cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
KARAKTERISTIK TANIN DARI EKSTRAK KULIT KAYU LEDA (Eucalyptus deglupta Blume.) H. M. Rakhmat Awaliyan; Enih Rosamah; Edi Sukaton
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.776 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.859

Abstract

 Kulit kayu yang mulanya merupakan limbah industri perkayuan mulai menjadi pusat perhatian. Hal ini dikarenakan kulit kayu banyak memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan, selain jumlahnya yang kian meningkat juga ketersediaannya berkesinambungan. Ekstraktif merupakan salah satu potensi yang terkandung dalam kulit kayu yang dapat diperoleh dengan cara ekstraksi. Tanin dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti bahan pengawet, bahan penyamak, bahan perekat, bahan pewarna, bahan farmasi atau bahan industri kimia lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan ekstrak yang terdapat pada kulit kayu Eucalyptus deglupta Blume dan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia serta kereaktifan tanin yang dihasilkan.Penelitian ini menggunakan 4 macam pelarut yang berbeda  untuk menghasilkan ekstrak. Serbuk kulit E. deglupta diekstrak dengan menggunakan pelarut air, pelarut Na2CO3 0,5%, pelarut Urea 0,5% dan pelarut lindi hitam dimana perbandingan pelarut dan serbuk kulit 1 : 5. Hasil ekstraksi menghasilkan nilai rataan rendemen bervariasi yang nilainya berturut-turut sebesar 9,650%, 16,543%, 9,675% dan 28,137% dengan nilai rataan kadar padat berturut-turut sebesar 2,975%, 5,642%, 3,399% dan 9,869%.
PRODUKSI PROPOLIS MENTAH ( RAW PROPOLIS) LEBAH MADU Trigona spp DI PULAU LOMBOK Septiantina Dyah Riendriasari; Krisnawati Krisnawati
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.107 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.797

Abstract

 Usaha budidaya lebah madu Trigona spp di Lombok semakin berkembang pesat. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut dikarenakan budidaya trigona mampu menghasilkan produk perlebahan berupa madu, propolis dan bee bread. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi propolis mentah (raw propolis) lebah madu Trigona spp di Pulau Lombok. Penelitian dilaksanakan dari April 2012 sampai dengan Desember 2014. Lokasi penelitian dilakukan di Ds. Lendang Nangka, Lombok Timur; Ds. Sigar Penjalin dan  Ds. Genggelang, Lombok Utara serta Ds. Karang Bayan, Lombok Barat. Masing – masing lokasi penelitian budidaya lebah madu Trigona tahun 2012 mempunyai 6 stup. Metode penelitian dilakukan dengan observasi di lapangan kemudian data diolah dan ditabulasi kemudian dianalis secara deskriptif. Hasil produksi raw propolis tahun 2012 terbanyak diproduksi di Ds. Lendang Nangka dengan jumlah rata-rata 75.63 gr/6 bulan/6 stup. Tahun 2013, hasil raw propolisnya terbanyak di Ds. Genggelang dengan jumlah rata-rata 94.38 gram/6 bulan/6 stup dan tahun 2014  produksi raw propolis tertinggi di Ds. Sigar Penjalin dengan jumlah rata-rata 102.84 gram/6 bulan/4 stup. Dari tahun 2012 sampai 2014 jumlah stup semakin berkurang pada masing – masing lokasi penelitian. Jumlah stup berkurang disebabkan karena adanya koloni yang kurang sehat dan akhirnya meninggalkan stup. Banyaknya produksi raw propolis tidak terpengaruh oleh banyaknya stup yang dimiliki, namun adanya faktor pendukung lain seperti faktor lingkungan (suhu dan kelembaban), pakan yang tersedia dan kesehatan koloni lebah madu Trigona spp. 
KARAKTERISTIK MORFOLOGIS DAN ANATOMIS DAUN TUMBUHAN TINGKAT SEMAI PADA PAPARAN CAHAYA BERBEDA DI HUTAN PENDIDIKAN FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS MULAWARMAN Karyati Kasiman; Dyna Syarofa Ramadhani; Muhammad Syafrudin
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.991 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.776

