cover
Contact Name
Sri Haryanto
Contact Email
manarulquran@unsiq.ac.id
Phone
+62286-321873
Journal Mail Official
manarulquran@unsiq.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kalibeber Km. 03 Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam
ISSN : 14127075     EISSN : 26154811     DOI : https://doi.org/10.32699/mq
Core Subject : Religion,
Manarul Quran adalah terbitan berkala ilmiah dengan nomor ISSN 1412-7075 (print), 2615-4811 (online) yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo, jurnal ini terbit sejak tahun 2001. Manarul Quran merupakan wahana desiminasi hasil riset dan kajian studi islam dengan fokus pada kajian dan hasil riset tentang Islamic Culture, Islamic Studies, Gender Studies. Al-Quran Studies, Islam and Science Integration, dan Al-Quran and Science Integration.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an" : 13 Documents clear
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM KESETARAAN GENDER DI PPTQ AL-ASY’ARIYYAH KALIBEBER WONOSOBO Sofan Rizqi
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v18i2.948

Abstract

Dalam dunia pesantren, pendidikan tentang gender memiliki peran yangsangat penting, karena pesantren sendiri sebagai salah satu lembagapendidikan tertua di Indonesia dan memiliki peran besar dalam halsosialisasi pendidikan gender. Hal ini disebabkan adanya perubahanmendasar dalam proses sosial gender yang menuju arah egaliter dan salahsatunya berasal dari lingkungan pesantren.Di dalam lingkungan pesantren sendiri, seorang kyai dan bu nyaimemiliki peranan dalam mendistribusikan nilai-nilai luhur Islam kepadapara santri pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Prosestransfer berikutnya dilakukan oleh para santri sebagai garda terdepandalam dakwah Islam yang seharusnya memiliki wacana keagamaan yangluas tentang pendidikan gender.Namun demikian, pada kenyataannya pengetahuan tentang pendidikankesetaraan gender masih sering menjadi polemik di lingkungan pesantren.Bahkan upaya untuk mensosialisasi ini tak jarang mendapatkan resistensidari sebagian kalangan pesantren. Termasuk di PPTQ Al-Asy’ariyyahsendiri, hal ini dikarenakan anggapan bahwa gender merupakan produkbarat yang berkembang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
SANTRI DAN KONSERVASI LINGKUNGAN (Studi Pandangan Hidup Santri di Kawasan Pegunungan Dieng) Muhtar Sofwan Hidayat; Fasichul Lisan
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v18i2.947

Abstract

Environmental issues are receiving great attention from almost all countries in theworld. But unfortunately until now the rate of environmental damage is stillongoing which resulted in frequent occurrence of natural disasters. Especially inthe Dieng mountains in the last few decades there are frequent landslides andfloods. Environmental damage occurs due to the exploration of natural resourcesto meet the needs of human beings without regard to environmental sustainability.The utilization of the environment without regard to environmental sustainabilityleads to more exploitation that leads to environmental crises and disadvantages thecommunity.In the midst of incessant environmental problems that are increasinglyuncooperative with human beings emerged a caring attitude and interestingresponse that emerged from the santri. Conservation efforts by cultivatingcultivation from potato plant to carica plant begins by some farmers whonotabenenya is dropout pesantren (santri). The concern of santri on theenvironment becomes an interesting phenomenon to be studied. Because invarious parts of the world emerge a series of issues of religious fundamentalism,precisely dieng Dieng Islam comes with a completely different face, they are moreresponsive and enthusiastic to be active in environmental control efforts.Departure from the phenomenon then there are two problems that want to answerresearchers that is how the process of environmental conservation in the mountainarea Dieng? and How the view of life santri Dieng mountainous area thatencourages the conservation of agricultural land? This research usesphenomenology approach to reveal the view of life of santri in Dieng mountains.The result of this research reveals the life view which is used as the foundation bythe santri is hablum minal 'nature so the conservation of the environment is amanifestation of their love to nature, both hubbul Waton minal their faith sees thatlove the homeland part of the faith they manifest by doing environmentalConservation. Third, their awareness as khalifatullah fil ard. Thus, theconservation efforts undertaken by the santri depart from their sense ofresponsibility as the Caliph on earth.
TAFSIR MUQARAN IBNU KATSIR DAN AL-MARAGHI Q.S. AL-ISRA’: 1 Nasokah Nasokah
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v18i2.946

