cover
Contact Name
Abas Aljauhari
Contact Email
-
Phone
+628568512504
Journal Mail Official
http://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/about/editorialTeam
Editorial Address
Gedung Kementerian Agama Lt. 17 Jl. M.H. Thamrin No.6 Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10340
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Dialog
ISSN : 0126396X     EISSN : 27156230     DOI : -
DIALOG (p-ISSN: 0126-396x, e-ISSN: 2715-6230) is a periodical scientific journal which managed by Secretary of The Research and Development & Educational Training Agency - Ministry of Religious Affairs. This journal first published in 1976. But then, it was officially changed in to an electronic journal in 2018. It is published twice in a year (June and December). This journal is called Dialogue as a vehicle to discuss social, political, and religious issues in society.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 43 No 1 (2020): Dialog" : 10 Documents clear
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA (MIS) AZ-ZAHRA KOTA BANDUNG Aprily, Nuraly Masum
Jurnal Dialog Vol 43 No 1 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i1.341

Abstract

Abstrak – Penelitian ini membahas tentang penyelenggaraan pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Az-Zahra, dimana MI sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang ada di Indonesia sangat lekat dengan sistem pengajaran dan memuat nilai-nilai ke-Islaman yang begitu kuat untuk ditanamkan menjadi karakter yang baik bagi peserta didik dengan segala kekhasannya. Sehingga kedepannya sekolah-sekolah umum dalam hal ini lembaga pendidikan dasar (SD) dapat mengadaptasi beberapa hal penting dari model pendidikan karakter di madrasah ibtidaiyah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana landasan filosofis yang mendasari pelaksanaan pendidikan karakter di MIS Az-Zahra dan bagaimana proses pelaksanaan pendidikan karakter di madrasah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah 1) landasan filosofis pendidikan karakter di MIS Az-Zahra dituangkan dalam visi dan misi sekolah; 2) Proses penyelenggaraan pendidikan karakter di MIS Az-Zahra melalui empat tahapan yang meliputi: pembiasaan solat berjamaah, pembiasaan tadarrus Qur’an, pembiasaan praktek ibadah, dan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Abstract –This study discusses the implementation of character education in Islamic Madrasah Ibtidaiyah (MIS) Az-Zahra, where MI as one of the Islamic educational institutions in Indonesia is very closely related to the teaching system and contains Islamic values ​​that are so strong to be instilled into character which is good for students with all their peculiarities. So that in the future public schools, in this case elementary education institutions (SD), can adapt some important things from the character education model in madrasah ibtidaiyah. The purpose of this study is to describe how the philosophical foundation that underlies the implementation of character education in MIS Az-Zahra and how the process of implementing character education in the madrasa. This research uses a qualitative approach with a case study research method. Data collected through observation, interviews, documentation studies, and literature studies. Data analysis techniques by data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results of this study are 1) the philosophical foundation of character education at MIS Az-Zahra is outlined in the vision and mission of the school; 2) The process of organizing character education in the MIS Az-Zahra through four stages which include: habituation of the prayer, habituation of the Qur'an tadarrus, habituation of religious practices, and extracurricular activities.
HUBUNGAN KEBERMAKNAAN HIDUP DAN SIKAP TOLERANSI BERAGAMA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS BERBASIS KEAGAMAAN DI PALANGKA RAYA Rahmelia, Silvia
Jurnal Dialog Vol 43 No 1 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i1.345

Abstract

Salah satu hal yang sangat berperan dalam perkembangan individu adalah latar belakang pendidikan atau di mana individu tersebut bersekolah. Terkait dengan hal tersebut, toleransi dan kebermaknaan hidup sangat terkait erat dengan pengalaman individu dalam lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebermaknaan hidup dan toleransi beragama pada siswa sekolah menengah atas berbasis keagamaan di Kota Palangka Raya. Penelitian dilakukan pada enam sekolah berbasis keagamaan di Kota Palangka Raya, yaitu 1) SMA Kristen Palangka Raya; 2) SMA Katolik Santo Petrus Kanisius; 3) SMA IT Hasanka; 4) MAN Kota Palangka Raya; 5) SMA Muhammadiyah 1; dan 6) SMA NU Palangka Raya. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan, bahwa 1) terdapat hubungan antara kebermaknaan hidup dan toleransi beragama pada siswa SMA berbasis keagamaan di Palangka Raya. Hubungan yang terjadi tersebut bersifat positif yang berarti tingginya kebermaknaan hidup ditandai juga dengan tingginya toleransi beragama; 2) kekuatan hubungan antara kebermaknaan hidup dan toleransi beragama pada siswa SMA berbasis keagamaan di Palangka raya termasuk dalam kategori hubungan yang lemah.
NILAI MAQASID AL SYARIAH DALAM PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA Musolin, Muhlil
Jurnal Dialog Vol 43 No 1 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i1.346