Abstract

The light intensity influences to morphological and anatomical characteristics of plant leaves in the process of plant growth. The objective of this study was to know morphological and anatomical characteristics of the seedling plant leaves in the different light intensities. The study was conducted in Education Forest of Forestry Faculty of Mulawarman University. The three study sites were selected to represent heavy, moderate, and little light intensities, respectively. The vegetation survey was done in 20 quadrants of 2 m × 2 m in three different light intensities. The analyses of morphological and anatomical characteristics were done to leaves of most five dominant species based on Important Value Index (IVI) in each study site. The morphological characteristics of seedling leaves in heavy, moderate, and little light intensities were leaves length of 13.4 cm, 13.9 cm, and 16.5 cm; leaves wide of 5.0 cm, 5.4 cm, and 6.1 cm, and leaves thick of 0.09 mm; 0.08 mm, and 0.06 mm, respectively. While anatomical characteristic of chlorophyll content of seedling leaves in heavy, moderate, and little light intensities were 45.5%, 46.0%, and 42.7%.
ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI DI KOTA SAMARINDA Suparjo Suparjo; Prianto Prianto
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.694 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.790

Abstract

Abstract One of watershed health indicator is erosion hazard level. Erosion was defined as  the loss of soil mass by natural media transported to another place. It was happened in anywhere of the earth surface. But vary from one place to others, depended on the situation of erosion factors condition. Erosion caused the loss of upper layer of soil which fertile and good for plant growth. Further effect caused shallow of water streams and rivers.  This study conducted at Samamrinda, the main city of East Kalimantan Province. The aim of the study was to identify some places at Samarinda with varying level of erosion hazard and supply the erosion hazard level map of Samarinda. Result of the research was Samarinda consisted of 5 levels erosion hazard.  They were very light cover 4,266 ha area, light 28,719 ha, moderate 26,879 ha, heavy 8,273 ha and very heavy 3,663 ha. While total area of Samarinda were 71,800 ha. Heavy and very heavy levels of hazard needed serous short term handling. It consist of 11,963 ha or took place 16.62% of total area.   Key words: Erosion hazard, Geographic Information System (GIS), Map, Spatial data. ABSTRAK Salah satu indikator kesehatan Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah tingkat bahaya erosi.   Erosi didefinisikan sebagai hilangnya suatu massa tanah oleh media alami yang dipindahkan dari suatu tempat ke tempat yang lain.   Hal ini terjadi hampir di seluruh tempat di permukaan bumi.  Meskipun demikian kondisinya berbeda-beda antara satu tempat dengan yang lainnya bergantung kepada kondisi faktor-faktor erosi.  Erosi pada umumnya menyebabkan hilangnya lapisan tanah permukaan yang pada umumnya memiliki sifat yang subur dan cocok untuk pertumbuhan suatu tanaman.  Akibat lebih lanjut adalah menyebabkan terjadinya pendangkalan saluran air dan sungai. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi tempat-tempat di Kota Samarinda yang memiliki tingkat bahaya erosi yang berbeda-beda dan menyediakan peta tingkat bahaya rosi Kota Samarinda.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Samarinda memiliki 5 tingkat bahaya erosi yaitu  sangat ringan meliputi areal seluas 4.266 ha, ringan 28.719 ha, sedang 26.879 ha, berat 8.273 ha dan sangat berat 3.663 ha.  Sedangkan total luas Kota Samarinda 71.800 ha.  Daerah dengan tingkat bahaya erosi berat dan sangat berat berjumlah 11.962 ha atau 16,62% dari total wilayah. Kata Kunci: Bahaya erosi, Sistem Informasi Geografis (SIG) Peta, Data spasial 
KUALITAS BRIKET ARANG BERDASARKAN KOMPOSISI CAMPURAN ARANG KAYU ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) DAN KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria) Rindayatno Rindayatno; Dorotea Omi Lewar
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.469 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.792

