cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalalim@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Alim | Journal of Islamic Education
ISSN : 26860767     EISSN : 26857596     DOI : -
Core Subject : Education,
Alim | Journal of Islamic Education specifications in the discourse of Islamic Education. Alim | Journal of Islamic Education invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related. That aims to encourage and promote the study of the Islamic Education from a wide range of scholarly perspectives.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2020): Alim | Journal of Islamic Education" : 12 Documents clear
Metode Tafsir Produk Sains Terapan Studi Tentang Terapi Stem Cell Aziz, Abdul
Alim | Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v2i2.178

Abstract

Kesimpulan dari penelitian ini adalah, menemukan rumusan baru tentang suatu metode tafsir produk sains terapan, yang relatif sederhana, mudah dimengerti, cepat, dan sistematis. Rumusan baru tersebut, juga diujicobakan pada satu produk sains terapan modern-kontemporer, yaitu terapi stem cell. Dan, hasilnya bahwa terapi stem cell untuk pengobatan penyakit degeneratif, perawatan tubuh (penuaan), maupun reproduksi, menurut syariat agama Islam dibolehkan secara bersyarat. Rumusan metode tafsir produk sains terapan tersebut dibangun berlandaskan kepada hadis Nabi Muhammad SAW, yang isinya tentang tiga sumber dalil hukum Islam, Al-Qur’an, hadis dan ijtihad. Maka, dibangun metode tafsir produk sains terapan yang terdiri atas sepuluh langkah, dengan urutan sebagai berikut: objek (yang dalam penelitian ini adalah produk terapi stem cell), produk yang dikaji (bahan, proses, dan aplikasi), pemilihan metode tafsir yang akan digunakan, pemilihan bentuk tafsir, memastikan jenis tafsir ilmi, memastikan jenis tafsir ahkam, lakukan pencarian status hukumnya dalam Al-Qur’an, dan atau menelusuri hadis, dan atau menggunakan jenis ijtihad, sampai kepada keluaran sebagai hasil akhir dari kajian, yaitu produk sains terapan yang dimaksud dibolehkan atau tidak menurut syariat agama Islam? Pendekatan yang digunakan di dalam merumuskan metode tafsir produk sains terapan dimaksud, penulis gunakan metode ijtihad ulama dalam beristinbâth hukum, yaitu menggunakan metode istinbâth hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena adanya kesamaan, yaitu metode pencarian hukum. Namun, rumusan metode tafsir produk sains terapan yang ditemukan pada penelitian ini, relatif lebih sederhana, lebih mudah dimengerti, lebih cepat dan lebih sistematis, dengan tingkat kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan, karena kajiannya menggunakan diagram alir sepuluh langkah untuk setiap tahapan kajian bahan, proses dan aplikasi dari semua produk yang dikaji. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan berlandaskan kepada tiga sumber dalil hukum Islam yang disusun secara sistematis dan penggunaannya tetap berpedoman kepada kaidah-kaidah ilmu fikih yang sudah ada.
Pembinaan Mental Tentara Dalam Perspektif Al-Qur’an Yahdi, Muhammad
Alim | Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v2i2.179

Abstract

Pembinaan Mental Tentara dalam Perspektif Al-Qur’an” adalah segala upaya pembinaan prajurit yang tangguh dengan integrasi 4 (empat) dimensi, yaitu: rohani, ideologi, kejuangan, dan psikologis (beriman/takwa, nasionalis, militan serta sehat psikis). Integrasi keempat dimensi ini ditekankan untuk menjaga kemurnian pengabdian dan orientasi perjuangan prajurit agar tidak terjerumus dalam akhlak madzmumah (mental buruk). Pembahasan ini menemukan model pembinaan mental pendekatan Rasulullah Saw sebagai panglima tertinggi dalam membina mental umat sebagai pasukan tentaranya saat itu yang meliputi: 1. Pendekatan Spiritual, 2. Pendekatan Emosional 3. Pendekatan Kognitif, 4. Pendekatan Afektif, 5. Pendekatan Aplikatif, dan 6. Pendekatan Apresiatif. Tahapan pendekatan ini yang telah membuat Rasulullah Saw berhasil membina mental tentara. Menurut Philip K. Hitti, kemenangan prajurit Rasulullah dalam upaya mempertahankan diri dan menang dalam peperangan adalah karena keteguhan iman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Status Wanita Cerai Dan Gugat Cerai: Studi Kasus di Pengadilan Agama Jakarta Barat Tahun 2014-2015 Mustafa, Fitri
Alim | Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v2i2.180

