cover
Contact Name
Muhamad Rezi
Contact Email
-
Phone
+6281270279727
Journal Mail Official
fuaduna.ejurnaliainbkt@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Bukittinggi, Jl.Gurun Aur Kubang Putih, Bukittinggi
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan
ISSN : 26148137     EISSN : 26148129     DOI : http://dx.doi.org/10.30983/fuaduna
FUADUNA: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan is a peer-reviewed journal which is published by Faculty of ushuluddin, Adab and Dakwah Intitut Agama Islam Negeri Bukitinggi and publishes biannually in June and December. It focuses mainly on the related issues to Quran and Hadits, Islamic philosophy and thoughts, culture and social studies, Islamic history studies, and dakwah and communications studies.
Articles 84 Documents
DINAMIKA PERJUANGAN MUSLIM PATANI (TINJAUAN HISTORIS) Arki Auliahadi
Tamaddun Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v1i1.438

Abstract

The expalanation of this paper is about a discussion of the conflict between Muslim Patani and the Thai government. Since Patani became a Thai colony, Muslims were required to be noticed and obedient to the Thai rulers. Since Patani is integrated into the country of Thailand, Muslims face various challenges from the Thai government. Because of those unworthy treatment, the Patani Muslims are fighting against the Thai government. This resistance is intended to gain their rights as Malays and Muslims. The discussion of this paper aims to describe the socio-historic of Patani, describe the forms of struggle, describe the organization's struggles and the gait of that organization. Paparan tulisan ini merupakan sebuah pembahasan mengenai konflik yang terjadi antara Muslim Patani dengan pemerintah Thailand. Semenjak Patani menjadi jajahan Thai, umat lslam diharuskan tunduk dan patuh kepada kekuasaan Thai. Sejak Patani diintegrasikan ke dalam negara Thailand, umat Islam menghadapi berbagai tantangan dari pihak pemerintah Thai. Oleh karena mereka mendapatkan perlakuan yang tidak pantas, maka umat Islam Patani melakukan perlawanan terhadap pemerintah Thai. Perlawanan ini bertujuan untuk memperoleh hak-hak mereka sebagai orang Melayu dan Islam. Pembahasan tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan sosio histroris Patani, mendeskripsikan bentuk-bentuk perjuangan, mendeskripsikan organisasi-organisasi perjuangan serta kiprah organisasi itu.
HUKUM DAKWAH DALAM AL-QUR' AN DAN HADIS Desi Syafriani
Tamaddun Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v1i1.439

Abstract

Da'wah in general means an activity of hailing or inviting others to do well. While the science of da'wah defined a science about the activities of da'wah from input, process until the output or until the da’wah succeed. Beside the Qur’an, hadith also commands or to do da'wah. The law of da'wah seems to be different for each person depending on the situation and conditions of that person in legal view. Abu Sa'id Al-Khudry ra said, I heard the Messenger of Allah (SAW), decree "anyone among you see the inequitable act, then he should hind it by hand (violence or power), if he cannot afford it (for lack of power), then hind it with his tongue, and if uncapable (with his tongue, that is such a weak faith ". Dakwah secara umum diartikan suatu aktifitas menyeru atau mengajak orang lain untuk berbuat baik. Sedangkan ilmu dakwah diartikan suatu ilmu yang mempelajari seluk beluk aktifitas dakwah mulai dari input, proses sampai output atau hasil dakwah yang dilakukan serta segala kajian yang berhubungan dengan pengembangan keilmuan dakwah. Selain al-Quran, di dalam hadits juga terdapat perintah atau suruhan untuk melakukan dakwah. Hukum dakwah ini nampaknya juga akan berbeda pada setiap orang tergantung situasi dan kondisi yang dialami orang tersebut dalam pandangan hukum. Abu Sa’id Al-Khudry ra. Berkata, Aku Mendengar Rasulullah SAW., bersabda “Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mencegah dengan tangan (kekerasan atau kekuasaan), jika ia tidak sanggup dengan demikian (sebab tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan), maka dengan lidahnya, dan jika tidak mampu (dengan lidahnya) yang demikian itu adalah selemah-lemah iman”. (HR. Muslim).
الحديث النبوي الشريف في تقعيد النحو العربي Eka Rizal
Tamaddun Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v1i1.440

