cover
Contact Name
Tri Cahyono
Contact Email
tricahyonoubt@gmail.com
Phone
+6282252730211
Journal Mail Official
jbkb.borneo@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan, Jl. Amal Lama, No 1, Tarakan
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo
ISSN : 26850753     EISSN : 26852039     DOI : -
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo (JBKB), mempublikasikan kajian dan hasil penelitian pada ruang lingkup Bimbingan dan Konseling serta pendidikan yang berkaitan dengan Bimbingan dan Konseling. Setiap naskah yang dikirimkan akan ditinjau menggunakan metode peninjauan ganda. Scope Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo (JBKB): Personal Guidance and Counseling Social Guidance and Counseling Career Guidance and Counseling Academic Guidance and Counseling Assessment in Guidance and Counseling Group Guidance Group Counseling Individual Counseling Multicultural Counseling Behavior Analysis and Modification Evaluation and Supervision in Guidance and Counseling Guidance and Counseling Management Mental Hygiene Media of Guidance and Counseling Information Technology in Guidance and Counseling.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
EFEKTIVITAS KONSELING PERILAKU DENGAN TEKNIK DISENSITISASI SISTEMATIS UNTUK MENGURANGI DAMPAK TRAUMA PADA ANAK KORBAN PERCERAIAN DI DESA BANTENGAN KECAMATAN BANDUNG Yuli Dwi Susanti; Wikan Galuh Widyarto
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i1.1999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak trauma pada anak korban perceraian dan untuk mengetahui efektivitas konseling perilaku dengan teknik disensitisasi sistematis untuk mengurangi dampak trauma pada anak korban perceraian di Desa Bantengan Kecamatan Bandung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimen dengan jenis one group pre-test post-test design. Dalam pemilihan subjek dengan dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Menggunakan empat teknik dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara,dokumentasi dan angket. Penelitian ini dilakukan di Desa Bantengan Kecamatan Bandung. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak korban perceraian di Desa Bantengan yang berjumlah 40 anak. Sedangkan sampel yang diambil berjumlah 8 anak yang mempunyai dampak trauma tinggi akibat korban perceraian. Dalam analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan uji hipotesis dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Hasil dari penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap perubahan dampak trauma pada anak yang telah diberikan layanan konseling perilaku kelompok dengan teknik disensitisasi sistematis. Dari hasil perhitungan uji paired sample t-test didapatkan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 0,05 yang mempunyai arti bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Hal tersebut dapat diartikan bahwa layanan konseling perilaku kelompok dengan teknik disensitisasi sistematis dapat mengurangi dampak trauma pada anak korban perceraian di Desa Bantengan Kecamatan Bandung.Kata Kunci : Trauma, Teknik Disensitisasi Sistematis, Anak
ULAR TANGGA KARIER SEBAGAI MEDIA LAYANAN BIMBINGAN KARIER UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Putu Agus Indrawan; Suriata Suriata
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2347

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to create a simulation game Snakes and Ladders Career which is used by Guidance and Counseling teachers to develop insight and career readiness of elementary school students. The steps of this research development are (1) preparation, (2) preparation of the initial product, (3) expert test, (4) revision of the first product, 5) field test, and 6) revision of the final product. The product trial was conducted on 9 users and 2 experts. The resulting product specifications are in the form of a snake and ladder graphic media with a size of 3x3 m and dice size 20x20x20 cm as well as a guide book. The game media "career ladder snake" is declared to have very high validity based on the results of validation by media experts, material experts and users. So that the overall assessment of the validators stated that the "career ladder snake" game media was worthy of being used as a game medium for students in elementary school. Why is that the result? The game media that has been developed is feasible to use because the ratings from users and experts state that there is no need for significant improvements. This study can be used to produce game media that provide an understanding of the types of professions for elementary school students. Keywords : game media; career ladder snake, elementary school, career guidance AbstrakTujuan penelitian ini adalah menciptakan permainan simulasi Ular Tangga Karier yang digunakan oleh guru Bimbingan dan Konseling untuk mengembangkan wawasan dan kesiapan karier siswa Sekolah Dasar. Langkah-langkah penelitian pengembangan ini adalah (1) persiapan, (2) penyusunan produk awal, (3) uji ahli, (4) revisi produk pertama, 5) uji lapangan, dan 6) revisi produk akhir. Uji coba produk dilakukan pada 9 pengguna dan 2 ahli.  Spesifikasi produk yang dihasilkan berupa media grafis ular tangga dengan ukuran 3x3 m dan dadu ukuran 20x20x20 cm serta buku panduannya. Media permainan “ular tangga karier” dinyatakan memiliki validitas sangat tinggi berdasarkan hasil validasi oleh ahli media, ahli materi dan pengguna. Sehingga secara keseluruhan penilaian dari para validator menyatakan media permainan “ular tangga karier” layak digunakan sebagai media permainan kepada peserta didik di sekolah dasar. Kenapa hasilnya demikian? Media permainan yang dikembangkan telah layak digunakan karena penilaian dari pengguna dan ahli menyatakan tanpa perlu perbaikan yang signifikan. Studi ini dapat digunakan untuk menghasilkan media permainan yang memberikan pemahaman jenis-jenis profesi bagi siswa sekolah dasar.  Kata kunci: media permainan; ular tangga karier, sekolah dasar, bimbingan karier
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN KONSEP DIRI SISWA (PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS X-IPS 4 SMA NEGERI 3 AMBON) Djahra Fataruba
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1762

