cover
Contact Name
Dian Trilus
Contact Email
dian.trilus@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
hestech@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
ISSN : 2615398X     EISSN : 26223600     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel dengan fokus pada bidang ilmu kesehatan dan aplikasi teknologi dalam bidang medis. Bidang-bidang yang dapat didiskusikan antara lain : (1) Kesehatan Ibu dan Anak, (2) Maternity (Persalinan, Nifas, Kehamilan dan Menyusui), (3) Keluarga Berancana, (4) Promosi Keehatan dan Gaya Hidup, (5) Teknologi Pengolahan Darah (serologi Darah, Manajemen tata kelola kepalangmerahan), (6) Kesehatan Reproduksi, (7) Kesehatan dan Nutrisi, (8) Etika Kesehatan dan Regulasi, (9) Kesehatan Lingkungan dan Ketenagakerjaan, (10) Farmakologi, Radiologi, dan Medical Record.
Articles 131 Documents
Perbedaan Massage Woolwich Dan Massage Rolling (Punggung) Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Postpartum badrus, arkha rosyaria
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 1, No 1 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.1
Publisher : Faculty of Health Sciences and Midwifery, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.201 KB) | DOI: 10.25139/htc.v1i1.1081

Abstract

Abstract : allegedly of postpartum mothers experiencing substandard milkproduction while nursing her baby. Physical and hormonal changes, cause discomfort which causes less current milk production. One of the causes of substandard milk production due to psychological factors, insecurity in the capital to meet the needs of the baby in breastfeeding. BPM research studies in Sri Umi Wahju DJati on postpartum mothers 20. 10 (50%) of people getting massage treatment Woolwich and 10. (50%) of people getting treatment rollingmassage (back). Partum mothers who do not breastfeed their babies, have the possibility ofgetting the baby is not immune either. Therefore, breastfeeding is very important to the growth and development of infants. Purpose study: to determine differences in Woolwich massage and rolling massage (back) to increase milk production in postpartum mothers. Methods: The study was conducted in BPM Sri Umi Wahju Djati followed by a visit homefor 3 weeks with a frequency of 15 minutes of massage. The study used a pre experimental approach to pre - and post without control. The study design is the measurement of milk production with observation sheets and questionnaires. Data were collected in August 2017. The total sample of this research is 20 respondents. Result: The data obtained are not normally distributed, statistical test using chi square test p value: 0,113, since the value of p>0.05 means there is no difference between Woolwich massage and rolling massage (back) toincrease milk production in mothers postpartum.Keywords: Woolwich massage,rolling massage(back), milk production
Perbedaan Massage Woolwich Dan Massage Rolling (Punggung) Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Postpartum badrus, arkha rosyaria
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.1
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v1i1.1081

Abstract

Abstract : allegedly of postpartum mothers experiencing substandard milkproduction while nursing her baby. Physical and hormonal changes, cause discomfort which causes less current milk production. One of the causes of substandard milk production due to psychological factors, insecurity in the capital to meet the needs of the baby in breastfeeding. BPM research studies in Sri Umi Wahju DJati on postpartum mothers 20. 10 (50%) of people getting massage treatment Woolwich and 10. (50%) of people getting treatment rollingmassage (back). Partum mothers who do not breastfeed their babies, have the possibility ofgetting the baby is not immune either. Therefore, breastfeeding is very important to the growth and development of infants. Purpose study: to determine differences in Woolwich massage and rolling massage (back) to increase milk production in postpartum mothers. Methods: The study was conducted in BPM Sri Umi Wahju Djati followed by a visit homefor 3 weeks with a frequency of 15 minutes of massage. The study used a pre experimental approach to pre - and post without control. The study design is the measurement of milk production with observation sheets and questionnaires. Data were collected in August 2017. The total sample of this research is 20 respondents. Result: The data obtained are not normally distributed, statistical test using chi square test p value: 0,113, since the value of p>0.05 means there is no difference between Woolwich massage and rolling massage (back) toincrease milk production in mothers postpartum.Keywords: Woolwich massage,rolling massage(back), milk production
PERAN TEMPAT PENITIPAN ANAK (DAYCARE) TENTANG ASI EKSKLUSIF DAN KOMITMEN IBU BEKERJA UNTUK MENYUSUI DENGAN KEBERHASILAN MENYUSUI SAMPAI USIA 6 BULAN Nuraini, Indria
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 1 No 1 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.1
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v1i1.990