Abstract

ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah bahwa ada pihak yang berusaha memembenturkan pancasila dengan ajaran Islam. Mereka menganggap Indonesia dengan menjadikan pancasila sebagai dasar negara adalah sesat. Doktrin seperti itu sudah merambah pada institusi institusi negara yang telah terpapar dengan doktrin tersebut tidak terkecuali pada institusi pendidikan milik negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Sumber referensi diperoleh dari artikel dalam suatu jurnal ilmiah, buku dan referensi terkait dengan topik yang diangkat. Teknik analisis data penggunakan pendekatan reflektif terhadap nilai-nilai maqasid al syariah yang terkandung dalam Pancasila. Kesimpulan penelitian ini yaitu usaha untuk membenturkan pancasila dengan Islam adalah sesuatu yang sia sia karena secara kontektual antara Islam dan pancasila tidak saling bertentangan dan justru dengan melaksanakan pancasila sama halnya dengan mengamalkan ajaran Islam. Pancasila pada dasarnya merupakan implementasi dari nilai nilai Maqasid Al Syariah yang merupakan inti ajaran Islam. Sila sila dalam pancasila yaitu: 1) Ketuhanan Yang Maha Esa, 2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, 3) Persatuan Indonesia, 4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, 5) Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. merupakan implementasi dari nilai maqasid al syariah dari Maslahat kulliyah, Maslahat al-juz'iyyah al-khashshah dan maqasid al syariah dharuriyyat. Kata Kunci: Maqasid Al Syariah, Pancasila, Dasar Negara. ABSTRACT The background of this research is that there are those who try to bang Pancasila with Islamic teachings. They consider Indonesia by making Pancasila as the basis of the state is misguided. Such a doctrine has penetrated the state institutions which have been exposed to the doctrine, including state-owned educational institutions. This research uses a qualitative approach. The data collection method uses library research. Reference sources were obtained from articles in a scientific journal, books and references related to the topics raised. The data analysis technique uses a reflective approach to the values ​​of maqasid al sharia contained in Pancasila. The conclusion of this research is that the effort to clash Pancasila with Islam is something that is futile because contextually between Islam and Pancasila is not in conflict with each other and precisely by implementing Pancasila as well as practicing Islamic teachings. Pancasila is basically an implementation of the values ​​of Maqasid Al Sharia which is the core of Islamic teachings. Precepts in Pancasila, namely: 1) Godhead, 2) Fair and Civilized Humanity, 3) Indonesian Unity, 4) Democracy Led by Wisdom in Consultation / Representation, 5) Social Justice for All Indonesian People. is an implementation of the value of maqasid al syariah from Maslahat kulliyah, Maslahat al-juz'iyyah al-khashshah and maqasid al syariah dharuriyyat. Keywords: Maqasid Al Syariah, Pancasila, State Basis.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN TOLERANSI DI INDONESIA Hadisaputra, Prosmala
Jurnal Dialog Vol 43 No 1 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i1.355

Abstract

Artikel ini mendiskusikan dua rumusan masalah yaitu bagaimana pemetaan kajian pendidikan toleransi di Indonesia, dan bagaimana implementasinya. Artikel ini mempermudah peneliti selanjutnya dalam menentukan tema penelitiannya terhadap pendidikan toleransi. Kajian dilakukan melalui pendekatan literature review secara sistematik. Pencarian data dilakukan melalui google scholar. Untuk mempersempit pencarian, maka dilakukan pembatasan dengan beberapa strategi yaitu; kata kunci “pendidikan toleransi”, in title (semua kata kunci tercakup pada judul), dan tahun terbitan (2015-2020). Penulis menyimpulkan bahwa: 1) berdasarkan pemetaan (maping) terhadap kajian terdahulu, terdapat sejumlah gap yang perlu dikaji oleh peneliti selanjutnya; 2) implementasi pendidikan toleransi dapat dikategorisasikan berdasarkan lokasi implementasinya, yaitu sekolah, pesantren, komunitas pemuda, dan keluarga. Tempat yang paling sering dijadikan lokasi penelitian pendidikan toleransi adalah sekolah dan pesantren, sedangkan tempat penelitian yang jarang dijadikan tempat penelitian pendidikan toleransi adalah komunitas dan keluarga.
MUALAF DI MINAHASA : KESALEHAN BERAGAMA DAN PILIHAN POLITIK Rusli, Almunauwar Bin
Jurnal Dialog Vol 43 No 1 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i1.359

