cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2023)" : 20 Documents clear
Simpanan karbon tegakan mangrove di Desa Tengin Baru Ibu Kota Nusantara Rosa Penaten Ola; Kiswanto Kiswanto; Rita Diana; Marjenah Marjenah; Paulus Matius
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.12704

Abstract

Fungsi ekologis mangrove sangat penting, terutama di daerah pesisir. Ekosistem mangrove juga berfungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Kemampuan vegetasi untuk mengambil karbon dari atmosfer melalui proses fotosintesis, mengubahnya menjadi karbohidrat, dan kemudian menyimpannya dalam bentuk biomassa adalah faktor yang menentukan besarnya simpanan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai biomassa dan simpanan karbon vegetasi di Hutan Mangrove di Desa Tengin Baru, Ibu Kota Nusantara. Dalam penelitian ini, dua jalur transek dengan panjang 125 m masing-masing terdiri dari tiga plot lingkaran. Setiap plot memiliki subplot dengan radius 2 m untuk tumbuhan berdiameter kurang dari 5 cm dan 7 m untuk tumbuhan berdiameter lebih dari 5 cm. Dengan menggunakan metode tanpa pemanenan, nilai biomassa dapat dihitung dengan mengukur diameter vegetasi mangrove berdasarkan karakteristik akar vegetasi, pengukuran tinggi, dan nama jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa di atas tanah sebesar 243,148 ton/ha dan biomassa di bawah tanah sebesar 89,965 ton/ha, sehingga total biomassa tegakan mangrove sebesar 333,113 ton/ha. Sementara itu, simpanan karbon atas sebesar 114,280 ton/ha dan simpanan karbon bawah sebesar 42,283 ton/ha, sehingga total simpanan karbon tegakan mangrove di Desa Tengin Baru sebesar 156,563 ton/ha. 
Karakteristik anatomi tiga jenis kayu asal Sulawesi Tengah Muthmainnah Muthmainnah; Agus Sulistyo Budi; Asniati Asniati
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.11111

Abstract

Pohon palapi, nantu dan bayur merupakan jenis pohon yang terdapat secara alami di Sulawesi Tengah dan merupakan jenis kayu yang banyak digunakan pada industri mebel di kota Palu. Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah mempelajari struktur anatomi dan mutu serat tiga jenis kayu asal Sulawesi Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat struktur anatomi dari ketiga jenis kayu yang diteliti memiliki karakteristik yang berbeda. Kayu bayur mudah dibedakan dengan nantu dan palapi karena memiliki banyak kristal rhomboid pada sel parenkim aksialnya. Sedangkan palapi mudah dibedakan dari keduanya dengan adanya pori-pori yang hampir seluruhnya soliter dan termasuk kategori langka serta memiliki parenkim aksial yang sangat masif berupa agregat difus. Berdasarkan kualitas seratnya, kayu nantu termasuk kelas I, sedangkan kayu palapi dan bayur termasuk kelas II. Ketiga jenis kayu ini dapat digunakan dalam pembuatan pulp dan kertas.
Kajian antibakteri Ekstrak etanol propolis Trigona spp asal Tenau Kupang terhadap jenis bakteri patogen dan non patogen Gerardus Diri Tukan; Maximus M Taek; Anggelinus Nadut
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.10600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari propolis sarang lebah Trigona spp asal Tenau Kupang. Senyawa metabolit sekunder dari propolis sarang lebah sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Identifikasi golongan senyawa dalam ekstrak kasar, dilakukan menggunakan metode skrining fitokimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode sumur difusi terhadap dua jenis bakteri patogen dan dua jenis bakteri non patogen. Hasil penelitian, diperoleh bahwa ekstrak etanol propolis sarang lebah sampel berwarna merah tua dan bersifat engket. Hasil uji fitokimia, mengandung golongan terpenoid, alkaloid, dan flavonoid. Akrivitas antibakteri bersifat kuat atau bakterisidalt erhadap bakteri uji golongan patogen yakni E. Coli   dan S. tiphymurium  dengan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum  masing-masing  0,52%, dan   0,52%, Aktivitas antibakteri bersifat lemah terhadap bakteri uji golongan non patogen yakni L. Casei dan Bacterroides sp, dengan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum  masing-masing   2,08%, dan 2,08%. Disimpulkan bahwa propolis dari sampel sarang lebah Trigona spp asal Tenau Kupang mengandung golongan senyawa antibakteri dan bersifat bakterisidal terhadap bak terijenis patogen.
Strategi pengembangan objek wisata alam air terjun Kalela di Desa Beru Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat Ali Sardani; Markum Markum; Hairil Anwar
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.9860