Abstract

Menyusui merupakan salah satu pengalaman paling indah yang dialami ibu dan bayi. Sayangnya tidak semua ibu menyadari akan pentingnya menyusui bayinya. ASI adalah makanan utama bayi sehingga tidak ada jenis makanan lainnya yang dapat menandingi kualitas ASI. keuntungan menyusui bagi ibu adalah Menyusui secara eksklusif dapat menunda kembalinya kesuburan seorang pertama, terutama pada 6 bulan pertama setelah melahirkan sehingga dapat berperan sebagai kontrasepsi alami. Menyusui juga mengurangi risiko kanker payudara dan kanker ovarium. Selain itu menyusui membantu menurunkan berat badan dan risiko obesitas pada Ibu. Dari segi ekonomi, menyusui memiliki cost-benefit yang lebih rendah daripada konsumsi susu formula karena biaya kesehatan yang lebih rendah serta tidak menghasilkan bahan limbah. Dalam era globalisasi banyak ibu yang bekerja, keadaan ini sering menjadi kendala bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. sehingga pemberian ASI Eksklusif mungkin tidak tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Tempat Penitipan Anak (Daycare), dan Komitmen Ibu Bekerja untuk Menyusui dengan Keberhasilan Menyusui sampai Usia 6 Bulan di Surabaya. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain penelitian Deskriptif dengan Pendekatan Crossectional. Penelitian dilakukan di Tempat Penitipan Anak (Daycare) Kota Surabaya pada tahun 2017 Populasi pada penelitian ini adalah Ibu yang Menyusui dengan anak usia 3-6 bulan di TPA (daycare) kota Surabaya. Dengan Tehnik pengambilan Sampel Purposive Sampling. Analisa data pada penelitian ini dengan uji chi square. Hasil penelitian untuk pengaruh peran TPA dengan Keberhasilan Menyusui sampai 6 bulan didapatkan bahwa p = 0,215 dengan α = 0,05 sehingga p> α sedangkan untuk pengaruh komitmen ibu bekerja terhadap keberhasilan menyusui sampai 6 bulan adalah p = 0,654 dengan α = 0,05 sehingga p> α. Kesimpulan Tidak ada Pengaruh Peran Tempat Penitipan Anak (Daycare) tentang ASI Eksklusif dan Komitmen Ibu Bekerja untuk menyusui dengan Keberhasilan Menyusui Sampai Usia 6 Bulan di Surabaya.
PERAN TEMPAT PENITIPAN ANAK (DAYCARE) TENTANG ASI EKSKLUSIF DAN KOMITMEN IBU BEKERJA UNTUK MENYUSUI DENGAN KEBERHASILAN MENYUSUI SAMPAI USIA 6 BULAN Nuraini, Indria
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 1, No 1 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.1
Publisher : Faculty of Health Sciences and Midwifery, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.705 KB) | DOI: 10.25139/htc.v1i1.990