Abstract

Produk pemikiran hukum Islam di Indonesia terdiri dari produk pemikiran fikih, fatwa ulama, keputusan pengadilan (yurisprudensi), dan produk pemikiran dari undang-undang. Produk-produk hukum tersebut diharapkan dapat menjawab masalah dan tantangan yang terjadi di masyarakat. Meskipun fakta dan kenyataan di lapangan tidak sama dengan asumsi umum. Terlebih mengenai pernikahan. Tepatnya masalah perceriaan. Tinggi nya angka perceriaan di Indonesia membuat sebagian kalangan mengugat kembali tentang konsep bahagia dalam rumah tangga.
Kesetaraan Gender Dalam Pola Asuh Anak Perempuan Gayo Nurbaiti, Nurbaiti
Alim | Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v2i2.181

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kesetaraan gender dalam pola asuh anak perempuan pada keluarga Gayo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk pola asuh kesetaraan gender anak perempuan pada suku Gayo . Fokus penelitian pada pola asuh anak dalam hal pendidikan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara dan observasi. Jumlah sample sebanyak 11 keluarga Gayo yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi(Jabodetabek) dengan jenis sampling purposive sampling (Sampling bertujuan). Validitas data dilakukan dengan menggunakan snowbowling (bola salju) dan analisis data dilakukan dengan menggunakan triangulsi. Hasil penelitian menunjukkan, suku Gayo merupakan suku yang menerapkan system patrilineal atau kekerabatan ditarik dari garis ayah dan system pariarki atau kekuasaan dominan terdapat pada laki-laki, sehingga dalam banyak hal, laki-laki lebih dominan dibandingkan dengan perepmpuan. Hal ini berdampak pada model pola asuh yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya. Namun dalam hal pendidikan, para orang tua Gayo melakukan pola asuh dengan kesetaraan gender, hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa suku gayo memberikan kesempatan pendidikan yang sama baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan dalam bentuk pola asuh keluarga, semua anak diajarkan bagaimana bersikap dan berbicara sesuai dengan ajaran agama Islam dan budaya mereka, demikian juga keluarga memberikan kesempatan yang sama baik kepada anak laki-laki maupun anak perempuan dalam memperoleh pendidikan formal.
Kesetaraan Gender Dalam Pola Asuh Anak Perempuan Gayo Nurbaiti, Nurbaiti
Alim | Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v2i2.181

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kesetaraan gender dalam pola asuh anak perempuan pada keluarga Gayo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk pola asuh kesetaraan gender anak perempuan pada suku Gayo . Fokus penelitian pada pola asuh anak dalam hal pendidikan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara dan observasi. Jumlah sample sebanyak 11 keluarga Gayo yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi(Jabodetabek) dengan jenis sampling purposive sampling (Sampling bertujuan). Validitas data dilakukan dengan menggunakan snowbowling (bola salju) dan analisis data dilakukan dengan menggunakan triangulsi. Hasil penelitian menunjukkan, suku Gayo merupakan suku yang menerapkan system patrilineal atau kekerabatan ditarik dari garis ayah dan system pariarki atau kekuasaan dominan terdapat pada laki-laki, sehingga dalam banyak hal, laki-laki lebih dominan dibandingkan dengan perepmpuan. Hal ini berdampak pada model pola asuh yang diberikan orang tua kepada anak-anaknya. Namun dalam hal pendidikan, para orang tua Gayo melakukan pola asuh dengan kesetaraan gender, hal ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa suku gayo memberikan kesempatan pendidikan yang sama baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan dalam bentuk pola asuh keluarga, semua anak diajarkan bagaimana bersikap dan berbicara sesuai dengan ajaran agama Islam dan budaya mereka, demikian juga keluarga memberikan kesempatan yang sama baik kepada anak laki-laki maupun anak perempuan dalam memperoleh pendidikan formal.
Pendidikan Lingkungan Berwawasan Gender Perspektif Al-Qur’an Yatim, Hasbi
Alim | Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v2i2.182

