cover
Contact Name
Dewi Agustin
Contact Email
dewi.agusthine@gmail.com
Phone
+6281281338876
Journal Mail Official
dewi.agusthine@gmail.com
Editorial Address
AKBID Bhakti Husada Jl. Ki Hajar Dewantara No.14 Pilar Cikarang Bekasi 17530
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
ISSN : 2503264X     EISSN : 26570149     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Merupakan jurnal yang dibuat sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian yang telah dilakukan. penelitian yang dimaksud adalah penelitian dalam bidang kesehatan baik kebidanan, keperawatan, kesehatan masyarakat, pendidikan kesehatan dan profesi kesehatan.
Articles 65 Documents
PENGARUH LATIHAN NONSPEECH ORAL MOTOR THERAPI : LIP EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI VERBAL PASIEN STROK DENGAN DYSARTHRIA DI RS dr. CHASBULLAH dan RS ANNA MEDIKA BEKASI Chusnul Chotimah STIKES Abdi Nusantara Jakarta
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 4 No 2 (2018): vol 4 no.2 Jurnal Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.426 KB)

Abstract

Strok merupakan penyakit gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan syaraf (deficitneurologic) akibat terlambatnya aliran darah ke otak. Salah satu manifestasi klinis adanyagangguan dalam berbicara yang tidak jelas (Dysarthria). Tujuan penelitian menganalisispengaruh latihan Nonspeech-Oralmotor Therapy :lip exercise terhadap kemampuankomunikasi verbal pasien strok dengan dysarthria. Penelitian melibatkan 36 respondenterbagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Jenis penelitian quasiexperiment dengan pre-post test with control group. Hasil penelitian ditemukan usia klienpaling muda 43 tahun dan paling tua 81 tahun, jenis kelamin terbanyak perempuan,memiliki penyakit penyerta hipertensi dengan jenis strok non hemoragik. Rata-rata skorkemampuan komunikasi verbal sebelum intervensi pada kelompok intervensi adalah 10,66poin pada kelompok kontrol adalah -0,89 poin. Hasil uji statistik didapatkan nilai p(0,002)< 0,05 disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan komunikasi verbalsetelah dilakukan latihan Nonspeech-Oralmotor Therapy : lip exercise pada kelompokintervensi dan kelompok kontrol. Diharapkan latihan ini dapat digunakan perawat sebagaisalah satu bentuk intervensi dalam mengatasi masalah gangguan komunikasi verbal agardapat meningkatkan kemampuan komunikasi verbal pasien strok dengan dysartria
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Partisipasi Suami dalam Pemberian ASI Terhadap Motivasi Ibu dalam Menyusui Di Wilayah Puskesmas Kedungwaringin Kab. Bekasi Tahun 2015 Temmy Lanovia Anggraini; Yeni Safriza
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 2 No 1 (2016): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.343 KB)

Abstract

Latar Belakang - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan partisipasi suami tentang pemberian ASI terhadap motivasi ibu dalam menyusui di wilayah Puskesmas Kedungwaringin Kab. Bekasi. Metode – Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 pasang suami dan istri. Pengumpulan data menggunakan Kuisioner. Analisis statistik menggunakan Chi Square. Hasil - Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan suami dengan motivasi ibu dalam menyusui dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Untuk variabel tingkat partisipasi suami dan motivasi ibu dalam menyusui didapatkan hasil tidak ada hubungan secara statistik dengan nilai signifikansi 0,251(p>0,05). Simpulan - Pemberian pendidikan kesehatan tentang manfaat ASI diperlukan tidak hanya bagi ibu tetapi juga suaminya supaya dapat berperan memotivasi istri dalam mensukseskan pemberian ASI.
PENGARUH FOOTREFLEXOLOGY DAN BACK MASSAGE TERHADAP NILAI SKOR FATIQUE PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD KOTA BEKASI Abdul Khamid
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 3 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.63 KB)

