cover
Contact Name
Dr. Inanpi Hidayati Sumiasih
Contact Email
jbio@trilogi.ac.id
Phone
+6221-7980011
Journal Mail Official
jbio@trilogi.ac.id
Editorial Address
Fakultas Bioindustri Universitas Trilogi Jl. TMP Kalibata No.1 Jakarta 12760
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bioindustri (Journal of Bioindustry)
Published by Universitas Trilogi
ISSN : -     EISSN : 26545403     DOI : https://doi.org/10.31326/jbio
Jurnal Bioindustri merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Bioindustri Universitas Trilogi, Jakarta sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi hasil penelitian atau ulasan ilmiah di bidang agroekoteknologi (budidaya pertanian, pemuliaan dan genetika, dan pascapanen), agribisnis (ekonomi pertanian, sosial ekonomi, kebijakan pertanian, pemasaran produk pertanian, penyuluhan dan supply chain) dan teknologi pangan (kimia pangan, biokimia pangan, rekayasa proses pangan dan mikrbiologi pangan).
Articles 69 Documents
PENGARUH ANTHESIS JANTAN DAN WAKTU POLINASI TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN PEMBENTUKAN BENIH SEMANGKA TANPA BIJI (Citrullus Lanatus Thunberg.) Ahmad Ihwanudin; Sri Hartatik; Kacung Hariyono; Josi Ali Arifandi
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 2 NO. 1 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v2i1.484

Abstract

Triploid watermelon seeds are produced from the crossing between watermelon diploid as males and tetraploid watermelons as females. The success of triploid seed formation is influenced by the success of pollination determined by pollen viability which is characterized by the period of anthesis and peptic receptivity by the time of pollination. This experiment was conducted in Jember  on 2018. The Factorial Randomized Block Design, 3x3  with three replications, was concucted to determine the effect of male anthesis period and pollination time on the success rate of seedless watermelon seed formation. The results showed that no significant interaction of the male anthesis period and the time of pollination effect. Pollens harvested during pre anthesis give the best pollination results. On the other hand, the best pollination can be done at 07.30 – 08.30 am  Keywords: anthesis, pollination, seeds, seedless watermelon.
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TERUNG UNGU Kamelia Dwi Jayantia; Ridwan Ridwan; Sudirman Sudirman
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal BioIndustri: VOL. 1 NO. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v1i1.96

Abstract

Terung merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat karena rasanya yang enak dan mengandung gizi yang cukup tinggi. Pertumbuhan dan produksi terung selain dipengaruhi oleh varietas, keadaan iklim dan cara budidaya, juga dipengaruhi oleh ketersediaan hara di dalam tanah. Unsur hara dapat diperoleh dari pupuk organik, seperti bokashi batang pisang. Pemanfaatan batang pisang sebagai bahan baku pembuatan bokashi dapat mengurangi limbah hasil pertanian sekaligus mengurangi penggunaan pupuk kimia oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi batang pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu serta dosis pupuk bokashi yang menghasilkan respon terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kayamanya, Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok 5 x 5. Perlakuan terdiri dari 5 taraf dosis bokashi (P0 = tanpa; P1 = 5 ton/ha, P2 = 10 ton/ha; P3 = 15 ton/ha; P4 = 20 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi batang pisang berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap parameter pertumbuhan dan produksi, kecuali pada parameter bobot buah.Kata kunci: Bokashi, pertumbuhan dan produksi terung ungu
PENGARUH BIO-SLURRY DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNGA KOL (Brassica oleracea L.) DATARAN RENDAH Mia Ayu Oktaviani; Usmadi Usmadi
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 1 NO. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v1i2.304

Abstract

Cultivation of cauliflower with bio-slurry and phosphorus fertilizer was done as an effort to improve soil fertility to increase growth and yield of cauliflower. The study was conducted to determine the effect of bio-slurry with phosphorus fertilizer on growth and yield of lowland cauliflower. The experiment was carried out at Agrotechnopark of Jember University screenhouse from February to May 2018. The research method used a Randomized Block Design (RBD) with split plot enviromental design on 3 levels of bio-slurry factor and 4 levels phosphorus factor was repeated 3 times. The first factor was liquid bio-slurry consisting of no bio-slurry; 500 ml bio-slurry / plant; 1000 ml of bio-slurry / plant. The second factor was phosphorus fertilizer (TSP) consisting of 0 g / plant; 1.5 g / plant; 3 g / plant; 9 g / plant. The experimental results showed that the interaction between the bio-slurry dose and phosphorus fertilizer had a significant effect on the yield and quality of the flowers except for the fresh weight of the flower. The treatment of TSP fertilizer affects growth except for chlorophyll content and total leaf area. The bio-slurry treatment can increase the fresh weight of cauliflower.Keywords:cauliflower, bio-slurry and phosphorus
PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK LIMBAH BUDIDAYA BELIMBING TASIKMADU TUBAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Heldy Gunawan; Mutiara Dewi Puspitawati; Inanpi Hidayati Sumiasih
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 2 NO. 1 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v2i1.526

Abstract

The cultivation of carambola produced some waste that can be used as organic fertilizer. Organic fertilizer is useful to improve soil conditions and enrich the nutrient content contained therein so that it is easily absorbed by cultivated plants such as pakcoy (Brassica rapa L.). The optimum pakcoy production is supported by good land management in order to meet the availability of nutrients needed by the addition of inorganic fertilizers and starfruit organic fertilizer. The study was conducted at Attaqie Farm, Tuban in November 2018 to May 2019. The experimental design used was randomized completely block design with two factors carambla derivated organic fertilizer 10 tons ha-1 , 20 tons ha-1, 30 tons ha-1 and inorganic fertilizer  0 kg ha-1; 50 kg ha-1; 100 kg ha-1. The results showed that carambola derivated organic fertilizer contained N, P, K, S, Ca, and Mg about 6.19%,  0.94%, 75.04%,  0.02%,  20.13%, and 47.23%, respectively. The dosage of 50% inorganic fertilizer and 10 tons of carambola organic fertilizer gave optimum results for the growth of plant height, number of leaves, leaf width, stem diameter, canopy weight, root length and root weight of pakcoy plants. Fertilization using a dose of organic fertilizer 10 tons ha-1 could reduce 50% of the need of inorganic fertilizer.Keywords: fertilizer efficiency, organic fertilizer, pakcoy, starfruit waste, verticulture
EKSPLORASI Bacillus spp. PADA BEBERAPA RHIZOSFER GULMA DAN POTENSINYA SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI PATOGEN TANAMAN SECARA IN VITRO Rana Virga Tesha Syofiana; Rachmi Masnilah
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 2 NO. 1 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v2i1.483

Abstract

One group of rhizobacteria that has been widely studied as a biological controlling agent is Bacillus spp. Through the mechanism of induction of resistance and antibiosis, these bacteria are able to suppress the growth of plant pathogens. Its ability to quickly colonize plant roots and broad adaptability to the environment causes Bacillus to spread in nature, especially in the rhizosphere. This study aims to determine the presence of Bacillus in several rhizosphere weeds and their ability to inhibit plant pathogen growth in vitro. This study consisted of two stages, namely, (1) sampling activities carried out in the Kalisat area, Jember Regency, and (2) isolation, selection and identification. Based on the results of the study, 17 Bacillus spp. Isolates. which was successfully isolated from several rhizosphere weeds. The results of Bacillus spp. in vitro the inhibition was obtained by 73% in suppressing Fusarium sp. and 14 mm clear zone formed by Bacillus against X. oryzae pv. oryzae. 5 superior Bacillus isolates obtained from the antagonist test were identified as B. subtilis, B. licheniformis, B. alvei, and B. coagulans.Keyword: Bacillus spp., biological agents, weeds of rhizosphere
PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS BENIH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Miftachul Hudah; Sri Hartatik; Sigit Soeparjono; Suharto ....
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 1 NO. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v1i2.193

Abstract

Pemangkasan pucuk merupakan upaya penyeimbangan pertumbuhan vegetatif dan generatif pada tanaman Indeterminate seperti tanaman mentimun. Penyeimbangan pertumbuhan tanaman berperan dalam efisiensi aliran fotosintat tanaman. Usaha perbaikan kualitas produksi benih mentimun dilakukan dengan melakukan efisiensi aliran fotosintat dan peningkatan unsur hara esensial yang terlibat dalam proses pengisian biji. Unsur hara kalium memiliki peranan yang penting dalam proses pengisian biji tanaman mentimun. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan pucuk dan dosis pupuk kalium terhadap produksi dan kualitas benih mentimun. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari 12 kombinasi perlakuan pemangkasan pucuk dan dosis pupuk kalium dengan 3 ulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pemangkasan pucuk dan dosis pupuk kalium berpengaruh terhadap produksi dan kualitas benih mentimun yaitu pada variabel jumlah biji, presentase biji bernas dan berat buah. Pemangkasan pucuk ruas ke 12 dan dosis pupuk kalium 300 kg/ha mampu memberikan hasil terbaik. Kata kunci : Pemangkasan Pucuk, Kalium, Produksi dan Kualitas Benih.
PENGARUH KONSENTRASI 2,4 – DICHLOROPHENOXYACETIC ACID (2,4-D) TERHADAP INDUKSI KALUS TANAMAN SORGUM Rizqi Maulana; Didik Pudji Restanto; Slameto Slameto
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 1 NO. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v1i2.223

Abstract

Rendahnya keragaman genetik dan produktivitas tanaman sorgum menjadi permasalahan dalam pengembangan tanaman sorgum. Oleh karena itu, dilakukan pendekatan bioteknologi terutama untuk mendapatkan tanaman transgenik. Pendekatan bioteknologi didukung oleh bahan tanam yang baik dengan menggunakan teknik kultur jaringan untuk mendapatkan kalus tanaman sorgum. Perbanyakan kalus dilakukan dengan menggunakan metode kultur jaringan dengan menambahkan konsentrasi zat pengatur tumbuh 2,4-D. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jember. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu pemberian 2,4-D berbagai konsentrasi antara lain A0 (kontrol), A1 2 ppm, A2 3 ppm, A3 4 ppm, A4 5 ppm, dan A5 6 ppm dimana setiap perlakuan diulang 3 kali. Variabel pengamatan yang dilakukan secara kuantitatif yaitu perhitungan kedinian kemunculan kalus, jumlah kalus, dan berat kalus. Variabel pengamatan secara kualitatif yaitu menentukan warna kalus dan tekstur kalus yang diamati secara visual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan berbeda sangat nyata pada setiap pengamatan kuantitatif dan menunjukkan hasil terbaik pada pengamatan kualitatif. Perlakuan 2 ppm 2,4-D menunjukkan hasil terbaik dibandingkan perlakuan 2,4-D yang lain yaitu mampu menginduksi kalus tanaman sorgum cenderung lebih cepat yaitu 7,6 HST, presentase jumlah kalus 90%, berat kalus 0,6 gram serta kalus berwarna putih kekuningan (5Y 8/6) dan kalus bersifat friable (remah).
PEMANFAATAN DAUN KIPAHIT (Tithonia diversifolia) SEBAGAI ALTERNATIF PENGENDALIAN HAMA KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) PADA TANAMAN PADI. Tri Bagus Wicaksono; Saifuddin Hasjim; Nanang Tri Haryadi
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 2 NO. 1 (2019)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v2i1.505

Abstract

Golden snail (Pomacea canaliculata L.) is one of the main pests that attack young paddy plants. Golden snail pest attack on paddy plants has the potential to reduce yields and even crop failure. Kipahit plants (T. diversifolia) have the potential as bio molluscides because they contain toxic compounds against golden snails. The purpose of this research was to study the effect of bio molluscicide concentration of kipahit leaf extract (T.diversifolia) on mortality of golden snails at two phases of age and damage intensity of paddy  plants. The. The research was conducted in December 2017 until May 2018. The research was carried out in Lampeji Village, Mumbulsari District, Jember Regency. The researh used a Completely Randomized Design (CRD) with 6 concentrations of kipahit leaf extract, tested on 2 different age phases of golden snail and 3 times repeated. The variables observed were golden snail mortality, crop damage intensity (DI), Lethal Concentration 50 (LC50) and Lethal Time 50 (LT50). The data obtained were then analyzed by probit analysis and Duncan test with a confidence level of 95%. The results showed that the concentration of 60 g/L was the most efficient and effective concentration in controlling golden snails at various age phases as well as suppressing the intensity of damage to paddy plants. Keywords: golden snail, kipahit leaves (T. diversifolia), molluscicide, mortality
KAJIAN SISTEM AGRIBISNIS KOPI ARABIKA DI DESA SUKOREJO KECAMATAN SUMBERWRINGIN KABUPATEN BONDOWOSO Alvin Dwi Hariyono Dede Cristantoa; Soetriono Soetriono; Joni Murti Mulyo Aji
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal BioIndustri: VOL. 1 NO. 1 (2018)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v1i1.95

Abstract

Sistem agribisnis yang terdiri dari beberapa subsektor dimana setiap subsektor memiliki peran dalam kegiatan agribisnis kopi arabika. Perbaikan dan peningkatan sistem agribisnis kopi arabika merupakan hal yang penting bagi pelaku agribisnis kopi arabika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem agribisnis kopi arabika. Metode penentuan daerah penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive method). Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dan analitik. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis pendapatan, analisis nilai tambah metode hayami, dan analisis TOWS. Subsektor sarana input produksi terdiri dari penyediaan bibit unggul, pupuk, alat-alat usahatani, tenaga kerja dan modal. Subsektor usahatani memiliki pendapatan sebesar Rp 9.619.907,01 per Hektar dan nilai efisiensi sebesar 1,32. Subsektor pengolahan kopi gelondong merah menjadi kopi green bean memiliki nilai tambah sebesar Rp. 12.524,44/ kg, dan proses pengolahan kopi green bean menjadi kopi bubuk sebesar Rp 83.404,44/kg. Subsektor pemasaran yang efisien meliputi petani menjual kopi kepada UPH dan UPH menjual ke konsumen. Subsektor sarana penunjang meliputi Pemda Bondowoso, Bank Indonesia, Puslit, Bank Jatim, dan Perhutani. Strategi pengembangan di Desa Sukorejo adalah memanfaatkan bantuan dan pembinaan pemerintah dan stakeholder untuk memastikan dan menjaga penerapan MoU kluster kopi arabika dan pengolahan produk kopi arabika untuk menjaga dan meningkatkan kualitas harga kopi arabika.Kata kunci: sistem agribisnis, kopi arabika, pendapatan, nilai tambah, analisis TOWS
STRATEGI PEMASARAN USAHA BUNATY DENGAN MODEL 7C DAN PENERAPANNYA PADA BUSINESS MODEL CANVAS Parmila Khansa Mila Khansa; . Maulidian; Rukavina Baskh
JURNAL BIOINDUSTRI (JOURNAL OF BIOINDUSTRY) Jurnal Bioindustri: VOL. 3 NO. 1 (2020)
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jbio.v3i1.709

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi pemasaran usaha minuman bunaty dari kulit buah naga dengan inovasi strawberry popping boba. Kulit buah naga pada produk Bunaty mengandung antioksidan alami yang dapat menyehatkan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi lingkungan internal dan kondisi lingkungan eksternal, mengidentifikasi strategi pemasaran dengan model 7C untuk meningkatkan efisiensi fungsi pemasaran dan mampu menghadapi pesaing di luar, serta menganalisis penerapan bisnis model kanvas dalam bisnis Bunaty. Metode analisis yang digunakan adalah IFAS dan EFAS, analisis SWOT, strategi pemasaran model 7C, dan model bisnis canvas. Hasil dari penelitian ini merupakan hasil perhitungan faktor internal diperoleh skor total sebesar 2,64, dimana nilai ini menunjukan kekuatan pada posisi internal yang dapat mengatasi kelemahan. Hasil analisis terhadap faktor eksternal dalam matriks mendapatkan total skor 3.26, dimana nilai ini menunjukan peluang pada faktor eksternal yang dapat meminimalkan ancaman. Untuk menghadapi persaingan di pasar strategi bisnis yang alternatif melalui matriks SWOT yang dimasukan kedalam strategi pemasaran model 7C dan diterapkan ke dalam business model canvas oleh perusahaan.Kata kunci : Kulit Buah Naga, Minuman Ready To Drink, Analisis SWOT, Pemasaran Model 7C, Business Model Canvas