Abstract

ما زالت قضية الاستشهاد بالحديث النبوي الشريف في إثبات القواعد النحوية قضية جدلية بين النحاة قديما وحديثا، فمنهم من يمنعون مطلقا، ومنهم من يجيزون مطلقا، ومنهم من يتوسطون بين المنع والجواز. حاول هذا البحث إلى تحليل ومناقشة الشبهات والتساؤلات المطروحة حول هذه القضية؛ وهي: الأولى: دعوى رواية الحديث بالمعنى، والثانية: دعوى اللحن والخطأ في الحديث ، والثالثة: دعوى تدوين الحديث بعد فساد اللغة. سعى الباحث إلى تتبع أراء النحاة حول قضية الاستشهاد بالحديث في كتبهم المختلفة، ثم تقسيمها، وتحليلها، ومناقشة الشبهات حولها. وتوصل هذا البحث إلى صحة الاستشهاد بالحديث في النحو، وأن الحديث النبوي هو الأصل الثاني بعد القرآن الكريم في تقعيد القواعد النحوية
NILAI-NILAI ISLAM DALAM BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL (Konteks Budaya Minangkabau) Kori Lilie Muslim
Tamaddun Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v1i1.441

Abstract

This paper aims to analyze the influence of Islamic values in Indonesia in the form of culture and local wisdom of the Minangkabau people. We will discover the extraordinary fact that Minangkabau local culture and wisdom has a very high Islamic value. Culture is something very important in society, because culture is identity. Culture makes a society different from another society. In society, culture has its own value, just like the Arabic culture and Indonesian culture. The different from Arabic culture and Indonesian culture is influenced by desert. The arabic live in difficult way whereas the Indonesian live in prosperous area. The prosperous area. will create an extraordinary culture. Besides, the local wisdom in Indonesia is influenced by the sharia value. That is because of Islam has become the majority that affects everyone in Indonesia, espe cially Minangkabau people. The presence of Islam in Malay brought new concepts and values that replace the mystical values toward rational thinking. Islam also capable in solving unresolved problems in previous Malay beliefs. The deep influence makes Malay culture identicl with Islam. This is due to the proverb mention “ "syarak mengata adat memakai", which implies that custom is an operational of Islamic values. In addition, Malay culture are sourced from Islam and there is nothing opposite to Islam, if there is a conflict among the custom, the custum must succumb. This is expressed in “tradition be upon the religion, the religion be upon the Qur’an” Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai Islam di Indonesia dalam Budaya dan kearifan lokal orang Minangkabau. Kita akan menemukan fakta yang luar biasa, bahwa budaya dan kearifan lokal Minangkabau memiliki nilai Islam yang sangat tinggi. Berbicara tentang budaya, budaya adalah Sesuatu yang sangat penting dalam masyarakat, karena budaya adalah identitas. Budaya membuat suatu masyarakat berbeda dengan masyarakat lainnya. Dalam masyarakat, budaya memiliki nilai, tapi itu berbeda disetiap masyarakat. Kalau kita bandingkan dengan budaya Arab, penyebab budaya Indonesia berbeda dengan budaya Arab adalah budaya Arab dipengaruhi oleh padang pasir, jadi mereka hidup dalam kehidupan yang sulit sedangkan kehidupan orang Indonesia, mereka hidup pada daerah subur. Kawasan subur akan menciptakan budaya yang luar biasa. Kearifan lokal dalam masyarakat bisa dipengaruhi oleh Agama. Di Indonesia, kearifan lokal dipengaruhi oleh nilai syariah. Itu terjadi, karena Islam telah menjadi mayoritas yang mempengaruhi setiap orang di Indonesia, masyarakat Minangkabau khususnya. Kehadiran Islam di dunia Melayu membawa konsep-konsep dan nilai-nilai baru yang menggeser nilai-nilai yang berbau mistis ke arah pemikiran yang rasional. Islam juga mampu memecahkan persoalan-persoalan yang tak terpecahkan dalam keyakinan orang Melayu sebelumnya. Begitu dalamnya pengaruh Islam dalam kebudayaan Melayu sehingga banyak kalangan mengatakan bahwa Melayu identik dengan Islam. Hal ini disebabkan karena adanya pepatah adat yang menyebutkan “syarak mengata adat memakai”, yang mengandung arti bahwa adat merupakan operasional dari nilai-nilai Islam. Di samping itu adat dalam kebudayaan Melayu bersumber dari Islam dan tidak boleh ada pertentangan adat dengan Islam, jika terdapat pertentangan maka adatlah yang mengalah. Hal ini diungkapkan dalam pepatah adat “adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah”.
DINAMIKA SISTEM PENDIDIKAN ISLAM (SURAU) MINANGKABAU PRA DAN PASCA PEMBAHARUAN Melia Afdayeni
Tamaddun Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v1i1.442