Abstract

Penelitian ini menjelaskan perspektif Al-Qur’an mengenai pendidikan lingkungan berwawasan gender yang mengusung teori ecopedagogi humanisme teosentris, yakni teori yang memberikan gambaran tentang pendidikan ekologi bagi laki-laki dan perempuan yang terpusatkan pada aturan ekologis dari petunjuk Allah Swt. Melalui pendidikan lingkungan berwawasan gender perspektif Al-Qur’an ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan aksi nyata peserta didik dalam upaya menjaga kelestarian dan konservasi lingkungan. Temuan Penelitian ini mengungkap bentuk-bentuk inisiasi pendidikan lingkungan berwawasan gender dalam perspektif Al-Qur’an yang terdiri dari; Memperhatikan alam raya sebagai manifestasi dari kebesaran Allah Swt (“Aql); Proses observasi terhadap lingkungan (Tadabbur); Pengungkapan rasa syukur atas karunia lingkungan dengan upaya konservasi lingkungan (Tasyakkur); Menjadi saintis pereka cipta temuan yang bermanfaat bagi lingkungan (ulul albab); Penghormatan sebagai rasa tunduk kepada Pencipta alam raya (taskhir); Protektor alam raya (khalifah); Manifestasi atas dimuliakannya manusia (takrim). Kesemuanya tersebut dalam peran-peran sebagai; Ulin Nuha; Ulil Abshar; Ulul Albab; Muhsin; Takrim; Intisyar, bagi laki-laki dan perempuan. Penelitian ini memiliki kesamaan mengenai pembahasan tentang kesetaraan gender dari manusia terhadap lingkungannya, yakni dengan: Nasaruddin Umar (2001), Muhammad Quraish Shihab (2005), dan Nur Arfiyah Febriani (2014). Serta kesamaan pembahasan tentang pendidikan lingkungan dengan Faulo Preire (1972) dan Nana Supriatna (2016). Penelitian ini memiliki perbedaan dengan pendapat yang menyatakan bahwa kerusakan lingkungan memiliki korelasi dengan sikap dominatif laki-laki terhadap perempuan dengan para tokoh feminis seperti: Carolyn Merchant (1992), Robyn Eckersley (2001), Jean Shinoda Bolen (2004) dan Nawal Amar (2009). Penelitian ini juga memiliki perbedaan kajian dengan Adudin Alijaya (2019) yang fokus pada pembahasan konsep ekopedagogi dalam Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan dalam Penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan metode penafsiran yang digunakan adalah metode tafsir Maudhu’i, Kedua metode tersebut digunakan agar menghasilkan data deskriptif melalui observasi terhadap surat dan ayat Al-Qur’an, serta sains yang terkait dengan pembahasan Penelitian, kemudian dibantu visualisasinya dengan tabel-tabel.
Pendidikan Lingkungan Berwawasan Gender Perspektif Al-Qur’an Yatim, Hasbi
Alim | Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v2i2.182

