cover
Contact Name
Abas Aljauhari
Contact Email
-
Phone
+628568512504
Journal Mail Official
http://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/about/editorialTeam
Editorial Address
Gedung Kementerian Agama Lt. 17 Jl. M.H. Thamrin No.6 Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10340
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Dialog
ISSN : 0126396X     EISSN : 27156230     DOI : -
DIALOG (p-ISSN: 0126-396x, e-ISSN: 2715-6230) is a periodical scientific journal which managed by Secretary of The Research and Development & Educational Training Agency - Ministry of Religious Affairs. This journal first published in 1976. But then, it was officially changed in to an electronic journal in 2018. It is published twice in a year (June and December). This journal is called Dialogue as a vehicle to discuss social, political, and religious issues in society.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 42 No 1 (2019): Dialog" : 10 Documents clear
Penerapan Pendekatan Saintifik Dalam Menciptakan Interaksi Edukatif Pada Pelatihan (Study Pada Diklat Model-Pembelajaran Kota Bekasi Tahun 2019) Himayaturohmah, Emma
Jurnal Dialog Vol 42 No 1 (2019): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v42i1.316

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya pemahaman peserta tentang interaksi edukatif dan penerapannya di kelas, khususnya bagi guru Madrasah. Rendahnya kemampuan pemahaman dan penerapan interaksi edukatif secara langsung berpengaruh pada kurang efektifnya proses pembelajaran, dan rendahnya minat belajar siswa. Tuntutan kurikulum guru diharuskan menerapkan pendekatan saintifik di kelas, sesuai tuntutan kurikulum 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman peserta tentang pendekatan saintifik melalui penerapan interaksi edukatif dalam Diklat Model-Model Pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reserch) pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Peserta Diklat Model Model Pembelajaran bagi Guru Madrasah di Kota Bekasi Jawa Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan saintifik peserta sangat baik selesai mengikuti Diklat. Hal ini tampak dari penilaian peserta tentang penerapan interaksi edukatif oleh widyaiswara. Pada ciri interaksi edukatif 93,33 persen peserta menilai sangat baik pelaksanaannya. Pada pelaksanaan interaksi edukatif di kelas penilaian menunjukkan nilai 86,68 menyatakan sangat baik.
Tradisi Ziarah Kubur Pangeran Wong Agung Wilis Di Pura Langgar Bali Siswayanti, Novita
Jurnal Dialog Vol 42 No 1 (2019): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v42i1.317

Abstract

Tradisi ziarah kubur di Pura Langgar yang dilakukan umat Islam Jawa di Kampung Hindu Desa pakraman Bunutin Bangli Bali sebagai perwujudan dari moderasi beragama dan akulturasi budaya Hindu Bali dan Islam Jawa. Umat Islam Jawa kawitan Pangeran Wong Agung Wilis yang makamnya di Pura Langgar berziarah kubur pada hari sembahyangan umat Hindu. Tujuan kajian ini untuk mengetahui latar belakang ziarah kubur yang dilakukan umat Islam Jawa di Kampung Hindu, mengungkapkan ziarah kubur yang berakulturasi dengan Hindu-Islam Jawa dan mengetahui pemaknaan dari ziarah kubur yang dilakukan oleh umat Islam Jawa di Pura Langgar. Adapun metode penelitian adalah deskriptif interpretatif, menggambarkan fakta dan kenyataan sosial kemudian dianalisis dengan menggunakan pengetahuan, konsep yang ada dalam budaya penganut tradisi ziarah kubur Hindu Bali dan Islam Jawa. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa umat Islam Jawa berziarah kubur ke Pura Langgar sebagai wujud penghormatan kepada leluhur Pangeran Wong Agung Wilis,sebab dalam adat Bali mengetahui kawitan, berbakti kepada leluhur adalah suatu kepatutan. Prosesi ziarah kubur yang dilakukan umat Islam Jawa sesuai dengan tata cara Islam, tetapi mereka juga ikut terlibat dalam adat Bali dana punia dan sajian pesugihan jawa. Tradisi ziarah kubur bagi umat Islam Jawa ke Pura Langgar sebagai wujud penghormatan kepada leluhur, pengakuan ikatan silsilah keturunan dan persaudaraan sesama kawitan Pangeran Wong Agung Wilis, dan berdoa di pelinggih-pelinggih yang ada di Pura Langgar sesuai dengan kebutuhannya.
Dialog Inklusif: Dari Kebenaran Subjektif Menuju Kebenaran Objektif (Tinjauan Semiotik-Hermeneutik Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 30-33) War'i, Muhammad
Jurnal Dialog Vol 42 No 1 (2019): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v42i1.318