Abstract

This article discusses the mualaf groups in North Minahasa as a Christian bastion : Islam (37,934) and Christians (200,213). Minahasa and Christianity are inseparable from ideology. Islam has inspiring Mualaf life since the beginning of hijrah movement on television. This article employs a qualitative descriptive method with sociological approach. Participatory observations, in-depth interviews and literature studies were conducted at Desa Warisa. The result of research shows that the majority of mualaf groups comes from Minahasan ethnic (Tonsea) and Sanger. They live as farmers, housewives and laborers. They convert from Christianity to Islam because of marriage system. They got Islamic teachings from Insan Kawanua with Ronald Lambey (Muhammad Hamzah). Mualaf is a form of piety to go to heaven by implementing the shari’a as well as being mubaligh in Minahasa. They are not willing to choose political leaders from Christianity because of the injustice problems. They used Majelis Taklim and social media like facebook and whatsapp in order to have a prime position in identity politics battles in Minahasa.
SLOGAN “TORANG SAMUA CIPTAAN TUHAN” DALAM KONTEKS MODERASI BERAGAMA DI KOTA MANADO Yahya, Sudirman
Jurnal Dialog Vol 43 No 1 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i1.361

Abstract

Kota Manado mempunyai masyarakat plural terdiri dari berbagai etnis dan mempunyai 6 (enam) Agama, serta berdekatan dengan ambon, maluku dan Poso yang sudah mengalami masa konflik, sehingga konflik rentan terjadi di Kota manado. Untuk itu perlu penanganan secara preventif melibatkan masyarakat dan pemerintah dalam menangani permasalahan tersebut. Implementasi slogan “torang samua ciptaan Tuhan” dijadikan dasar untuk penerapan moderasi beragama yang difokuskan pada pengamalan agama dan interaksi saling mendukung antara umat beragama sehingga terciptalah moderasi beragama di Kota Manado. Hasil penelitian: 1) Penerapan Implementasi slogan “torang samua ciptaan Tuhan” dalam moderasi beragama aspek ketaatan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, di mana peribadatan umat beragama baik di lingkungan minoritas maupun mayoritas secara umum baik, ketika salah satu agama melaksanakan kegiatan peribadatan maka agama lain menjaga kenyamanan untuk pelaksanaan Ibadah. Salah satu mempermudah penerapan moderasi beragama, karena sudah ada slogan yang tertanam di masyarakat “torang samua ciptaan Tuhan”; 2) Interaksi terjadi baik individu dalam masyarakat, maupun organisasi kemasyarakatan, serta di dukung oleh pemerintah Kota manado, seperti: adanya kegiatan bakti sosial, forum komunikasi antar umat beragama, serta bantuan rumah ibadah.
The IMPLEMENTATION OF LITERACY TREE PROGRAM THROUGH DICE ROLLING METHOD AND COLLABORATIVE LEARNING TO ENHANCE STUDENTS’ LITERACY COMPETENCE AT MIN I KOTA TASIKMALAYA (ENHANCING STUDENTS’ LITERACY COMPETENCE) Purwitri, Heni
Jurnal Dialog Vol 43 No 1 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i1.362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik dengan membuat program pohon literasi kelas dan menumbuhkan sikap disiplin, bertanggungjawab, kerja keras dan kerjasama dengan menerapkan metode lempar dadu dan pembelajaran kolaborasi. Dalam hal ini peneliti melakukan pendalaman pembelajaran literasi dalam materi tematik tentang membaca cerita, dimana siswa akan aktif belajar dan menjadi peran utama dalam proses pembelajaran. Selanjutnya siswa membuat resume singkat dari cerita yang mereka baca menggunakan media pohon literasi. Metode yang digunakan peneliti adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan kualitatif deskriptif yaitu memberikan soal yang berkaitan dengan cerita melalui dua siklus pembelajaran. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pemahaman siswa semakin meningkat dengan rata-rata nilai siklus pertama yaitu 54,93 dan peningkatan signifikan terjadi pada rata-rata nilai siklus kedua yaitu 82,03. Dari data yang diperoleh tersebut dapat dilihat adanya peningkatan hasil belajar dari dua siklus. Dengan demikian model pembelajaran yang digunakan dalam materi tematik sangat bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar dan pemahaman siswa agar proses pembelajaran menjadi lebih baik lagi. This study aims at improving students’ literacy competence by implementing literacy tree program through dice rolling method and collaborative learning, which are expected to promote discipline, responsibility, hard work and teamwork among students. The author went through deep research of literacy learning in thematic lesson related to story reading in which students will be engaged, participate actively, and play the main role during teaching-learning activities. Then afterwards they created short resume of the story using literacy tree media. The method used in this classroom action research (CAR) is qualitative-descriptive, by which the author conducted two learning cycles. The improvement of the average scores was recorded from 54,93 in the first cycle and significantly improved to 82,03 in the second cycle. Regarding the results obtained after two cycles, it is obviously seen the improvement of the average scores as the whole class. Thus, this method used by the author is beneficial to help improve students’ reading comprehension, undergo better learning experience and achieve better learning outcomes.
POTRET PLURALISME AGAMA DALAM MASYARAKAT DI KOTA KUPANG Hutapea, Rinto Hasiholan; iswanto, Iswanto
Jurnal Dialog Vol 43 No 1 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i1.363

