cover
Contact Name
Rahma Ari Widihastuti
Contact Email
rahmajawa@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285600820277
Journal Mail Official
rahmajawa@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Gedung B8 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2019): Sutasoma" : 12 Documents clear
ASPEK SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA LELAKON KARYA ADNY SRI WAHYUDI Widowati, Kasih
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 7 No 1 (2019): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v7i1.33447

Abstract

Penelitian ini mengenai aspek sosial serta kehidupan masyarakat yang tercermin dalam naskah drama Lelakon karya Andy Sri Wahyudi. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan sosiologi sastra, dengan prespektif teks sastra. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode strukturalisme-semoitik dengan teknik hermeneutik. Data penelitian berupa unsur-unsur yang terdapat dalam naskah drama Lelakon karya Andy Sri Wahyudi. Hasil dari penelitian ini meliputi: 1) struktur pembangun yang terdiri dari penokohan, latar, alur dan dialog. 2) aspek sosial yang berupa aspek ekonomi dan aspek moral. 3) kehidupan maskyarakat seperti kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, dan pelecehan tercermin dalam naskah drama Lelakon karya Andy Sri Wahyudi. Naskah drama Lelakon menjadi cerminan refleksi bagi kehidupan masyarakat pada jaman sekarang. Dalam menjalani hidup usaha dan optimisme harus dilakukan. Usaha apapun dilakukan agar tercapai kebutuhan hidup seperti yang tercermin dalam naskah drama Lelakon karya Andy Sri Wahyudi
SENSUALITAS DALAM LIRIK DANGDUT BERBAHASA JAWA Izzah, Ziyana Olga Niswatul
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 7 No 1 (2019): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v7i1.33449

Abstract

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembaca dalam menginterpretasikan lirik lagu dangdut Jawa yang mengandung sensualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pragmatis yang memberi perhatian utama pada peran pembaca. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Arti dari lirik lagu ini menggunakan teori analisis sastra penerimaan Jauss yang mencakup horizon penerimaan dan horizon ekspektasi juga berfokus pada respons, penerimaan lirik dangdut dengan sensualitas. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis reseptif sinkronis yang melibatkan pembaca kontemporer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuh dari dua belas responden setuju bahwa lirik lagu dangdut dan sensualitas terkait erat. Baik dari judul, tema, lirik, gaya bernyanyi hingga aksi panggung yang mengiringinya, musik dangdut dapat mengundang sensualitas. Bahasa yang digunakan dalam lirik lagu keduanya secara eksplisit menunjukkan pergeseran nilai kesopanan bahasa. Sedangkan lima responden lainnya menyatakan bahwa lirik lagu tersebut hanyalah hiburan untuk memuaskan komunitas pendengar.
A MITOS CERITA SENDHANG JETAKWANGER DI DESA JETAKWANGER KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA Suryani, Endang
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 7 No 1 (2019): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v7i1.33383

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna cerita mitos Sendhang Jetakwanger, jenis dan fungsi mitos cerita Sendhang Jetakwanger bagi masyarakat pendukungnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif didukung dengan teori folklor dan mitos. Data penelitian yang digunakan berupa mitos cerita Sendhang Jetakwanger berupa data lisan dan tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mitos Sendhang Jetakwanger, yaitu 1) mitos ruang dan waktu kosmos, 2) mitos asal-usul penciptaan, 3) mitos lingkungan. Fungsi mitos cerita Sendhang Jetakwanger, adalah 1) fungsi religius, 2) fungsi sosial budaya, 3) fungsi pendidikan, 4) fungsi ekonomi, fungsi pengembangan wisata daerah.
LEGENDA ASAL USUL NAMA-NAMA DESA DI KECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGA Noviyanti, Dwi
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 7 No 1 (2019): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v7i1.33139

Abstract

Legenda terjadinya desa-desa di Purbalingga tidak lepas dari berbagai cerita dan mitos yang dipercaya masyarakat pendukungnya. Cerita tersebut hidup dan menjadi salah satu pelengkap akan rasa kepemilikan desa oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan cerita legenda asal-usul nama desa di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, dan (2) mendeskripsikan faktor yang melahirkan asal-usul nama desa di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif dengan melalui pendekatan folklore, data diperoleh dari sumber data lisan hasil observasi, wawancara mendalam, perekaman dan pendokumentasian yang disajikan dalam bentuk deskripsi. Teknik pemaparan hasil data dilakukan dengan teknik informal. Hasil dari penelitian ini dapat ditemukan (1) deskripsi cerita legenda asal-usul nama desa di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. (2) faktor yang mempengaruhi legenda asal-usul penamaan desa di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Faktor-faktor tersebut adalah (a) orang pertama sebagai pelopor, hadirnya seseorang yang datang ke suatu wilayah yang kemudian nama orang tersebut dijadikan sebagai nama desa di wilayah itu; (b) adanya perbedaan cerita, setiap desa memiliki cerita yang berbeda-beda antara desa satu dengan desa yang satunya walaupun dalam satu kecamatan; (c) adanya perlawanan, di Desa Panican ada 3 orang yang melawan harimau saat akan membuka permukiman baru yang kemudian peristiwa tersebut dijadikan nama desa panican (wani karo macan); dan (d) adanya peninggalan, peninggalan yang berada di Desa Kedungbenda yang berupa emas, dari banyaknya harta benda yang berada disana sehingga dijadikan nama desa.
FAKTA DAN FUNGSI SOSIAL NOVEL TRAH KARYA ATAS S DANUSUBROTO Abani, Marientha Hera
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 7 No 1 (2019): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v7i1.32779