Abstract

 Limbah kayu yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan briket arang antara lain adalah serbuk gergaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi terbaik dari campuran arang dari serbuk gergaji kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) dan kayu sengon (Paraserianthes falcataria) dalam menghasilkan kualitas briket arang yang baik.Penelitian menggunakan komposisi campuran arang yaitu Ulin 100% (A), Ulin 75% dan Sengon 25% (B), Ulin 50% dan Sengon 50% (C), Ulin 25%% dan Sengon 75% (D), dan Sengon 100% (E). Analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan. Faktor kualitas yang diuji adalah kerapatan, kadar air, keteguhan tekan, kadar zat mudah menguap, kadar abu, kadar karbon terikat dan nilai kalor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan 0,53-0,64 g/cm3, kadar air 7,76-7,94%, keteguhan tekan 22,67-35,21 kg/cm2, kadar zat mudah menguap 26,70-31,10%, kadar abu 2,60-6,00%, karbon terikat 62,90-70,70% dan nilai kalor 6.459,33-6.582,00 kal/g.Kualitas briket arang terbaik dihasilkan dari komposisi campuran arang Ulin 100% yaitu kerapatan 0,64 g/cm3, kadar air 7,79%, keteguhan tekan 35,21 kg/cm2, zat mudah menguap 26,70%, kadar abu 2,60%, kadar karbon terikat 70,70% dan nilai kalor 6.582,00 kal/g. Hasil pengujian terhadap briket arang yang dihasilkan (kecuali nilai kerapatan) telah memenuhi Standar Kualitas Briket Arang Dalam Negeri (P3HH), dan sebagian memenuhi standar SNI, Jepang, Inggris, dan Amerika.
MENAKAR SIFAT INVASIF SPESIES AKASIA MANGIUM (Acacia mangium Willd.) DI HUTAN PENELITIAN DAN PENDIDIKAN BUKIT SOEHARTO Sutedjo Sutedjo; Warsudi Warsudi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.19 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.795

Abstract

 Akasia mangium (Acacia mangium Willd) bukan tumbuhan asli Kalimantan namun sejak puluhan tahun tumbuh berkembang pesat di berbagai wilayah Kalimantan termasuk Kalimantan Timur. Dikenal sebagai tumbuhan yang mampu tumbuh di lahan kritis sehingga pada awal tahun 1990-an dijadikan tanaman  reboisasi sekaligus pengendali alang-alang di wilayah kritis hutan penelitian dan pendidikan Universitas Mulawarman di Bukit Soeharto. Mengherankan, bahwa beberapa tahun taerkhir sebagian praktisi kehutanan dan reklamasi pascatambang merasa gamang menggunakan A. mangium, khawatir jika jenis tersebut akan benar benar menjadi spesies invasif.  Gejala untuk menolak bahkan menghindari  A. mangium sebagai komoditas kehutanan terutama sebagai jenis pengendali lahan kritis mulai meluas. Untuk mengetahui seberapa benar anggapan Acacia mangium sebagai jenis invasif maka dilakukan evaluasi dengan melakukan analisis vegetasi terhadap 3 ha tegakan hutan A. mangium yang ditanam di Bukit Soeharto sebagai uji petik yang saat sekarang telah berumur sekitar 25 tahun. Hasil evaluasi membuktikan bahwa jumlah tanaman per ha (kerapatan) pohon A. mangium menurun (kurang dari jumlah saat ditanam atau sekitar 800 individu/ha). Jumlah yang menurun itupun cenderung mengelompok. Sebagian pohon bahkan ditemukan dalam kondisi mati generasi (standing dead trees). Sementara itu jumlah spesies pohon setempat (local trees species) juga mulai muncul di antara tegakan A.mangium. Dengan demikian terbukti  bahwa A. mngium bukanlah tipe invasif  yang sesungguhnya dan tidak ada alasan utuk menolak penggunaannya sebagai tanaman pengendali lahan kritis selama potensi ancaman terjadinya kebakaran lahan hutan dapat dicegah.
PENGARUH PEREKAT TERLABUR DAN KADAR EKSTENDER TERHADAP KETEGUHAN DAN DAYA TAHAN REKAT KAYU LAPIS KAPUR (Dryobalanops spp) Agung Priyo Hutomo; Agus Sulistyo Budi; Titin Mailani
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.531 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.811

