cover
Contact Name
Anastasia Cinthya Gani
Contact Email
anastasiag@fsrd.untar.ac.id
Phone
+6221-5663125
Journal Mail Official
jurnalvisual@fsrd.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanagara Blok K Lt.4-5 Kampus I Jl. Letjen. S. Parman No.1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Visual
Jurnal Visual berperan sebagai media yang menampilkan berbagai pemikiran sivitas akademika dan peneliti tentang hal-hal yang memiliki konteks dan relevansi dengan bidang seni rupa dan desain, sekaligus sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan kebudayaan pada umumnya, sehingga diharapkan dapat menunjang pengembangan keilmuan seni rupa dan desain.
Articles 77 Documents
Studi Spatial Behavior Ruang Hunian Rumah Susun Studi Kasus Rumah Susun Sederhana Milik Tipe 36 di Jakarta Noeratri Andanwerti
VISUAL Vol 12, No 01 (2016): Visual
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v12i01.1525

Abstract

Penelitian dilakukan dengan latar belakang terjadinya pembangunan yang sangat pesat di kota Jakarta yang memberikan dampak pada meningkatnya kebutuhan masyarakat akan rumah tinggal yang layak. Melalui penelitian mengenai perilaku manusia di rumah susun sederhana milik (rusunami) diharapkan mampu menjawab permasalahan manusia sebagai tolok ukur perancangan rusunami sebagai tempat tinggal yang layak. Penelitian ini bertujuan menemukan pola spatial behavior yang terjadi di area hunian pada rusunami. Pola tersebut nantinya akan dilanjutkan pada tahap penelitian berikutnya yakni pembuatan model behavior setting pada area hunian di fasilitas rusunami. Model behavior setting ini diharapkan nantinya mampu memecahkan masalah perancangan perilaku manusia dalam ruang pada area bersama di rusunami secara berkelanjutan. Penelitian ini mengambil lokasi di Jakarta, dengan studi kasus dipilih rusunami yang memiliki tipe ruang hunian tipe 36. Data primer didapat melalui metode sampling yang mencakup berbagai kriteria seperti demografi, latar belakang sosial, pendidikan, dan jenis/tipe unit hunian yang dimiliki melalui observasi penelusuran fisik dan observasi perilaku penghuni. Data ini kemudian dianalisa melalui metode analisis sistemik yang meliputi tahap-tahap penguraian dan penyusunan data, penyimpulan serta rumusan hasil penelitian berupa pola/konsep perancangan. Penelitian ini juga membutuhkan data sekunder yang diambil dari beberapa referensi dan pustaka yang terkait dengan permasalahan penelitian ini.
Evaluasi terhadap Konsep Desain Interior Ramah Lingkungan pada Lobby Lounge Boutique Hotel Studi Kasus : Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta Fivanda Fivanda
VISUAL Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v12i2.2123

Abstract

Konsep desain yang beberapa tahun belakangan ini dikembangkan oleh desainer, arsitek dan pengusaha hotel umumnya mengedepankan konsep ramah lingkungan. Dibalik beberapa kesuksesan perkembangan hotel masa kini, konsumen memang lebih menggemari konsep desain hotel yang berhubungan dengan alam dan terkesan alami. Konsep ramah lingkungan sebagai salah satu wujud implementasi konsep pembangunan berkelanjutan dan merupakan salah satu langkah bagi masyarakat untuk ikut serta terhadap kepedulian lingkungannya. Konsep ramah lingkungan sekarang sudah mulai diterapkan pada hotel dari mulai budget hotel hingga boutique hotel. Greenhost boutique hotel Yogyakarta ini mengedepankan konsep ramah lingkungan pada keseluruhan interior, bangunan dan manajemennya. Konsep Sustainable (berkelanjutan) ini ditandai dengan adanya kestabilan, dimana perubahan-perubahan terus dibatasi untuk menjaga keseimbangan dari sistem pada masa depan. Ada tiga hal yang menjadi tujuan dari konsep yang sudah dicapai yaitu meminimalkan konsumsi bahan dan energi, mencegah efek negatif pada daya dukung lingkaran dan lingkungan itu sendiri serta memenuhi kebutuhan manusia. Adanya keseimbangan yang harmonis antara manusia sebagai pengguna dengan kebiasaan manusia serta lingkungan sehingga di masa depan dapat dicapai kesinambungan dan keseimbangan hidup. Selain itu, Konsep sustainable tidak hanya diterapkan pada peletakan pintu utama, bukaan alami jendela, pencahayaan alami tetapi juga terhadap furnitur dan material yang digunakan menghasilkan limbah daur ulang yang ramah lingkungan.
Studi Identitas Visual Desa Semoyo Sebagai Kawasan Sustainable Industry Berbahan Kayu Sri Sulistyo Purnomo; Augustina Ika Widyani; Maitri Widya Mutiara
VISUAL Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v14i2.4505

