cover
Contact Name
Bahru Ali Murtopo
Contact Email
bahrunalimurtopo@gmail.com
Phone
+6285743626645
Journal Mail Official
redaksijurnalarrilah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar No 55B Kamppus IAINu Kebumen Ar-rihlah
Location
Kab. kebumen,
Jawa tengah
INDONESIA
Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam
ISSN : 2541402X     EISSN : 28510197     DOI : -
Ar-Rihlah Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam diterbitkan untuk memacu kreativitas dan pengembangan Pendidikan Islam secara berkelanjutan. Dewan Redaksi menerima tulisan dari berbagai kelompok yang memiliki perhatian terhadap pendidikan terutama pendidikan Islam yang membahas isu-isu atau studi yang relevan Islam yang inovatif dan memberi pelajaran bagi upaya pengembangan Pendidikan Islam. Teknik cakupan naskah menggunakan acuan yang terlampir. Redaksi berhak mengubah susunan kalimat naskah tanpa mengubah substansinya. Isi tulisan penuh menjadi tanggung jawab penulis.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2019)" : 13 Documents clear
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 4 KEBUMEN Dian Inugrah Wijayanti
Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.786 KB)

Abstract

Mutu pendidikan dapat dikatakan sebagai gambaran mengenai baik buruknya sekolah. Sekolah dianggap bermutu jika berhasil mencapai tujuan pendidikannya. Terkait dengan efektivitas tujuan pendidikan, kompetensi manajerialkepala madrasah sangat berperan penting. Penelitian ini melihat adanya keterkaitan antara kompetensi managerial dengan mutu pendidikan sehingga masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut, Bagaimana Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Kebumen? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ada dua macam yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer mencakup subjeknya yaitu kepala sekolah, guru dan staf karyawan MAN 4 Kebumen, sedangkan sumber data sekuder yaitu berupa dokumen-dokumen, catatan tertulis yang berhubungan dengan fokus penelitian. Teknik pengumpulan data dengan carawawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh selama penelitian dianalisis dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan data dilakukan dengan ketekunan dan pengamatan triangulasi. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan manajerial kepala madrasah MAN 4 Kebumen dalam meningkatkan mutu pendidikanmemiliki beberapa indikator yaitu, Technical Skills, Human Skills, Conceptual Skills. (1)Dalam penguasaan teknis kepala madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan kepala madrasah berbekal dari pengalamannya melalui diklat-diklat yang diikuti dan kepala madrasah memanfaatkan sarana dan prasarana sekolah sepeti penggunan LCD saat pembelajaran. (2)Keterampilan hubungan manusia kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu tercermin dalam menjalin komunikasi dengan para guru secara efektif. (3)Keterampilan konseptual kepala madrasah dalammeningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan melakukan perencanaan yang jelas yang tertuang dalam visi, misi dan tujuan madrasah.
MANAJEMEN PENDIDIKAN MENTAL DI MADRASAH ALIYAH PLUS NURURROHMAH TAMBAKSARI KECAMATAN KUWARASAN KABUPATEN KEBUMEN Suharti ,
Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.065 KB)

