cover
Contact Name
Muhrisun Afandi
Contact Email
risonaf@yahoo.com
Phone
+6282242810017
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat
ISSN : 25983865     EISSN : 26143461     DOI : https://doi.org/10.14421/panangkaran
Jurnal Panangkaran merupakan jurnal Assosiasi Peneliti Agama-agama yang bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai media komunikasi hasil penelitian para peneliti, ilmuwan dan cendekiawan. Tujuannya adalah untuk mewadahi, menyebarluaskan dan mendialogkan wacana ilmiah di bidang penelitian sosial keagamaan. Naskah yang dimuat dalam jurnal berasal dari hasil-hasil penelitian maupun kajian-kajian kritis para peneliti agama atau akademisi yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan sosial keagamaan, kelekturan, pendidikan dan keagamaan, agama dan sains. Jurnal terbit setahun 2 kali pada bulan Juni dan Desember.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2020)" : 7 Documents clear
Situs Makam Gunungpring (Studi Tentang Peran Kyai Raden Santri Terhadap Islamisasi di Magelang, Jawa Tengah (1660-1810 M). Adib Abbiya Qowiyyudin
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2020.0401-04

Abstract

Gunungpring is an area located in Muntilan Magelang, Magelang Regency. there are several tombs of religious leaders of the Mataram Sultanate, one of the figures is Kyai Raden Santri. Kyai Raden Santri is a descendant of Brabu Brawijaya V and brother of one of the first Mataram Sultanate Panembahan Senopati. Kyai Raden Santri is one of the religious, social and cultural figures of the people of Muntilan and surrounding areas who is able to make a significant contribution in the region. Have a religious ability that is high enough so that it can attract the attention of the public to get to know the religion of Islam in various ways ranging from simple to developing the existing potential. Kyai Raden Santri's grave and complex areas were developed in stages through various ways, one of which was the donation of funds from the community and direct assistance from the Yogyakarta Palace to become a religious tourism destination for both local and national communities and develop the potential to provide good facilities to visitors who would visit the tomb Kyai Raden Santri and other tombs in the complex. The approach used in this research is the architecture and sociology approach. The architecture approach is used by researchers to explain the art of building the tomb of Kyai Raden Santri. While the sociological approach is used by researchers to determine role of the Kyai  Raden Santri clerics in the spread of Islam in the Muntilan Magelang region.[Gunungpring merupakan sebuah kawasan yang terletak di Muntilan Magelang, Kabupaten Magelang. Ada beberapa makam tokoh agama Kesultanan Mataram, salah satunya adalah Kyai Raden Santri. Kyai Raden Santri adalah keturunan Brabu Brawijaya V dan saudara dari salah satu Kesultanan Mataram pertama Panembahan Senopati. Kyai Raden Santri merupakan salah satu tokoh agama, sosial dan budaya masyarakat Muntilan dan sekitarnya yang mampu memberikan kontribusi yang cukup berarti di daerah. Memiliki kemampuan beragama yang cukup tinggi sehingga dapat menarik perhatian masyarakat untuk lebih mengenal agama islam dengan berbagai cara mulai dari yang sederhana hingga mengembangkan potensi yang ada. Kawasan Makam dan Kompleks Makam Kyai Raden Santri dikembangkan secara bertahap melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan sumbangan dana dari masyarakat dan bantuan langsung dari Keraton Yogyakarta untuk menjadi destinasi wisata religi baik bagi masyarakat lokal maupun nasional serta mengembangkan potensi yang dimiliki. memberikan fasilitas yang baik kepada pengunjung yang akan mengunjungi Makam Kyai Raden Santri dan Makam lainnya yang ada di dalam kompleks. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan arsitektur dan sosiologi. Pendekatan arsitektur yang digunakan peneliti untuk menjelaskan seni membangun makam Kyai Raden Santri. Sedangkan pendekatan sosiologis digunakan peneliti untuk mengetahui peran ulama Kyai Raden Santri dalam penyebaran agama Islam di wilayah Muntilan Magelang.]
Dialog Antar Agama-Konflik: Jalan Damai Konflik Islam-Kristen di Aceh Singkil Tahun 2015 Winda Ika Pratiwi
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2020.0401-02