Abstract

Abstract— Gunung Kidul sebelumnya dikenal sebagai daerah kering yang selalu kekurangan air bersih di musim kemarau. Namun kini keadaan tersebut telah banyak berubah sehingga Desa Semoyo yang menjadi pelopor penghijauan kemudian ditetapkan sebagai Desa Kawasan Konservasi (DKK) oleh Bupati Gunung Kidul, Suharto, pada tahun 2007. Hutan Rakyat di Desa Semoyo yang memiliki luasan 251,38 ha telah dikelola secara lestari (sustainable).Selain menjadi kawasan percontohan untuk kelestarian lingkungan, saat ini kelompok masyarakat desa Semoyo telah mengembangkan industri berbahan kayu, dengan hasil produknya berupa furnitur dan kriya (craft).Dengan menghasilkan produk berbahan kayu, maka harga jual kayu menjadi lebih tinggi dibandingkan harga jual kayu mentah. Meskipun industri tersebut masih tergolong skala industri kecil, namun memiliki potensi besar untuk dikembangkan.Penelitian ini menyoroti potensi yang dimiliki oleh Semoyo sebagai Desa Kawasan Konservasi dengan hutan rakyatnya yang telah dikelola secara legal dan lestari, serta industri kecil berbahan kayu sebagai potensi untuk mengembangkan kawasan tersebut. Data dikumpulkan melalui survey langsung ke lokasi DKK Semoyo dan wawancara terhadap masyarakat setempat, didukung dengan studi pustaka mengenai Desa Semoyo yang terletak di kabupaten Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta.Dengan pemetaan potensi kawasan dan analisis kuantitatif maupun kualitatif, penelitian ini ditujukan untuk menemukan identitas kawasan yang diangkat dari potensinya.
Perancangan Interior Ruang Asrama Santriwati Di Pesantren Al – Munawir Krapyak Martino Dwi Nugroho
VISUAL Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v13i1.6003

Abstract

Komplek R1 merupakan salah satu asrama santriwati di Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta. Dari keseluruhan ruang, kamar tidur merupakan ruang yang paling sering digunakan santriwati untuk beraktivitas sehingga memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian terhadap seting yang ada. Penyesuaian dilakukan dengan cara mengubah perilaku agar sesuai dengan lingkungan (adaptasi) ataupun mengubah lingkungan agar sesuai dengan perilaku (adjustment). Masalah penelitian ini adalah bagaimana kondisi kamar tidur komplek R1 dan bagaimana perilaku penyesuaian santriwati di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku adaptasi dan adjustment santriwati pada kamar tidur komplek R1. Penelitian ini berdasarkan pendekatan kualitatif (behavioral setting) dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan behavioral mapping. Data di analisis secara kualitatif rasionalistik menuju suatu kesimpulan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santriwati melakukan dua macam penyesuaian, namun perilaku adaptasi lebih dominan karena adanya kesadaran tentang nilai-nilai kesederhanaan yang ditanamkan dipesantren dan falsafah “nrimo ing pandhum”. Kesadaran tentang nilai-nilai tersebut menyebabkan rendahnya upaya santriwati untuk mengubah lingkungan. Perilaku penyesuaian santriwati juga dipengaruhi sikap kemuslimahannya yang dikonstruksi oleh kultur agama.
PEMBENTUKKAN DAN PENDALAMAN PROSES BERPIKIR MENDESIGN, KETERKAITAN PROSES AJAR DAN PEMAHAMAN TAHAPAN PEMIKIRAN PROSES MENDESIGN DARI SISI PENDIDIKAN HINGGA LINGKUP PROFESI Paulus Whanarahardja
VISUAL Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v15i1.7399