Abstract

Penelitian ini menjelaskan perspektif Al-Qur’an mengenai pendidikan lingkungan berwawasan gender yang mengusung teori ecopedagogi humanisme teosentris, yakni teori yang memberikan gambaran tentang pendidikan ekologi bagi laki-laki dan perempuan yang terpusatkan pada aturan ekologis dari petunjuk Allah Swt. Melalui pendidikan lingkungan berwawasan gender perspektif Al-Qur’an ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan aksi nyata peserta didik dalam upaya menjaga kelestarian dan konservasi lingkungan. Temuan Penelitian ini mengungkap bentuk-bentuk inisiasi pendidikan lingkungan berwawasan gender dalam perspektif Al-Qur’an yang terdiri dari; Memperhatikan alam raya sebagai manifestasi dari kebesaran Allah Swt (“Aql); Proses observasi terhadap lingkungan (Tadabbur); Pengungkapan rasa syukur atas karunia lingkungan dengan upaya konservasi lingkungan (Tasyakkur); Menjadi saintis pereka cipta temuan yang bermanfaat bagi lingkungan (ulul albab); Penghormatan sebagai rasa tunduk kepada Pencipta alam raya (taskhir); Protektor alam raya (khalifah); Manifestasi atas dimuliakannya manusia (takrim). Kesemuanya tersebut dalam peran-peran sebagai; Ulin Nuha; Ulil Abshar; Ulul Albab; Muhsin; Takrim; Intisyar, bagi laki-laki dan perempuan. Penelitian ini memiliki kesamaan mengenai pembahasan tentang kesetaraan gender dari manusia terhadap lingkungannya, yakni dengan: Nasaruddin Umar (2001), Muhammad Quraish Shihab (2005), dan Nur Arfiyah Febriani (2014). Serta kesamaan pembahasan tentang pendidikan lingkungan dengan Faulo Preire (1972) dan Nana Supriatna (2016). Penelitian ini memiliki perbedaan dengan pendapat yang menyatakan bahwa kerusakan lingkungan memiliki korelasi dengan sikap dominatif laki-laki terhadap perempuan dengan para tokoh feminis seperti: Carolyn Merchant (1992), Robyn Eckersley (2001), Jean Shinoda Bolen (2004) dan Nawal Amar (2009). Penelitian ini juga memiliki perbedaan kajian dengan Adudin Alijaya (2019) yang fokus pada pembahasan konsep ekopedagogi dalam Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan dalam Penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan metode penafsiran yang digunakan adalah metode tafsir Maudhu’i, Kedua metode tersebut digunakan agar menghasilkan data deskriptif melalui observasi terhadap surat dan ayat Al-Qur’an, serta sains yang terkait dengan pembahasan Penelitian, kemudian dibantu visualisasinya dengan tabel-tabel.
Pengaruh Metode Menghafal Dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Menghafal Al-Qur’an Mustafa, Mustafa
Alim | Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v2i2.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji data-data empirik terkait pengaruh metode menghafal dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi menghafal Al-Qur’an secara terpisah maupun simulat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional dan regresional terhadap data-data kuantitatif yang diperoleh dari objek penelitian yaitu siswa kelas sembilan (9) SMP IT Darul Qur’an Bogor. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 109 responden dari total 150 populasi kelas sembilan (9) SMP pada semester ganjil tahun ajaran 2018-2019. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket/kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Jenis analisis yang digunakan adalah analisis korelasi dan regresi yang dijabarkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara metode menghafal dengan prestasi menghafal Al-Qur’an siswa SMP IT Darul Qur’an dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,458 dan koefisien determinasi R2(R square)sebesar 0,9%. Arah pengaruh ditunjukan dengan persamaan Y= 87,325+ 0,001 X1, berarti bahwa setiap peningkatan satu unit metode menghafal akan mempengaruhi peningkatan skor prestasi menghafal Al-Qur’an 0,027.Kedua, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi menghafal Al-Qur’an siswa SMP IT Darul Qur’an dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,112a dan koefisien determinasi R2(R square)sebesar 1,2%. Arah pengaruh ditunjukan dengan persamaan Ŷ = 81,226 + 0,060 X2. yang berarti bahwa setiap peningkatan satu unit metode menghafal dan motivasi belajar siswa akan mempengaruhi peningkatan skor prestasi menghafal Al-Qur’an sebesar 0,060.Ketiga, terdapat pengaruh metode menghafal dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi menghafal Al-Qur’an dengan koefisien korelasi atau 0,671x 0,671= 0,125) yang mengandung makna bahwa 12,5% variabilitas variabel prestasi menghafal Al-Qur’an dapat dijelaskan oleh metode menghafal dan motivasi belajar siswa. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode menghafal (X1) dan motivasi belajar siswa (X2) secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap prestasi menghafal Al-Qur’an (Y) sebesar 12,5 % sedangkan sisanya 87,5% (100% - 12,5% = 87,5 %) ditentukan oleh faktor-faktor yang lainnya.
Implementasi Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini (Penelitian di Raudhatul Atfaal Nurul Ikhlas Depok) Djuanda, Isep; Maryliana, Hikmah
Alim | Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v2i2.184

Abstract

This study aimed to perceive the implementation of character education for young learners in RA Nurul Ikhlas and discover the supporting factors and obstacles in implementing the program. Conducted using a qualitative method, the study resulted in the findings of definitions, concepts, characteristics, and phenomena on the implementation of character education for young learners in RA Nurul Ikhlas. The data was collected by observation, interview, and document analysis. The data analysis was conducted by applying Miles and Hubermen’ theory, which consisted of data reduction activity, data presentation, and conclusion drawing. The findings showed that: 1) Character education implementation in RA Nurul Ikhlas was conducted by scheduled activities, habits and merits, and learning by playing approach. Character education curriculum based on 9 character-pillars with center and circle learning model as well as various methods and evaluation: 2) the supporting factors for implementing character education are lesson plans integrated with character values, teachers’ competences, and school support. Meanwhile, the obstacles that hindered the implementation are as follows: a. the harmony between schools and homes in applying characters values are not favorable, b. less-conducive environment, c. uncontrolled or less-educated use of gadget, television, and internet
Perkembangan Kebijakan Pembelajaran Agama Islam Pada Lembaga Pendidikan di Indonesia Sari, Windy Dian; Shunhaji, Akhmad
Alim | Journal of Islamic Education Vol 2 No 2 (2020): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51275/alim.v2i2.185

Abstract

This paper discusses the development of Islamic religious learning policies in educational institutions in Indonesia. The data were obtained by reviewing the literature related to education policy through a descriptive qualitative approach. The results showed that the state's support for fulfilling the needs of Islamic religious learning was increasing. The Indonesian government establishes an Islamic religious learning policy for every Muslim citizen. This policy leads to educational development services through effective Islamic religious education learning. The needs of Muslim students for the development of spiritual potential receive policy support from the government

Page 1 of 2 | Total Record : 12