cover
Contact Name
Sri Haryanto
Contact Email
manarulquran@unsiq.ac.id
Phone
+62286-321873
Journal Mail Official
manarulquran@unsiq.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kalibeber Km. 03 Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam
ISSN : 14127075     EISSN : 26154811     DOI : https://doi.org/10.32699/mq
Core Subject : Religion,
Manarul Quran adalah terbitan berkala ilmiah dengan nomor ISSN 1412-7075 (print), 2615-4811 (online) yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo, jurnal ini terbit sejak tahun 2001. Manarul Quran merupakan wahana desiminasi hasil riset dan kajian studi islam dengan fokus pada kajian dan hasil riset tentang Islamic Culture, Islamic Studies, Gender Studies. Al-Quran Studies, Islam and Science Integration, dan Al-Quran and Science Integration.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 1 (2017): Manarul Qur'an" : 9 Documents clear
PENDEKATAN HISTORIS DALAM STUDI ISLAM Sri Haryanto
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 17 No 1 (2017): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v17i1.927

Abstract

Pendekatan kesejarahan ini sangat penting dalam memahami agama,karena agama itu sendiri turun dari situasi yang konkret dan berkaitandengan kondisi sosial kemasyarakatan. Melalui pendekatan sejarah iniseorang diajak untuk memasuki keadaan yang sebenarnya berkenaandengan penerapan suatu peristiwa. Seorang yang ingin memahami Al-Qur’an atau kejadian-kejadian yang mengiringi turunnya Al-Qur’an.Tujuan pendekatan historis adalah untuk membuat rekonstruksi masalampau secara sistematis dan obyektif, dengan cara mengumpulkan,mengevaluasi, memverifikasikan, serta mensistesiskan bukti-bukti untukmenegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.Melalui pendekatan historis seseorang diajak menukik dari alam idealisyang bersifat empiris dan mendunia. Dari keadaan ini seseorang akanmelihat adanya kesenjangan atau keselarasan antara yang terdapat dalamidealis dengan yang ada di alam empiris dan historis. Maka lapangansejarah adalah meliputi segala pengalaman manusia.
KONTRIBUSI PERBANKAN SYARIAH TERHADAP PERKEMBANGAN UMKM DI KECAMATAN BANJARNEGARA Mila Fursiana Salma Musfiroh; Laila Sabrina; Sarno Wuragil
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 17 No 1 (2017): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v17i1.928

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) denganpendekatan kuantitatif. bersifat Statistik Inferensial Parametris,Menggunakan data interval. Dan menggunakan hipotesis asosiatifmemakai pearson product moment. Adapun variabel dalam penelitian ini,variabel terikat (Y) adalah pendapatan pelaku UMKM, dan variabel bebas(X) adalah pembiayaan, sistem bagi hasil, monitoring usaha, danpelayanan. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovinsehingga sampelnya adalah 100 UMKM dari 1789 UMKM di KecamatanBanjarnegara. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dandokumentasi. Uji validitas menggunakan metode korelasi productmoment pearson di bantu SPSS versi 19. 0 yang menunjukkan bahwasemua item pertanyaan lebih besar dari ˃ 30 maka dinyatakan valid . Ujireliabilitas menggunakan Cronbach Alpha hasilnya 0. 834 atau 83,4%sehingga dikatakan reliabel. Teknik analisis data menggunakan uji regresilinier berganda diperoleh koefiesien korelasi (R) sebesar 0. 969, hal inimenunjukan bahwa terjadi hubungan yang sangat kuat antara variabelbebas X dengan variabel terikat Y sebesar 96,9%. koefisien korelasi yangbernilai posistif mununjukan pengaruh hubungan yang searah, dngan katalain jika niali variabel bebas naik, maka nilai variabel terikat juga naik.hasil Uji F diketahui bahwa tingkat signifikansi yang diperoleh adalah 0.00. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yaitupembiayaan, bagi hasil, monitoring, dan pelayanan secara simultanberpengaruh signifikan terhadap variabel terikat pendapatan. Atauterdapat pengaruh signifikan antara kontribusi perbankan syari’ahterhadap perkembangan umkm di kecamnatan Banjarnegara, bisadiartikan bahwa Ho diterima. Hasil Uji t dari 4 variabel pembiayaan 0.129, bagi hasil 0. 00, monitoring 0. 230, pelayanan 0. 00 tersebut yangberpengaruh signifikan terhadap variabel pendapatan Y adalah sistem bagihasil X2dan pelayanan X4.
MEMBUMIKAN NU KULTURAL Puput Mulyono
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 17 No 1 (2017): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v17i1.926