Abstract

Di usia remaja, peserta didik berada pada masa pencarian identitas diri. Mereka sedang mencari-cari gambaran tentang siapa dirinya, atau penilaian tentang dirinya. Penilaian terhadap diri sendiri merupakan prediksi untuk mempersiapkan diri sendiri. Berbagai penelitian yang dilakukan para ahli menunjukkan, bahwa pandangan individu terhadap dirinya sendiri sangat menentukan keberhasilan yang akan dicapai. Pandangan dan sikap individu terhadap dirinya inilah yang dikenal dengan konsep diri.Penelitian ini difokuskan kepada Penerapan Bimbingan Kelompok untuk mengembangkan Konsep Diri Siswa dalam rangka menjawab pertanyaan tentangbagaimana siswa pada kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Ambonmampu menerapkan bimbingan kelompok yang diberikan oleh Guru, guna mengembangkan konsep diri siswa.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research). Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain : Observasi, jenis observasi yang digunakan adalah observasi partisipasi yaitu kondisi dimana peneliti benar-benar ikut serta (terlibat) dalam penerapan bimbingan kelompok untuk  mengembangkan konsep diri siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan bimbingan kelompok dapat mengembangkan konsep diri pada siswa kelas X IPS-4 SMA Negeri 3 Ambon. Oleh karena itu, bimbingan kelompok dapat direkomendasikan sebagai salah satu solusi dalam membantu mengembangkan konsep diri sisiwa. Kata kunci: bimbingan kelompok, konsep diri
PERMAINAN KATA BERANTAI “BELAJAR DARI COVID-19” SEBAGAI STRATEGI MODIFIKASI KONSELING MODEL KIPAS Nisa Ariantini; Sopianto Sopianto
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1763

Abstract

Konseling Model KIPAS menawarkan beberapa strategi modifikasi yang mengadopsi teknik-teknik dari permainan tradisional yang ada disuatu wilayah. Teknik-teknik dapat yang dapat digunakan konselor dalam pelaksanaan layanan konseling di sekolah, salah satunya dengan mengkonstruksi salah satu permainan tradisional di wilayah Kalimantan Utara. Permainan tradisional yang diangkat dalam penelitian tersebut, yaitu permainan kata berantai. Aplikasi online menjadi salah satu alternatif konselor dalam pemberian layanan dimasa pandemi seperti sekarang ini. Belajar dari Covid 19 dipilih sebagai tema permainan, agar para siswa dapat mengambil makna dari kegiatan pelayanan bimbingan konseling melalui study from home yang diberikan konselor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur hasil konstruksi dari beberapa permainan tradisional kata berantai, mendeskripsikan prototype panduan permainan tradisional sebagai strategi Konseling Model KIPAS. Penelitian ini menggunakan tipe riset interaksionisme simbolik, karena peneliti ingin memahami makna interaksi dalam permainan kata berantai. Penelitian akan dilaksanakan oleh beberapa siswa SMA di Kota Tarakan dari sekolah yang berbeda-beda. Teknik analisis data dilakukan melalui describing data, categorization data, dan connecting data. Kata Kunci : Permainan Kata Berantai, Konseling Model KIPAS
KONSELING INDIVIDUAL DENGAN PENDEKATAN GESTALT BAGI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN KASUS PEMBUNUHAN DI LAPAS KELAS II A YOGYAKARTA Risma Dina
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2341