Abstract

Makalah menjelaskan  kompleksitas  materi ajar bagi peserta didik Program Studi Desain Interior yang memerlukan media tersendiri selain dari RPS (Rencana Pengajaran Semester). Kompleksitas tata laksana pendidikan desain terciptakan oleh ketentuan, peraturan dan sejumlah materi ajar yang meliputi teori, teknis, desain itu sendiri dan attitude. Mata kuliah studio desain dengan sistem integratif didukung oleh berbagai mata kuliah pendukung yang memusatkan perhatiannya pada tema yang diangkat oleh studio. Oleh karena itu, hasilnya bersifat komprehensif dan tepat sasaran. Metode deskriptif digunakan dalam bentuk tabel yang menggambarkan keterkaitan situasi pelaksanaan dan wawasan kompleksitas materi ajar. Tujuan utama yang ingin dicapai adalah membentuk ”benang merah” yang dapat dicermati sebagai acuan penyusunan tahapan dan proses ajar mengajar. Laporan dan komentar dari pengguna peserta didik menjadi bahan evaluasi proses pengajaran dan pembekalan pada proses pendidikan yang lebih baik. Dengan demikian, koreksi didapatkan untuk mempersiapkan Kurikulum dan RPS yang semakin “compatible” dengan kebutuhan dunia keprofesian Desain Interior.                                                                                                                                   Kata kunci : desain interior, sistem integratif, deskriptif, materi ajar
Penerapan Tema “Oasis in Urbanism” pada Perancangan Interior Hotel Resort Novotel Palembang Riko Tannuwijaya; Eddy Supriyatna Marizar; Maitri Widya Mutiara
VISUAL Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v13i2.8023

Abstract

Penerapan Tema ‘Explore and Find Serenity’ pada Perancangan Interior Ganara Art School Desy Lestary; Eddy Supriyatna Marizar; Maitri Widya Mutiara
VISUAL Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v14i1.9053

Abstract

ELEMEN PEMBENTUK SENSE OF PLACE PADA KAMPUNG KOTA Ferdinand Kendall
VISUAL Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v15i2.10956

Abstract

Kota Jakarta sebagai salah satu kota megapolitan merupakan sebuah kota yang terbentuk dari catatan sejarah yang cukup panjang dimulai sejak awal abad ke-17. Elemen-elemen pembentuk kota seperti area permukiman telah menjadi bagian dari sejarah kota Jakarta sendiri. Sebagai salah satu bentuk permukiman kota, kampung kota yang muncul secara organik merupakan salah satu akibat yang terjadi karena perkembangan kota yang pesat. Kampung Luar Batang adalah salah satu kampung kota yang terbentuk di masa kolonial Belanda serta merupakan salah satu kampung tertua di kota Jakarta. Lewat sejarah dan asal usul terbentuknya, tentu Kampung Luar Batang memiliki nilai-nilai karakter sebagai sebuah “place” yang tentu perlu dijaga dan lestarikan. Maka dari itu diperlukan sebuah kajian untuk memahami lebih jauh tentang karakter Kampung Luar Batang sebagai sebuah “place” dengan menggunakan teori John Punter dan John Montgomery tentang Sense of Place yang memiliki 3 aspek penting dalam mewujudkan sense of place, yaitu physical settings, activities dan meaning. Kampung Luar Batang tentu sebagai kampung yang telah menjadi bagian dari sejarah kota Jakarta memiliki sense of place yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai karakter serta makna yang ada pada eksistensi Kampung Luar Batang. Sehingga Kampung Luar Batang bukan hanya menjadi sebuah kampung permukiman kumuh namun menjadi kampung yang perlu dilestarikan dan diperhatikan karena Kampung Luar Batang merupakan bagian dari sejarah kota Jakarta.Kata kunci: Kampung, Kota, Sense of Place, Kampung Luar Batang
ANALISIS KOLEKSI DAN TATA PAMERAN RUANG INFORMASI DAN EDUKASI STUDI KASUS KANTOR BALAI BESAR TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER MEDAN SUMATERA UTARA Noeratri Andanwerti
VISUAL Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v16i1.11110

