cover
Contact Name
Zulfakriza
Contact Email
zulfakriza@gmail.com
Phone
+6281360729183
Journal Mail Official
secretariat@hagi.or.id
Editorial Address
Patra Jasa Tower, 18th Floor (Suite 1820), Jl. Gatot Subroto Kav. 32-34, Kuningan Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Geofisika
ISSN : 0854352     EISSN : 24776084     DOI : https://doi.org/10.36435/jgf
Core Subject : Science,
Jurnal Geofisika [e-ISSN : 2477-6084] is a scientific journal published by Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI). This journal is referenced, each paper was assessed and evaluated by editors and reviewers who are experts in the relevant fields and come from education institutions and industry, both from within and outside the country. The published article covers all science and technology including Geophysics, Meteorology, Oceanography, Geology and Geodesy.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Geofisika" : 5 Documents clear
Analisis Statistik Distribusi Kejadian Gempabumi Di Luwu Timur, Morowali, Dan Morowali Utara, Sulawesi Imanuela Indah Pertiwi
Jurnal Geofisika Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36435/jgf.v20i1.477

Abstract

The tectonic conditions of East Luwu, Morowali and North Morowali, which are very complex, are traversed by main and local faults, making it possible to cause large earthquakes with a strength of M≥5. This research was conducted with the aim of knowing the distribution statistics of earthquakes in East Luwu, Morowali and North Morowali. The research area was selected at 1,00oS – 3,50oS dan 120,50oE– 122,50oE. The data used is the earthquake parameter data from IRIS-DMC (Incorporated Research Institutions for Seismology Data Management Centre) earthquake catalog from 1961 to 2020. The Poisson distribution method used in the analysis of the distribution of large earthquakes, produces a graph which shows that the actual Pr% value is above the theoretical Pr% Poisson, which means that the occurrence of large earthquakes (M≥5) in the East Luwu, Morowali and North Morowali areas did not occur in the ungroups type. The spatial distribution of the b-value shows a high value in the East Luwu and Morowali areas compared to the North Morowali area. Statistically, the value of the seismicity index and the probability of an earthquake event in East Luwu, Morowali, and North Morowali decrease as the magnitude of the earthquake increases. It is inversely proportional to the rapid recurrence time in earthquakes with a magnitude M≥5 and a long recurrence time at a greater magnitude.
Koreksi Akusisi Ocean Bottom Node (OBN) menggunakan First Break Positioning dan Hodogram: Studi Kasus Akuisisi Seismik 3D XRAY OBN, Offshore North West Java Permana Citra Adi; Yayat Supriyatna
Jurnal Geofisika Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36435/jgf.v20i1.507

Abstract

We present the result of applying a least square inversion approach and particle motion analysis on direct arrival wave to estimate-related error associated with ocean bottom nodes (OBN) positioning and Geophone orientation. The initial Nodes coordinates are based on acoustic positioning method at the time of deployment and before retrieval. These positions are computed on the assumption a constant water velocity which was measured directly by logging tool sound velocity profile (SVP) and therefore there are possible to have a small error in the node positions. A few nodes demonstrated excessively high shifts due to dragged by fishing net and although the node has censor to measure the Geophone orientation, some of them were not optimally re-orientated to acquisition orientation reference. Failing to correct for these errors could lead to artifacts in the velocity model, create false structures and infidelity in Geophone data. The result of these corrections on field data can improve P-Wave subsurface image quality and also correct the vector infidelity of Geophone data for S-Wave imaging, so the amplitude and kinematic information on the data is ready to be used for further analysis such as on Quantitative Interpretation (QI). Keywords: OBN, positioning, Geophone orientation, vector fidelity
Identifikasi Karakteristik Tanah dan Struktur Kecepatan Gelombang Geser Menggunakan Data Mikrotremor di Daerah Lembang, Jawa Barat Adelia Fatimah; Sesar Prabu Dwi Sriyanto; Bambang Sunardi; Wandono Wandono
Jurnal Geofisika Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36435/jgf.v20i1.521

Abstract

Lembang menjadi salah satu daerah yang memiliki tingkat bahaya kegempaan yang tinggi karena terletak dekat dengan struktur Sesar Lembang. Sebagai langkah mitigasi, dilakukan identifikasi karakteristik tanah lokal dan pemodelan struktur kecepatan gelombang geser di wilayah ini. Hal ini sangat penting untuk identifikasi daerah-daerah dengan potensi kerentanan bahaya gempabumi yang tinggi berdasarkan efek tanah lokalnya, serta untuk perencanaan dan pengembangan infrastruktur bangunan tahan gempa. Investigasi ini dilakukan menggunakan metode HVSR dan pemodelan inversi eliptisitas gelombang Rayleigh. Data yang digunakan pada metode-metode tersebut adalah data mikrotremor. Data mikrotremor dikumpulkan dengan menempatkan seismograf portabel di 26 titik lokasi pengukuran selama 30 menit untuk masing-masing titik. Hasil dari analisis HVSR menunjukkan bahwa secara umum bagian utara daerah penelitian memiliki nilai indeks kerentanan seismik yang lebih tinggi daripada bagian selatan. Pola sebaran indeks kerentanan seismik ini selaras dengan pola sebaran nilai amplifikasi yang tinggi dan frekuensi dominan tanah yang rendah di bagian utara daerah penelitian. Pemodelan inversi eliptisitas gelombang Rayleigh menggunakan kurva keluaran HVSR menghasilkan struktur kecepatan gelombang geser hingga kedalaman 30 meter di masing-masing titik. Secara umum, kecepatan gelombang geser yang berkisar antara 118-560 m/s meningkat seiring dengan bertambahnya kedalaman. Kecepatan gelombang geser rata-rata hingga kedalaman 30 meter (Vs30) ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk menilai klasifikasi jenis tanah di lokasi pengukuran. Berdasarkan data yang diperoleh, jenis tanah di seluruh titik pengukuran termasuk dalam jenis tanah sedang dengan rentang nilai Vs30 antara 194.48 m/s – 246.23 m/s.
Pemodelan Inversi Data Vertical Electrical Sounding Dengan Menggunakan Algoritma Modified Symbiotic Organism Search (mSOS Mohammad Rheza Zamani; Widodo Widodo
Jurnal Geofisika Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36435/jgf.v20i1.533