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the application of individual counseling with a gestalt approach for inmates in a homicide case. This research was conducted on 1 inmates at the Class II A prison in Yogyakarta. This type of research is a qualitative research with a case study model. Data collection techniques in this study used interviews, observation, and documentation studies. Then the data obtained were then analyzed descriptively by reducing the data, presenting the data and drawing conclusions from the data. The results showed that the application of individual counseling with a gestalt approach to homicide cases carried out in this study was effective in helping the counselee make decisions about the problems he faced with a marked decrease in the counselee's anxiety, the counselee was able to accept the reality that occurred by being able to accept himself, the counselee was also able to planning a better life, and being able to adjust and adapt to other inmates in prison. Keywords : individual counseling, gestalt approach, homicides. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan konseling individual dengan pendekatan gestalt bagi warga binaan pemasyarakatan pada kasus pembunuhan. Penelitian ini dilakukan pada 1 orang warga binaan pemasyarakatan di Lapas Kelas II A Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan model studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi  Kemudian  data yang diperoleh lalu dianalisis secara deskriptif dengan cara mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dari data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling individual dengan pendekatan gestalt pada kasus pembunuhan yang dilakukan dalam penelitian ini efektif dalam membantu konseli mengambil keputusan terhadap permasalahan yang dihadapinya dengan ditandainya menurunnya kecemasan konseli, konseli mampu menerima kenyataan yang terjadi dengan mampu menerima diri sendiri, konseli juga sudah mampu merencanakan kehidupan yang lebih baik lagi, dan mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan warga binaan yang lain didalam lapas.  Kata Kunci : konseling individual, pendekatan gestalt, kasus pembunuhan
KONSELING PERNIKAHAN BERBASIS BUDAYA SINOMAN JAWA Sesya Dias Mumpuni; Dita Efani; Winahyu Destyarti; Indra Tirto Aji
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1760

Abstract

Semakin semaraknya tren yang banyak menjadikan remaja atau dewasa dengan usia siap menikah menjadi rentan dan kehilangan diri untuk lebih mengetahui wawasan berumah tangga, dukungan lingkungan yang memudar membuat individu tersebut menjadi tidak menyadari adanya budaya yang nilainya dekat dengan hal – hal berkaitan dengan pernikahan. Melalui penelitian ini, bertujuan untuk mengembalikan budaya yang sejatinya sudah ada di lingkungan untuk dapat di aplikasikan bagi mereka yang melangsungkan ikatan yang lebih sakral sebagai solusi dari stigmasisasi lajang dan kerentanan terhadap kekerasan yang diterima oleh orang – orang dengan risiko kehamilan tidak di inginkan serta membantu untuk pihak terkait mempromosikan untuk memiliki keluarga terencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dimana data dikumpulkan menggunakan google form terdiri dari 50 responden dengan dominasi jenis kelamin perempuan. Responden berasal dari domisili beberapa wilayah di pulau Jawa dengan perolehan tiga tertinggi dari Pemalang sebesar 17.1%, Kabupaten Tegal sebesar 22,9% dan Kabupaten Brebes sebesar 24,3% serta total kesiapan pernikahan masih lama dari 50 responden memberikan hasil 55,7% hal tersebut dapat dijadikan acuan untuk memberikan wawasan tentang pentingnya informasi menjelang pernikahan yang perlu dipersiapkan. Tingkat kevalidan data yang dikumpulkan merujuk pada indikator variable kondisi hubungan, cinta remaja, persiapan pernikahan, pager ayu, ladhen wedhang serta rewang pada 50 responden dari beberapa daerah khususnya wilayah Jawa, usia 21 tahun keinginan menikah tertinggi memiliki tingkat kevalidan yang kuat sebanyak 41 item dan satu item tidak valid pada nomor tiga dengan bunyi item berikut “Kami dikenalkan oleh rekan kerja”  serta reliabilitas menunjukan koefisien reliabilitas sebesar α = 0.943. Item tertinggi dengan kesesuaian indikator utama dari Sinoman Jawa yakni pada pernyataan pernikahan sebagai gerbang utama dari perjalanan yang panjang sehingga harus dibarengi dengan limpahan kesabaran untuk mampu menerima apapun kondisi pasangan yang memperoleh layanan terbaik juga terhadap orang tua hal tersebut didukung dengan komunikasi atau tukar pendapat bersama pasangan sebagai kunci terhindari dari permasalahan. Kata Kunci : Budaya Jawa, Bimbingan, Konseling, Kuantitatif, Pernikahan
PROFIL SELF CONTROL MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI PROKRASTINASI AKADEMIK DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT Yogga Bristone; Zulfikar Zulfikar; Septya Suarja
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2345