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perekat terlabur dan kadar ekstender terhadap keteguhan dan daya tahan rekat kayu lapis kapur (dryobalanops spp).Penelitian ini dilaksanakan di PT. Segara Timber co. Ltd Mangkujenang Samarinda. Perekat terlabur yang digunakan adalah 28g/ft2, 30g/ft2 dan 32g/ft2, sedang kadar ekstender yang digunakan adalah 13,75%, 15,75% dan 17,75% bagian perekat. Data yang diperoleh diolah dengan percobaan faktorial acak lengkap.Hasil penelitian keteguhan rekat baik pada kodisi normal maupun kondisi basah menunjukkan perekat terlabur dan kadar ekstender memberikan pengaruh yang sangat signifikan sedang interaksinya tidak memberikan pengaruh yang signifikan.Penggunaan perekat terlabur sampai batas 30g/ft2 akan meningkatkan keteguhan rekat selebihnya akan menurun, sedangkan semakin besar kadar ekstender yang digunakan dalam pada penelitian ini semakin rendah keteguhan rekatnya.Nilai keteguhan rekat dan kerusakan kayu serta daya tahan rekat (delaminasi) pada semua contoh uji memenuhi standar JAS (1973). Pada uji daya tahan perekat tidak terjadi pengelupasan (delaminasi = 0%) 
INVENTARISASI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT YANG DIMANFAATKAN MASYARAKAT SUKU DAYAK LUNDAYEH Rita Diana; Paulus Matius
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.258 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.845

Abstract

Tumbuhan obat merupakan potensi sumberdaya hayati yang mempunyai prospek ekonomi tinggi dimasa depan. Obat-obatan yang ada di pasaran dunia sebagian besar bersumber dari alam dan hampir setengahnya berasal dari tumbuhan tropis. Pembukaan lahan secara besar-besaran, penambangan, kebakaran hutan dapat mengakibatkan hilangnya spesies tumbuhan yang berkhasiat obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Dayak Lundayeh, mengetahui bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan untuk obat dan mengetahui keberadaan tumbuhan obat pada beberapa areal lahan.Hasil penelitian menemukan90 jenis tumbuhan berkhasiat obat dimana 83,33% digunakan masyarakat Suku Dayak Lundayeh sebagai bahan obat tradisional dan 16,67% belum digunakan. Bagian dari tumbuhan yang dimanfaatkan adalah Daun (34,4%), Akar (17,8%), Semua bagian tumbuhan (10%), Buah (10%), Kulit batang (8,9%), Rimpang (6,7%), Batang (6,7%), Getah (3,3%), Bunga (1,1%) dan Biji (1,1%). Habitat tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan masyarakat Suku Dayak Lundayeh terdiri dari Pekarangan (41,1%), Hutan belukar (27,8%), Bekas ladang (18,9%) dan Hutan kerangas (12,2%).
KUALITAS PAPAN SEMEN PARTIKEL DARI BATANG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DENGAN PERLAKUAN PENDAHULUAN PEREBUSAN Agus Nur Fahmi; Muhammad Zainuri
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.377 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.810

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kualitas papan semen yang dihasilkan dari bahan pengisi partikel batang kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.)dengan menggunakan perlakuan pendahuluan perebusan 3 jam dan 4 jam. Penelitian ini menggunakan bahan baku partikel batang kelapa sawit dengan rasio semen dan partikel sebesar 3 : 1. Bahan perekat yang digunakan adalah semen Portland dengan merek dagang Tonasa dan katalisator yang digunakan adalah CaCl2 sebanyak 3% dari berat semen.Pengujian kualitas berupa sifat fisika dan mekanika dilakukan berdasarkan standar Internasional (ISO 8335, 1987) meliputi kadar air, kerapatan, pengembangan tebal, keteguhan lentur (MOE) dan keteguhan patah (MOR), (BS 5669, 1989) keteguhan tarik tegak lurus permukaan dan standar (MS 934, 1986) penyerapan air.Hasil pengujian sifat fisika dan mekanika papan semen partikel sesuai dengan standar ISO 8335 (1987) pada pengujian kadar air, kerapatan dan pengembangan tebal, standar MS (1986) pada pengujian penyerapan air. Pada pengujian MOEdan MOR pada semua perlakuan nilai yang didapatkan tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan ISO 8335 (1987) dan pada pengujian keteguhan tarik tegak lurus permukaan (IBS) semua perlakuan tidak memenuhi standar yang ditetapkan BS 5669 (1989). 
SURVEY SINGKAT MAMALIA DI HUTAN DIPTEROKARPA DATARAN RENDAH, HUTAN LINDUNG BATU BEROK, LONG PAHANGAI, KALIMANTAN TIMUR Rustam Rustam
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.746 KB) | DOI: 10.32522/ujht.v1i1.805

Abstract

ABSTRACTThe aimed of this research is to know of mammals composition in dipterocarpa lowland forest, Batu Berok Protection Forest (BBPF), Long Pahangai, East Kalimantan. Combination method was done in this research, there is camera trapping survey, captured, direct and un-direct inventory by line transects and interview with local people. I have used 10 set of camera trapping, 50 cage traps, and 3.5 km line transect.Total 32 species of mammals were detected in this area, comprising 8 ordo (Scandentia, Dermoptera, Chiroptera, Primates, Pholidota, Rodentia, Carnivora and Artiodactyla) and 19 family (Tupaiidae, Cynocephalidae, Pteropedidae, Tarsiidae, Cercopithecidae, Hylobatidae, Manidae, Sciuridae-Sciurinae, Sciuridae-Petauristinae, Muridae, Hystricidae, Ursidae, Mustilidae, Viverridae, Felidae, Suidae, Tragulidae, Cervidae, and Bovidae) including Sun bear Helarctos malayanus, Sambar deer Rusa unicolor, Banded Palm Civet Hemigalus derbyanus, Clouded Leopard  Neofelis diardi, and Tarsius Tarsius bancanus. The composition of mammals illustrates a pyramid pattern in the food chain which mean is very feasible for the habitat of mammals. Genus and Family Index illustrate the diversity of mammal in the study area 54% of mammals’ species in East Kalimantan and 56% of mammals’ species in Borneo. By IUCN redlist, 4 species included as endangered species and 8 species as vulnerable, 16 species included in appendix of CITES and 10 species included in the Indonesian government regulation (PP. 7/1999) as protected species.The diversity of mammal in BBPF by quick survey was relatively hight, but as a protected forest this area was not good managed whereas located in the central of heart of Borneo. Intervention by government program is deeply needed.Key word: camera trapping, cage trap, food chain, IUCN  ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi mamalia di hutan dipterokarpa dataran rendah, Hutan Lindung Batu Berok (HLBB), Long Pahangai, Kalimantan Timur. Kombinasi metoda telah dilakukan pada penelitian ini, yaitu kamera otomatis, penangkapan, pengamatan langsung dan tidak langsung dengan transek, serta wawancara dengan masyarakat lokal. Digunakan 10 kamera otomatis, 50 perangkap mamalia kecil dan 3.5 km transek.Total 32 species mamalia telah terdeteksi di kawasan ini termasuk ke dalam 8 ordo (Scandentia, Dermoptera, Chiroptera, Primates, Pholidota, Rodentia, Carnivora and Artiodactyla) dan 19 famili (Tupaiidae, Cynocephalidae, Pteropedidae, Tarsiidae, Cercopithecidae, Hylobatidae, Manidae, Sciuridae-Sciurinae, Sciuridae-Petauristinae, Muridae, Hystricidae, Ursidae, Mustilidae, Viverridae, Felidae, Suidae, Tragulidae, Cervidae, and Bovidae), termasuk Beruang Madu (Helarctos malayanus), Rusa (Rusa unicolor), Musang Belang (Hemigalus derbyanus), Macan Dahan (Neofelis diardi), and Krabuku Ingkat (Tarsius bancanus) mamalia yang ditemukan menggambarkan pola piramida dalam rantai makanan, yang berarti bahwa kawasan ini sangat layak untuk habitat mamalia. Indeks genus dan family menggambarkan keragaman mamalia di area studi sebesar 54% dari mamalia yang ada di Kalimantan Timur dan 56% dari mamalia di Kalimantan. Berdasarkan daftar jenis species langka dan hampir punah IUCN, 4 species termasuk species terancam punah, 8 jenis termasuk species rentan, 16 species termasuk dalam lampiran CITES dan 10 species termasuk species yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999.Berdasarkan survey singkat ini keragaman mamalia di HLBB relatif tinggi, tetapi sebagai hutan lindung kawasan ini tidak dikelola dengan baik padahal kawasan ini berada di pusat jantung Kalimantan. Program pemerintah untuk mengelola kawasan ini sangat diperlukan.Kata kunci: kamera otomatis, perangkap mamalia kecil, rantai makanan, IUCN

Page 1 of 1 | Total Record : 10