Abstract

Akhir-akhir ini ada sebagian golongan muslim yang berperilaku beragamagampang mengkafirkan, bid’ah, sesat, syirik kepada muslim yang lain ataugolongan takfiri. Golongan takfiri tersebut seolah menutup mata dengankeberhasilan dakwah Walisongo yang melakukan pendekatan langsung kebudaya (kultural) dan adat istiadat lokal. Pendekatan langsung ke budaya(kultural) tersebut diteruskan oleh warga NU. Menurut Gus Dur NU ituada dua: NU Struktural dan NU Kultural. Struktural yaitu Kyai-kyai yangmenduduki posisi di Tanfidhiyah dan Syuriah. Sedangkan kultural yaituKyai-kyai yang menghidupkan tradisi NU. Tradisi NU itu diantaranya:ziarah kubur, tawasul, tahlil, istigasah, zikir bersama, peringatan maulid,manakib, ngalab berkah dan lain-lain. Dan NU berkembang karena NUkultural.Dalam penelitian ini akan diuraikan tentang hal yang menjadi rumusanmasalah yaitu bagaimana kontribusi NU kultural dalam menghadapigolongan takfiri di Indonesia. Adapun maksud dan tujuan penulisanjurnal ini adalah untuk mengetahui kontribusi NU kultural dalammenghadapi golongan takfiri di Indonesia. Penelitian ini merupakanpenelitian kepustakaan (library research) yang menitikberatkanpembahasan yang bersifat literer. Metode pengumpulan datamenggunakan sumber primer dan sekunder. Adapun analisis datanyamenggunakan analisis isi (content analysis). Dalam tulisan inidiungkapkan bahwa prinsip gerakan NU kultural metodologinya samayang dilakukan ketika zaman Walisongo yaitu Al-muhafazhah ‘ala al-qadimash-shalih wa al-akhdz bi al-jadid al-ashlah (menjaga tradisi lama yang baik,sambil menerima tradisi baru yang baik).
PERJUMPAAN SAINS (FILSAFAT) DAN AGAMA REFLEKSI ON GOING PROCESS STUDI ISLAM DI PTAI Mahfudz Junaedi
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 17 No 1 (2017): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v17i1.925

Abstract

Terabaikannya fakta-fakta dasar ilmiah yang sangat luas, denganmeremehkan hakikat sains, metodologi, dan lingkup validitasnya.Meskipun dalam realitas kehidupan, terdapat relasi yang kuatAllah/Tuhan, filsafat, dan sains modern. Hal ini terlihat dari adanyapengaplingan atau pengkotak-kotakan yang rigid dalam bidang ilmu,sehingga tidak saling menyapa. Pemisahan ini bertolak dari paradigmailmu yang dikembangkan Barat, yaitu knowledge for power, sementara padasisi lain, ilmu-ilmu agama berparadigma knowledge for living. Dari duaparadigma ini, kemudian melahirkan dua wajah peradaban yang berbeda.Paradigma pertama telah menjadikan ilmu sebagai tandingan Tuhan atauTuhan Baru yang memperlakukan objeknya dengan semena-mena,sedangkan paradigam kedua lebih menekankan ilmu sebagai media untukhidup lebih baik secara berdampingkan. Dari sisilah, tulis ini hendakmempertemukan antara sains dan agama dalam perjumpaan yang salingmenyapa dan mendialogkan antar keduanya, baik dalam wilayah ajaranmaupun kelembagaan. Pada lembaga PTAI/PTAIS mempertemukankedua kutub sains dan agama merupakan tuntutan peradaban modernterutama pada metodologi. Sehingga tragedi dan krisis kemanusiaan sertalingkungan hidup, dapat ditemukan solusinya melalui ilmu yang sejakawal diciptakan manusia untuk kemaslahatan dan memudahkankehidupan manusia.
PENGARUH RASIONALISASI TERHADAP KAUM PEREMPUAN DI INDONESIA (Telah Sosial-Pendidikan) Lilis Patimah
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 17 No 1 (2017): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v17i1.924