Abstract

Keberhasilan pendidikan mental di sekolah/madrasah ditentukan oleh manajemennya, khususnya manajemen pendidikan mental. Manajemen pendidikan mental yaitu usaha yang terencana untuk menjadikan peserta didik percaya diri, berani, bermental kuat dan menginternalisasi nilai-nilai agar peserta didik mampu menumbuhkan mental khasnya yang terdiri dari proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Madrasah Aliyah Plus Nururrohmah Tambaksari Kuwarasan Kebumen merupakan lembaga pendidikan formal jenjang menengah swasta di bawah naungan Kementerian Agama yang ada di Kabupaten Kebumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pendidikan mental di Madrasah Aliyah Plus Nururrohmah Tambaksari Kuwarasan Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dari teknik tersebut di analisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi (kesimpulan). Berdasarkan hasil analisis dapat diperoleh temuan-temuan bahwa penyelenggaraan pendidikan mental di Madrasah Aliyah Plus Nururrohmah Tambaksari Kuwarasan Kebumen dilakukan pada setiap kegiatan sekolah/madrasah melalui: (1) kegiatan Pembelajaran, (2) kegiatan Ekstrakurikuler, dan (3) kegiatan pembiasaan. Manajemen Pendidikan Mental di Madrasah Aliyah Plus Nururrohmah Tambaksari Kuwarasan Kebumen terdiri dari: (1) perencanaan pendidikan mental; (2) pengorganisasian pendidikan mental; (3) pelaksanaan pendidikan mental; dan (4) pengawasan pendidikan mental. Perencanaan pendidikan mental di antaranya: (1) pada awal tahun ajaran baru; (2) berdasarkan visi dan misi sekolah; (3) menyusun program; (4) disosialisasikan kepada warga madrasah; (5) nilai-nilai mental diintegrasikan ke dalam perencanaan pembelajaran; (6) menyusun program kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan pembiasaan. Pengorganisasian pendidikan mental di antaranya:(1) pembagian tugas guru yang menangani pembelajaran; (2) pembagian tugas guru pembina kegiatan ekstrakurikuler; (3) membentuk penanggung jawab kegiatan pembiasaan. Pelaksanaan pendidikan mental diantaranya: (1) kegiatan pembelajaran; (2) kegiatan ekstrakurikuler; (3) kegiatan pembiasaan. Pengawasan pendidikan mental diantaranya: (1) melibatkan semua komponen sekolah; (2) pengamatanperilaku peserta didik; (3) bekerjasama dengan guru, wali kelas, guru Bimbingan Konseling (BK), danorang tua untuk memantau perkembangan mental peserta didik.
MANAJEMEN MUTU PEMBELAJARAN DI SD KREATIF MUHAMADIYAH GOMBONG KEBUMEN Siti Nurlailiyah
Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.082 KB)

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya mutu pembelajaran. Sehubungan dengan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen mutu pembelajaran di SD Kreatif Muhammadiyah Gombong Kebumen. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang berfokus pada fenomena empirik secara alamiah dan dianalisis dengan menggunakan logika berpikir ilmiah. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data kemudian merumuskan kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, manajemen mutu pembelajaran di SD Kreatif Muhammadiyah Gombong dimulai dari: (1) Perencanaan pembelajaran dilakukan oleh guru dengan penyusunan silabus, RPP, bahan ajar, dan alat evaluasi. (2) Pelaksanaan standar proses pembelajaran dilakukan oleh guru dengan mengimplementasikan standar isi dan seluruh rencana pembelajaran. (3) Evaluasi proses pembelajaran dilakukan meliputi: evaluasi perencanaan, proses pembelajaran, dan hasil belajar. (4) Tindak lanjut dari proses pembelajaran meliputi: tindak lanjut dan perbaikan penyusunan silabus, RPP, bahan ajar, dan alat evaluasi pembelajaran, serta tindak lanjut hasil pembelajaran.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Muarif Mahmud Suhada
Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.954 KB)

Abstract

Transformasi pada hakekatnya adalah mengubah potensi menjadi energi nyata. Kepala madrasah yang mampu melakukan transformasi kepemimpinan berarti dapat mengubah potensi institusinya menjadi energi untuk meningkatkan mutu proses dan output pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kepemimpinan transformasional Kepala Madrasah di MI Muhammadiyah Madureso. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengambil di MI Muhammadiyah Madreso. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara, keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi, dan analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kepemimpinan kepala MI Muhammadiyah Madureso Kuwarasan Kebumen memiliki dan melaksanakan Idealized Influence. Perilaku kepala madrasah dapat dijadikan contoh bagi warga madrasah sehingga menimbulkan rasa hormat, dan dalam kesehariannya dapat memberikan motivasi dan rasa percaya diri kepada bawahannya. Kepala madrasah juga mampu memberikan empati kepada bawahannya. (2) Kepala MI Muhammadiyah Madureso Kuwarasan kebumen memiliki dan melaksanakan Inspirational Motivation. Perilaku kepala madrasah mampu memotivasi dan menginspirasi bawahannya untuk terus mengembangkan diri demi kemajuan pendidikan. Kepala madrasah selalu memberikan tantangan pekerjaan baru dan menjadi pelopor kebaikan bagi warga madrasah. (3) Kepala MI Muhammadiyah Madureso Kuwarasan Kebumen memiliki dan melaksanakan Intellectual Stimulation. Perilaku kepala madrasah didasarkan ada ilmu pengetahuan yang mampu melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan mutu madrasah. Kepala madrasah selalu mengikuti perubahan dengan berperilaku produktif, mampu menggali ide-ide dan solusi yang kreatif dari bawahannya. (4) Kepala MI Muhammadiyah Madureso Kuwarasan Kebumen memiliki dan melaksanakan Individual Consideration. Kepala madrasah selalu mengidentifikasi kebutuhan dan mengenali kemampuan para bawahannya, membangkitkan semangat belajar dan memberikan kesempatan untuk mengemmbangkan kemampuannya, juga selalu mendengarkan keluhan bawahan dan mendelagasikan sebagian tugas dan wewenang kepada bawahannya.
GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI MTS AL IMAN GEBANG PURWOREJO Sri Hanik Nihayati
Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.991 KB)

