cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalalim@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Alim | Journal of Islamic Education
ISSN : 26860767     EISSN : 26857596     DOI : -
Core Subject : Education,
Alim | Journal of Islamic Education specifications in the discourse of Islamic Education. Alim | Journal of Islamic Education invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related. That aims to encourage and promote the study of the Islamic Education from a wide range of scholarly perspectives.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2019): Alim | Journal of Islamic Education" : 10 Documents clear
Implementasi Kebijakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di MI Tarbiyatul Islamiyah Jakarta Selatan Shunhaji, Akhmad; Sarnoto, Ahmad Zain; Taufikurrahman, Iqbal
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v1i2.140

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui sejauhmana implementasi kebijakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Islamiyah Jagakarsa Jakarta Selatan serta mencari tau apa saja faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Implementasi George Edward III yang terdiri dari komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi, Permen tentang BOS dan Peergub tentang KJP bagi Peserta Didik dari Keluarga Tidak Mampu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan sebagai data primer. Sedangkan data sekunder diperoleh dari kepustakaan dan media elektronik. Pada kenyataannya di lapangan implementasi BOS dan KJP masih mengalami masalah terkait dengan maksud dan tujuan dari BOS dan KJP itu sendiri, sasaran, mekanisme di pihak sekolah, pengawasan dan pelaporan serta terkait dengan larangan dan sanksi. Masukan yang diberikan yaitu diperbaikinya persyaratan pendaftaran dan instrumen wawancara, ditingkatkannya pengawasan oleh sekolah dan memberikan sanksi tegas apabila terjadi pelanggaran, perlunya dibentuk staff khusus di sekolah untuk menangani BOS dan KJP, serta meningkatkan kerjasama sosialiasasi dengan para stakeholder. Terkait dengan Implementasi Kebijakan Kartu Jakarta Pintar dan Biaya Operasional Sekolah di MI Tarbiyatul Islamiyah dapa di simpulkan sebagai berikut : Pertama, Kebijakan Kartu Jakarta Pintar di DKI Jakarta dikeluarkan sejak akhir Desember 2012 merupakan kebijakan pemberian bantuan dana bagi peserta didik yang berasal dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh akses Pendidikan dan mendukung terselenggaranya wajib belajar 12 tahun di Provinsi DKI Jakarta. Dana dari bantuan Pendidikan yang bersifat personal ini berasal dari APBD Provinsi DKI Jakarta yang termasuk kedalam kelompok dana bantuan sosial . Dana dari Kartu Jakarta Pintar digunakan untuk memenuhi kebutuhan personal sepesrta didik miskin dibidang Pendidikan sehingga dengan adanya kebijakannini, permasalahan dalam pembiayaan Pendidikan di DKI Jakarta dapat teratasi . Kedua, Pelaksanaan Program KJP kurang memperhatikan sisi peningkatana kualitas Pendidikan bersadarkan hasil wawancara dengan pihak sekolah yaitu tidak adanya peningkatan dari segi akademik oleh peserta didik penerima KJP.
Karakter Kepemimpinan Nabi Musa AS dalam Al-Qur‘an Sarnoto, Ahmad Zain; Hidayatullah, Hidayatullah
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v1i2.142