Abstract

Menyusui merupakan salah satu pengalaman paling indah yang dialami ibu dan bayi. Sayangnya tidak semua ibu menyadari akan pentingnya menyusui bayinya. ASI adalah makanan utama bayi sehingga tidak ada jenis makanan lainnya yang dapat menandingi kualitas ASI. keuntungan menyusui bagi ibu adalah Menyusui secara eksklusif dapat menunda kembalinya kesuburan seorang pertama, terutama pada 6 bulan pertama setelah melahirkan sehingga dapat berperan sebagai kontrasepsi alami. Menyusui juga mengurangi risiko kanker payudara dan kanker ovarium. Selain itu menyusui membantu menurunkan berat badan dan risiko obesitas pada Ibu. Dari segi ekonomi, menyusui memiliki cost-benefit yang lebih rendah daripada konsumsi susu formula karena biaya kesehatan yang lebih rendah serta tidak menghasilkan bahan limbah. Dalam era globalisasi banyak ibu yang bekerja, keadaan ini sering menjadi kendala bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. sehingga pemberian ASI Eksklusif mungkin tidak tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Tempat Penitipan Anak (Daycare), dan Komitmen Ibu Bekerja untuk Menyusui dengan Keberhasilan Menyusui sampai Usia 6 Bulan di Surabaya. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain penelitian Deskriptif dengan Pendekatan Crossectional. Penelitian dilakukan di Tempat Penitipan Anak (Daycare) Kota Surabaya pada tahun 2017 Populasi pada penelitian ini adalah Ibu yang Menyusui dengan anak usia 3-6 bulan di TPA (daycare) kota Surabaya. Dengan Tehnik pengambilan Sampel Purposive Sampling. Analisa data pada penelitian ini dengan uji chi square. Hasil penelitian untuk pengaruh peran TPA dengan Keberhasilan Menyusui sampai 6 bulan didapatkan bahwa p = 0,215 dengan ? = 0,05 sehingga p> ? sedangkan untuk pengaruh komitmen ibu bekerja terhadap keberhasilan menyusui sampai 6 bulan adalah p = 0,654 dengan ? = 0,05 sehingga p> ?. Kesimpulan Tidak ada Pengaruh Peran Tempat Penitipan Anak (Daycare) tentang ASI Eksklusif dan Komitmen Ibu Bekerja untuk menyusui dengan Keberhasilan Menyusui Sampai Usia 6 Bulan di Surabaya.
PERAN TEMPAT PENITIPAN ANAK (DAYCARE) TENTANG ASI EKSKLUSIF DAN KOMITMEN IBU BEKERJA UNTUK MENYUSUI DENGAN KEBERHASILAN MENYUSUI SAMPAI USIA 6 BULAN Nuraini, Indria
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.1
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v1i1.990

Abstract

Menyusui merupakan salah satu pengalaman paling indah yang dialami ibu dan bayi. Sayangnya tidak semua ibu menyadari akan pentingnya menyusui bayinya. ASI adalah makanan utama bayi sehingga tidak ada jenis makanan lainnya yang dapat menandingi kualitas ASI. keuntungan menyusui bagi ibu adalah Menyusui secara eksklusif dapat menunda kembalinya kesuburan seorang pertama, terutama pada 6 bulan pertama setelah melahirkan sehingga dapat berperan sebagai kontrasepsi alami. Menyusui juga mengurangi risiko kanker payudara dan kanker ovarium. Selain itu menyusui membantu menurunkan berat badan dan risiko obesitas pada Ibu. Dari segi ekonomi, menyusui memiliki cost-benefit yang lebih rendah daripada konsumsi susu formula karena biaya kesehatan yang lebih rendah serta tidak menghasilkan bahan limbah. Dalam era globalisasi banyak ibu yang bekerja, keadaan ini sering menjadi kendala bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. sehingga pemberian ASI Eksklusif mungkin tidak tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Tempat Penitipan Anak (Daycare), dan Komitmen Ibu Bekerja untuk Menyusui dengan Keberhasilan Menyusui sampai Usia 6 Bulan di Surabaya. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain penelitian Deskriptif dengan Pendekatan Crossectional. Penelitian dilakukan di Tempat Penitipan Anak (Daycare) Kota Surabaya pada tahun 2017 Populasi pada penelitian ini adalah Ibu yang Menyusui dengan anak usia 3-6 bulan di TPA (daycare) kota Surabaya. Dengan Tehnik pengambilan Sampel Purposive Sampling. Analisa data pada penelitian ini dengan uji chi square. Hasil penelitian untuk pengaruh peran TPA dengan Keberhasilan Menyusui sampai 6 bulan didapatkan bahwa p = 0,215 dengan α = 0,05 sehingga p> α sedangkan untuk pengaruh komitmen ibu bekerja terhadap keberhasilan menyusui sampai 6 bulan adalah p = 0,654 dengan α = 0,05 sehingga p> α. Kesimpulan Tidak ada Pengaruh Peran Tempat Penitipan Anak (Daycare) tentang ASI Eksklusif dan Komitmen Ibu Bekerja untuk menyusui dengan Keberhasilan Menyusui Sampai Usia 6 Bulan di Surabaya.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Batita Dari Pernikahan Usia Dini Di Kota Kediri wulandari, umianita risca; kumalasari, dian
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 1 No 2 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.2
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v1i2.1317