Abstract

Mengkaji tentang gaya kepemimpinan situasional kepala madrasah, khususnya dalam meningkatkan profesionalisme guru di MTs Al Iman Bulus, Gebang Purworejo, yang dituntut untuk mengupayakan terus-menerus dalam peningkatan mutu pendidikannya. Kepemimpinan tersebut dilaksanakan dengan komitmen pada program Peningkatan Perbaikan yang dilakukan guru profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan kepemimpinan situasional kepala madrasah yang berujung pada gaya kepemimpinan, gaya mengatakan , gaya menjual , gaya berpartisipasi , dan gaya mendelegasikan, sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, kepala MTs Al Iman Bulus Gebang Purworejo telah menerapkan gaya kepemimpinan situasional telah memenuhi empat indikator. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian: Pertama , kepala madrasah telah menerapkan gaya Memberitahu yang dibuktikan dengan 1) memberikan pekerjaan kepada guru menyediakan memberikan, dan tidak mendukung; 2) memberikan pengarahan terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan. Kedua, kepala madrasah telah menyetujui gaya Jual yang dibuktikan dengan 1) membuat aturan yang jelas; 2) memberikan kesempatan kepada guruuntuk diundang; 3) kepala madrasah berlaku demokrasi; 4) dapat menerima saran dari guru; 5) memberikan motivasi kepada bawahan dalam menyelesaikan pekerjaan; 6) memberikan pujian dan insentif kepada guru saat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Ketiga , kepala madrasah telah menyetujui gaya Berpartisipasi yang dibuktikan dengan: 1) kepala madrasah mampu membuat keputusan sesuai dengan penyelesaian pekerjaan; 2) kepala madrasah aktif dalam berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat. Keempat , kepala madrasah telah menerapkan gaya Mendelegasikan, yang dibuktikan melalui: 1) kepala madrasah pembaruan pekerjaan guru; 2) kepala madrasah memberikan tanggung jawab kepada guru dalam menyelesaikan pekerjaan.
MANAJEMEN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PENDIDIKAN DI SMK NEGERI 2 KEBUMEN Solikhudin ,
Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.227 KB)

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya sistem penjaminan mutu internal pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen sistem penjaminan mutu internal pendidikan di SMK N 2 Kebumen. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang berfokus pada fenomena empirik secara alamiah dan dianalisis dengan menggunakan logika berpikir ilmiah. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data kemudian merumuskan kesimpulan hasil penelitian yang dilakukan. Ada empat temuan dalam penelitian ini, yaitu: (1) Perencanaan Penjaminan Mutu Internal di SMK N 2 Kebumen dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: (a) penetapan standar mutu, yang mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan, (b) pemetaan mutu, yang didasarkan pada hasil Evaluasi Diri Sekolah, dan (c) penyusunan rencana pemenuhan mutu, yang dilakukan dengan persiapan sebelum penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah dan Rencana Kerja Tahunan; (2) Pelaksanaan Pemenuhan Mutu di SMK N 2 Kebumen dilakukan dengan pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan. Seluruh komponen sekolah memiliki komitmen tinggi dalam pelaksanaan pemenuhan mutu; (3) Evaluasi Pemenuhan Mutu di SMK N 2 Kebumen dilakukan melalui Evaluasi Diri Sekolah. Diawali dengan menyusun instrumen evaluasi kemudian membentuk tim pelaksana evaluasi. Evaluasi tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi bukti-bukti fisik keadaan sekolah; (4) Tindak Lanjut Pemenuhan Mutu di SMK N 2 Kebumen dilakukan dengan merumuskan rekomendasi perbaikan. Terdapat dua jenis tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil yang dicapainya, yaitu: (a) Corrective Action dan (b) Standardization Action. Tindak lanjut pemenuhan mutu di SMK N 2 Kebumen merupakan suatu siklus yang berkelanjutan (Continuous Process Improvement).
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SD ISLAM TERPADU ULUL ALBAB 01 PURWOREJO Siti Saudah
Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.449 KB)