Abstract

The existence of Islamic education institutions in Minangkabau has faced a very significant development. It was estimated as old as the Islamic age in this region (Minangkabau). Starting from the surau system of traditional education, Minangkabau succeed in producing the greatest scholars and Islamic intellectuals who have contributed in the development of Islam in the archipelago in the past. For more than three centuries ago, surau sytem have played an important role for the development of the scientific tradition in this country. Islamic intellectual tradition seems to have suitable place for the growth and development of all forms of Islamic tradition. Also, it produces the genius idea about Islam and eventually became an identity and entities of Islamic in Minangkabau. Thus, surau has functioned as a place of transformation of highly qualified Islamic scholarship.,/em> Eksistensi lembaga pendidikan islam di Minangkabau telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Usianya diperkirakan setua usia Islam di wilayah ini (Minangkabau). Berawal dari sistem pendidikan tradisional surau, daerah Minangkabau berhasil melahirkan ulama-ulama besar dan intelektual Islam yang memiliki andil dalam perkembangan Islam di Nusantara pada masa lalu. Selama lebih dari tiga abad yang lalu, lembaga pendidikan surau telah memainkan peran penting bagi perkembangan tradisi keilmuan di negeri ini. Tradisi intelektual Islam seolah-seolah mendapat tempat yang sangat cocok untuk tumbuh dan berkembangnya segala bentuk tradisi keilmuan Islam dan banyak melahirkan ide jenius tentang keislaman yang pada akhirnya menjadi sebuah identitas dan entitas Islam di Minangkabau. Dengan demikian surau telah memainkan fungsinya sebagai tempat transformasi keilmuan Islam yang sangat mumpuni.
البدعة و موقف السنة النبوية منها نبذة عن الرسال Rahima Sikumbang
Tamaddun Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v1i1.443

Abstract

Maintaining the purity of the source of Islamic shari'ah from the irresponsible person is something urgent, and always done by salafusshalihin scholars since the time of the prophet. Bid.ah has existed in the time of the Prophet, and progressed in the days of companions, and the tabi'in until now. Islam, from the point of worship of its nature tauqifiyyah, (fixed and certain)), should be based on shari'ah which has been determined by AlQuran, Assunnah, Qiyas, and the agreement of scholars. If the worship done without shari'ah, it is pertained as bid'ah. In accordance with the hadith of the Prophet narrated in the book of Muslim Sahih Bukhari: "Whoever does things that not based on the religion,the worship is rejected" meanwhile, in human relationships, is permissible, there is no prohibition for that. In this case, the author tries to overcome the problems that arise among the Muslim community of Indonesia in general, and West Sumatra in particular. This issue includes the celebration of the Prophet's birth,, a legacy in Minangkabau, Tabuik, 10 days after death, 40 days after death, etc. The author tries to examine the law that is often a controversy by some scholars. There are those who proclaim not to blame a practice. The author in this case trying to find the right solution in terms of Assunnah Annabawiyyah, therefore the authors begin by explaining what is Bid'ah, the historical development of bid'ah, the examples of heretical among the Muslim community in general, indonesia in particular, the cause of bid’ah, and the solution
HERMENEUTIKA EDIP YUKSEL DALAM QURAN : A REFORMIST TRANSLATION Yulia Rahmi
Tamaddun Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v1i1.444

Abstract

Qur'an: a reformist translation is a work that appears in the modern age, which displays the interpretation of the Qur'an with the method of interpretation of the Qur'an its self. As a form of interpretation that seeks to present an understanding of the Qur'anic verses by utilizing information from other verses of the Qur'an, without citing explanations from hadith and sunnah as well as other scholarly interpretations. The work of Edip Yuksel et al is trying to present the interpretation of the Qur'an that is oriented to the rational contextual in order to be able to display the humanistic of the Qur'an in answering the actual problems that arise in the era and the environment. Abstrak. Qur’an : a reformist translation adalah karya yang muncul pada abad modern, yang menampilkan penafsiran terhadap al-Qur’an dengan metode penafsiran al-Qur’an its self. Sebagai bentuk penafsiran yang berusaha menampilkan pemahaman terhadap-ayat-ayat al-Qur’an dengan memanfaatkan informasi dari ayat-ayat al-Qur’an lainnya, tanpa mengutip penjelasan dari bantuan hadis dan sunnah maupun penafsiran-penafsiran ulama lainnya. Karya Edip Yuksel dkk ini berusaha menampilkan penafsiran al-Qur’an yang berorientasi kepada kontekstual rasional agar mampu menampilkan wajah al-Qur’an yang humanis dalam menjawab persoalan-persoalan aktual yang muncul pada zaman dan lingkungannya.
Kata Pinjaman Bahasa Arab dalam Bahasa Minangkabau Zikrawahyuni Maiza
Tamaddun Vol 1, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v1i2.428