Abstract

Abstrak : Pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh seorang perempuan yang berusia < 18 tahun. Pada usia tersebut masih tergolong masa remaja sehingga kondisi fisik dan psikologisnya belum matang dan rentan terjadi kehamilan di usia remaja yang tidak diinginkan. Hal tersebut akan berdampak terhadap status gizi anak yang dilahirkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi anak batita dari pernikahan usia dini di kota Kediri. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cohor retrospektif. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kecamatan Mojoroto Kota Kediri pada bulan Agustus tahun 2017. Populasi pada penelitian ini adalah  seluruh batita yang berada di Kecamatan Mojoroto yang lahir dari ibu yang menikah usia < 18 tahun dan ≥ 18 tahun. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 subjek. Teknik sampling yang digunakan yaitu fixed exprosure sampling yaitu sampel diambil dari status paparan subjek. Analisa data pada penelitian ini dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia menikah ibu, LILA saat hamil, berat badan lahir dan pendapatan keluarga berhubungan dengan status gizi anak batita dengan nilai p < 0,05. Sedangkan umur kehamilan saat lahir tidak berhubungan dengan status gizi anak batita dengan nilai  p > 0,05.Kata kunci :PernikahanUsia dini, Status Gizi, Anak Batita
Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Batita Dari Pernikahan Usia Dini Di Kota Kediri wulandari, umianita risca; kumalasari, dian
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 1, No 2 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.2
Publisher : Faculty of Health Sciences and Midwifery, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.32 KB) | DOI: 10.25139/htc.v1i2.1317

Abstract

Abstrak : Pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh seorang perempuan yang berusia < 18 tahun. Pada usia tersebut masih tergolong masa remaja sehingga kondisi fisik dan psikologisnya belum matang dan rentan terjadi kehamilan di usia remaja yang tidak diinginkan. Hal tersebut akan berdampak terhadap status gizi anak yang dilahirkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi anak batita dari pernikahan usia dini di kota Kediri. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cohor retrospektif. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kecamatan Mojoroto Kota Kediri pada bulan Agustus tahun 2017. Populasi pada penelitian ini adalah  seluruh batita yang berada di Kecamatan Mojoroto yang lahir dari ibu yang menikah usia < 18 tahun dan ? 18 tahun. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 subjek. Teknik sampling yang digunakan yaitu fixed exprosure sampling yaitu sampel diambil dari status paparan subjek. Analisa data pada penelitian ini dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia menikah ibu, LILA saat hamil, berat badan lahir dan pendapatan keluarga berhubungan dengan status gizi anak batita dengan nilai p < 0,05. Sedangkan umur kehamilan saat lahir tidak berhubungan dengan status gizi anak batita dengan nilai  p > 0,05.Kata kunci :PernikahanUsia dini, Status Gizi, Anak Batita
Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Batita Dari Pernikahan Usia Dini Di Kota Kediri wulandari, umianita risca; kumalasari, dian
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.2
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v1i2.1317