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang dialog inklusif dalam al-Quran. Kebutuhan untuk mengetahui hal tersebut sangat mendesak terutama dalam situasi sosial belakangan yang serba timpang. Penelitian terfokus pada analisis surat al-Baqarah ayat 30-33, dengan melihat aspek linguistik, isi dan interpretasinya. Melalui pendekatan Semiotik-Hermeneutik, dapat disimpulkan prinsip-prinsip komunikasi dialogis, yaitu: upaya memulai suatu dialog, adanya sikap terbuka dalam memahami lawan dialog, adanya kepercayaan (trust) antar pelaku dialog, rasionalisasi atas argumentasi yang diungkapkan, tidak simplikatif, saling menghargai pendapat, dan tentunya ada sikap kritis dalam menanggapi wacana yang digulirkan. Berbagai temuan tersebut pada prinsipnya merupakan komponen-komponen yang mesti ada dalam membangun dialog yang terbuka (inklusif). Hakikat dari melakukan dialog inklusif adalah menggeser paradigma dari kebenaran subjektif menuju kebenaran objektif. Proses komunikasi yang mengedepankan kebenaran objektif akan meminimalisir konflik argumentatif terutama dalam dunia maya (cyber space) seperti nyinyir, bulying dan debat kusir. Dialog inklusif adalah cara untuk melihat perbedaan bukan sebagai pemicu konflik tetapi alat untuk saling memahami dan mendorong untuk menuju kebenaran objektif.
MAPPADENDANG SEBAGAI TRADISI BERSAMA KOMUNITAS TO WANI TOLOTANG DENGAN UMAT ISLAM Junida, Dwi Surti
Jurnal Dialog Vol 42 No 1 (2019): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v42i1.319

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk tradisi Mappadendang dan unsur-unsur yang sarat dengan simbol-bimbol keagamaan. Penelitiannya menggunakan pendekatan kualitatif, dengan penjabaran deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian ini ditemukan, pertama tradisi Mappadendang mendasari tradisi kepercayaan kepada dewi sangiang serri wujud dari pernyembahan kepada Dewata SeuwaE dan penghargaan kepada leluhur. Mereka memiliki kewajiban untuk melaksanakan upacara tradisi mappadendang sebagai adat istiadat dan tradisi leluhur yang patut dilestarikan wujud rasa syukur atas limpahan rejeki terhadap hasil panen sawah mereka. Kedua, segala bentuk-bentuk dalam tradisi Mappadendang dalam komunitas ini syarat dengan simbol-simbol keagamaan. Sebagai salah satu cara untuk menghidupkan benda-benda dan makhluk-makhluk sakral yang gaib dalam fikiran dan jiwa para pemeluk komunitas ini. Orang To Lo’ mempercayai benda- benda sebagai lambang kesakralan dalam ritual Paddendang yang memiliki sifat sacred agar terhindar dari Bala’ terhadap segala sesuatu yang dapat menggagalkan panen mereka sehingga tradisi Mappadendang ini harus dilakukan, selain sebagai wujud rasa syukur juga sebagai upaya terhindar dari unsurr yang bersifat profane.
Media Online Dan Perilaku Keberagamaan Muslim Pengalaman Di Indonesia, Malaysia Dan Brunai Darussalam Ridho, Kholis; Humeira, Bintan; Baihaky, Rachmat; Hidayat, Helmi
Jurnal Dialog Vol 42 No 1 (2019): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v42i1.320

Abstract

Dalam riset sebelumnya dimensi perilaku keberagamaan umumnya diukur dengan multi-aspek seperti ritual, pengetahuan keagamaan, kredo, keimanan, konsekuensi individual-sosial, habituasi dan seterusnya, sehingga akhirnya ditemukan faktor yang paling menentukan perilaku keberagamaan seseorang baik sebagai individu atau komunitas. Makalah ini memperluas kajian perilaku keberagamaan tersebut melalui variabel akibat terpaan media online. Pendekatan riset menggunakan mix-methods, dengan metode survey dan observasi langsung kepada 366 responden, melalui teknik quota sampling secara proporsional pada generasi veteran, x, y dan z. Dan hasilnya, media online terbukti menjadi variabel diterminan di antara kombinasi variabel habituasi beragama, pendidikan, kesejahteraan, identitas nasionalisme, dan kesenjangan sosial. Terpaan media online secara langsung berhasil mengubah konservatisme beragama khalayak muslim menjadi lebih moderat, sementara lainnya bersifat simultan dan atau tidak langsung. Selain itu, moderasi kehidupan beragama di lingkup keluarga muslim lebih mungkin dilakukan dibanding kehidupan sosial dan politiknya.
MAKNA TRADISI ZIARAH DAN RITUAL MUBENG BETENG DI MAKAM RAJA-RAJA IMOGIRI, YOGYAKARTA Hayati, Ridha
Jurnal Dialog Vol 42 No 1 (2019): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v42i1.321