Abstract

Novel Trah  karya Atas S. Danusubroto menceritakan kehidupan pelacur. Kebiasaan Danusubroto menceritakan kondisi di lingkungan sekitarnya. novel ini mengangkat permasalahan yang cukup detail. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fungsi Danusubroto menulis novel Trah ditinjau dari konteks sosial pengarang dan fakta sosial. Penelitian menggunakan pendekatan sosiologi sastra, dan metode dialektik. Data yang digunakan berupa kata atau frasa yang mengandung fakta dan fungsi sosial, biografi pengarang, dan fakta sosial di luar teks yang berkaitan dengan latar penulisan novel Trah. Metode pengumpulan data menggunakan teknik baca, catat, dan studi pustaka, sedangkan metode analasis data menggunakan metode  deskriptif analitik. Hasil penelitian novel Trah ditulis sebagai bentuk kritik penulis terhadap pemerintah sebagai imbas dari krisis ekonomi tahun 2008. Novel Trah berisi kritik terhadap pola pikir masyarakat yang cenderung mengandalkan harta warisan orang tuanya. Kritik-kritik tersebut disampaikan dalam bentuk dialog antar tokoh, dan didasarkan dari konteks sosial pengarang serta fakta sosial. Fakta-fakta sosial yang terdapat dalam novel Trah adalah masalah kemiskinan, pengangguran, pelacuran, dan harta warisan.
CITRA PEREMPUAN DAN BIAS GENDER DALAM NOVEL JUMINEM DODOLAN TEMPE KARYA TULUS SETIYADI Aisyah, Siti Nur; Widodo, Widodo
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 7 No 1 (2019): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v7i1.31478

Abstract

Novel Juminem Dodolan Tempe karya Tulus Setiyadi memiliki keunikan tentang perempuan berperan ganda yang menyeimbangkan peran domestik dan publik serta bagaimana ia menghadapi bias gender. Hal ini nampak pada perjuangan Juminem dalam menyeimbangkan peran domestik publik dan sikapnya menghadapi bias gender. Tujuan penelitian ialah menemukan, menganalisis, dan mendeskripsikan citra perempuan idaman dan sikapnya dalam menghadapi persoalan dalam kontruksi sosial bias gender. Penelitian menggunakan pendekatan objektif dengan teori citra perempuan dan bias gender. Data penelitian ini adalah bagian novel yang mengandung citra dan bias gender, sedangkan sumber data penelitian adalah novel Juminem Dodolan Tempe. Pengumpulan data dilakukan secara pembacaan semiotik, heuristik. Analisis data dilakukan secara pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat citra fisik, citra psikis, dan citra sosial terhadap tokoh perempuan; 2) sikap tokoh menghadapi bias gender dalam novel yang meliputi marginalisasi, stereotip, subordinasi, kekerasan, dan beban kerja. Beberapa citra Juminem ialah cantik, ulet, sabar, tegas, dan ngemong. Beberapa citra Mbok Joyo Pangat ialah perempuan yang mengunggulkan materi, sombong, dan kerja keras. Beberapa citra Minah ialah modern dan suka bepergian. Juminem mampu membela diri ketika ia dituduh jualan ?tempe? oleh suaminya sendiri. Minah mampu mematahkan stereotip bahwa perempuan yang suka bepergian adalah perempuan buruk. Mbok Joyo Pangat memiliki kemampuan seimbang antara bekerja dan merawat anaknya meskipun ia janda.
Citra Perempuan dan Bias Gender dalam Novel Juminem Dodolan Tempe Karya Tulus Setiyadi Aisyah, Siti Nur; Widodo, Widodo
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 7 No 1 (2019): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v7i1.31478