Abstract

Pendahuluan : End Stage Renal Disease(ESRD) menjadi salah satu penyebab kematian dinegara maju dan negara berkembang di mana permasalahan ESRD memerlukan terapi pengganti.Hemodialisis merupakan terapi yang dilakukan seumur hidup dengan frekuensi tindakan setiap 2-3 kali/minggu dan durasi yang dibutuhkan yaitu 4-5 jam dalam setiap satu sesi hemodialisis. Proses dialisis yang berkepanjangan akan menyebabkan stres dan dapat menimbulkan berbagai psikologis dan sosial yaang dapat menyebabkan gangguan psikologis. Pasien dengan hemodialisa jangka panjang akan menderita tekanan fisik dan mental.Fatique adalah perasaan subyektif yang tidak menyenangkan berupa keluhan yang paling sering dirasakan yaitu sebanyak 60-97% dari total pasien yang menjalani HD.Metode :Desain penelitian ini menggunakan two grup Pre post-test design dengan analisa data uji T dependen untuk data bivariat, dan distribusi frekuensi untuk data univariat sebelum dan setelah pemberian FootReflexology dan Back Massagedi uji menggunakan instrumen Fatique Assament Scale FAS.Hasil :Terdapat48 pasien yang mengalami nilai skorfatique.Setelah diberikan intervensi terjadi penurunan nilai skalafatique sebesar 1.32 dengan pvalue < 0,00.Simpulan :Dapat disimpulkan bahwa Foot refleksiologi dan back massage berpengaruh dalam menurunkan nilai skorfatique.
Efek Proteksi Ekstrak Air Tanaman Akar Kucing (Acalypha Indica Linn) Terhadap Perubahan Struktur Neuron Hipokampus Paska Hipoksia Serebri Nurhadi Ibrahim; Ahmad Aulia Jusuf; Lina Marlina
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 1 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.783 KB)

Abstract

Latar Belakang : Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ekstrak air akar kucing memiliki kemampuan neuroterapi dan neuroprotektor baik secara in vivo maupun in vitro. Telah terbukti juga ekstrak akar kucing dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan sebagai antidiuretik, anti emetik dan anti toksin. Akar kucing juga mengandung antioksidan sehingga pemberian ekstrak tanaman ini mampu mencegah kerusakan sel akibat hipoksia. Atas dasar penelitian – penelitian tersebut, akan dibuktikan bahwa pemberian ekstrak akar kucing prahipoksia akan mencegah kerusakan struktur neuron hipokampus . Tujuan : Menganalisis perubahan struktur neuron hipokampus yang mendapat ekstrak air tanaman akar kucing sebelum perlakuan hipoksia yang dilaksanakan selama 7 hari Metode : Lima kelompok tikus sprage dawley yang terdiri dari masing – masing 5 tikus dikelompokan menjadi kelompok kontrol negatif hanya diberi aqua, kontrol positif dengan diberikan vitamin B1 dan 3 kelompok yang diberikan ekstrak air akar kucing dengan dosis 300 mg/kgBB, 400 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB selama 7 hari sebelum paparan hipoksia.Setelah perlakuan hipoksia diambil jaringan hipokampusnya dan dilihat struktur neuronnya dengan pewarnaan hematoksilin eosin dan sel yang masih normal dihitung dengan menggunakan optilab viewer dan image raster. Hasil : Ekstrak akar kucing dengan dosis 300 mg/kgBB, 400 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB menunjukan struktur neuron dan jumlah sel neuron dengan kelompok kontrol negatif ( tanpa ekstrak akar kucing) secara signifikan di area CA3 dan lapisan dalam girus dentatus hipokampus (p= 0,000) Kesimpulan : Ekstrak akar kucing dengan dosis 300, 400 dan 500 mg/kgBB mempunyai efek protektif terhadap kerusakan neuron di hipokampus
Gambaran Karakteristik Wanita Dengan Kasus Kanker Payudara Di RSUD Karawang Pebruari 2012 – Pebruari 2013 marini iskandar
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 3 No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.418 KB)