Abstract

Tulisan ini membahas tentang tradisi yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tepatnya di Makam raja-raja Mataram yang terletak di Dusun Pajimatan, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Tradisi tersebut adalah ziarah makam. Ziarah ini dilakukan tidak seperti ziarah makam pada umumnya yang dilaksanakan pada waktu-waktu khusus seperti pada malam 1 syura, jum’at kliwon, dan selasa kliwon. Selain berziarah ada hal yang menarik, yaitu masyarakat melakukan ritual “mubeng beteng”. Ritual ini dilakukan dengan mengelilingi pagar benteng dari makam raja-raja Mataram. Pelaksanaan ritual tersebut merupakan simbol-simbol keagamaan yang menarik dilihat untuk mengetahui apa makna dari tindakan dalam ritual mubeng beteng tersebut.
PENGARUH SELF ESTEEM, OPTIMISME DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING GURU HONORER SDN KABUPATEN SERANG Noviantoro, Imam; Saloom, Gazi
Jurnal Dialog Vol 42 No 1 (2019): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v42i1.322

Abstract

Psychological well-being adalah keadaan dimana individu mampu menerima keadaan dirinya secara positif, baik keadaan yang sedang dijalaninya saat ini maupun pengalaman hidupnya termasuk pengalaman yang dianggapnya tidak menyenangkan dan menerima semua itu sebagai bagian dari dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat apakah self esteem, optimisme dan social support secara bersama-sama mempengaruhi psychological well-being guru honorer SDN Kabupaten Serang. Populasi penelitian ini adalah 221 guru honorer SDN Kabupaten Serang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 210 guru honorer. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tekhnik purposive sampling. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif. Validitas alat ukur dalam penelitian ini diuji dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Analisis data menggunakan multiple regression analysis (regresi berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa self esteem, optimisme dan social support secara bersama-sama mempengaruhi psychological well-being. Variabel self esteem dan optimisme berpengaruh signifikan terhadap psychological well-being. Sedangkan variabel dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan informasi, dukungan kelompok, tidak terbukti secara statistik berpengaruh terhadap psychological well-being. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memilih populasi di suatu tempat atau beberapa area saja agar lebih terarah.
MADRASAH DENGAN SISTEM BELAJAR MOVING CLASS Hanun, Farida
Jurnal Dialog Vol 42 No 1 (2019): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v42i1.323

Abstract

Penelitian Madrasah dengan sistem belajar moving class bertujuan mengetahui penyelenggaraan sistem belajar moving class di MTsN Andalan Kota Pekanbaru Propinsi Riau dengan metode kualitatip. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (a) penyelenggaraan sistem belajara moving class memungkinkan proses pembelajaran lebih variatif, dinamis dan tidak jenuh serta menghasilkan mutu lulusan yang berkualitas, (b) faktor pendukung sistem belajar moving class adalah ruang kelas yang representatif dengan berbasis multimedia, dan dukungan kepala madrasah, pendidik, dan peserta didik terhadap peningkatan kualitas pendidikan, (c) faktor penghambatnya yakni kurangnya ketersediaan loker (almari/rak tas), kurang maksimalnya ketersediaan media belajar sesuai dengan mata pelajaran, dan ketidakdisiplinan peserta didik. Rekomendasi penelitian adalah: (a) dalam pelaksanaan pembelajaran, guru dianjurkan memvariasikan metode pembelajaran dan desain kelas agar peserta didik tidak jenuh dengan suasana kelas, (b) madrasah perlu melengkapi ruang kelas dan alat bantu pembelajaran berbasis multimedia di setiap kelas, (c) Direktorat madrasah, perlu melakukan sosialisasi dan monitoring yang intensif untuk memberikan gambaran yang jelas tentang sistem moving class di madrasah, sehingga sistem ini dapat benar-benar dilaksanakan sebagai upaya mengoptimalkan pembelajaran di kelas dan menghasilkan out put yang berkualitas.
Angesthi Sampurnaning Kautaman (ASK) : Sebuah Sistem Kebudayaan di Kota Yogyakarta Fauzah, Titi Isnaini
Jurnal Dialog Vol 42 No 1 (2019): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v42i1.324

Abstract

Ikatan Bathin Keluarga atau paguyuban “Angesthi Sampurnaning Kautaman” (ASK) di Kota Yogyakarta adalah salah satu sistem kemasyarakatan (organisasi) yang bergerak dalam bidang budaya spiritual (sistem kepercayaan), atau lebih dikenal dengan istilah “Aliran/Penghayat Kepercayaan”. Penelitian Studi Kasus dengan pendekatan Deskriptif Kualitatif ini bermaksud mendeskripsikan sejarah lahir ASK, perkembangannya, sumber ajarannya, serta isi dari ajaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang budaya spiritual (sistem kepercayaan), Ikatan Bathin Keluarga ASK telah memenuhi empat syarat/fungsi penting sebuah sistem kemasyarakatan, yakni: Adaptasi (adaptation), Pencapaian tujuan (goal attainment), Integrasi (integration), dan Latensi/pemeliharaan pola-pola yang ada (latency/pattern maintenance) yang dalam teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons disebut dengan istilah AGIL. Keempat fungsi tersebut terlihat dengan sangat jelas, baik dari AD/ART, maupun ajaran yang ada.
BISNIS WISATA HALAL Nurdin, Nasrullah
Jurnal Dialog Vol 42 No 1 (2019): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v42i1.326

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 10