Abstract

Karakter pemimpin pada kisah Nabi Musa AS mencakup sejumlah karakter utama, seperti sabar, visioner, kompeten, integritas, pembaharu, solutif, religius, kredibel, cerdas, pandai bekerja sama, memiliki tekad yang kuat, informan, pembelajar dan tawadhu’. Penelitian ini memiliki perbedaan pendapat dengan: 1) Niccolo Machiavelli (L. 1469 M) yang memisahkan antara etika dan politik dalam melaksanakan dan menerapkan nilai-nilai kepemimpinannya. Pemerintah sebagai pemangku institusi kepemimpinan nasional harus menjalankan tugas-tugas negara dengan baik sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa sebagaimana yang tertuang dalam Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dan Pancasila, 2) Alexander Agung (L. 340 SM) yang berambisius menumpuk harta kekayaan, bertindak brutal, memerintahkan pengikutnya untuk menyembah dirinya dan tidak segan-segan membantai siapa saja yang menentang kekuasaannya. Pemerintah dan semua pemangku jabatan sejatinya hidup dengan karakter kesederhanaan, santun terhadap rakyatnya dan siap mengakomodir aspirasi mereka seluas-luasnya ketika tidak sejalan dengan kebijakannya, 3) Adolf Hitler (L. 1889 M) yang menggunakan cara-cara militeristik seperti menjalankan dua fungsi; militer dan non-militer dalam menjalankan tampuk kepemimpinannya sehingga menyebabkan kurangnya trust masyarakat dan membawa negara Jerman ke jurang instabilitas nasionalnya. Pemerintah dan elemen masyarakat dalam mengemban tugasnya harus menjalankan prinsip penguatan nilai-nilai karakter pemimpin dan berusaha sekuat mungkin memegang prinsip ini sesuai dengan amanah yang diemban agar tercipta kualitas kepribadian anak bangsa yang bisa membawah negara ini ke arah perubahan yang lebih baik ke depannya.
Aktualisasi Nilai Nilai Sa’i dalam Pendidikan Keluarga Perspektif Al-Qur’an Sarnoto, Ahmad Zain; Bukhori, Bukhori
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v1i2.143

Abstract

Pendidikan karakter keluarga yang ditemukan dalam ibadah Sa’i diantaranya adalah: 1. Pendidikan karakter yang berhubungan dengan dimensi spiritual, seperti: tawakkal, kesabaran dan kepasrahan 2. Pendidikan karakter yang berhubungan dengan dimensi emosional, seperti: kedisiplinan, kerja sama, saling percaya dan koperatif. 3. Pendidikan karakter yang berhubungan dengan lingkungan sosial, seperti: interaktif, empatik, dan toleransi. Sedangkan pendidikan peran anggota keluarga dalam ibadah Sa’i yaitu: 1. Pendidikan peran ayah, meliputi peran ayah sebagai fasilitator, pelindung, dan pemberi teladan. 2. Pendidikan peran ibu, meliputi peran ibu sebagai pendidik, pengayom dan pemberi keteladanan 3. Pendidikan peran anak, meliputi peran anak sebagai penguat relasi harmonis ibu dan ayah (qurrata a’yun), pelipur lara, pemberi semangat, dan merawat orang tua pada usia senja Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif dan kepustakaan (library research), bersifat analisis deskiptif dengan pendekatan filosofis. Pendekatan filosofis dibutuhkan untuk mengungkap landasan filosofis ibadah sa’i sebagai dasar konsep pendidikan keluarga.
Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Kearifan Lokal Berbasis Al-Qur’an (Implementasi di SMAN Kabupaten Purwakarta) Hude, Darwis; Febrianti, Nur Arfiyah; Cece, Cece
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v1i2.144

Abstract

Disertasi ini membahas mengenai penguatan pendidikan karakter melalui kearifan lokal berbasis Al-Qur’an yang dipahami dalam arti adat istiadat atau kebiasaan yang merupakan warisan budaya nenek moyang secara turun temurun dari generasi ke generasi yang dilestarikan keberadaannya sejauh tidak menyalahi nilai-nilai yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Disertasi ini menemukan bahwa penguatan pendidikan karakter melalui kearifan lokal berbasis Al-Qur’an yang di implementasikan di SMAN Kabupaten Purwakarta, terjadi penguatan yang signifikan. Penguatan tersebut yaitu implementasi Perbup Nomor 69 Tahun 2015 tentang 7 Poe Atikan Istimewa yang meliputi Senen “Ajeg Nusantara” (Tegak di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia), Salasa “Mapag di Buana” (Menjemput Dunia), Rebo “Maneuh di Sunda” (Diam/Tinggal dengan Adat Budaya Sundanya), Kemis “Nyanding Wawangi” (Menyukai Estetika Berbudaya serta Memiliki Jiwa Seni yang bisa Membawa Harum Tanah Air), Juma’ah “Nyucikeun Diri” (Mensucikan Diri), dan Sabtu-Minggu “Betah di Imah” (Nyaman Tinggal bersama Keluarga di Rumah). Penguatan karakternya yang terjadi adalah karakter yang bersifat agamis, ukhrowi, nasionalis, tauhid, nilai ritualitas dan spiritualitas, dan akhlak.
Meningkatkan Kompetensi Guru Sebagai Pendidik Profesional dalam Mengembangkan Pembelajaran Djuanda, Isep
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v1i2.145

