cover
Contact Name
Dr. Mohammad Budiyanto, M.Pd
Contact Email
jppipa@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jppipa@unesa.ac.id
Editorial Address
C12 Building, 1st floor, Science Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Negeri Surabaya, Jl. Ketintang, Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA
ISSN : 25277537     EISSN : 25492209     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jppipa.v4n1
JPPIPA (Jurnal Penelitian Pendidikan IPA) is a scientific journal that is managed by Department of Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya and published by Universitas Negeri Surabaya in collaboration with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII). JPPIPA is published periodically (twice a year) in June and December.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017" : 9 Documents clear
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENUNTASKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM ORGANISASI KEHIDUPAN Supardi, Z.A. Imam; Mayasari, Fery; Raharjo, Raharjo
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v2n2.p53-57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran inkuiri yang layak untuk menuntaskan hasil belajar siswa pada materi sistem organisasi kehidupan. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan model Dick and Carey. Ujicoba perangkat pembelajaran dilakukan di SMP Negeri 4 Lamongan dengan menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan validasi, observasi, tes hasil belajar, pemberian angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan sangat valid sehingga dapat digunakan sebagai perangkat pembelajaran. Keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan kategori baik, aktivitas siswa yang menonjol adalah melakukan pengamatan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis inkuiri tergolong layak (valid, praktis, dan efektif) digunakan pada materi sistem organisasi kehidupan pada siswa SMP.Kata Kunci : Perangkat Pembelajaran, Model Pembelajaran Inkuiri, Hasil Belajar, Sistem Organisasi Kehidupan.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA MELALUI MODEL EXPERIENTIAL LEARNING PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Kastawaningtyas, Ageng; Martini, Martini
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v2n2.p45-52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pra penelitian yang dilakukan di kelas VII-I SMPN 21 Surabaya yang memiliki keterampilan proses sains yang belum maksimal. Penelitian bertujuan untuk  meningkatkan keterampilan proses sains melalaui   experiential learning, yaitu  model pembelajaran yang memanfaatkan pengalaman baru dan reaksi siswa terhadap pengalamannya untuk membangun pemahaman dan transfer pengetahuan, keterampilan, serta sikap dengan sintaks cocrete experince, reflective observation, abstract conceptualizatin, dan active experimentation. Jenis penelitian yang digunakan yakni pre experimental design dengan rancangan penelitian one group pretest posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-I SMPN 21 Surabaya yang berjumlah 37 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa meningkat setelah diterapkan model experiential learning, dengan persentase rata-rata ketuntasan pretest keterampilan proses sains siswa adalah 5% dan meningkat pada posttest dengan persentase sebesar 92%. N-Gain Score untuk keterampilan proses sains sebesar 0,72 dengan kategori tinggi. Tiga aspek mendapatkan kategori peningkatan tinggi pada merumuskan masalah, menginterpretasi data, dan membuat kesimpulan, sedangkan dua aspek mendapatkan peningkatan kategori sedang yaitu merumuskan hipotesis dan mengidentifikasi variabel.Kata Kunci : Keterampilan proses sains, experiential learning.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN FLASH UNTUK MATERI SISTEM GERAK PADA MANUSIA KELAS VIII Priyonggo, Ferit Very; Qosyim, Ahmad
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v2n2.p38-44

Abstract

Penerapan media pembelajaran interaktif ditinjau dari aspek kepraktisan dan keefektifan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Media pembelajaran interaktif diterapkan di SMPN 3 Sidoarjo pada kelas VIII I. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas siswa, lembar keterlaksanaan pembelajaran, lembar angket respon siswa dan lembar tes. Teknik pengumpulan data dengan cara angket, observasi, serta pretest dan posttest. Berdasarkan kepraktisan dari penggunaan media, untuk keterlaksanaan didapatkan kriteria sangat baik, respon siswa mendapatkan respon positif dengan kriteria yang sangat baik, sedangkan untuk aktivitas siswa menunjukkan aktivitas yang positif. Hasil belajar siswa mendapatkan hasil yang sangat baik. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa media interaktif berbasis macromedia flash layak digunakan sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : macromedia flash, hasil belajar siswa, sistem gerak manusia.
EFEKTIVITAS MODUL IPA BERBASIS ETNOSAINS TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Setiawan, Beni; Fitriani, Nur Intan
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v2n2.p71-76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan modul IPA berbasis etnosains di SMP Negeri 3 Kota Mojokerto. Jenis penelitian ini menggunkaan metode eksperimen dengan desain penelitian Praeksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian one group pretes posttest yang merupakan bagian dari penelitian dan pengembangan Research and Development / R&D) level 4. Penelitian ini diujicobakan terbatas kepada 15 siswa kelas VII-H SMP Negeri 3 Kota Mojokerto. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain berupa lembar tes keterampilan berpikir kritis, dan lembar angket respons siswa. Teknik pengumpulan data dengan cara metode tes, dan metode angket. Hasil dari penelitian menggunakan modul IPA berbasis etnosains didapatkan bahwa dengan menggunakan perhitungan N-Gain diperoleh hasil 0,62 yang termasuk kedalam kategori sedang dengan dan hasil angket respons siswa sebesar 95% dengan kategori sangat baik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa modul IPA berbasis etnosains secara efektif dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.Kata Kunci: modul IPA berbasis etnosains, keterampilan berpikir kritis.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN PENDEKATAN SPICES CONTINUING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP Agustini, Rudiana; Indana, Sifak; Nurdyanto, Hendra Eka
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v2n2.p58-65