Abstract

Minangkabau language is one of influenced languages of South East Asian region, which are subject to influence and characterization by influencing languages that are the medium of dissemination of cultures and believes. Of the influential languages is Arabic, medium of dissemination of Islam. As Minangkabau people embrace Islam, they also embrace and get familiar with Arabic, and adapt Arabic words according to the norms of Minangkabau language. Thus, this research is intended to identify loan words in Minangkabau language that can be traced back to Arabic language, and analyze the changes made to the words. The loan words are compared to the original words of Arabic language to identify the changes, and analyze the meanings, forms and phoneme. This research is library research that comprises data collection and analysis methods. The samples for this research are the loan words taken from Kamus Umum Bahasa Minangkabau Indonesia. Besides, al-Mucjam al-Wasit is used to trace the original meanings in Arabic language whereas Kamus Kontemporer Arab Indonesia is significant to identify the translated meanings in Indonesian language. This research shows that there is an interaction between the Arabians and the people of Minangkabau, leaving a positive effect in enriching Minangkabau language with Arabic loan words. The loan words can be classified: as loan word with sustained meanings and loan words with changed meanings according to word-meaning relation; as loan words with sustained form and loan words with changed form according to alphabetical form; as loan words with sustained pronunciation and loan words with changed pronunciation according pronunciation aspect. However, most Arabic loan words in Minangkabau language retain meaning originality and word form but there are few loan words are subject to changes in meaning and form.
Zhahirat al-Furuq al-Lughawiyyah fi al-Lughah al-'Arabiyyah wa Istisyhaduha bi al-Ayat al-Qur'aniyyah Oktarina Yusra
Tamaddun Vol 1, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v1i2.429

Abstract

العلماء قديما وحديثا يختلفون في وجود الترادف في اللغة العربية. منهم من أثبتوا وجوده ومنهم من أنكروه قائلين إن ألفاظا تبدو مترادفة لها معنى معين خاص، فظهرت الفروق اللغوية لإنكار بعضهم الترادف، لأن الاختلاف في الألفاظ عندهم يوجب الاختلاف في المعاني. فلاختلافهم في وجود الترادف وعدمه مأكّدين وجود فروق دقيقة بين ألفاظ تبدو مترادفة، أرادت الباحثة البحث في الفروق اللغوية في اللغة العربية لمعرفة أصحّ آراء العلماء استشهادا بالآيات القرآنية. هذا البحث بحث مكتبي، وهو بتحليل الكتب المتعلقة بالمشكلة المبحوثة. والمصادر الأساسية لكتابة هذا البحث هي القرآن الكريم والكتب المتعلقة بالموضوع. وطريقة جمع المعلومات بمطالعة القرآن والكتب المتعلقة بالموضوع. واستنتاجات البحث هي إن الفروق اللغوية موجودة في اللغة العربية. أكدّت الباحثة رأيها بما وجدت في القرآن الكريم عندما بحثت وتأملت معاني ألفاظ تبدو مترادفة فيه. من تلك الألفاظ: السعادة والفرح، والحمد والشكر، والأسوة والقدوة، والكمال والتمام، والفوز والفلاح. المقدمة 
ULAMA DAN KARYA TULIS: DISKURSUS KEISLAMAN DI MINANGKABAU AWAL ABAD 20 Apria Putra
Tamaddun Vol 1, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v1i2.434

Abstract

Makalah ini berangkat dari kenyataan banyaknya karya tulis yang dihasilkan ulama Minangkabau pada awal abad 20. Kenyataan itu setidaknya dapat dipahami sebagai produk dari sebuah proses yang terjadi pada dekade tersebut. Ide-ide pembaharuan, situasi politik, dan pergolakan intelektual sangat mempengaruhi kehidupan sosial keagamaan di Minangkabau saat itu. Munculnya polemik keagamaan di kalangan Kaum Muda dan Kaum Tua memberi pengaruh terhadap arah intelektual ulama.Kebutuhan terhadap literasi menjadi perhatian. Banyak ulama yang menulis karya sebagai respon terhadap situasi, atau bahkan sebagai kritikan dan penolakan terhadap satu faham keagamaan. Munculnya karya-karya tulis dalam bidang keagamaan di Minangkabau pada awal abad 20 didorong oleh polemik keagamaan yang terjadi. Masalah thariqat adalah hal yang banyak menyita perhatian ulama. Terdapat pro dan kontra mengenai amalan thariqat. Selain itu, masalah akidah menjadi hal yang sangat sedikit dibicarakan. Masing-masing topik mempunyai bahan kepustakaan yang “kaya”. Bahan-bahan hasil karya ulama Minangkabau tersebut sangat menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut.