cover
Contact Name
Sri Haryanto
Contact Email
manarulquran@unsiq.ac.id
Phone
+62286-321873
Journal Mail Official
manarulquran@unsiq.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kalibeber Km. 03 Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam
ISSN : 14127075     EISSN : 26154811     DOI : https://doi.org/10.32699/mq
Core Subject : Religion,
Manarul Quran adalah terbitan berkala ilmiah dengan nomor ISSN 1412-7075 (print), 2615-4811 (online) yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo, jurnal ini terbit sejak tahun 2001. Manarul Quran merupakan wahana desiminasi hasil riset dan kajian studi islam dengan fokus pada kajian dan hasil riset tentang Islamic Culture, Islamic Studies, Gender Studies. Al-Quran Studies, Islam and Science Integration, dan Al-Quran and Science Integration.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 21 No 1 (2021): Juni" : 5 Documents clear
THE QUEST FOR AN “INTEGRATED AND INTERCONNECTED” PARADIGM OF ISLAMIC STUDIES IN INDONESIA: A HISTORICAL ACCOUNT Damanhuri Damanhuri
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 21 No 1 (2021): Juni
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v21i1.1913

Abstract

Method of Islamic studies has been a perpetually contested issue among scholars of Islam in both Western universities and Muslim academia as well. Taking the long-standing experience of Indonesian Islamic higher institution as a case study where contestations have been taking place, this paper aims at depicting the dynamic of Islamic studies from its early development to its contemporary and cutting-edge transformation. Drawing on Travelling Theory as its theoretical lens as well as employing Critical Discourse Analysis (CDA) as its method for analyzing the available textual data, this paper argues that an integrated and interconnected paradigm—instead of dualistic or dichotomist ones—of Islamic studies has been increasingly predominant among those engaging in Indonesian Islamic scholarship
IN-DEPTH STUDY: HUKUM ISLAM TENTANG PENGALIHAN AKAD DALAM PEMBIAYAAN MULTIJASA Virastuti Apriliyani; Nurma Khusna Khanifa; M. Elfan Kaukab
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 21 No 1 (2021): Juni
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v21i1.1914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengalihan akad dalam pembiayaan multijasa dan menjelaskan bagaimana analisis Hukum Islam tentang pengalihan akad dalam pembiayaan multijasa di KSPPS Marhamah Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan berjenis penelitian lapangan (field research). Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Untuk mendapatkan data yang valid, penulis menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi non partisipan dengan cara mendatangi langsung ke kantor KSPPS Marhamah Wonosobo dan wawancara kepada Customer Service, Manajer Legal, dan DPS KSPPS Marhamah Wonosobo. Berdasarkan penelitian, tujuan KSPPS Marhamah Wonosobo dalam pengalihan akad dalam pembiayaan multijasa adalah untuk mengatasi pembiayaan bermasalah yang telah jatuh tempo dan masih terdapat sisa pokok pembiayaan dengan cara penagihan intensif dan melakukan restrukturisasi pembiayaan dengan melakukan pengalihan akad dalam pembiayaan multijasa dengan akad ijarah. Kasus ini juga dianalisis dengan Hukum Islam yaitu Fatwa DSN MUI No.44/DSN-MUI/VIII/2004 tentang Pembiayaan Multijasa dan Fatwa DSN MUI No.112/DSN-MUI/2017 tentang Akad Ijarah. Perihal meminimalisir resiko pembiayaan bermasalah yang dilakukan adalah dialihkan menjadi akad rahn tasjily berdasarkan Fatwa DSN MUI No.68/DSN-MUI/III/2008 tentang Rahn Tasjily.
THE TRADITION OF TAHLILAN (THE PRAY FOR THE DEAD): IS IT A LOCAL CULTURE? Anwar Salafuddin
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 21 No 1 (2021): Juni
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v21i1.1915

Abstract

This article discusses the tradition of Tahlilan in Indonesian which has always been the pros and cons. some people claim that Tahlilan is a Hindu and Buddhist heritage and it does not originate from Islam. This research shows that Tahlilan is not a local Javanese product and Hindu and Buddhist heritage but itcomes from the Middle East, especially Yemen, which is the land of the Walisongo ancestors, where the Walisongo were spreader Islam in Indonesia. Tahlil and the ritual of praying for the dead is a Sunni tradition and it is carried out in several countries such as Egypt, Morocco and Yemen. To analyze this problem the author adjusts to the historical approach. The data are taken from media, books and research results related to the tradition of Tahlilan.
PERLINDUNGAN HAM BAGI MINORITAS: PERAN AMNESTY INTERNATIONAL DALAM PENGHENTIAN PROYEK DAKOTA ACCESS PIPELINE Nadya Selma Karamy
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 21 No 1 (2021): Juni
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v21i1.1916

Abstract

Artikel ini menjelaskan bagaimana Amnesty International sebagai aktor transnasional berupaya menghentikan proyek Dakota Access Pipeline (DAPL). DAPL adalah jalur pipa yang dibangun oleh perusahaan minyak dan gas yang bernama Energy Transfers (ET). ET berencana membangun DAPL yang jika selesai akan memiliki panjang 1.886 km dan melewati 4 negara bagian yaitu Dakota Utara, Dakota Selatan, Iowa dan Illlinois. Permasalahan muncul ketika rute ini diungkapkan ke publik karena negara bagian Dakota merupakan tempat tinggal masyarakat asli Amerika, Standing Rock Sioux tribes. Suku Standing Rock mengatakan bahwa DAPL akan mengambil lahan milik mereka dan membuat sumber air minum mereka berisiko terkena cemaran jika jalur pipa DAPL rusak. Ini juga berarti pemerintah Amerika Serikat akan melanggar perjanjian Fort Laramie Treaty 1868 yang menjamin bahwa suku Indian dapat tinggal di tanah reservasi tanpa terganggu. Selain itu, dilanjutkannya rute DAPL artinya melanggar HAM masyarakat adat untuk mendapatkan air bersih dan kehidupan yang layak. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana AI memobilisasi komunitas lokal dan publik terkait pelanggaran HAM pada proyek DAPL dan bagaimana AI adalah organisasi berbasis HAM yang sangat berpengaruh.
INVESTIGASI EMPIRIS PENGELOLAAN WAKAF PRODUKTIF LAHAN PERTANIAN Slamet Wiqoyatul Munadliroh; Aksamawanti Aksamawanti; M. Elfan Kaukab
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 21 No 1 (2021): Juni
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v21i1.1917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa problem dan strategi nazhir wakaf produktif lahan pertanian dan bagaimana dampak pengelolaan wakaf bagi Masjid Mangkuyudho dan kemaslahatan umat. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah analisis interaktif. Kesimpulan penelitian ini: pertama dalam pengelolaan wakaf masih banyak problem yang ditemukan misalnya sumber daya manusia, masalah kelembagaan dan pentasarufan yang belum maksimal. Dengan permasalahan ini diperlukan peningkatan SDM dan pelaksanaan pasal 55 ayat (3) PP Nomor 42 Tahun 2006 tentang pembinaan nazhir oleh BWI. Semua lahan pertanian wakaf produktif dikelola oleh nadzhir dengan menerapkan strategi planing, organizing, actuating, dan controlling. Kedua pengelolaan yang dilakukan nazhir terhadap wakaf produktif di Desa Ketitang masih belum efektif sehingga hasilnya belum berkembang. Pemanfaatan dari hasil panen adalah untuk pembiayaan kebutuhan Masjid Mangkuyudho termasuk renovasi. Hasil panen juga digunakan untuk modal penanaman, perawatan dan perkembangan lahan pertanian selanjutnya. Rencana berikutnya adalah upaya memaslahatkan umat yaitu pendirian TPQ dan mengaktifkan kegiatan pengajian.

Page 1 of 1 | Total Record : 5