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pendekatan SPICES Continuing terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada materi pembelajaran struktur lapisan bumi dan dinamikanya. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment. Sampel penelitan adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Mojokerto yang terdiri atas kelas VII-2 sebagai kelas kontrol (n = 30) dan kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen (n = 30). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket. Analisis statistik menggunakan uji anava satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pendekatan SPICES Continuing berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar materi struktur lapisan bumi dan dinamikanya (2) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pendekatan SPICES Continuing berpengaruh terhadap hasil belajar antara siswa yang belajar materi struktur lapisan bumi dan dinamikanya. Kata Kunci : model kooperatif tipe NHT, pendekatan SPICES Continuing, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar.
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR ANALITIS MAHASISWA CALON GURU IPA DALAM PERKULIAHAN BIOLOGI UMUM Lukiati, Betty; Susilo, Herawati; Astriani, Dyah; Suwono, Hadi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v2n2.p66-70

Abstract

Keterampilan berpikir analitis merupakan kemampuan yang harus dikuasai mahasiswa untuk menyelesaikan masalah dalam biologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir analitis mahasiswa. Sejumlah 38 mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah biologi umum menjadi subyek penelitian. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes tipe uraian yang mengacu pada keterampilan berpikir analisis yang terdiri dari membedakan (differentiating), mengorganisasi (organizing), dan menghubungkan (attributing) masing-masing indikator 3 soal. Berdasarkan analisis data dideskripsikan kemampuan analisis mahasiswa pada t indikator membedakan 3,01 (baik), mengorganisasikan 2,93 (baik), dan menghubungkan 2,47 (kurang baik). Indikator menghubungkan perlu mendapatkan perhatian lebih.Kata Kunci: keterampilan berpikir analitis, profil, dan biologi umum.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN PENDEKATAN SPICES CONTINUING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP Nurdyanto, Hendra Eka; Indana, Sifak; Agustini, Rudiana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v2n2.p58-65

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pendekatan SPICES Continuing terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada materi pembelajaran struktur lapisan bumi dan dinamikanya. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment. Sampel penelitan adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Mojokerto yang terdiri atas kelas VII-2 sebagai kelas kontrol (n = 30) dan kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen (n = 30). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan angket. Analisis statistik menggunakan uji anava satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pendekatan SPICES Continuing berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar materi struktur lapisan bumi dan dinamikanya (2) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan pendekatan SPICES Continuing berpengaruh terhadap hasil belajar antara siswa yang belajar materi struktur lapisan bumi dan dinamikanya. Kata Kunci : model kooperatif tipe NHT, pendekatan SPICES Continuing, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar.
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR ANALITIS MAHASISWA CALON GURU IPA DALAM PERKULIAHAN BIOLOGI UMUM Astriani, Dyah; Susilo, Herawati; Suwono, Hadi; Lukiati, Betty
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v2n2.p66-70

Abstract

Keterampilan berpikir analitis merupakan kemampuan yang harus dikuasai mahasiswa untuk menyelesaikan masalah dalam biologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir analitis mahasiswa. Sejumlah 38 mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah biologi umum menjadi subyek penelitian. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes tipe uraian yang mengacu pada keterampilan berpikir analisis yang terdiri dari membedakan (differentiating), mengorganisasi (organizing), dan menghubungkan (attributing) masing-masing indikator 3 soal. Berdasarkan analisis data dideskripsikan kemampuan analisis mahasiswa pada t indikator membedakan 3,01 (baik), mengorganisasikan 2,93 (baik), dan menghubungkan 2,47 (kurang baik). Indikator menghubungkan perlu mendapatkan perhatian lebih.Kata Kunci: keterampilan berpikir analitis, profil, dan biologi umum.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA MELALUI MODEL EXPERIENTIAL LEARNING PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Kastawaningtyas, Ageng; Martini, Martini
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v2n2.p45-52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pra penelitian yang dilakukan di kelas VII-I SMPN 21 Surabaya yang memiliki keterampilan proses sains yang belum maksimal. Penelitian bertujuan untuk  meningkatkan keterampilan proses sains melalaui   experiential learning, yaitu  model pembelajaran yang memanfaatkan pengalaman baru dan reaksi siswa terhadap pengalamannya untuk membangun pemahaman dan transfer pengetahuan, keterampilan, serta sikap dengan sintaks cocrete experince, reflective observation, abstract conceptualizatin, dan active experimentation. Jenis penelitian yang digunakan yakni pre experimental design dengan rancangan penelitian one group pretest posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-I SMPN 21 Surabaya yang berjumlah 37 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa meningkat setelah diterapkan model experiential learning, dengan persentase rata-rata ketuntasan pretest keterampilan proses sains siswa adalah 5% dan meningkat pada posttest dengan persentase sebesar 92%. N-Gain Score untuk keterampilan proses sains sebesar 0,72 dengan kategori tinggi. Tiga aspek mendapatkan kategori peningkatan tinggi pada merumuskan masalah, menginterpretasi data, dan membuat kesimpulan, sedangkan dua aspek mendapatkan peningkatan kategori sedang yaitu merumuskan hipotesis dan mengidentifikasi variabel.Kata Kunci : Keterampilan proses sains, experiential learning.

Page 1 of 1 | Total Record : 9