Abstract

Fibroadenoma mammae adalah benjolan padat, kecil dan jinak pada payudara, terdiri dari kelenjar jaringan dan fibrosa. Tumor ini merupakan tumor jinak payudara yang paling sering ditemui pada wanita muda dan dewasa. Fibroadenoma ini terjadi akibat adanya kelebihan hormon estrogen. biasanya ukurannya akan meningkat pada saat menstruasi atau pada saat hamil karena produksi hormon estrogen meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik penderita fibroadenoma mammae (FAM) di RSUD Karawang periode Tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah data rekam medis pasien yang telah didiagnosis menderita FAM. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 66 sampel yang diambil melalui metode random sampling. Dari hasil penelitian ini didapatkan gambaran karakteristik penderita fibroadenoma mammae di RSUD Karawang Tahun 2015 didapatkan FAM paling banyak ditemukan pada jenis FAM Common Fibroadenoma wanita 72,2%. Hal tersebut distribusi frekuensi berdasarkan umur, status perkawinan dan riwayat penggunaan KB hormonal Kesimpulan penelitian ini adalah gambaran karakteristik penderita fibroadenoma mammae di RSUD Karawang Tahun 2015 terdapat usia kurang dari 20 tahun (48,5 %), 37,9% riwayat perkawinan yang belum menikah, dan kelompok yang tidak menggunakan KB Hormonal yaitu sebanyak 77,3 %
1 Efektifitas Intradialytic Stretching Exercise Terhadap Penurunan Gejala Restless Leg Syndrome Dan Peningkatan Sleep Quality Pada Pasien Hemodialisis Tahun 2018 Achmad Fauzi
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 5 No 1 (2019): jurnal kesehatan bhakti husada
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.954 KB) | DOI: 10.37848/jurnal.v5i1.19

Abstract

Introduction : Chronic Kidney Disease (CKD) is one of the major diseases in the world, affecting the huge medical, economic and social problems for patients and their families. The necessary intervention is renal replacement therapy that is hemodialysis. Hemodialysis is a lifetime therapy with the frequency of action every 2-3 times / week and the required duration is 4-6 hours in every one hemodialysis session. Changes are often complained in patients undergoing hemodialysis that is restless leg syndrome and decreased sleep quality. To overcome these symptoms are done intradialytic stretching exercise. Method : The design of this study used two groups of Pre post-test design with T dependent test data analysis for bivariate data, and frequency distribution for univariate data before and after intradialytic stretching exercise. Symptom score Restless leg syndrome was tested using IRLSG instrument and sleep quality score tested using PQSI Scale. Result : There were 19 patients with symptoms of restless leg syndrome and sleep quality disorder. After intervention, RLS and sleep quality decrease by 1.32 with pvalue <0.00. Conclusion : It can be concluded that Intradialytic stretching exercise is effective in reducing RLS symptoms and improving sleep quality.
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Angka Kejadian Tonsilitis Pada Anak Usia 5-18 Tahun Di Poliklinik THT RSUD Karaang Tahun 2015 Iin Ira Kartika; Eldawati Eldawati; Margeni Margeni
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 2 No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.778 KB)

Abstract

Tonsilitis adalah infeksi (virus atau bakteri) dan inflamasi pada tonsil, prevalensi tonsilitis kronis sebesar 48% tertinggi kedua setelah nasopharing akut. Tonsilitis pada anak dapat disebabkan karena anak sering menderita ISPA atau tonsilitis akut yang tidak diterapi adekuat dan memiliki perilaku jajan sembarangan. Insiden tonsilitis streptokokus tertinggi pada usia 5-18 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tonsilitis pada anak usia 5-18 tahun. Dengan mengunakan desain penelitian analitik crossectional, adapun jumlah sampel yang diambil sebanyak 85 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara riwayat ISPA terhadap kejadian tonsilitis pada analisis non parametrik chi square dengan hasil p-value 0,001 < 0,05 dan nilai OR 5,417 (CI 2,009-14,607), namun untuk veriabel umur, jenis kelamin dan perilaku jajan diperoleh hasil analisis parametrik chi square dengan hasil p-value masing-masing variabel (0,219,0,449, dan 0,662 > 0,05 ), artinya tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin dan perilaku jajan terhadap kejadian tonsilitis. Saran untuk rumah sakit lebih ditingkatkan lagi tentang pendidikan kesehatan oleh perawat tentang tonsilitis dan dampak dari anak yang terkena tonsilitis yaitu adanya penurunan prestasi belajar pada anak.
Peran Vdac (Voltage Dependent Anion Channel) Terhadap Fungsi Spermatozoa Amalia Shari
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 7 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v7i1.92