Abstract

Novel Juminem Dodolan Tempe karya Tulus Setiyadi memiliki keunikan tentang perempuan berperan ganda yang menyeimbangkan peran domestik dan publik serta bagaimana ia menghadapi bias gender. Hal ini nampak pada perjuangan Juminem dalam menyeimbangkan peran domestik publik dan sikapnya menghadapi bias gender. Tujuan penelitian ialah menemukan, menganalisis, dan mendeskripsikan citra perempuan idaman dan sikapnya dalam menghadapi persoalan dalam kontruksi sosial bias gender. Penelitian menggunakan pendekatan objektif dengan teori citra perempuan dan bias gender. Data penelitian ini adalah bagian novel yang mengandung citra dan bias gender, sedangkan sumber data penelitian adalah novel Juminem Dodolan Tempe. Pengumpulan data dilakukan secara pembacaan semiotik, heuristik. Analisis data dilakukan secara pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat citra fisik, citra psikis, dan citra sosial terhadap tokoh perempuan; 2) sikap tokoh menghadapi bias gender dalam novel yang meliputi marginalisasi, stereotip, subordinasi, kekerasan, dan beban kerja. Beberapa citra Juminem ialah cantik, ulet, sabar, tegas, dan ngemong. Beberapa citra Mbok Joyo Pangat ialah perempuan yang mengunggulkan materi, sombong, dan kerja keras. Beberapa citra Minah ialah modern dan suka bepergian. Juminem mampu membela diri ketika ia dituduh jualan “tempe” oleh suaminya sendiri. Minah mampu mematahkan stereotip bahwa perempuan yang suka bepergian adalah perempuan buruk. Mbok Joyo Pangat memiliki kemampuan seimbang antara bekerja dan merawat anaknya meskipun ia janda.
Fakta dan Fungsi Sosial Novel Trah Karya atas S Danusubroto Abani, Marientha Hera
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 7 No 1 (2019): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v7i1.32779

Abstract

Novel Trah karya Atas S. Danusubroto menceritakan kehidupan pelacur. Kebiasaan Danusubroto menceritakan kondisi di lingkungan sekitarnya. novel ini mengangkat permasalahan yang cukup detail. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fungsi Danusubroto menulis novel Trah ditinjau dari konteks sosial pengarang dan fakta sosial. Penelitian menggunakan pendekatan sosiologi sastra, dan metode dialektik. Data yang digunakan berupa kata atau frasa yang mengandung fakta dan fungsi sosial, biografi pengarang, dan fakta sosial di luar teks yang berkaitan dengan latar penulisan novel Trah. Metode pengumpulan data menggunakan teknik baca, catat, dan studi pustaka, sedangkan metode analasis data menggunakan metode deskriptif analitik. Hasil penelitian novel Trah ditulis sebagai bentuk kritik penulis terhadap pemerintah sebagai imbas dari krisis ekonomi tahun 2008. Novel Trah berisi kritik terhadap pola pikir masyarakat yang cenderung mengandalkan harta warisan orang tuanya. Kritik-kritik tersebut disampaikan dalam bentuk dialog antar tokoh, dan didasarkan dari konteks sosial pengarang serta fakta sosial. Fakta-fakta sosial yang terdapat dalam novel Trah adalah masalah kemiskinan, pengangguran, pelacuran, dan harta warisan.
Legenda Asal Usul Nama-nama Desa di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga Noviyanti, Dwi
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 7 No 1 (2019): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v7i1.33139

Abstract

Legenda terjadinya desa-desa di Purbalingga tidak lepas dari berbagai cerita dan mitos yang dipercaya masyarakat pendukungnya. Cerita tersebut hidup dan menjadi salah satu pelengkap akan rasa kepemilikan desa oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan cerita legenda asal-usul nama desa di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, dan (2) mendeskripsikan faktor yang melahirkan asal-usul nama desa di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif dengan melalui pendekatan folklore, data diperoleh dari sumber data lisan hasil observasi, wawancara mendalam, perekaman dan pendokumentasian yang disajikan dalam bentuk deskripsi. Teknik pemaparan hasil data dilakukan dengan teknik informal. Hasil dari penelitian ini dapat ditemukan (1) deskripsi cerita legenda asal-usul nama desa di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. (2) faktor yang mempengaruhi legenda asal-usul penamaan desa di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Faktor-faktor tersebut adalah (a) orang pertama sebagai pelopor, hadirnya seseorang yang datang ke suatu wilayah yang kemudian nama orang tersebut dijadikan sebagai nama desa di wilayah itu; (b) adanya perbedaan cerita, setiap desa memiliki cerita yang berbeda-beda antara desa satu dengan desa yang satunya walaupun dalam satu kecamatan; (c) adanya perlawanan, di Desa Panican ada 3 orang yang melawan harimau saat akan membuka permukiman baru yang kemudian peristiwa tersebut dijadikan nama desa panican (wani karo macan); dan (d) adanya peninggalan, peninggalan yang berada di Desa Kedungbenda yang berupa emas, dari banyaknya harta benda yang berada disana sehingga dijadikan nama desa.
A Mitos Cerita Sendhang Jetakwanger di Desa Jetakwanger Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora Suryani, Endang
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 7 No 1 (2019): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v7i1.33383

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna cerita mitos Sendhang Jetakwanger, jenis dan fungsi mitos cerita Sendhang Jetakwanger bagi masyarakat pendukungnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif didukung dengan teori folklor dan mitos. Data penelitian yang digunakan berupa mitos cerita Sendhang Jetakwanger berupa data lisan dan tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mitos Sendhang Jetakwanger, yaitu 1) mitos ruang dan waktu kosmos, 2) mitos asal-usul penciptaan, 3) mitos lingkungan. Fungsi mitos cerita Sendhang Jetakwanger, adalah 1) fungsi religius, 2) fungsi sosial budaya, 3) fungsi pendidikan, 4) fungsi ekonomi, fungsi pengembangan wisata daerah.

Page 1 of 2 | Total Record : 12