Abstract

ABSTRACTThe problem of this research is motivated by the existence of students who are less able to control themselves in the lecture process, there are students who like to procrastinate in completing lecture assignments, and students who like to be late in attending lecture classes. The purpose of this study is to describe: student self-control in overcoming academic procrastination in terms of the ability to control behavior, the ability to control the stimulus, the ability to anticipate an event or events, the ability to interpret events or events, and the ability to make decisions. quantitative descriptive The research population was 280 students. The sampling technique used is simple random sampling. The number of samples in this study was 164 respondents. The instrument used is a questionnaire. Data analysis with interval scores. The results of this study revealed that in general students' self-control in overcoming academic procrastination was in the high category. Furthermore, it can be seen from the indicators: 1) ) Self control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of ability to control behavior is in the high category, 2) Self control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of ability to control stimulus is in the fairly high category, 3) Self control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of the ability to anticipate an event or event is in the high category, 4) Self-control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of ability to interpret events or events is in the high category, 5) Self-control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of ability decision making is in the fairly high category. Based on the findings of this study, it is recommended for students to be able to further improve self-control so that they are able to overcome academic procrastination in lectures. Keywords : Self Control, Academic Procrastination ABSTRAKPermasalahan  penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih adanya mahasiswa yang kurang dapat mengontrol dirinya dalam menjalani proses perkuliahan, adanya mahasiswa yang suka menunda dalam menyelesaikan tugas perkuliahan , dan mahasiswa yang suka terlambat dalam mengikuti kelas perkuliahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik dilihat dari aspek kemampuan mengontrol perilaku, kemampuan mengontrol stimulus, kemampuan mengantisipasi suatu peristiwa atu kejadian, kemampuan menafsikan peristiwa atau kejadian, dan kemampuan mengambil keputusan.Penelitian   ini   dilakukan   dengan   menggunakan   metode   deskriptif kuantitatif Populasi penelitian adalah 280 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini  164 orang responden. Instrumen yang digunakan berupa angket. Analisis data  dengan skor interval. Hasil penelitian ini mengungkapkan secara umum  self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berada pada kategori tinggi. Selanjutnya dilihat dari indikator:  1) ) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan mengontrol perilaku berada pada kategori tinggi, 2) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan mengontrol stimulus berada pada kategori cukup tinggi, 3) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan mengantisipasi suatu peristiwa atau kejadian berada pada kategori tinggi, 4) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan menafsirkan peristiwa atau kejadian berada pada kategori tinggi, 5) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan mengambil keputusan berada pada kategori cukup tinggi. Berdasarkan temuan penelitian ini direkomendasikan kepada mahasiswa agar dapat lebih meningkatkan self control sehingga mampu untuk mengatasi prokrastinasi akademik dalam perkuliahan. Kata Kunci : Self Control, Prokrastinasi Akademik
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERENCANAAN KARIR MELALUI LAYANAN INFORMASI KARIR MENGGUNAKAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOM SISWA KELAS XII MIPA 3 SMA NEGERI 1 TARAKAN TAHUN AJARAN 2020/2021 Sri Utami
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i1.2008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Pemahaman Perencanaan Karir melalui Layanan Informasi Karir Menggunakan Media Google Classroom Siswa Kelas XII MIPA 3 SMA Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan konseling, subjek penelitian adalah peserta didik kelas XII MIPA sebanyak 36 orang. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan hasil pemahaman perencanaan karir yang diperoleh dari tes awal dan tes disetiap akhir pertemuan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, yaitu siklus I terdiri dari 3 kali pertemuan dan siklus II yang juga terdiri dari 3 kali pertemuan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Data yang diperoleh pada setiap kegiatan observasi dari setiap siklus, dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik persentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam proses layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan informasi karir dapat meningkatkan pemahaman perencanaan karir siswa dan memberikan dampak positif. Hal ini dapat dilihat dari semakin baiknya pemahaman siswa terhadap perencanaan karir melalui layanan informasi karir. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan aktivitas guru dan siswa yang diperoleh melalui lembar observasi sebesar 89,9%, pemahaman perencanaan karir pun meningkat dari siklus I hingga siklus II yaitu masing-masing pada siklus I pertemuan pertama hanya 17 orang siswa atau 47,2% saja yang memiliki pemahaman dan pada siklus II pertemuan keenam meningkat menjadi 33 orang siswa atau 88,9% memiliki pemahaman secara klasikal serta rata-rata hasil siswapun meningkat dari rata-rata siklus I pertemuan pertama 6,3 meningkat pada siklus II pertemuan keenam menjadi 10 sehingga melampaui kriteria perencanaan karir secara individu yaitu skor 7-12.Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi guru bimbingan konseling dalam penyusunan program dan penerapan layanan informasi karir menggunakan aplikasi google classroom dalam rangka meningkatkan pemahaman perencanaan karir siswa terutama dimasa pandemic.Keywords : understanding career planning, career information services, google classroom applications
KONSEP PEMBELAJARAN DALAM LAKON WAYANG DEWA RUCI Febranti Putri Navion; Febri Tri Cahyono
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i1.2003