Abstract

One of the many factors that determines the success of the learning process is teachers’ competences since they are the key in improving learning process quality. However, what happens in the real life is far from what it should be. Our education still encounters with the low-competence teachers in implementing the learning process which leads to the low quality of education output. Teachers are professional educators who need special skills and self-maturity in carrying out their professions. Thus, teachers are obliged to possess various competences, one of which is professional competence. Others are pedagogical, personality and social competences. Professional competence, as described in Government Regulation No. 74 Year 2008 about Teachers Article 3 paragraph 7, is teachers’ competence in mastering the knowledge, science, technology, and/or art and culture of the subject they carry out involving at least the mastery of in-depth and broad learning material; with the relevant concept and method of science, tehcnology and art. The teachers’ ability in mastering subject materials and learning resources, developing learning strategy, model and method, as well as managing classroom can improve learning quality. Those abilities can be gained through teachers-to-be education (pre-position process) as well as education within position.
Inisiasi Etika Eksplorasi Pertambangan Perspektif Al-Qur’an Febriani, Nur Arfiyah; Yuniarni, Iin
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v1i2.146

Abstract

Penelitian ini menggagas etika eksplorasi pertambangan perspektif Al-Qur’an yang merupakan bentuk kesadaran metaetika Ilahiyyah yang memiliki sifat kecerdasan reflektif, sebagai reaksi atas adanya “hubungan intensionalitas metaetika teofanik“ yaitu hubungan/peran manusia di ranah pertambangan. Sebagai alur pemikiran di dalam penelitian ini, berbasis pada akhlaq profetis Rasulullah Shâllâlahu ‘Alaihi wasallam (Hadits Riwayat Abu Dawud) dan etika-ekofenomenologi yang digagas oleh Saras Dewi. Temuan formulasi etika eksplorasi pertambangan perspektif Al-Qur’an tersebut merupakan pengejewantahan peran manusia yang holistik dan integralistik di dalam mengeksplorasi, memanfaatkan dan melindungi keberadaan sumber daya tambang, dengan pemahaman akan norma-norma moral atas makna kata: Isti’mar, Independensi, Inter-dependensi, Ihsan dan Itqan serta Harmonis adil bersinergis. Penelitian ini merupakan deskripsi dari tafsîr bayânî dengan corak informatif-transformatif, yang juga merupakan sebuah dukungan terhadap al-tafsîr al-ilmî, beserta seluruh pengembangannya. Penulis menawarkan konformitas baru dalam memahami Al-Qur’an dengan menangkap gagasan utamanya (maghzâ) di balik makna literalnya, dilengkapi dengan pembuktian ilmiah yang teruji secara akademis, argumentatif, proporsional sesuai dengan konteks pengetahuan yang berlaku, melalui tahapan ishtishab (juristic preference). Dengan menggunakan metode tafsîr maûdhu’i, dengan jenis penelitian deskriptif analitik kualitatif, melalui pendekatan ekofenomenologi dipadu dengan analisa dialektika kritis/jadal, dimana prinsip dualitas yang memiliki bentuk dualitas oposisional, antara dua hal yang bersifat material dan atau non material sebagai objeknya, keduanya dipertemukan oleh relasi intensionalitas.
Perubahan Minset Mengajar Dalam Persaingan Pendidikan di Era MEA Alwi, Muhamad
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v1i2.147

Abstract

Tugas dan tanggung jawab pendidik saat ini dan masa yang akan datang akan makin kompeks. Mengajar bukan hanya sekedar menyampaikan materi, memenuhi jam mengajar, menggugurkan kewajiban dll. Pandangan seperti ini kurang bahkan tidak tepat. Hal ini diperlukan perubahan cara pandang atau cara berfikir (mindset) dari para pelaku perubahan itu sendiri yakni pendidik. Ketika mengajar diartikan sebagai proses membimbing pengalaman belajar peserta didik maka, pandangan sebagaimana tersebut tidak pernah terjadi. Hal ini pula yang mendasari perlu adanya perubahan mindset mengajar seorang pendidik dalam menghadapi persaingan pendidikan di era MEA maupun persaingan dalam kancah yang lain. Sehingga mutu pendidikan dan kualitas pendidik di Indonesia dapat bersaing dengan Negara-negara ASEAN yang lain.
Trend Hijab Dan Pandangan Keagamaan Melalui Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Munawati, Siti
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v1i2.148

