cover
Contact Name
Abas Aljauhari
Contact Email
-
Phone
+628568512504
Journal Mail Official
http://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/about/editorialTeam
Editorial Address
Gedung Kementerian Agama Lt. 17 Jl. M.H. Thamrin No.6 Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10340
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Dialog
ISSN : 0126396X     EISSN : 27156230     DOI : -
DIALOG (p-ISSN: 0126-396x, e-ISSN: 2715-6230) is a periodical scientific journal which managed by Secretary of The Research and Development & Educational Training Agency - Ministry of Religious Affairs. This journal first published in 1976. But then, it was officially changed in to an electronic journal in 2018. It is published twice in a year (June and December). This journal is called Dialogue as a vehicle to discuss social, political, and religious issues in society.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 36 No 1 (2013): JURNAL DIALOG" : 9 Documents clear
KONSEP MODERAT YUSUF QARDHAWI: Bashori, Ahmad Dumyathi
Jurnal Dialog Vol 36 No 1 (2013): JURNAL DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.172 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v36i1.73

Abstract

Yusuf Qardhawi is one of prominent Islamic cleric as moderate figure. It is reflected from his ideas and thoughts both in his books and religious speeches. This article explores the reasons why Yusuf Qardhawi was deemed as icon of moderate Islam and also reveals his the standards of moderate. Moderate attitudes, of course, come from the way one understand the sacred text (Qur’an). In this matter, Yusuf Qaradhawi argues the way muslims should understand the nash.
WAKAF TUNAI Zaenurrosyid, A
Jurnal Dialog Vol 36 No 1 (2013): JURNAL DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.706 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v36i1.74

Abstract

Waqf as the way to worship Allah is also as a great potential asset for moslem. This great potential is empowered by various management innovation. Cash Wakaf that has been developed in several countries, in fact, be able to strengthen the economics of Moslem society. In the perspective of Moslem scholars”, not all of them agree with cash waqf. Although there is a different opinion about cash waqf, the majority of them legalized it. Either Hanafi or Maliki legalized cash waqf. Furthermore Hambali Moslem scholar also accept cash waqf and the other is not, while mazhab Syafi’iyah generally does not allow the practice of cash waqf. In the context of Indonesian Law. Law number 41, 2004 legalizes cash waqf, or valuable letter. This article discusses and analyzes cash waqf management at PPPA (The program for children who learn Quran by heart) with the analysis from the perspective of Islamic law and positive law No. 41, 2004. Based on the result of the research, it can be stated that cash money management at PPPA has been relevant with both of the approach of the law, and those developed cash waqf programs included educational institution, health, religion, and society needs services, that recently can reach hundreds of billions.
PEMBANGUNAN EKONOMI DALAM TINJAUAN MAQASHID SYARI’AH Rama, Ali; Makhlan, Makhlan
Jurnal Dialog Vol 36 No 1 (2013): JURNAL DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.152 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v36i1.76

Abstract

Waqf as the way to worship Allah is also as a great potential asset for moslem. This great potential is empowered by various management innovation. Cash Wakaf that has been developed in several countries, in fact, be able to strengthen the economics of Moslem society. In the perspective of Moslem scholars”, not all of them agree with cash waqf. Although there is a different opinion about cash waqf, the majority of them legalized it. Either Hanafi or Maliki legalized cash waqf. Furthermore Hambali Moslem scholar also accept cash waqf and the other is not, while mazhab Syafi’iyah generally does not allow the practice of cash waqf. In the context of Indonesian Law. Law number 41, 2004 legalizes cash waqf, or valuable letter. This article discusses and analyzes cash waqf management at PPPA (The program for children who learn Quran by heart) with the analysis from the perspective of Islamic law and positive law No. 41, 2004. Based on the result of the research, it can be stated that cash money management at PPPA has been relevant with both of the approach of the law, and those developed cash waqf programs included educational institution, health, religion, and society needs services, that recently can reach hundreds of billions.
ISLAM BERBUNGKUS KEARIFAN LOKAL (LOCAL WISDOM): Romdhoni, Ali
Jurnal Dialog Vol 36 No 1 (2013): JURNAL DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.432 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v36i1.80

Abstract

Melalui metode deskriptis, interpretatif dan analitis, tulisan menunjukkan bukti bahwa seni Ketoprak, yang digemari masyarakat ‘abangan’ di Pati, Jawa Tengah, ternyata menyimpan nilai-nilai luhur ajaran Islam. Budaya juga merupakan perwujudan usaha manusia untuk eksis, dan nantinya juga membentuk struktur sosial dan mendorong manusia melakukan pilihan-pilihan strategis sebagai bentuk survival strategy mereka menghadapi lingkungan fisik dan sosialnya. Salah satu bentuk survival strategy dalam penelitian ini adalah pilihan para pekerja seni Ketoprak untuk menampilkan cerita-cerita yang bernuansa keteladanan. Satu tindakan yang membuat warna Ketoprak menjadi “berbeda” dari konteks kelahirannya. Salah satu faktor pendorong pilihan tindakan ini adalah tidak ingin terasing di masyarakat. Ini karena struktur sosial masyarakat di Pati mayoritas santri.
ARGUMEN FORMALISASI HUKUM EKONOMI SYARIAH MD, Ahmad Ali
Jurnal Dialog Vol 36 No 1 (2013): JURNAL DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.977 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v36i1.81

Abstract

This article asserts that Islamic law of economy has a very important position in the national legal system. The Islamic law of economy as part of Islamic law and constitute a solid argument to be used as the basis of national law-making as a whole. The significance of Islamic law of economic is based on historical arguments, sociological, juridical, philosophical, and political. This assertion is refuse whom doubted and looked formalization of Islamic law, particularly the Islamic law of economy, is not important. This conclusion is obtained through alsiyasat al-shar‘iyah and the national legal politics approachs.
GEJALA INTOLERANSI BERAGAMA DI KALANGAN PESERTA DIDIK DAN UPAYA ENANGGULANGANNYA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH Qowaid, Qowaid
Jurnal Dialog Vol 36 No 1 (2013): JURNAL DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.446 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v36i1.82

Abstract

Toleransi beragama merupakan elemen dasar yang dibutuhkan untuk menumbuhkembangkan sikap saling memahami dan menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia. Peserta didik memiliki posisi penting dan potensi besar dalam menciptakan toleransi beragama. Oleh karena itu, timbul pertanyaan seperti apakah tingkat toleransi peserta didik sekolah lanjutan tingkat atas saat ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat toleransi peserta didik sekolah lanjutan tingkat atas di Pulau Jawa dan Sulawesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sikap keberagamaan peserta didik muslim sekolah lanjutan tingkat atas adalah moderat dan cukup toleran, meski juga terlihat munculnya kecenderungan atau gejala sikap intoleran. Intoleransi tersebut berkorelasi dengan faktor internal dan eksternal kegidupan peserta didik. Oleh karena itu diperlukan upaya agar sikap toleran peserta didik semakin meningkat, dan sikap intoleran semakin mengecil, antara lain melalui Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Di antaranya adalah melalui penguatan isi/materi pelajaran yang menekankan faham keagamaan yang moderat, peningkatan profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam, media pembelajarannya, dan penilaian hasil belajar peserta didik, peningkatan motivasi dan komitmen untuk menjadi guru yang profesional.
MODEL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN AGAMA ALTERNATIF: Suprapto, Suprapto
Jurnal Dialog Vol 36 No 1 (2013): JURNAL DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.818 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v36i1.83

Abstract

SDIT Nurul Fikri beralamat di Jalan Situ Indah No. 116 Rt. 06 Rw. 10, Tugu Cimanggis, Kota Depok yang didirikan pada tahun 1993 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Nurul Fikri (YPNF). YPNF merupakan lembaga pendidikan terpadu pertama di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan terpadu di Depok - Jawa Barat. Penyelenggaraan pendidikan agama alternatif di SDIT Nurul Fikri didasarkan latar belakang bahwa a) adanya dikotomi antrara sekolah umum dan sekolah Islam, b) masih tertinggalnya prestasi sekolah Islam dari sekolah umum, (c) adanya kesenjangan antara konsep pendidikan di sekolah dan di rumah, d) adanya kesenjangan antara nilai yang ditanamkan di sekolah dengan output (hasil pada siswa), e) diperlukan keseimbangan antara kognitif, afektif, dan psikomotorik, dan f) adanya porsi pembelajaran agama yang singkat. Kurikulum pendidikan agama dilakukan di dalam kelas melalui KBM pendidikan agama, silabus, dan RPP. KBM pendidikan agama disesuaikan dengan KTSP, yang didalamnya SI dan SKL sesuai dengan yang dikeluarkan oleh Depdiknas. Penanaman agama kepada peserta didik menjadi tugas guru, orang tua, petugas sekolah, yayasan, dan lingkungan. Seluruh tenaga pengajar dipersyaratkan memiliki kualifikasi S1. Proses perekrutan melalui seleksi administrasi, psikologi, kemampuan mengajar, dan interpersonal guru. Pembinaan sumberdaya manusia melalui pemberian motivasi, short course, atau seminar. Rekruitmen peserta didik SDIT Nurul Fikri dilakukan melalui beberapa tahap, pertama, seleksi melalui sosialisasi melalui spanduk, orang tua siswa, dan media masa. Kedua, calon peserta didik diseleksi secara administratif dan psikotes. Sistem evaluasi pembelajaran pendidikan agama dilakukan kepada peserta didik secara normatif sama dengan sistem evaluasi yang lain, yaitu ulangan tengah semester, ulangan sumatif, dan ujuian akhir sekolah. Model evaluasinya adalah unjuk kerja (demonstrasi), tes harian, bulanan, tengah semester, dan akhir semester. Tanggung jawab pembentukan watak bukan semata urusan pembelajaran agama di sekolah. Sekolah menjadi laboratorium persemaian tumbuhnya watak secara egaliter, dan siswa sebagai pelakunya.Semua aktivitas tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama. Semoga dengan begitu, pembelajaran agama tampil sebagai pembelajaran yang mampu berkontribusi kuat dalam melahirkan peserta didik yang berwatak sesuai dengan amanah UU SPN.
MUSLIMS’ VIEWS OF HINDU RELIGIOUS LIFE: Wafiroh, Nihayatul
Jurnal Dialog Vol 36 No 1 (2013): JURNAL DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.865 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v36i1.84

Abstract

This paper discusses Banyuwangi Muslims’ perspectives and experiences when they live in Bali and how Bali with Hinduism to be the majority population influences their religious beliefs and their perspectives of interfaith relations. As data, eleven Banyuwangi Muslims were interviewed. The results are said first that hypothesis that the experiences living with other religions will contribute in their opinion of tolerance does not work hundred percentages since many of interviewees think that living in the different religious environment does not affect anything in term of their views of tolerance. Secondly, although the harmonious relations between Hindu Balinese and Banyuwangi Muslim people had existed, in reality, Hindu Balinese which are the majority population still treat differently for Banyuwangi Muslims. Indeed, it proves that the superiority cannot be truly avoided in the relations between both groups. Being minority does not always affect Banyuwangi Muslims to know the majority religion. Thirdly, the author think that it is because the main reason when they came to Bali is only economy, so everything outside economy will not be interesting for them. Living in Bali, moreover, does not contribute in their understanding of tolerance.
MENCARI SOLUSI PENGEMBANGAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH DI INDONESIA Rusydiana, Aam S.; Devi, Abrista
Jurnal Dialog Vol 36 No 1 (2013): JURNAL DIALOG
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1526.692 KB) | DOI: 10.47655/dialog.v36i1.85

Abstract

LKMS merupakan lembaga keuangan yang berorientasi pada upaya peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Lahirnya lembaga keuangan mikro syariah di Indonesia merupakan salah satu jawaban melihat perkembangan perbankan syariah yang masih terpusat kepada masyarakat menengah ke atas. Faktanya, LKMS telah tumbuh menjadi alternatif pemulihan kondisi perekonomian di Indonesia, khususnya sebagai partner para pengusaha kecil dalam penyediaan modal. Walaupun tumbuh dengan pesat, namun LKMS masih mengalami banyak kendala dalam pengembangannya. Masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh institusi ini baik dari sisi internal maupun eksternal. Penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi penyebab serta faktor-faktor yang dominan menjadi hambatan dalam pengembangan LKMS di Indonesia, dengan pendekatan metode BOCR Analytic Network Process (ANP), termasuk solusi strategis yang diusulkan. Berdasarkan urutan prioritas, maka alternatif aspek menunjukkan bahwa aspek technical menjadi aspek prioritas, selanjutnya diikuti oleh aspek legal/structure, pasar/komunal, dan SDM. Penguraian solusi secara keseluruhan menghasilkan urutan prioritas 1) Pembinaan/ sosialisasi/pendampingan masyarakat menjadi prioritas utama, selanjutnya diikuti oleh 2) inovasi produk, 3) lokasi strategis, 4) kerjasama dengan LKS lainnya, dan 5) menjadikan elemen eksternal sebagai pusat informasi dan media sosialisasi. Sedangkan prioritas strategi yang dianggap dapat meningkatkan pengembangan LKMS di Indonesia terdiri dari: 1) mengoptimalkan peran pemerintah dalam pendanaan, 2) melakukan koordinasi dengan PINBUK, dan 3) linkage program LKMS-BMT-BPRS-Bank Umum Syariah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9