cover
Contact Name
Liah
Contact Email
-
Phone
231605
Journal Mail Official
attatbiq.jurnal@staisyamsululum.ac.id
Editorial Address
Jl. Bhayangkara No. 33 Gunungpuyuh Sukabumi
Location
Kota sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah
ISSN : 26552612     EISSN : 27154858     DOI : -
Core Subject :
Jurnal at-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah (JAS) is a scientific journal of study program of Ahwal al-Syakhsiyyah, STAI Syamsul Ulum Gunungpuyuh Sukabumi which has the focus of Islamic family law, Islam and gender discourses, and drafting of Islamic civil law.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2020): Kajian Tafsir, Filsafat dan Hukum" : 5 Documents clear
Konsep Kalālah dalam Fiqih Waris Ahmad Suganda
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah Vol 5 No 1 (2020): Kajian Tafsir, Filsafat dan Hukum
Publisher : Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul 'Ulum Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.856 KB)

Abstract

Perkembangan pemikiran umat Islam tentang kewarisan yang diatur dalam al-Qur’an sangat beragam. Hal ini terjadi karena berbagai faktor antara lain hukum adat, sistem kekeluargaan dan bahkan juga metode penafsiran yang dipakai dalam memahami ayat-ayat kewarisan dalam Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep kalalah dalam fiqih waris. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan kajian ditemukan bahwa persoalan kalalah berasal dari perbedaan ulama tentang pengertian walad yang terdapat dalam Qs. an-Nisa ayat 12 dan 176. Ulama sepakat bahwa walad yang terdapat pada ayat 12 adalah anak laki-laki dan anak perempuan, tetapi dalam memahami walad yang ada pada ayat 176 mereka berbeda. Jumhur ulama berpendapat bahwa walad yang terdapat pada ayat 176 adalah anak laki-laki saja.
Pemikiran Filsafat al-Farabi dan Logika Aristoteles: Sebuah Pembuktian Rasional secara Klasik Bunyamin
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah Vol 5 No 1 (2020): Kajian Tafsir, Filsafat dan Hukum
Publisher : Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul 'Ulum Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.697 KB)

Abstract

Orang beranggapan bahwa logika yang berkembang di dunia Islam hanya diambil begitu saja dari logika Yunani, khususnya logika Aristoteles. Hal ini tentu sama sekali tidak benar, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengembangan pemikiran filsafat al-Farabi yang didasarkan pada logika aristoteles. Penelitian ini mengguanakn metode penelitian historis atau metode sejarah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kepustakaan dan dokumentasi. Kemudian data-data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknis analisis data kualitatif. Dari hasil kajian ditemukan bahwa sumbangan al-Farabi terhadap logika Aristoteles ialah syarat “kesatuan yang delapan” bagi pembentukan hubungan kontradiksi. Selain itu al-Farabi menolak syarat arus-balik dalam proposisi hubungan kausal yang ternyata hanya berlaku kalau kebetulan dan menggantinya dengan merumuskan tiga bentuk kemestian mutlak. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa al Farabi tidak menerima Logika Aristoteles begitu saja, melainkan menolak sebagian, merevisi, melengkapi, dan menambahinya dengan yang baru serta mengklasifikasikannya ke dalam susunan yang lebih logik.
Klasifikasi Jamak Taksir dan Implementasinya dalam Penafsiran al-Qur’an Juhdi Rifa'i
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah Vol 5 No 1 (2020): Kajian Tafsir, Filsafat dan Hukum
Publisher : Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul 'Ulum Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.894 KB)