Abstract

Dalam menjalankan tugas pokok dalam penyelenggaraan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan salah satu fungsinya adalah penyediaan data dan informasi, promosi dan pemasaran konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya; penyediaan data dan informasi, promosi dan pemasaran konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya; Dalam rangka optimalisasi pelayanan publik BBTNGL akan melakukan pengembangan melalui kolaborasi pengelolaan ruang informasi dan edukasi. Informasi yang dihasilkan dan dipublikasi oleh Balai Besar TNGL masih sangat terbatas, sementara kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Besar TNGL dan para mitra terus meningkat aktifitasnya dilapangan dan telah menghasilkan data dan informasi yang seharusnya segera dipublikasikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan menghasilkan pedoman detain untuk perancangan ruang edukasi dan informasi BBTNGL. Metode kualitatif dilakukan melalui kajian deskriptif untuk melihat karakteristik dan aktivitas pengguna yaitu pengelola dan pengunjung serta materi dan tata pameran dikaitkan dengan visi, misi dan tujuan BBTNGL. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa koleksi dan tata pameran Ruang Informasi dan Edukasi di Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Medan saat ini belum dikelola dan dirancang dengan baik.Kata kunci: desain, interior, kolesi, pameran, informasi, edukasi, taman nasional, gunung leuser
Kontras Luminansi Pada Pencahayaan Secondary Skin Studi Kasus: Fasade Mal Taman Anggrek, Jakarta Augustina Ika Widyani
VISUAL Vol 12, No 01 (2016): Visual
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v12i01.1526

Abstract

Bangunan komersial Mal Taman Anggrek memiliki secondary skin pencahayaan buatan LED terbesar di dunia. Penelitian ini dilakukan sebagai evaluasi melalui proses observasi, wawancara dan kuesioner, terhadap hasil pencahayaan buatan setelah menggunakan secondary skin sebagai bagian dari konsep city beautification. Secondary skin yang digunakan pada Mal Taman Anggrek memungkinkan terjadinya gangguan dari pencahayaan yang atraktif dan dinamis terhadap pengguna jalan. Penelitian juga ditujukan untuk mengetahui sejauh mana penggaruh pencahayaan yang atraktif dan dinamis dari Mal Taman Anggrek dalam menghasilkan polusi cahaya terhadap pengguna bangunan atau kawasan sekitarnya. Selanjutnya penelitian juga dimaksudkan untuk mendapatkan data fisis atau data terukur luminansi dan distribusi luminansi mengenai tata cahaya kondisi eksisting sebagai awal proses evaluasi yang kemudian dianalisa melalui metode analisis sistemik yang meliputi tahap-tahap penguraian dan penyusunan data, penyimpulan serta rumusan hasil penelitian. Temuan dari penelitian ini disusun sebagai bahan evaluasi yang akan diketahui sejauh mana pengaruh penggunaan pencahayaan buatan pada secondary skin fasade bangunan komersial terhadap persepsi pengguna jalan dan pengaruhnya terhadap kawasan (bangunan sekitar).