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mengambil nilai konsep pembelajaran yang meliputi proses pembelajaran, pembelajaran melalui pengalaman (Experiential Learning), motivasi dan kemandirian, yang diambil oleh Dewa Ruci. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan Hermeneutika. Pendekatan hermeneutik yang berfungsi sebagai alat untuk menelusuri atau mengungkap makna dalam teks, wacana, dan menafsirkan masalah seperti dalam teks dan cerita Dewa Ruci. Nilai konsep pembelajaran meliputi, 1) konsep proses pembelajaran, guru memberikan tugas sesuai dengan kemampuan siswa. Selain itu siswa diharapkan memiliki sifat-sifat yang dimiliki Bima yaitu pandai, berwatak keras, lembut hati, rasa ingin tahu, peka dalam memanfaatkan media pembelajaran, mampu mengetahui tujuan pembelajaran, dan mampu beradaptasi; 2) belajar melalui pengalaman (Experiential Learning); 3) motivasi yang menjelaskan bahwa setiap individu yang ingin berhasil mencapai tujuan belajarnya syarat pertama yang harus dipenuhi adalah teka-teki, kemauan, motivasi yang kuat dan hebat; 4) kemandirian. Kemandirian dapat diperoleh siswa melalui refleksi diri.Kata Kunci : Dewa Ruci, Pembelajaran
STUDI KASUS EKSISTENSI DIRI PESERTA DIDIK KELAS XII SMA NEGERI 4 SURAKARTA DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Krisna Dwi Kartika; Ulya Makhmudah; Adi Dewantoro
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i1.2006

Abstract

Setiap orang memiliki eksistensi diri yang berbeda karena eksistensi merupakan miliki pribadi yang keberadaanya tidak dapat digantikan oleh siapapun. Hal ini diperkuat dengan pendapat Sartre (Cervone Pervin, 2011: 262) yaitu “manusia sepenuhnya berbeda.” Eksistensi berasal dari pemikiran eksistensialisme yang dikemukakan oleh Soren Kierkagard. Kierkagard (Dagun, 1990: 24) menegaskan bahwa hal yang penting bagi manusia dalam hidup adalah eksistensi yang dimiliki. Eksistensi diri di dunia maya dilakukan melalui media sosial instagram. Instagram merupakan media sosial yang paling popular yang digunakan (Supratman, 2018: 55). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil dan bentuk eksistensi diri dalam penggunaan media sosial instagram. Terdapat tiga peserta didik yang berinisial ANS, MAP dan TFA. Ketiganya dipilih menggunakan teknik judgmental sampling dengan pertimbangan yang telah ditentukan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian ini diketahui bahwa ketiga subjek menunjukkan eksistensi diri di media sosial instagram sesuai dengan minat dan bakat serta tujuan masing-masing. Mereka menunjukkan eksistensi diri dengan cara mengunggah foto/video seperti lipsync make up, tutorial make up, foto outfit of the day, cover lagu, beropini tema tertentu dan melakukan aktivitas seperti mencari berbagai informasi terkini, keagamaan, kuliner, dan make up. Ketiganya merasakan manfaat setelah menunjukkan eksistensi diri di media sosial instagram.Kata kunci: eksistensi diri, media sosial instagram