Abstract

The problem of inter-religious harmony is a necessity in the context of religious diversity in Indonesian society. In accordance to this, the paper tries to find out the efforts to resolve religious conflicts in Aceh Singkil. This paper highlights two main problems, namely; First, how is the relationship between Islam and Christianity in Aceh Singkil? Second, how to build a harmonious relationship between Islam and Christianity between the two. The method used in this research is Library Research, by collecting data through relevant books. magazines, leaflets dealing with research problems and objectives. The results find that the dynamics of inter-religious relations in Aceh Singkil is undergoing a social shift between Muslim and Christian communities. It can be concluded that according to Adian Husaini, in order to build harmonious relations between Islam and Christianity in Indonesia, Muslims and Christians must still hold fast to their beliefs and must be obedient with their teachings, without having to inflame the truth claim by assuming all religions are the same or something.[Persoalan kerukunan antar umat beragama merupakan suatu keniscayaan dalam konteks keberagaman agama dalam masyarakat Indonesia. Berkaitan dengan upaya menjaga kerukunan antar umat beragama, Tulisan ini merupakan hasil penelitian upaya resolusi konflik keagamaan di Aceh Singkil, tulisan ini menyorot dua masalah utama, yaitu; Pertama, bagaimana hubungan Islam dan Kristen di Aceh Singkil? Kedua, bagaimana cara membangun hubungan harmonis Islam dan Kristen antar keduanya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Library Research, yaitu cara pengumpulan data melalui buku-buku yang releven. majalah, liflet yang berkenaan dengan masalah dan tujuan penelitian. Dari hasil penelusuran atas masalah ini, dinamika hubungan antarumat beragama di Aceh Singkil mengalami pergeseran social antar masyarakat Muslim dan Kristen. dapat disimpulkan bahwa menurut Adian Husaini untuk membangun hubungan harmonis Islam dan Kristen di Indonesia, kaum muslimin dan Kristen tetap harus berpegang teguh pada keyakinannya dan harus jujur terhadap ajarannya. Tanpa harus mengobarkan klaim kebenaran tersebut dengan menganggap semua agama sama atau semacamnya.]
Peran Sosial Media sebagai Media Dakwah di Masa Pandemi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia Arman Syah Putra
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2020.0401-05

Abstract

This study discuss the issue of preaching in the midst of corona virus outbreaks or covid-19 on social media. As a impact of the spread of corona virus around the world, many activities outside were restricted to stay at home to break the spread of corona virus and spreading it out to the whole world in general and Indonesia in particular. Almost all aspects of work are prohibited from leaving the house, and only important, broad jobs are still permissible such as doctors and nurses. The method used in this research is to conduct a literature review study in looking at the latest research in the use of social media in conducting da'wah, but this time preaching with social media in the midst of the corona virus outbreak. The writer wants to know whether social media in da'wah can be effective in the midst of a corona virus outbreak that does not yet know when it will end.[Penelitian ini, penulis mengangkat isu dakwah di tengah merebaknya virus corona atau covid-19 di media sosial. Sebagai dampak dari penyebaran virus corona di seluruh dunia, banyak aktivitas di luar yang dibatasi dengan harus berdiam diri di rumah untuk memutus penyebaran virus corona demi menekan menyebarkannya. Hampir semua aspek pekerjaan dilarang keluar rumah, dan hanya yang penting yang diperbolehkan seperti dokter dan perawat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan studi literatur dalam melihat penelitian terbaru mengenai penggunaan media sosial dalam berdakwah di tengah merebaknya virus corona. Penulis ingin mengetahui apakah media sosial dalam berdakwah bisa efektif di tengah wabah virus corona yang belum tahu kapan akan berakhir.]
Teori Ring Structure Raimond Farrin dan Aplikasinya pada Q.S. Al-Baqarah Ahmad Solahuddin
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2020.0401-01