Abstract

Kehidupan adalah realitas. Ini keniscayaan yang tidak bisa di tolak olehsiapapun. Realitas seperti ini sering disebut dengan kebudayaan. Dalamaras ini ada realitas kehidupan kaum perempuan yang entah sejak kapansampai hari ini masih berada di sudut-sudut dan pinggir pinggir social.Mereka dalam realitas ini juga, masih di pandang sebagai makhluk tuhankelas ke dua, separuh harga laki-laki sebagai pembantu. tergantung padalaki-laki dan sering kali di perlakukan dengan bahasa yang mungkin agakkasar,setengah budak. Hak-hak mereka lalu dibatasi pada wilayahwilayahkehidupan yang sangat eksklusif dan marginal rumah tangga.Kesetaraan jender memposisikan laki-laki dan perempuan sebagaimakhluk yang sama-sama punya potensi dan berkreasi sebagaimanalayaknya laki-laki. Laki-laki dan perempuan adalah makhluk tuhan yangdikaruniai kelebihan dan kekurangan untuk saling melengkapi kelebihandan kekuranganya, tidak bisa kemudian laki-laki lebih istimewadibandingkan perempuan. Jarak biologis laki-laki dan perempuan adalahdengan segala phisikly yang berbeda sesungguhnya adalah terdapatpelajaran dari Tuhan yang dalam maknanya, terutama untukkeberlangsungan peradaban kemanusiaan.
TANGGUNG JAWAB PENDIDIK TERHADAP PENDIDIKAN FISIK DAN PSIKIS ANAK DALAM ISLAM Fu’ad Arif Noor
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 17 No 1 (2017): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v17i1.923

Abstract

The meaning of the term is “ready to accept responsibility or duty obligations”.The sense of responsibility that should be very easy to understand by everyone. Butif asked to do so in accordance with the earlier definition of responsibilities, thereis often still find it hard, had a problem, there are even people who feel inadequateif given him a sense of responsibility. Most people dodge responsibility, because it'smuch easier to avoid responsibility, rather than accept responsibility. Many peopledodge responsibility, because it's easier to shift responsibility, rather than stand upboldly and declare unequivocally that, It's my responsibility. Many people are veryhappy with the throwing shoulder its responsibilities to other people.Hence came a proverb, hidden stone throwing hand. A proverb that mean someone who does not dare to be responsible for his own behavior, so he let others bearthe burden of responsibility. Could also be interpreted as some one who escaperesponsibility, and love looking for scapegoats to save himself from actions thatharm others. Some people, because they can not understand the meaning ofresponsibility; often in his life very fond of self-defense with the words, It was notmy fault. Too many people are in vain, to spend time to avoid responsibility byblaming the other person, rather than to accept responsibility, and bravely face anychallenge in front of him.Many events in this country, which is caused by people who are not responsible,instead often won or excessive relief granted by the environment with highlyimplausible. It's very sad. At the present time, many people who dodgeresponsibility, because they have gained from that attitude. More teragis again, offthat responsibility is often supported by a nearby neighborhood, his friends, hischildren, his boss, his son, even supported by his wife or her husband. Can be seen,for example, corruption, and manipulation. Most of the people in the nearbyenvironment were supportive, because they are all bound to feel the results of it'scorruption or manipulation. Prophet Muhammad Prophet's sayings: Everyone ofyou is a leader, and you are responsible for the leadership ". (Al-Hadith, SahihBukhari - Muslim).
MODEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF KEPALA MADRASAH Abdul Kholiq
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 17 No 1 (2017): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v17i1.922

