cover
Contact Name
Liah
Contact Email
-
Phone
231605
Journal Mail Official
attatbiq.jurnal@staisyamsululum.ac.id
Editorial Address
Jl. Bhayangkara No. 33 Gunungpuyuh Sukabumi
Location
Kota sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah
ISSN : 26552612     EISSN : 27154858     DOI : -
Core Subject :
Jurnal at-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah (JAS) is a scientific journal of study program of Ahwal al-Syakhsiyyah, STAI Syamsul Ulum Gunungpuyuh Sukabumi which has the focus of Islamic family law, Islam and gender discourses, and drafting of Islamic civil law.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2021): Kajian Hukum Islam, Dakwah dan al-Qur'an" : 5 Documents clear
Perubahan Sosial dan Reaktualisasi Hukum Waris Islam A. Komarudin Syaripin
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah Vol 6 No 1 (2021): Kajian Hukum Islam, Dakwah dan al-Qur'an
Publisher : Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul 'Ulum Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.319 KB)

Abstract

Penulisan paper ini merupakan satu kajian mengenai perubahan sosial sebagai bahan reaktualisasi hukum waris Islam. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan sosial dalam hal ini pergeseran perpektif pemaknaan adil pada masyarakat sebagai bahan reaktualisasi hukum waris Islam. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research). Data yang digunakan ada dua macam yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif. Hasil kajian ini menegaskan bahwa perubahan sosial (perubahan perspektif adil) dimasyarakat, sulit ketika dijadikan bahan untuk reaktualisasi hukum waris dalam Islam. Hal ini karena ayat tentang waris masuk dalam kategori ayat Qathiyyud dalalah ayat yang pasti pelaksanaannya, ayat yang bersifat rinci (tafshili) dan jelas (sharih) tidak ada peluang untuk ijtihad. Oleh karena itu perlu adanya solusi yang ditawarkan, sekiranya konsep hilah menjadi solusi. Konsep hilah ini secara tekhnis dilakukan setelah ada poses pembagian secara faraidh terlebih dahulu, setelah adanya musyawarah. Hal ini menjadi jembatan antara pihak yang mempersoalkan pembagian waris 2:1 dengan menyamakan dan pihak yang tidak mempersoalkan pembagian waris 2:1. Penelitian ini juga memberi saran untuk pengkajian yang lebih luas mengenai keterkaitan perubahan sosial dengan perubahan hukum dalam waris Islam. Hal ini karena penulis menemukan beberapa kekurangan dalam pertimbangan hukum yang diambil dalam bidang qaidah dan ushul fiqh.
Khotmil Qur'an Online sebagai Alternatif Dakwah di Masa Physical Distancing Sumijati; Heni Gustini; Nase Saepudin; Encep Taufik Rahman
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah Vol 6 No 1 (2021): Kajian Hukum Islam, Dakwah dan al-Qur'an
Publisher : Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul 'Ulum Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.399 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Khotmil Qur’an yang dapat dijadikan alternatif dakwah di masa physical distancing. Penelitian ini menggggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan bersifat studi pustaka (library research). Sumber data terdiri dari dua macam yaitu sumber primer yang merupakan suatu referensi yang dijadikan sumber utama acuan penelitian dan sumber sekunder yang merupakan referensi-referensi pendukung dan pelengkap bagi sumber primer. Adapun teknik analisi data dalam penelitian ini berupa analisis isi (content analysis). Berdasarkan kajian bahwa pengaruh pandemi tidak hanya menyemarakkan pelaksaan Khatmil Qur’an tetapi juga mekanisme pelaksanaannya yang dilakukan melalui daring/online. Komunikasi daring yang sejatinya merupakan sebuah hasil dari cyberspace memiliki dampak negatif yaitu menghilangkan aktivitas physical dan dalam konteks itu tidak memberikan dampak batin yang signifikan dibanding dengan pertemuan secara fisik. Berdasar kaidah ushuliyyah, Khatmil Qur’an online masih tetap dilakukan pada kondisi darurat saja.
Paradigma al-Qur'an Menjawab Realitas Arab Jahiliyah Perspektif Ilmu Sosial Profetik Aramdhan Kodrat Permana
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah Vol 6 No 1 (2021): Kajian Hukum Islam, Dakwah dan al-Qur'an
Publisher : Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul 'Ulum Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.201 KB)