Abstract

Many scholars are confused with the structure of the Koran. In fact, Bell states that the Qur'an needs to re-arrangement because its structure is unstructured. However, that is what later became an attraction for Islamic studies scholar, which denied the Bell thesis and found the structure of the Koran. Next, the study of the structure of the Qur'an is growing rapidly. The final theory of this study is the ring structure theory developed by Raimond Farrin. This paper will focus on discussing Farrin's ring structure theory applied in Sura al-Baqarah. In the end, the authors conclude: Farrin is a scholar in the field of Arab studies who focus on studying classical, middle Arabic literature and the Koran by using ring structure theory. The ring structure theory follows the structuralism paradigm developed by F. De Saussure. The basic assumption of this theory is that humans have an instinct for strucuture, as well as in literature or the like. For literary works, even scripture, structure is important to understand, because meaning is based on this structure. Next, Structure text refers to three models: parallesime (ABAB), Chiasm (ABBA) and concentrisme (ABCBA). In the end, Farrin managed to find the ring in Q.S. al-Fātiḥah, al-Baqarah, al-Anfal, al-Taubah, al-Rahman and al-Nas.[Banyak sarjana yang bingung dengan struktur al-Qur’ān. Bahkan, Bell pada akhirnya menyatakan bahwa al-Qur’ān butuh ditata ulang karena strukturnya tidak terstruktur. Namun, hal itulah yang kemudian menjadi daya tarik bagi sarjana studi Islam, yaitu membantah thesis Bell dan menemukan struktur al-Qur’ān. Berikutnya, studi mengenai struktur al-Qur’ān pun berkembang pesat. Adapun teori terakhir dari studi ini adalah teori ring structure yang dikembangkan oleh Raymond Farrin. Tulisan ini akan fokus untuk mengulas teori ring structure Farrin yang diaplikasikan dalam surat al-Baqarah. Pada akhirnya, penulis menyimpulkan: Farrin adalah sarjana dalam bidang Arab studies yang fokus mengkaji susastra Arab Klasik, pertengahan dan al-Qur’ān dengan menggunakan teori ring structure. Teori ring structure sesungguhnya mengikuti madzhab structuralisme yang dikembangkan oleh F. De Saussure. Asumsi dasar dari teori ini adalah: bahwa manusia memiliki naluri terhadap strucuture, begitu juga dalam bersastra atau sejenisnya. Untuk karya sastra, bahkan kitab suci, structure adalah hal penting untuk difahami, karena makna didasarkan pada structure ini. Berikutnya, Structure teks mengacu pada tiga model: parallesime (ABAB), Chiasm (ABBA) dan concentrisme (ABCBA). Pada akhirnya, dalam studinya Farrin berhasil untuk menemukan ring dalam Q.S. al-Fātiḥah, al-Baqarah, al-Anfal, al-Taubah, al-Rahman dan al-Nas.]
Agama dan Magis sebagai Acuan Masyarakat Muslim dalam Dunia Bisnis di Era Modern Faizal Ansori
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2020.0401-03

Abstract

Religion and magic in the modern era is very close to the business world. The problem is how Islam views magi which is believed to produce results in the business carried out and also what are the factors that influence people in this era to believe in magial objects (amulets) and spells. The increasingly fierce competition in the business world, makes magi as a tool of choice to increase strength in the business world rather than social media. This paper tries to interpret the religious doctrines used to justify the use of magi in religion. Basically, magi itself is difficult to distinguish in Islam, because of the long history that magi has long been used and has powers that can be used as shortcuts by society, both for healing, strength, business, rejecting the cross from magi and so on.[Agama dan magi di era modern sangat dekat dengan dunia bisnis. Persoalannya adalah bagaimana agama Islam memandang magi yang dipercaya membuahkan hasil pada usaha yang dijalankan dan juga faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat era ini untuk menyakini benda (jimat) dan mantra magi. Semakin ketatnya persaingan dalam dunia usaha, menjadikan magi sebagai pilihan alat untuk menambah kekuatan dalam dunia bisnis dari pada sosial media. Tulisan ini mencoba untuk menginterpretasi doktrin-doktrin agama yang digunakan untuk menjustifikasi penggunaan magi dalam agama. Pada dasarnya, magi sendiri sulit dibedakan dalam Islam, oleh karena sejarah panjang bahwa magi telah lama digunakan dan mempunyai kekuatan yang bisa dijadikan jalan pintas oleh masyarakat, baik untuk kesembuhan, kekuatan, bisnis, tolak balak dari sihir dan lain sebagainya.]
The Significance of Psychosocial Well-Being for Trauma Healing in Randa Abdel-Fattah's Where The Streets Had a Name Lisa Aulia
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2020.0401-07

