluhan dan edukasi terhadap kelompok masyarakat non-ODS dan anggota keluarga ODS agar mereka dapat terliterasi secara baik akan skizofrenia dengan segala karekteristik dan penanganannya. Selain dengan penyuluhan, edukasi dilakukan dengan membentuk kader siaga sehat jiwa dalam kelompok masyarakat. Dalam kurun waktu setelah pelaksanaan kegiatan, hasil menunjukkan adanya peningkatan literasi masyarakat terhadap skizofrenia dan penurunan prevalensi kekambuhan pada ODS. Untuk meningkatkan kesinambungan hasil, terapi lanjutan dalam bentuk vokasional dianjurkan untuk dilakukan.
Pengembangan Pengrajin Tikar di Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Isna Putri Rahmawati; Doddy Setiawan; Evi Gantyowati; Aris Eddy Sarwono
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 01, Issue 02, September 2019
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol1.iss2.art2

Abstract

 Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Ngaglik dan Selokaton Gondangrejo, Karanganyar Jawa Tengah. Daerah tersebut  memiliki potensi dalam menghasilkan tikar dan olahannya yang dikerjakan secara semi tradisional. Penduduk di sekitar wilayah tersebut mata pencaharian sebagian besar sebagai penentun tikar dan buruh tenun tikar. Desa tersebut mempunyai potensi dalam pengembangan ketrampilan pengrajin tikar. Masalah utama yang ada pada para pengrajin diantaranya masalah manajemen pengelolaannya (aspek akuntansi dan manajemen keuangan), proses produksi yang kurang optimal dan belum melakukan efisiensi dan  proses produksi yang dilakukan serta penanganan sumber daya manusia. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan beberapa pendekatan, antara lain melalukan kegiatan pelatihan bidang manajemen dan ketrampilan, peragaan dan pemanfaatan alat yang akan diterapkan  dan pelatihan SDM akan produk-produk yang dihasilkan. Pengabdian ini menambah 3 ATBM untuk proses produksi dan memenuhi pesanan dan penambahan benang untuk variasi motif. Selain itu juga terdapat pendampingan pembukuan, manajemen keuangan dan penguatan SDM. 
Pelatihan Penggunaan Mmicrosoft Office Bagi Guru SMP Al-Hamidiyah Palembang Masayu Rosyidah; Marhaini Marhaini; Reny Kartika Sary; Febi Ardianto; Yosi Apriani
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 01, Issue 02, September 2019
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol1.iss2.art3

Abstract

The teacher is a professional educator with the task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, and evaluating students in early and secondary education in certain formal institutions. One of the problems faced by Al-Hamidiyah Middle School teachers is the low competency of teachers, especially in the use of computer technology devices. This is unfortunate, even though the demands on teachers' assignments are in line with the enactment of the 2013 curriculum, where teachers are required to work using applications, learning media using information technology, application-based assessment systems, computer-based national exams, and others. This obstacle occurs because there is still a lack of teacher motivation to add competence outside the main task for a variety of reasons conveyed. The approach used in this dedication activity with a persuasive-educative approach, by providing knowledge, understanding, and skills in using Microsoft Office. The method used in the form of lectures, practice, and discussion. The results of this dedication the teacher understands and is able to practice directly.