Abstract

Tafsir Muqaran adalah penafsiran al-Qur’an yang membandingkanpenafsiran dari beberapa mufasir. Lafadz muqarran berasal dari kata arabyakni: ( المقارنة ) yang berarti perbandingan. Metode tafsir al-muqarranyang dimaksudkan penulis disini adalah sebagaimana yang diketahui olehal-Farmawi yakni suatu metode tafsir al-Qur’an dengan mengemukakanayat-ayat al-Qur’an yang ditulis oleh sejumlah para mufasir, dimanaseorang mufasir menghimpun sejumlah ayat-ayat al-Qur’an, kemudianmenulis kaji dan teliti penafsiran sejumlah mufasir mengenai ayat tersebutmelalui kitab-kitab tafsir mereka. Apakah mereka penafsir dari generasisalaf atau khalaf, apakah mereka itu tafsir bi al-matsur, atau tafsir bira’yi. Dalam hal ini penulis akan membandingkan antara tafsir IbnuKatsir dengan al-Maraghi tentang Q.S. al-Isra’: 1. Dari metode tafsir almuqarrandisini penulis berharap bisa meneliti dan berusaha membuatbandingan arah dan kecenderungan antara tafsir ibnu katsir dan maraghidan berusaha menganalisa apa yang menjadi background mereka,sehingga kecenderungan mereka dapat dilihat dengan jelas apakah hanyacenderung dengan aspek i’rab dan balaghah, kisah dan peristiwa yangirrasional tanpa dalil aqli dan naqli, atau kecenderungan pada salah satumadzhab ataukah mereka terpengaruh dengan ide-ide ilmu alam atauteori-teori ilmiah lainnya.
PENANAMAN NILAI-NILAI KEJUJURAN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP TAKHASSUS AL-QUR’AN WONOSOBO Nur Farida
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v18i2.945

Abstract

The problem that prompted the authors to conduct this study is the lack ofparental role at home in instilling the values of honesty in children whichimpact on the child in school. In addition, the role of teachers in schoolsin an effort to instill the values of honesty in learning Islamic education itis still less than the maximum, especially in junior high school TakhassusAl-Quran Wonosobo. Therefore the role of parents at home and teachersat school learning Islamic education is very important in the context ofgrowing the value of honesty in children, especially in junior high schoolTakhassus Al-Quran Wonosobo. This study is a qualitative field researchwith the descriptive type of approach. Sampling by purposive sampling, iein accordance with the purpose of research conducted. Samples taken atrandom as much as 25% or 68 respondents from the general populationeighth grade junior high school Takhassus Al-Quran Wonosobo,amounting to 273 learners. The methods used to collect data include:methods of observation, interviews, document study methods, and, in thequestionnaire method. The technique of data analysis is descriptiveanalysis using qualitative techniques.The results based on interviews showed that 70% of students answered yes(positive) and supports the efforts of planting the value of honesty inlearning Islamic education in junior high school Takhassus Al-QuranWonosobo, based on calculations on any number of items showed that 67or 98.53% of students stated that they supported the planting value ofhonesty in learning Islamic education, and calculations based on eachanswer option indicates that as many as 70.15% of students expressed apositive attitude towards planting efforts in the values of honesty in juniorhigh school Takhassus Al-Qur 'an Wonosobo.
STUDI KOMPARASI KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER ANAKMENURUT AL-GHAZALI DAN THOMAS LICKONA Nur Zaidi Salim; Djam’annuri Djam’annuri; Aminullah Aminullah
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v18i2.944

Abstract

Pendidikan merupakan sesuatu yang urgen untuk diperhatikan dalampembentukan karakter. Karena karakter memiliki potensi yang perluuntuk ditumbuhkembangkan. Selain itu Pendidikan karakter merupakanbagian terpenting dari seluruh proses pertumbuhan manusia. Berkualitasatau tidaknya ia di masa dewasa sangat dipengaruhi oleh prosespengasuhan dan karakter pendidikan yang diterimanya.Al-Ghazali memiliki konsep pendidikan Karakter yang holistik yaitumencakup aspek spiritual, moral, sosial, kognitif dan fisik. Tujuanpendidikannya pun tidak terbatas pada taqorrub ila Allah tapi jugapengembangan potensi jasmani dan rohani. Hal itu karena Al-Ghazalimemandang sebagai pribadi yang dilahirkan dengan potensi-potensinyadan mempunyai kecenderungan fitrah ke arah baik dan buruk sehinggasangat memerlukan pendidikan. Adapun materi pendidikan yangditetapkan AlGhazali adalah berdasarkan aspek-aspek pendidikan yangdirumuskannya. Sedangkan metode pendidikan yang ditetapkannyaadalah bervariasi dan tentunya hal itu disesuaikan dengan periodisasianak.Konsep pendidikan karakter dalam pemikiran Thomas Lickona sebagaiupaya untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan yanghasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang berupa tingkah lakuyang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerjakeras dan sebagainya. Tujuan pendidikan karakter adalah menanamkankebiasaan yang baik, sehingga peserta didik paham, mampu merasakan,dan mau melakukan yang baik. Pendidikan karakter membawa misi yangsama dengan pendidikan akhlak atau pendidikan moral. Thomas Lickonamengatakan bahwa dasar hukum moralitas yang harus diterapkan dalamdunia pendidikan sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran agama dalam kitabsuci, dan implikasi dari dasar hukum moralitas ini berlaku secarauniversal.
PANDANGAN ISLAM TENTANG AKHLAK DAN PERUBAHAN SERTA KONSEPTUALISASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Ali Imron
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v18i2.943