Abstract

Al-Qur’an diturunkan dengan menggunakan bahasa Arab dalam kebudayaan, peradaban dan masyarakat Arab. Oleh sebab itu perlu melihat bagaimana realitas kearaban pra-Islam itu disampaikan oleh al-Qur’an dan bagaimana al-Qur’an merubahnya. Paper ini membahas hal tersebut dengan menggunakan perspektif Ilmu Sosial Profetik yang dirumuskan oleh Kuntowijoyo dengan memahami surah Ali Imran [3]: 110. Penelitian kualitatif yang berbasis kepustakaan ini menggunakan pendekatan sejarah dan tartib al-Nuzul yang datanya dipaparkan secara deskriptif-analitis. Alhasil, bahwa al-Qur’an memiliki nilai humanis dan pembebasan yang didasarkan pada nilai yang paling tinggi, transendental.
Perspektif Masyarakat terhadap Perkawinan tidak Sekufu dalam Profesi Dadang Jaya
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah Vol 6 No 1 (2021): Kajian Hukum Islam, Dakwah dan al-Qur'an
Publisher : Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul 'Ulum Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.432 KB)

Abstract

Perkawinan yang diidamkan oleh setiap pasangan suami istri adalah perkawinan yang harmonis. Faktanya di masyarakat perkawinan suami istri yang tidak sekufu dalam profesi menjadi alasan penyebab ketidak harmonisan yang berujung pada perceraian. Relasi suami istri yang beda profesi inilah yang kemudian dianalisis, dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perspektif masyarakat terhadap perkawinan tidak sekufu dalam profesi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau field research dengan menggunakan pendekatan destriptif kualitatif melalui proses wawancara mendalam (indepth interview). Berdasarkan analisis diperoleh hasil penelitian bahwa dari 8 informan yang diteliti terdapat hubungan yang tidak harmonis sehingga terjadi perceraian sebanyak 6 pasangan dan 2 pasangan lain harmonis, sehingga tidak sampai mengarah kepada perceraian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaaan perspektif masyarakat Kota Sukabumi terhadap perkawinan tidak sekufu dalam profesi.
Ijtihad Hakim terhadap Penyelesaian Sengketa Harta Bersama Abdul Kodir Alhamdani
Jurnal At-Tatbiq: Jurnal Ahwal al-Syakhsiyyah Vol 6 No 1 (2021): Kajian Hukum Islam, Dakwah dan al-Qur'an
Publisher : Program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syamsul 'Ulum Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.398 KB)

Abstract

Sengketa harta bersama terlahir dari putusnya suatu ikatan perkawinan, yang disebabkan oleh perceraian atau meninggal dunia. Pengadilan berperan penting dalam penyelesaian perkara tersebut dengan penuh kesetaraan dan keadilan dalam putusannya. Problem akademik yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bagaimana metode penetapan hukum hakim dalam penyelesaian perkara sengketa harta bersama, ketika Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam belum sepenuhnya mampu mengakomodir permasalahan yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metodologi penetapan hukum dan paradigma putusan hakim dalam penyelesaian sengketa harta bersama. Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis-deskriptif dan bentuk kajian pustaka. Data penelitian bersumber dari peraturan perundang-undangan, kompilasi hukum Islam, dengan menggunakan pendekatan konsep keadilan dan kemanfaatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam penyelesaian sengketa harta bersama, hakim harus terus berupaya melakukan terobosan dalam menyelesaikan sengketa harta bersama ketika undang-undang tidak dapat diterapkan dalam kasus-kasus yang konkret di masyarakat. Ijtihad hakim menjadi barometer penetapan hukum hakim dalam memutus perkara yang sesuai dengan fakta hukum yang ada, agar terciptanya kemaslahatan dan keadilan hukum dalam putusannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5