Abstract

Model Kepemimpinan transformasional adalah pola pemimpin yangmempunyai kekuatan untuk mempengaruhi bawahan dengan cara-caratertentu. Bawahan merasa percaya, kagum, loyal dan hormat terhadappimpinan. Bawahan termotivasi untuk berbuat lebih banyak dari apa yangbiasa dilakukan dan diharapkannya. Model kepemimpinan transformatifkepala madrasah merupakan bagian esensial dari suatu organisasipendidikan, bahkan merupakan hal yang sangat urgen dalam berjalannyaorganisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang bersifatinstitusional maupun nasional. Prinsip-prinsip kepemimpinan kepalamadrasah adalah kejujuran (amanah), adil, musyawarah (syura), etikatauhid dan amr ma’ruf nahi munkar. Pemimpin perlu memilikikemampuan untuk menentukan tindakan-tindakan yang perlu diambilguna mencapai tujuan kelompoknya. Untuk itu diperlukan suatupengertian mengenai tindakan-tindakan dari pemimpin tersebut agarberpengaruh kepada anggota-anggota kelompok dan pekerjaan yangbersangkutan. Akan tetapi kemampuan tersebut tidak hanya dalampengambilan keputusan saja. Perilaku kepemimpinan yang dibutuhkanseperti objektivitas terhadap hubungan dan perilaku manusia, mampuberkomunikasi, wibawa, kesadaran diri, dan mengajar.
SPIRITUALISASI TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MEMBANGUN PERADABAN YANG HARMONIS RELIGIUS Z. Sukawi
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 17 No 1 (2017): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v17i1.921

Abstract

Perkembangan teknologi informasi perlu pelibatkan spiritual baik sebagaidasar pijakan, arah pengembangan dan orientasi penggunaan sertapenyempurnaanya. Spiritualisasi teknologi informasi memberikan posisi,peran dan fungsi yang sangat strategis agar semakin menguatkan fungsidan peran manusia sebagai hamba dan khalifah-Nya.Al-Qur’an sebagai kalamullah telah memberikan inspirasi akan perlunyaharmoni, keseimbangan, keberimbangan dan ketepatan dalam prosespengelolaan dan pengembangan teknologi informasi untuk meningkatkankapasitasnya menuju kesempurnaan untuk semakin mendekatkan diripada Allah. System spiritualisasi yang ditawarkan untuk menjalani prosesdan tahapan pengembangan teknologi informasi dengan mendasarkankonsep iqra, tauhid, ibadah dan maslahah.
PEMAKNAAN JAWA PEGON DALAM MEMAHAMI KITAB KUNING DI PESANTREN Sri Wahyuni; Rustam Ibrahim
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 17 No 1 (2017): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v17i1.920

Abstract

Pondok Pesantren dapat digolongkan menjadi dua yaitu PondokPesantren modern dan Pondok Pesantren salaf. Pondok Pesantrenmengajarkan kitab suci Al-Qur’an dan pengkajian kitab kuning, baik itumodern maupun salaf. Namun yang menjadi ciri khas dari PondokPesantren salaf adalah kitab berbahasa arab gundul kemudian diterjemahdengan bahasa jawa pegon. Huruf pegon lahir di kalangan PondokPesantren untuk memaknai atau menerjamahkan kitab-kitab berbahasaArab ke dalam bahasa Jawa atau Indonesia untuk mempermudahpenulisannya, karena penulisan arab dimulai dari kanan ke kiri, begitupula menulis pegon, sedangkan penulisan latin dimulai dari kiri ke kanan.Meskipun di lingkungan luar pesantren juga ada pembelajaran kitab,namun sulit sekali ditemukan pembelajaran kitab kuning (kitab gundul)yang menggunakan bahasa jawa pegon atau tulisan arab yangmenggunakan bahasa jawa, hanya saja mereka menggunakan kitab yangsudah diartikan dengan bahasa Indonesia secara langsung.Dalam Penulisannya, Pegon yang berupa huruf vokal diwakili denganhuruf-huruf yang dalam tulisan Arab berfungsi untuk memanjangkanbacaan huruf, yakni alif ( ا). wawu ( و), dan yak ( ي), Sedangkan hurufkonsonan ditulisan Arab Pegon diwakili oleh huruf-huruf hijaiyyah yangmirip bunyinya, seperti "n" dengan huruf nun, “m” dengan mim dan lainlain.Misalnya kata makan dituliskan dengan huruf mim, alif, kaf, alif dannun menjadi ماكان dan kata belajar dengan huruf ba, lam, alif, jim, alif, danro’ بلاجار . Selain huruf yang sudah ada padanannya, untuk huruf yangtidak ada dalam abjad hijaiyyah seperti bunyi sengau “ng” atau dan huruf“c”, dipakai huruf tertentu dengan menambahkan titik tiga: Ng denganghoin(ݞ) titik tiga dan c dengan jim( چ) titik tiga.

Page 1 of 1 | Total Record : 9