Abstract

Vertical Electrical Sounding (VES) dengan konfigurasi sclumberger merupakan salah satu teknik dalam metode geolistrik untuk mengetahui model struktur bawah permukaan bumi secara 1D melalui variasi vertikal resistivitas terhadap kedalaman dengan resolusi vertikal yang tinggi. Pemodelan data hasil akuisisi lapangan VES dilakukan menggunakan teknik inversi, inversi data VES merupakan permasalahan non-linier sehingga diperlukan algoritma dengan pendekatan global untuk mendapatkan solusi yang optimum. Pada penelitian ini digunakan algoritma berbasis populasi dengan pendekatan global untuk melakukan pemodelan inversi data VES yaitu modified Symbiotic Organism Search (mSOS) yang terinspirasi dari simbiosis yang terjadi di suatu ekosistem. Algoritma yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari 3 tahapan optimasi yaitu mutualisme, komensalisme, dan parasitisme yang masing-masing memiliki peranan dalam peningkatan kapasitas eksplorasi yang berkaitan dengan akurasi solusi dan eksplotasi yang berkaitan dengan kecepatan konvergensi algoritma. Pengujian algoritma mSOS dilakukan pada data sintetik dan data lapangan. Hasil dari pemodelan inversi data sintetik kemudian dibandingkan dengan algoritma damped least-square (DSLQR), Flower Pollination Algorithm (FPA), dan Symbiotic Organism Search (SOS) untuk mengetahui kemampuan eksplorasi dan eksploitasi solusi dibandingkan algoritma lain yang ditinjau dari kesesuaian dari parameter model sintetik dan data sintetik dengan hasil perhitungan, sedangkan pada data lapangan hasil pemodelan inversi dibandingkan dengan perangkat lunak IP2WIN meliputi kesesuaian data observasi dengan data perhitungan inversi dari keduanya dan kesesuaian dengan data lubang bor. Hasil inversi pemodelan data sintetik menunjukan algoritma mSOS memiliki keseimbangan dalam kapasitas eksplorasi dan eksplotasi dibandingkan dengan algoritma lain yang diujikan dibuktikan dengan kemampuan algoritma mSOS yang berhasil mendapatkan kembali model data sintetik dengan tingkat kesesuaian yang paling tinggi dengan waktu konvergensi yang relatif cepat, untuk hasil pemodelan inversi data lapangan juga menghasilkan model yang representatif dengan kondisi bawah permukaan karena bersesuaian dengan data lubang bor serta memiliki tingkat kecocokan data lapangan dan data perhitungan inversi yang lebih baik dari perangkat lunak IP2WIN.
Geophysical subsurface characterization of a complex geological terrain for groundwater resource development: case study of Iju, Nigeria Omowumi Ademila; John Olukunle Ademila
Jurnal Geofisika Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Geofisika
Publisher : Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36435/jgf.v20i1.525

Abstract

Access to potable water facilitates rapid civilization, health and social stability in different regions of the world. Subsurface exploration involving detailed geological, geophysical; very low frequency electromagnetic (VLF-EM), electrical resistivity method using vertical electrical sounding (VES) techniques and hydrogeological survey was carried out to characterize the subsurface geological and hydrogeological conditions with a view to developing a contemporary groundwater resources scheme. This is to meet the demand for water and improve the lives of the residents in the study area. Groundwater flows from eastern, northeastern and northern directions to the central, northwestern, southeastern, southern and western parts of the area. Conductive zones within the subsurface established by the VLF-EM survey constitute the forty-seven (47) locations further investigated by VES techniques. Three to five geologic layers were identified, while the weathered and fractured bedrock form the aquifer units with depth in the range 3.5 to over 100 m. The fractured aquiferous unit represents the target aquifer due to its characteristic thick sandy geological formation (mean resistivity; 602 ± 140 Ohm-m) being more prolific in groundwater yielding capacity. Bedrock depressions with thick overburden (> 25 m) were identified as viable groundwater potential zones. Hydrogeological maps generated give insight into geological conditions of the aquiferous units. Groundwater potential map of the area categorizes aquiferous zones based on their yield potential. High groundwater yield potential zones of the area can be harnessed for massive groundwater development scheme. Other zones can be of use as the need arises.

Page 1 of 1 | Total Record : 5