Abstract

Sebuah keyakinan bahwa al-Qur‘an harus bisa ditafsirkan, dipahami, dan bisa diterapkan dalam kehidupan nyata belum seluruhnya sesuai dengan fakta dalam penafsiran. Ada redaksi kebahasaan dalam Al-Qur‘an yang belum sesuai dengan keyakinan tersebut yakni kajian tentang bentuk jamak taksir. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan klasifikasi jamak taksir serta aplikasinya dalam penafsiran al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan sifat penelitian yaitu deskriptif-analitik dan data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui library research. Berdasarkan kajian, lafadz yang berbentuk jamak taksir di dalam al-Qur’an banyak sekali ditemukan, ditemukan 8 lafadz mufrad yang mempunyai jenis qillah maupun katsrah-nya, lafadz-lafadz tersebut adalah: 1) نِعْمَةٌ, dijamakkan pada lafadz أَنْعُمٌ dan نِـعَمٌ; 2) شَهْرٌ, dijamakkan pada lafadz أَشْهُرٌ dan شُهُوْرٌ ; 3) أَخٌ, dijamakkan pada lafadz إِخْوَةٌ dan إِخْوَانٌ; 4) فَتَى, dijamakkan pada lafadz فِتْيَةٌ dan فِتْيَانٌ ; 5) أَلْفٌ, dijamakkan pada lafadz آلاَفٌ dan أُلُوْفٌ ; 6) عَيْنٌ, dijamakkan pada lafadz أعْيُنٌ dan عُيُوْنٌ; 6) نَفْسٌ, dijamakkan pada lafadz أَنْفُسٌ dan نُفُوْسٌ ; 7) بَحْرٌ, dijamakkan pada lafadz أَبـْحُرٌ dan بِـحَارٌ. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa jenis lafadz jamak taksir disebutkan sesuai dengan konteksnya masing-masing.
Politik Hukum Pemberantasan Korupsi: Lex Specialis Systematic Versus Lex Specialis Derogat Lege Generali Nandang Albian
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah Vol 5 No 1 (2020): Kajian Tafsir, Filsafat dan Hukum
Publisher : Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul 'Ulum Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.48 KB)

Abstract

Penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi merupakan kewajiban bersama pada seluruh komponen bangsa dengan bimbingan dan tauladan para pemimpinnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan lex specialis derogat generali dan lex specialis systematic versus lege generali dalam konteks pemberantasan korupsi dilihat dari segi politik hukum disertai masalah hukum yang dihadapi khususnya menyangkut perbankan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan (field research). Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian data tersebut dianalisis dengan teknik analisis isi. Berdasarkan kajian ditemukan bahwa diperlukannya Kitab UU Hukum Pidana (lege generali) dan UU PK (lex specialis) serta UU administratif yang diperkuat dengan ketentuan pidana(lex specialis systematic) dalam menyelesaikan kasus Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK). Di samping itu diperlukan kesamaan persepsi penegak hukum dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.
Sumber-Sumber Penafsiran Al-Qur’an Aramdhan Kodrat Permana
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah Vol 5 No 1 (2020): Kajian Tafsir, Filsafat dan Hukum
Publisher : Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul 'Ulum Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.348 KB)

Abstract

Tafsir sebagai upaya memahami kalam Allah dalam perjalanan sejarahnya hingga saat ini mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut tidak lepas dari tiga sumber utama penafsiran al-Qur’an, yaitu al-Atsar, al-Ra’y dan al-Isyârah. Dengan pendekatan historis-normatif artikel ini membahas secara deskriptis-analitis-komprehensif tiga sumber tersebut. Alhasil, tiga sumber tafsir ini memaparkan sebuah informasi sejarah bahwa para mufassir dalam upaya mereka menafsirkan al-Qur’an berlindung pada informasi sejarah yang bersanad, dalil ‘akli dan juga makna-makna simbolik. Pada kategori yang pertama, kebenaran tafsir terletak pada kebenaran sumber yang didasarkan pada penafsiran al-Qur’an, nabi, sahabat, tabi’in, dan informasi histori lainnya, seperti israiliyyat. Di sisi lain penafsiran itu tidak dilihat cukup, karena terkesan kaku dan terbatas pada riwayat an sich. Sehingga terjadinya perkembangan ke arah tafsir bi al-Ray, yang menjadikan ilmu pengetahuan perihal al-Qur’an (mâ haul dan mâ fî al-Nash) sebagai landasannya. Terakhir, al-Isyarah menjadi sumber penafsiran terakhir yang mengembangkan loncatan penafsiran kepada sesuatu yang berada dalam jangkauan sebuah teks, go beyond the text, yang terkadang dekat dengan makna literalnya dan jauh dari makna literalnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5