Abstract

Islam is a religion in which it contains teachings related to worship(mahdah) as well as social problems of society (ghoiru mahdah). Not apartalso discusses the morals and changes, the decline of the Qur'an and theprophet Muhammad is a package given to God to make changes andimprovements of morals. In addition to bringing the moral correction, theProphet is also the pioneer of social change.The fundamental question of why the main target of the ProphetMuhammad matters, it is interesting to do further reflection. As we arewitnessing at this time, it is not an economic problem that causes acountry destroyed but more due to the destruction of morals. Hence manis essentially on this moral issue that distinguishes it from animals.Humans is given the responsibility to be a khalifah on earth, whosehuman purpose is given the ability to manage change better.Human nature is to have innovation to change to the better. The abilityand power to make this change has been given by God since the man wasborn. Even in the Qur'an it is emphasized by man to change that Allahwill not change the state of a people until they change it themselves. Thisis a right of power given by God to his servant with regard to the ability tomake changes. Of course a better change in the field of morals. Thechange of bad character (madzmumah) to good morality (mahmudah)needed a vehicle to instill it, the vehicle that is deemed capable is Islamiceducational institution. Therefore the position of Islamic education is veryimportant to translate the teachings of Islam relating to morals and change.
PENDIDIKAN MENSTRUASI REMAJA PUTRI DALAM AL QUR’AN (Kajian Surat Al Baqarah :222) Asep Sunarko
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v18i2.942

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang bahwasanya masalah menstuasi seringkalidiangkap masalah yang sepele oleh muslimah milenial sehingga perludibahas dan diteliti ulang berdasarkan Al-Qur’an Surat Al Baqarah Ayat222. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isi dan kandungan Q.S AlBaqarah Ayat 222, problematika yang dihadapi muslimah milenial dalammasalah kesehatan menstruasi dan solusi serta pendidikan yang harusdiberikan kepada mereka terkait kesehatan menstruasi.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitiankepustakaan. Sumber data yang dipakai dalam penelitian ini adalahsumber data primer yaitu berupa Al-Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 222,dan data sekunder yang berupa buku-buku dan literatur yang relevandengan judul penelitian ini. Untuk pengumpulan data menggunakanmetode penelitian kajian ayat yang pengumpulan datanya dilakukandengan menghimpun data-data dari berbagai sumber literatur yang sudahada. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan analisis isi danmetode tahlily.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatanmenstruasi bagi muslimah milenial sangat dipengaruhi oleh kesehatanpsikologi dan kesehatan sosial sehingga peran pendidikan kesehatan danpendidikan agama sangat dibutuhkan bagi muslimah milenial untukmenghadapi menstruasi mereka.
INTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN ‘ILM AL-ASHWAT (Studi kasus terhadap mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UNSIQ Wonosobo) Chairani Astina; Rifqi Aulia Rahman
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v18i2.941