Abstract

This paper elaborates an in-depth research on the novel Where the Streets Had a Name. This research aims to analyze trauma as the impact of Palestinian-Israeli conflict to Hayaat. Hayaat a Palestinian that is exposed to traumatic memory end up coping with her traumatic memory in the conflicting country, and Hayaat finds one of her trauma healing from Israelis as the party that threatens and intimidates Palestinians. Trauma is a psychological injury which is caused by emotional shock. As this research uses the qualitative method, this research aims to explain trauma healing on Hayaat. To analyze the change that Hayaat experience because of trauma, this research uses trauma theory by Nigel C. Hunt. The theory discusses how trauma emerges traumatic symptoms such as intrusive recollections, avoidance, negative emotions and thoughts, and hyperarousal to traumatized people. The theory brings a solution up to help traumatized people to cope with trauma. By the presence of psychosocial well-being, Hayaat successfully cope with her trauma.[Penelitian ini meneliti novel Where the Streets Had a Name dengan tujuan untuk menganalisis dampak atas konflik Palestina-Israel terhadap Hayaat. Hayaat adalah orang Palestina yang terpapar kejadian traumatis dan berhasil sembuh dari trauma di negara yang sedang berkonflik. Ia disembuhkan oleh orang-orang Israel yang selama ini mengancam dan mengintimidasi orang-orang Palestina. Trauma merupakan penyakit kejiwaan yang disebabkan oleh emosi yang terguncang. Sebagai sebuah penelitian kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penyembuhan trauma terhadap Hayaat. Untuk menganalisis trauma yang dialami Zeynab, penelitian ini menggunakan teori trauma oleh Nigel C. Hunt. Teori tersebut membahas bagaimana trauma memunculkan simtom-simtom trauma seperti ingatan yang menggangu, pengabaian, emosi dan pikiran negatif, serta perubahan emosi serta tingkah laku terhadap orang-orang yang menderita trauma. Teori tersebut menyuguhkan solusi atas trauma yang dialami oleh penderita. Kehadiran psikososial membantu Hayaat untuk mengatasi trauma yang ia alami.]
Determinan Foreign Direct Investment (FDI) di Negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Periode 2010-2019 Weri Mahendra
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2020.0401-06

Abstract

This study explains how the influence of GDP, exports, HDI, corruption perception index and democracy index on Foreign Direct Investment (FDI) in 15 OIC countries, namely Kazakhstan, Saudi Arabia, Indonesia, Turkey, Malaysia, United Arab Emirates, Azerbaijan, Egypt, Nigeria, Lebanon, Morocco, Tunisia, Bangladesh, Pakistan, Albania in 2010-2019. The existence of Foreign Direct Investment in a country can be useful as state revenue from tax sources, as well as the relationship between technology transfer, transfer of management expertise, development of entrepreneurial output and increasing the rate of national income in the economy. This study uses quantitative methods with secondary data and data collection through the World Bank, Transparency International, United Nations Development Program (UNDP) and The Economist Intelligence Unit. This study also uses panel data regression with the best model approach, namely the Random Effect Model (REM), to determine how much influence the independent variables such as GDP, exports, HDI, corruption perception index and democracy index have on the dependent variable (FDI). Based on the results of the F test obtained, it shows that in general the five independent variables have a positive and significant effect on FDI. Meanwhile, the T test results show that the GDP and export variables have a positive and significant effect on FDI. In the HDI variable, the corruption perception index and the democracy index have no effect on FDI.[Penelitian ini menjelaskan bagaimana pengaruh PDB, ekspor, IPM, indeks persepsi korupsi dan indeks demokrasi terhadap Foreign Direct Investment (FDI) di 15 negara OKI yaitu Kazakhstan, Arab Saudi, Indonesia, Turki, Malaysia, Uni Emirat Arab, Azerbaijan, Mesir, Nigeria, Libanon, Moroko, Tunisia, Bangladesh, Pakistan, Albania pada tahun 2010-2019. Adanya Foreign Direct Investment  dalam suatu negara dapat bermanfaat sebagai penerimaan negara dari sumber pajak, serta adanya hubungan alih teknologi, transfer keahlian manajemen, perkembangan wirausaha output serta menaikkan laju pendapatan nasional dalam perekonomian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder dan pengambilan data melalui World Bank, Transparency International, United Nations Development Programme (UNDP) dan The Economist Intelligence Unit. Penelitian ini juga menggunakan regresi data panel dengan pendekatan model terbaik yaitu Random Effect Model (REM), untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas seperti PDB, ekspor, IPM, indeks persepsi korupsi dan indeks demokrasi terhadap variabel terikat (FDI). Berdasarkan hasil uji F yang diperoleh, menunjukkan bahwa secara umum kelima variabel bebas berpengaruh positif dan signifikan terhadap FDI. Sedangkan pada hasil uji T menunjukkan bahwa variabel GDP dan ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap FDI. Pada variabel HDI, indeks persepsi korupsi dan indeks demokrasi tidak memiliki pengaruh terhadap FDI.]

Page 1 of 1 | Total Record : 7