Abstract

Pendidikan berbasis kearifan lokal adalah pendidikan yang mengajarkan peserta didik untuk selalu lekat dengan situasi konkret yang mereka hadapi. Hal ini dapat dipahami bahwa penerapan agama oleh wanita dalam pengalaman religiusitas menghadirkan keterkaitan antara agama, pengalaman agama, dan produk pengalaman agama (salah satunya tren mengenakan hijab). Hijab adalah kebutuhan tersier bagi wanita Islam (muslimah). Hal ini didasarkan pada kondisi yang mendesak dan penerapan untuk mengenakan hijab tentu tidak dibatasi pada rentan waktu kondisi tematis. Tujuan trend hijab dan pandangan keagamaan ini dalam setiap jengkal hidup manusia selalu ada kearifan lokal. Paling tidak, kearifan dapat muncul pada: pertama pemikiran, kedua sikap, dan ketiga perilaku. Ketiganya hampir sulit dipisahkan. Jika ketiganya ada yang timpang, maka kearifan lokal tersebut semakin pudar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kualitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Penelitian ini bermula dari yang kenyatan yang ada dan sudah diketahui banyak pihak, yang nantinya akan menghasilkan sebuah konsep baru.
Menciptakan Pembelajaran Menyenangkan Dalam Menumbuhkan Peminatan Anak Usia Dini Terhadap Pelajaran Mulyati, Mumun
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v1i2.150

Abstract

Dunia anak adalah dunia bermain, melalui bermain anak memperoleh pelajaran yang mengandung aspek perkembangan kognitif, sosial, emosi dan perkembangan fisik. Melalui kegiatan bermaindengan berbagai permainan anak dirangsang untuk berkembang secara umum baik perkembangan berpikir, emosi maupun sosial. Pendidikan anak usia dini (0 sampai 8 tahun) merupakan tempat belajar sekaligus bermain bagi anak-anak. Mereka diajarkan mengenal aturan, disiplin, tanggung jawab dan kemandirian dengan cara bermain. Anak juga diajarkan bagaimana mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya, berempati dengan temannya, tentunya juga berlatih bekerja sama dengan anak yang lain. Melalui kegiatan bermain yang mengandung edukasi, daya pikir anak terangsang untuk merangsang perkembangan emosi, perkembangan sosial dan perkembangan fisik. Setiap anak memiliki kemampuan dan ketertarikan bermain yang berbeda tergantung dari perkembangan anak. Dari permainan juga biasanya akan menimbulkan fantasi-fantasi besar oleh anak, dan tentu akan semakin menambah rasa ketertarikan anak pada mainan tersebut.
Kepemimpinan Perempuan Dalam Pendidikan Islam Kafidhoh, Siti
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v1i2.151

Abstract

Women's Leadership in Islamic Education (Study on Role of Umi Waheeda in Managing Al-Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School Parung Bogor). This research found that the most dominant female leadership style shown by Umi Waheeda in managing Pesantren Nurul Iman is the Melati Style, with the main characteristic of simple, polite and wise leadership in all its members. This is also reinforced by the nature of leadership shown by Umi Waheeda with the nature of the mother and iron maden. Umi Waheeda shows maternal traits in directing employees, and has always been a strong and visionary women leader.Another interesting thing found in this study, in the perspective of Umi Waheeda employees, it shows the uniqueness of being a leader so that it becomes a characteristic of female leaders who distinguishes from other leaders including: 1) Umi Waheeda as a strong leader woman, 2) productive leader, by developing various social entrepreneurs; 3) Independent Free Education Initiators, in the sense that without relying on donations from other institutions; 4) The Trusty Leader, by establishing a non-profit institution to provide thousands of orphans and underprivileged people in terms of education, health, and free residence with istiqomah; 5) A progressive leader, provides periodic and continuous progress for the Al-Ashriyyah pesantren Nurul Iman.

Page 1 of 1 | Total Record : 10