Abstract

Konsep dasar internalisasi nilai-nilai karakter adalah suatu prosesmemasukkan nilai atau memasukkan sikap ideal yang sebelumnyadianggap berada di luar, agar tergabung dalam pemikiran seseorang dalampemikiran, keterampilan dan sikap pandang hidup seseorang. Penanamannilai-nilai karakter yang menjadi aktualisasi visi dan misi universitasmendapat banyak hambatan dan rintangan. Hal itu dikarenakanpendekatan dan metode penanaman nilai-nilai karakter di dalam kelasperkuliahan hanya melalui metode ceramah atau mengajarkan konsepkonsep.Jadinya, nilai-nilai karakter tersebut bukan untuk diterapkan dandibiasakan, namun sekedar untuk dipahami dan dihafal. Penelitian inimengidentifikasi butir-butir nilai karakter yang ditanamkan dalam prosespembelajaran dan materi ajar ‘ilm al-ashwat. Begitu juga dengan metodeinternalisasi nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran ‘ilm al-ashwat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran ‘Ilm alashwatterdapat beberapa nilai karakter yang ditanamkan kepadamahasiswa. Nilai-nilai karakter tersebut terbagi menjadi dua kategori:Pertama, nilai-nilai karakter yang tersirat dalam metode pembelajaran ‘ilmal-ashwat yang meliputi : Percaya diri ( الثقة بالنفس ), Tanggung jawabمسئولية) ), Gemar membaca ( حب القراءة ), Menghargai prestasi ( (تقدير الإنجازdan Rasa ingin tahu ( حب الإستطلاع ). Kedua, nilai-nilai karakter yang tersiratdalam materi ajar ‘ilm al-ashwat yang meliputi : jujur ( الصدق ), disiplinالإنضباط) ), Komunikatif ( الإتصالي ) dan Religius ( الموقف الديني ). Selanjutnya,proses internalisasi nilai-nilai karakternya: Pertama, menggunakan metodeketeladanan, menentukan prioritas,dan Refleksi.
MENGKRITISI TIPOLOGI HUBUNGAN SAINS DAN AGAMA IAN G. BARBOUR Mahfudz Junaedi
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v18i2.939

Abstract

Sejarah interaksi antara agama dan sains mengambil beragam bentuk dantipologi. Temuan-temuan baru dalam sains menantang gagasan-gagasankeagamaan klasik, beberapa pemikir terbelah, ada yang berupayamempertahankan doktrin tradisional, dan beberapa meninggalkan tradisidengan merumuskan kembali konsep keagamaan secara ilmiah. Dengantinjauan yang kritis dan berimbang, ada empat tipologi hubungan sainsdan agama menjadi empat ragam tipologi: Konflik, Independensi, Dialog,dan Integrasi. Isu-isu penting untuk menanyakan tentang hubungan sainsdan agama terhadap “bagaimana manusia pertama muncul”. Agama dansains menawarkan jawaban yang berbeda, agama berbicara tentang Adam(hasil) ciptaan Tuhan.Sementara sains berbicara tentang manusia sebagaiproduk Evolusi. Kondisi ini menunjukkan hubungan sains dan agamamasih pada hubungan konflik, dan masih jauh poda pola hubunganindependensi, dan atau dialog, apalagi tipologi hubungan integrasi.Makalah ini hendak membaca kembali lanskap pemikiran Ian G. Barbourseorang pemikir yang memiliki dua disiplin sekaligus, fisika dan teologi,mencoba memetakan empat mazhab hubungan sains dan agamameskipun selalu mengandung simplikasi pada isu-isu evolusi, kosmologi,fisika kuantum, genetika dan neurosains. Wacana ini menjadi pentingmengingat agama dan sanis merupakan dua di antara kekuatan-kekuatanutama yang mempengaruhi nasib sejarah kemanusiaan, dulu, kini, danmasa depan.bahwa masa depan peradaban manusia ditentukan oleh sikapgenerasi sekarang terhadap hubungan antara agama dan sains.
GENEALOGI TAREQAT PESANTREN SEBAGAI BASIS PEMBENTUKAN KESALEHAN Moh. Sakir
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 18 No 2 (2018): Manarul Qur'an
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v18i2.940

Abstract

Pesantren hari ini dihadapkan pada pergolakan ideologi yang panjang, iatidak hanya mentransfer ilmu-ilmu keagamaan yang diajarkan olehseorang kiai kepada santrinya, tetapi juga pembentukan kesalehan pribadisantri melalui basis perkembangan dan ajaran tarekat yang dianut olehseorang pengasuh pondok pesantren. Oleh sebab itu, hubungan santri dankiai atau murid dan mursyid dalam pesantren menjadi genealogi keilmuanmaupun spiritual tersendiri bagi santri. Pengasuh pesantren biasanya jugatermasuk guru tarekat yang akan menjaga moral agama ada ikatanhubungan batin moralitas yang diikat oleh tradisi tarekat. Dengandemikian perkembangan tarekat yang ada di pesantren memilikihubungan yang erat antara pesantren yang satu dengan yang lainwalaupun kadang-kadang para pengasuhnya menganut aliran tarekat yangberbeda bahkan berafiliasi ke partai politik yang berbeda, tetapi merekapara pengasuh pesantren diikat oleh sebuah kelompok yang diwadahidengan Jam’iyyah Ahlith Tariqoh An Nahdliyah yang merupakan wadahresmi perkumpulan para tareqoh yang sah diakui oleh kalangan kaumpesantren.

Page 1 of 2 | Total Record : 13