Abstract

Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan provinsi yang memiliki potensi wisata yang melimpah. Air Terjun Kalela merupakan salah satu dari potensi wisata alam yang dimiliki oleh NTB yang terletak di Desa Beru Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Ko'Ta Jantop. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kawasan dan menyusun strategi pengembangan wisata Air Terjun Kalela di Desa Beru Kecamatan Jereweh. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan responden penelitian adalah anggota pokdarwis, pengunjung dan masyarakat sekitar kawasan. Analisis data menggunakan Pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA). Komponen yang dinilai yaitu Daya tarik objek wisata, Aksesibilitas, Kondisi Sekitar kawasan, akomodasi dan sarana prasarana penunjang. Hasil dari penelitian ini yaitu Air Terjun Kalela memperoleh nilai tingkat kelayakan rata-rata sebesar 82,66 % (layak), dengan nilai tertinggi pada aspek daya tarik 100% (layak), ulasan 100% (layak). Aspek kondisi sekitar kawasan dan sarana prasarana masih dalam kategori layak dengan nilai sebesar 75% (layak) dan yang paling rendah berada pada aspek aksesibilitas yaitu 63,33% (belum layak). Strategi pengembangan objek wisata Air Terjun Kalela dapat dilakukan dengan menggunakan strategi S – O yaitu Pengembangan objek wisata dengan cara mengoptimalkan potensi-potensi wisata yang dimiliki. Aspek kondisi sekitar kawasan dan sarana prasarana masih dalam kategori layak dengan nilai sebesar 75% (layak) dan yang paling rendah berada pada aspek aksesibilitas yaitu 63,33% (belum layak). Strategi pengembangan objek wisata Air Terjun Kalela dapat dilakukan dengan menggunakan strategi S – O yaitu Pengembangan objek wisata dengan cara mengoptimalkan potensi-potensi wisata yang dimiliki. Aspek kondisi sekitar kawasan dan sarana prasarana masih dalam kategori layak dengan nilai sebesar 75% (layak) dan yang paling rendah berada pada aspek aksesibilitas yaitu 63,33% (belum layak). Strategi pengembangan objek wisata Air Terjun Kalela dapat dilakukan dengan menggunakan strategi S – O yaitu Pengembangan objek wisata dengan cara mengoptimalkan potensi-potensi wisata yang dimiliki.
Analisis tingkat bahaya erosi pada lahan terdegradasi Sri Sarminah; Dicky Wilyam Sari; Marlon Ivanhoe Aipassa
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.10674

Abstract

Kondisi lahan di jalan Poros Samarinda-Tenggarong Kelurahan Bukit Pinang berdasarkan pengamatan lapangan diketahui mengalami degradasi lahan yang ditandai dengan adanya aktivitas bekas galian, lahan yang ditumbuhi oleh alang-alang, dan kurangnya vegetasi penutup tanah, yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya erosi sehingga membuat lahan tersebut menjadi terdegradasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju erosi dan status tingkat bahaya erosi yang terjadi. Penelitian ini dilaksanakan di jalan Poros Samarinda-Tenggarong Kelurahan Bukit Pinang pada dua titik lokasi yaitu titik pengukuran 1 dan titik pengukuran 2. Waktu penelitian ini dilaksanakan selama 7 bulan efektif, dimulai dari November 2020 hingga Mei 2021.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode tongkat berbahan kayu dengan beberapa tahapan yaitu pembuatan plot ukur erosi masing-masing berukuran 20 m×15 m, dan pengambilan sampel tanah untuk pengujian sifat fisik dan kimia tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai laju erosi tertinggi terjadi di titik pengukuran yaitu sebesar 188,16 ton ha -1 tahun -1 , sedangkan laju erosi terendah terjadi di titik pengukuran 1 yaitu sebesar 167,40 ton ha -1 tahun -1 di mana Tingkat Bahaya Erosi pada kedua titik yang telah diidentifikasi keduanya diklasifikasikan ke dalam kelas IV dengan kategori sangat berat.Hal ini disebabkan karena pada titik pengukuran 2 kondisi tanahnya memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap erosi dibandingkan dengan titik pengukuran 1 yang tingkat sensitivitas erosinya rendah, dan pada titik pengukuran 2 memiliki nilai kelerengan yang lebih besar (agak curam) dibandingkan dengan titik pengukuran 1 yang nilainya kelerengannya lebih kecil (landai). Untuk memperbaiki kondisi lahan perlu dilakukan tindakan konservasi tanah dan udara pada lahan-lahan terdegradasi yaitu dengan cara penanaman tanaman penutup jenis-jenis leguminoceae dan tanaman fast growing, penterasan dan Saluran Pembunagan Air (SPA) untuk meminimalkan terjadinya limpasan permukaan dan erosi/longsor.
Model penanaman berbasis kekritisan lahan di DAS Telake Kalimantan Timur Sigit Hardwinarto; Muhammad Abdul Azis; Karyati Karyati
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.12557

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake seluas sekitar 358.405,70 ha berada di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, juga terdapat aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. Dalam penelitian ini fokus pada keberadaan tutupan lahan ( land cover ), sistem lahan ( land system) dan kekritisan lahan di DAS Telake. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran dan luasan jenis-jenis tutupan lahan, sistem lahan dan kekritisan lahan, serta mendapatkan model penanaman yang meliputi pemilihan jenis-jenis tanaman dan pola penanaman yang sesuai dengan kondisi tapaknya di DAS Telake.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 17 jenis tutupan lahan dan 13 sistem lahan, serta dalam pengkategorian kekritisan lahan diperoleh 4 (empat) kategori lahan kritis yaitu lahan tidak kritis, lahan potensial kritis, lahan agak kritis dan lahan kritis. Pada kategori lahan tidak kritis sesuai dengan kondisi tapaknya, kegiatan-kegiatannya diarahkan pada upaya-upaya pencegahan, mempertahankan keberadaan hutan dan lahan, pemeliharaan hutan dan lahan, serta peningkatan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan. spesies cepat tumbuh ), tanaman penutup tanah, dan pola agroforestri.
Dampak perhutanan sosial terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dalam mendukung kelestarian hutan di kota Tarakan Mohammad Toha; Ake Wihadanto; Nurhasanah Nurhasanah
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.10302

Abstract

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan di Kota Tarakan yang masuk dalam program perhutanan sosial banyak yang hidup miskin, padahal di lingkungan tempat tinggalnya banyak sumberdaya hutan yang dapat dimanfaatkan untuk menopang hidup mereka. Hal ini perlu dilakukan identifikasi faktor penyebabnya dan strategi yang harus dilakukan guna meningkatkan kesejahteran mereka.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program perhutanan sosial terhadap kesejahteraan masyarakat dan menganalisis strategi prioritas pada program perhutanan sosial. Penelitian dilakukan pada program perhutanan sosial yang dilaksanakan di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Pengukuran tingkat kesejahteran dianalisis dengan menggunakan indikator BPS, analisis strategi priorotas dilakukan dengan metode SWOT, selain itu juga dilakukan analisis menggunakan AHP. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat sebesar 70,97% masuk kategori belum sejahtera dan 29,03% masuk kategori sejahtera. Hasil analisis AHP diperoleh strategi prioritas yang dapat dilakukan: 1) penguatan kapasitas kelembagaan kelompok perhutanan sosial; 2) menyusun program pengembangan usaha berasaskan kelestarian; dan 3) peningkatan kuantitas dan kualitas SDM pendamping kelompok perhutanan sosial.
Potensi tegakan hasil inventarisasi Hutan Tanaman Rakyat Desa Batu Jangkih Kabupaten Lombok Barat Hafizah Nahlunnisa; Wahyu Yuniati Nizar
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.10901

Abstract

Keberadaan hutan tanaman rakyat diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat terutama dalam hal ekonomi. Pendugaan potensi tegakan pada hutan tanaman rakyat perlu dilakukan agar masyarakat dapat menduga potensi nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan dari hutan tanaman rakyat tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi tegakan dan potensi pemanfaatan oleh masyarakat di hutan tanaman rakyat Desa Batu Jangkih, Lombok Barat, serta menduga nilai ekonomi dari potensi kayu tersebut. Inventarisasi dilakukan dengan metode Systematic Strip Sampling dengan cara sensus atau cruissing 100%. Hasil analisis diperoleh data bahwa potensi tegakan sebanyak 6027 individu pohon yang terdiri dari jenis gmelina, mahoni, dan jati, dengan tingkat kerapatan sebesar 47.03 individu per hektar, total volume pohon sebesar 694.41 m3. Potensi nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan dari pemanenan kayu sebesar Rp 273,140,850 dari total volume pohon siap panen sebesar 383.02 m3. Sedangkan hasil hutan bukan kayu dapat dimanfaatkan dari nilai ekonomi pemanenan jenis tanaman tumpeng sari yaitu kunyit, jahe, lengkuas, cabe jawa, sereh, dan rumput pakan ternak 
Studi pemanfaatan bambu di kawasan Hutan Adat Penyanggar Desa Cipta Karya Kabupaten Bengkayang Lolyta Sisillia; Junisa Junisa; Muhammad Fazrian
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.12564

Abstract

Kawasan Hutan Adat Penyanggar banyak ditumbuhi bambu dan dimanfaatkan oleh masyarakat Dusun Ketiat A yang wilayahnya berbatasan langsung dengan hutan adat tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis jenis bambu yang memiliki nilai penggunaan tertinggi oleh masyarakat Dusun Ketiat A,menganalisis kesepakatan msyarakat dalam pemanfaatan jenis bambu untuk kelompok tertentu serta jenis-jenis bambu yang paling digemari untuk kelompok pemanfaatan tertentu serta mendeskripsikan kearifan masyarakat lokal dalam pemanfaatan bambu di kawasan Hutan Adat Penyanggar.Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik wawancara secara mendalam ( depth interview ) kepada responden. Penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling .Analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Delapan spesies bambu yang dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu B ambusa  multiplex , D endrocalamus  asper , D endrocalamus  hirtellus , G igantochloa ater , G igantochloa  hasskarliana , G igantochloa  levis , Schizostachyum  brachycladum , Schizostachyum  flexuosum .Pemanfaatan bambu di kawasan Hutan Adat Penyayang oleh masyarakat dikumpulkan sebagai bahan kerajinan, ritual adat, bangunan, serta pemanfatan lainnya. Bambusa multiplek  (Aur) memiliki persentase tertinggi dalam kelompok pemanfaatannya (23,08%). Schizostachyum flexuosum memiliki UV tertinggi(0,87). Nilai ICF bambu tertinggi ada pada kelompok pemanfaatan untuk kerajinan (0,9754). Spesies bambu yang memiliki persentase FL tertinggi (100%) yaitu D endrocalamus  asper  ( Betung), D endrocalamus  hirtellus  ( Bincank) dan Schizostachyum  brachycladum  ( Buru). 
Perubahan penggunaan lahan Perkotaan dan fenomena urban heat island di Kota Tangerang Selatan Mohamad Chairuman; Ake Wihadanto; Edi Rusdiyanto
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.10375

Abstract

Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan penduduk yang masif ikut menjadi pemicu perubahan penggunaan lahan dari lahan bervegetasi dan produktif menjadi lahan terbangun. Jika kondisi tersebut dibiarkan akan berdampak pada meningkatnya suhu panas di daerah tersebut akibat hilangnya lahan bervegetasi. Fenomena panas tersebut dikenal sebagai Urban Heat Island (UHI). UHI merupakan salah satu masalah perkotaan yang paling penting yang timbul karena aktivitas manusia dan berkontribusi terhadap menurunnya kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan lahan yang terjadi dan dampaknya terhadap UHI di Kota Tangerang Selatan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis yang digunakan meliputi analisis penggunaan lahan, NDVI serta analisis suhu permukaan (LST) dengan bantuan software ArcGIS 10.7. Berdasarkan data rentang waktu waktu sepuluh tahun yaitu tahun 2010 sampai 2020 menunjukkan terjadinya peningkatan perubahan lahan seluas 2.212 ha atau sekitar 23,33% di Kota Tangerang Selatan. Peningkatan perubahan lahan tersebut diikuti dengan menyusutnya nilai NDVI dan peningkatan luas dari nilai tertinggi LST yang disebabkan oleh penggunaan lahan sehingga dapat dikatakan wilayah tersebut telah terindikasi UHI. Dalam jangka panjang UHI akan berdampak terhadap penurunan kualitas lingkungan.

Page 1 of 2 | Total Record : 20