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya kepemimpinan kepala sekoloah dalam meningkatkan profesionalisme guru. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru di SD IT Ulul Albab 01 Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan keabsahan data menggunakan triangulasi, dan teknik analisis data meliputi pegumpulandata, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut. (1) Kepala sekolah memiliki Interpersonal Roles dalam meningkatkan profesionalisme guru di SD Islam Terpadu Ulul Albab 01 Purworejo. Hal tersebut terbukti dari kepala sekolah yang melaksanakan peran sebagai figurehead, leadership, dan liaison; (2) Kepala sekolah memiliki Informasional Roles dalam meningkatkan profesionalisme guru di SD Islam Terpadu Ulul Albab 01 Purworejo. Hal tersebut terbukti dari kepala sekolah yang melaksanakan peran sebagai monitor/supervisor, disseminator, dan spokesman; (3) Kepala sekolah memiliki Decisional Roles dalam meningkatkan profesionalisme guru di SD Islam Terpadu Ulul Albab 01 Purworejo. Hal tersebut terbukti dari kepala sekolah yang melaksanakan peran sebagai entrepreneur, disturbance-handler, a negotiator roles, dan a resource allocater.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MI TAKHASSUS TAHFIDZUL QUR’AN PRAPAGKIDUL, PITURUH, PURWOREJO Nastangin ,
Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.89 KB)

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Takhassus Tahfidzul Qur’an Prapagkidul, Pituruh, Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan keabsahan data menggunakan triangulasi, dan teknik analisis data meliputi pegumpulandata, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut. (1) Perencanaan pembelajaran di MI Takhassus Tahfidzul Qur’an Prapagkidul dirumuskan pada awal tahun pelajaran dengan melibatkan seluruh komponen pengelola (komite sekolah, kepala sekolah, guru dan karyawan) sebagai bentuk pelayanan atas keberadaan mereka di madrasah; (2) Pelaksanaan pembelajaran di MI Takhassus Tahfidzul Qur’an Prapagkidul menerapkan sistem guru kelas dan sistem guru bidang studi (mata pelajaran agama, olahraga, tahfidz, bahasa inggris, sempoa dan seni budaya), adapun metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar antara lain metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode demontrasi, metode eksperimen, penugasan, praktek langsung dan simulasi disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Metode pembelajaran tersebut dikembangkan ke dalam teknik mengajar yang berorientasi pada nilai (afektif); (3) Pengawasan pembelajaran di MI Takhassus Tahfidzul Qur’an Prapagkidul dilakukan oleh Kepala Madrasah ke kelas-kelas, waktunya kondisional kepada Bapak atau Ibu Guru secara merata dari kelas 1 sampai dengan kelas VI. Pengawasan internal terhadap pelaksanaan program kerja madrasah dan evaluasi yang dilakukan secara terbuka. Pelibatan seluruh komponen dalam pengawasan dan evaluasi program kerja terbukti mampu menghasilkan kinerja yang maksimal bagi seluruh komponen sekolah; (4) Evaluasi pembelajaran di MI Takhassus Tahfidzul Qur’an Prapagkidul dilakukan setelah kegiatan belajar selesai, dengan tujuan untuk penelusuran, pengecekan, pencarian dan penyimpulan pelaksanaan meliputi aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik dan aspek perilaku siswa serta tidak hanya menilai secara teori tetapi praktik. Bentuk penilaiannya adalah tes tertulis, tes lisan dan tes praktik, penugasan, kuis, kerja kelompok atau individu, penilaian hasil karya, penilaian sikap dan perilaku siswa. Bentuk instrumen tes yang sering digunakan adalah pilihan ganda, uraian jawaban singkat dan porto folio; (5) Pelaporan pembelajaran di MI Takhassus Prapagkidul dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen personal maupun lembaga pendidikan. Adapun bentuk pelaporan di MI Takhassus Tahfidzul Qur’an Prapagkidul adalah sebagai berikut: (a) Pelaporan penilaian oleh pendidik; (b) Pelaporan penilaian oleh satuan pendidikan; (c) Pelaporan penilaian oleh pemerintah.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MADRASAH IBTIDAIYAH SULTAN AGUNG KARANGDUWUR, AYAH, KEBUMEN Ngaziz ,
Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3168.913 KB)