Abstract

Sperma berkualitas baik dibutuhkan untuk keberhasilan proses fertilisasi. Untuk dapat membuahi sel telur, sperma mengalami perubahan-perubahan yang bersifat biokimia maupun biofisik, yaitu proses kapasitasi dan reaksi akrosom. Selain itu sperma harus mempunyai kemampuan gerak yang progresif untuk dapat mencapai sel telur. Salah satu perubahan penting yang terjadi pada sperma dalam proses-proses tersebut adalah adanya perubahan konsentrasi ion-ion. Molekul energi ATP juga merupakan komponen penting untuk motilitas sperma yang cepat dan progresif. Aliran keluar masuk ion-ion dan keluarnya ATP dari mitokondria karena adanya kanal-kanal ion pada membran plasma sperma. Adanya perubahan konsentrasi ion-ion, disertai tersedianya molekul ATP yang siap digunakan oleh komponen aksonem akhirnya memicu proses-proses fisiologi sperma menjadi berkualitas baik. VDAC (Voltage Dependent Anion Channel) merupakan protein yang sering dikenal sebagai protein membran luar mitokondria yang berfungsi sebagai kanal untuk tranportasi ATP dan ADP, transport anion, kation dan berbagai macam metabolit termasuk substrat dan nukleotida.
PENGALAMAN PASIEN DENGAN CORONARY ARTERY DISEASE (CAD) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP DI RUMAH SAKIT JAKARTA HEART CENTRE (JHC) Selamat Budiman AKPER Setih Setio Muara Bungo Jambi
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 4 No 2 (2018): vol 4 no.2 Jurnal Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.363 KB)

Abstract

Coronary Artery Disease (CAD) merupakan istilah untuk penumpukan plak di arteri jantung yangdapat menyebabkan serangan pada jantung. CAD dapat mempengaruhi aspek fisik dan psikososial darikehidupan pasien yang dapat menjadi permanen, dalam banyak kasus dapat mempengaruhi sertamerusak gaya hidup, sehingga mengurangi kualitas hidup dalam jangka panjang. Kualitas hidupmerupakan suatu konsep yang sangat luas yang dipengaruhi oleh kesehatan fisik individu, faktorpsikologis, tingkat kemandirian, hubungan sosial individu, dukungan keluarga dan lingkungan sertafaktor spiritual. Studi kualitatif ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang mendalam tentangpengalaman pasien dengan CAD dalam meningkatkan kualitas hidup di Rumah Sakit Jakarta HeartCentre (JHC). Hasil analisis teridentifikasi empat tema yaitu pengetahuan pasien tentang CAD, statuskondisi pasien, upaya dalam peningkatan kualitas hidup, serta harapan dan hambatan dalampeningkatan kualitas hidup pasien CAD. Pengetahuan pasien dan dukungan merupakan faktor utamayang dapat mempengaruhi pening-katan kualitas hidup pasien. Peran perawat sebagai edukator dipelayanan kesehatan harus lebih ditingkatkan lagi dengan melaksanakan edukasi secara terpadu,dilaku-kan secara terjadwal dan periodik dengan menggunakan media dan alat bantu leflet.
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Dalam Memberikan Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Desa Bojong Sari Wilayah Kerja Puskesmas Kedung Waringin Kabupaten Bekasi Tahun 2015 Sofie Handajany
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 2 No 1 (2016): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.328 KB)

Abstract

Latarbelakang - Berdasarkan survey pendahuluan terhadap 10 ibu yang memiliki balita di dapatkan 30% ibu masing-masing melakukan imunisasi dasar lengkap dan melakukan imunisasi dasar tetapi tidak lengkap, sedangkan 40% ibu tidak melakukan imunisasi dasar pada bayinya. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam memberikan imunisasi dasar pada bayi di Desa Bojong Sari wilayah kerja Puskesmas Kedung Waringin Kabupaten Bekasi tahun 2015. Metode – Penelitian ini menggunakan disain cross sectional, dengan data primer dan sampel sejumlah 90 orang ibu-ibu yang memiliki balita usia 1-5 tahun sebagai responden dengan teknik accidental sampling dan analisa chi-square. Hasil – Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara usia ibu dengan perilaku ibu dalam memberikan imunisasi dasar pada bayi. Pendidikan ibu (p= 0,003), dukungan keluarga (p= 0,000 dan OR = 9,333) tingkat sosial ekonomi memiliki hubungan dengan perilaku ibu dalam memberikan imunisasi dasar pada bayi (p= 0,000 dan OR = 33,143) dan pengetahuan ibu memiliki hubungan dengan perilaku ibu dalam memberikan imunisasi dasar pada bayi (p= 0,039 dan OR = 3,281). Kesimpulan - Ibu dengan dukungan keluarga, ibu dengan tingkat sosial ekonomi rendah dan ibu dengan pengetahuan baik memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk melakukan imunisasi dasar lengkap.