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menemukan potret pluralisme agama dalam masyarakat Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kota Kupang memiliki pemahaman yang baik akan pluralisme agama. Hal ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang menghargai perbedaan dan kemajemukan agama, suku, dan ras. Kerukunan umat bergama juga terjalin dengan baik. Hal ini dapat terjadi oleh karena peran pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat yang membangun dialog dalam menyelesaikan konflik yang terjadi antar umat beragama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustakan dan observasi lapangan. Abstract – This study aims to find a portrait of religious pluralism in the people of Kupang City, East Nusa Tenggara. The results showed that the people of Kupang City had a good understanding of religious pluralism. This is reflected in the daily lives of people who respect the diversity and diversity of religious, ethnicities, and races. Religious harmony is also well established. This can happen because of the role of government, religious leaders, and the community that builds dialogue in resolving conflicts that occur between religious communities. The method used in this study is a qualitative method with a library study and field observation approach.
Perjumpaan Awal Misionaris Katolik dan Masyarakat Bali Cakranegara, Joshua Jolly Sucanta
Jurnal Dialog Vol 43 No 1 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i1.364

Abstract

Makalah ini membahas perjumpaan awal misionaris Katolik dan masyarakat Bali dalam konteks akulturasi. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa perkembangan Gereja Katolik di Bali hingga kini tidak terlepas dari penyelarasan iman Katolik dengan kebudayaan setempat, mulai dari ritus peribadatan hingga arsitektur bangunan. Dengan metode sejarah, makalah ini berusaha menelusuri sejarah perjumpaan awal misionaris Katolik di Bali dan upaya mereka dalam membumikan iman Katolik di sana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada awalnya aktivitas penyebaran ajaran Nasrani mendapat perlawanan keras dari masyarakat Bali. Akan tetapi, melalui upaya pengadaptasian budaya setempat oleh misionaris, seperti Pastor J. Kersten, SVD, kehadiran Gereja Katolik dapat diterima oleh masyarakat Bali. Hal inilah yang kemudian diwariskan sehingga potret Gereja Katolik di Bali menjadi seperti saat ini.
TRADISI MAHAR DAN ANTAR HARTA PADA PERKAWINAN MASYARAKAT MUSLIM DI KOTA MANADO (SUATU TINJAUAN SOSIAL KULTURAL) Giu, Andi Rahman
Jurnal Dialog Vol 43 No 1 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i1.365

Abstract

Tradisi masyarakat musim Kota manado seringkali mengalami kegagalan dalam pernikahan karena tidak ada kesepakatan tentang mahar dan antar harta. Hal ini disebabkan karena gaya hidup masyarakat Kota Manado yang semakin tinggi, sehingga melalui para Kiyai, Ustad, tokoh agama diharapkan dapat merubah pola pikir masyarakat tentang mahar dan antar harta. Hasil penelitian menunjukkan tingginya mahar dan antar harta, disebabkan: a) Penghargaan terhadap seorang calon Istri; artinya dengan adanya mahar dan antar harta memberikan pengertian bahwa calon suami bersungguh-sungguh untuk meminang calon Istri, sehingga pihak keluarga calon Istri dapat menerima baik calon suami tersebut. b) Status sosial (bahasa manado adalah “gengsi”); dengan mahar dan antar harta yang tinggi maka keluarga beranggapan bahwa akan mengangkat status sosial keluarga di mata masyarakat tempat di mana mereka tinggal. c) Ada kecenderungan lebih penting antar harta dibandingkan dengan uang mahar, hal ini terjadi karena berkembang di masyarakat yang selalu ditanyakan adalah berapa antar harta. Jadi ketika ada proses peminangan di tengah-tengah masyarakat yang ditanyakan adalah berapa antar hartanya. d) Strata sosial; Kecenderungan tinggi rendahnya mahar dan antar harta tergantung pada strata sosial yang melekat pada calon pengantin.

Page 1 of 1 | Total Record : 10