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan kinerja guru yang belum memuaskan. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan transformasional kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MI Sultan Agung Karangduwur Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan keabsahan data menggunakan triangulasi, dan teknik analisis data meliputi pegumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut. (1) Kepala MI Sultan Agung Karangduwur, Ayah, Kebumen memiliki dan melaksanakan Idealized influence. Perilaku kepala madrasah dapat dijadikan contoh bagi warga madrasah. Dalam kesehariannya, kepala madrasah dapat memberikan motivasi dan rasa percaya diri kepada bawahannya. Kepala madrasah mampu memberikan empati kepada bawahannya. (2) Kepala MI Sultan Agung Karangduwur, Ayah, Kebumen memiliki dan melaksanakan Inspirational influence. Perilaku kepala madrasah mampu memotivasi dan menginspirasi bawahannya untuk terus membawa kemajuan madrasah. Kepala madrasah selalu memberikan tantangan pekerjaan baru. Kepala madrasah mampu menjadi pelopor kebaikan bagi warga madrasah. (3) Kepala MI Sultan Agung Karangduwur, Ayah, Kebumen memiliki dan melaksanakan Intellectual stimulation. Perilaku kepala madrasah didasarkan pada ilmu pengetahuan, yang mampu melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan mutu madrasah. Kepala madrasah selalu mengikuti perubahan dengan berperilaku produktif. Kepala madarasah mampu menggali ide-ide baru dan solusi yang kreatif dari para bawahannya. (4) Kepala MI Sultan Agung Karangduwur, Ayah, Kebumen memiliki dan melaksanakan Individualized consideration. Kepala madrasah selalu mengidentifikasi kebutuhan bawahannya dan mengenali kemampuan para bawahannya. Kepala madrasah membangkitkan semangat belajar dan memberikan kesempatan bawahannya untuk mengembangkan kemampuannya. Kepala madrasah juga mendengarkan keluhan bawahan dan mendelegasikan sebagian wewenangnya kepada bawahannya.
MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DI MTS NEGERI 8 KEBUMEN Tursini '; Eliyanto '
Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : IAINU Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.511 KB)

Abstract

Sistem manajemen mutu pendidikan diterapkan pada MTs Negeri 8 Kebumen. Salah satu bagian dari lembaga formal yang dituntut untuk mengupayakan terus-menerus dalam peningkatan mutu pendidikanya. Implementasi sistem manajemen mutu pendidikan dilakukan tujuh lini yang terdiri dari bidang kurikulum, bidang kesiswaan, bidang sarana dan prasarana, bidang hubungan masyarakat, perpustakaan, tata usaha, dan bimbingan konseling. Upaya meningkatkan mutu pendidikan dilakukan dengan melaksanakan beberapa kebijakan, yaitu: (1) Kebijakan peningkatan mutu pendidikan bidang Pembelajaran yang dilaksanakan melalui pembelajaran dengan menerapkan sistem Moving Class, Peningkatan penguasaan IT, Pengembangan jaringan Internet/HOT SPOT; (2) Kebijakan peningkatan mutu pendidikan bidang kesiswaan dengan mengoptimalisasi program kegiatan ekstrakurikuler dan meningkatkan internalisasi entrepreneurship; (3) Kebijakan peningkatan mutu pendidikan bidang ketenagaan dengan menerapkan program penataran, pelatihan, seminar, dan MGMP bagi guru dan tenaga kependidikan secara periodik dan rutin, serta memberikan fasilitas dan bantuan pembiayaan bagi guru untuk melaksanakan PTK.

Page 1 of 2 | Total Record : 13