Abstract

Abstrak : Pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh seorang perempuan yang berusia < 18 tahun. Pada usia tersebut masih tergolong masa remaja sehingga kondisi fisik dan psikologisnya belum matang dan rentan terjadi kehamilan di usia remaja yang tidak diinginkan. Hal tersebut akan berdampak terhadap status gizi anak yang dilahirkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi anak batita dari pernikahan usia dini di kota Kediri. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cohor retrospektif. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kecamatan Mojoroto Kota Kediri pada bulan Agustus tahun 2017. Populasi pada penelitian ini adalah  seluruh batita yang berada di Kecamatan Mojoroto yang lahir dari ibu yang menikah usia < 18 tahun dan ≥ 18 tahun. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 subjek. Teknik sampling yang digunakan yaitu fixed exprosure sampling yaitu sampel diambil dari status paparan subjek. Analisa data pada penelitian ini dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia menikah ibu, LILA saat hamil, berat badan lahir dan pendapatan keluarga berhubungan dengan status gizi anak batita dengan nilai p < 0,05. Sedangkan umur kehamilan saat lahir tidak berhubungan dengan status gizi anak batita dengan nilai  p > 0,05.Kata kunci :PernikahanUsia dini, Status Gizi, Anak Batita
Hubungan Motivasi Kader Dalam Menggerakkan Masyarakat Dengan Kunjungan Balita pada Kegiatan Posyandu di Kelurahan Banaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri nataningtyas, candra dewi; soyanita, elin
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 1 No 2 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.2
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v1i2.1321

Abstract

Abstract: Motivasi kader dalam menggerakkan masyarakat adalah keadaan seseorang yang mendorong kerelaan individu dalam hal ini kader untuk melaksanakan suatu kegiatan Posyandu dalam mengundang atau memberi informasi pada masyarakat dalam bentuk verbal, gerakan (fisik), atau psikologis yang membuat seseorang melakukan sesuatu sebagai respon yaitu supaya masyarakat mau berkunjung ke Posyandu. Sehingga motivasi kader dalam kegiatan Posyandu sangat diperlukan. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kunjungan Balita di Posyandu Kelurahan Banaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kader dalam menggerakkan masyarakat dengan kunjungan Balita pada kegiatan Posyandu. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelatif, populasi seluruh kader Posyandu sejumlah 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan hubungan antara kedua variabel tergolong cukup erat dengan nilai koefisien 0,638 dan menunjukkan hubungan yang signifikan antara motivasi kader dalam menggerakkan masyarakat dengan kunjungan Balita di Posyandu dengan nilai Sig. 0,000 atau lebih kecil dari 0,005 . Data tersebut menunjukkan bahwa masih perlunya dilakukan pelatihan ulang kader dan diharapkan semua kader agar lebih meningkatkan perannya dalam kegiatan Posyandu terutama dalam menggerakkan masyarakat.Keywords: Motivasi kader, kunjungan Balita, Posyandu
Hubungan Motivasi Kader Dalam Menggerakkan Masyarakat Dengan Kunjungan Balita pada Kegiatan Posyandu di Kelurahan Banaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri nataningtyas, candra dewi; soyanita, elin
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 1, No 2 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.2
Publisher : Faculty of Health Sciences and Midwifery, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.535 KB) | DOI: 10.25139/htc.v1i2.1321

Abstract

Abstract: Motivasi kader dalam menggerakkan masyarakat adalah keadaan seseorang yang mendorong kerelaan individu dalam hal ini kader untuk melaksanakan suatu kegiatan Posyandu dalam mengundang atau memberi informasi pada masyarakat dalam bentuk verbal, gerakan (fisik), atau psikologis yang membuat seseorang melakukan sesuatu sebagai respon yaitu supaya masyarakat mau berkunjung ke Posyandu. Sehingga motivasi kader dalam kegiatan Posyandu sangat diperlukan. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kunjungan Balita di Posyandu Kelurahan Banaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kader dalam menggerakkan masyarakat dengan kunjungan Balita pada kegiatan Posyandu. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelatif, populasi seluruh kader Posyandu sejumlah 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan hubungan antara kedua variabel tergolong cukup erat dengan nilai koefisien 0,638 dan menunjukkan hubungan yang signifikan antara motivasi kader dalam menggerakkan masyarakat dengan kunjungan Balita di Posyandu dengan nilai Sig. 0,000 atau lebih kecil dari 0,005 . Data tersebut menunjukkan bahwa masih perlunya dilakukan pelatihan ulang kader dan diharapkan semua kader agar lebih meningkatkan perannya dalam kegiatan Posyandu terutama dalam menggerakkan masyarakat.Keywords: Motivasi kader, kunjungan Balita, Posyandu

Page 2 of 14 | Total Record : 131