cover
Contact Name
Gusstiawan Raimanu
Contact Email
g.raimanu@unsimar.ac.id
Phone
+6281354205726
Journal Mail Official
jurnalagropet@unsimar.ac.id
Editorial Address
Lt. Dasar Gedung Rektorat, Fak. Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso Jl. P. Timor No. 1. Poso
Location
Kab. poso,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agropet
ISSN : 46939158     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Agropet (Agropet) is a journal published by Faculty of Agriculture, Universitas Sintuwu Maroso, Indonesia. It is a scientific journal dedicated to publishing the manuscript of the research in the field of agricultural technology, such as agricultural product technology, agricultural engineering and agricultural industries technology. Agropet also publishing various disciplines of animal science, such as animal feed and nutrition; animal reproduction, genetics, and production; social and economic; and animal products science and technology. Agropet has p-ISSN 1963-9158. Jurnal Agropet publish two times per year on June and December.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2013)" : 5 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT Endang Sri Dewi Hs
Agropet Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.489 KB)

Abstract

Peningkatan kebutuhan tomat menyebabkan perlu dilakukan teknik produksi yang dapat memnuhi kebutuhan tomat tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan mulsa organik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemerian mulsa organik terhadap pertumbuhan dan dan hasil tanaman Tomat. Penelitian ini dilaksnankan Desa Pinedapa Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso. Pada bulan Februari 2013  sampai Mei 2013. Alat yang  digunakan dalam penelitian ini adalah traktor, aret, bajak, cangkul, gembor, meteran, kamera, handsprayer, ember timbangan analitik dan alat tulis.  Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih tomat, mulsa  Jerami, mulsa daun Gamal dan mulsa Alang - alang, air, polybag, pupuk kandang, pupuk SP-36, KCl dan UREA. Penelitian ini disusun menurut pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan yaitu : Tanpa Mulsa (M0),  Mulsa  Jerami (M1), Mulsa daun Gamal (M2), Mulsa Alang – alang (M3). Setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 12 petak percobaan. Petak percobaan yang dipakai berukuran 3 m x 4 m, dengan jarak tanam 60 cm x 50 cm, sehingga dalam satu petak percobaan terdapat 40 titik tanam/petak. Pemberian mulsa organik jerami, daun gamal,dan alang – alang pada takaran yang sama yaitu 36 kg/petak  pada tanaman tomat memberikan pengaruh, baik pada komponen tumbuh maupun pada komponen hasil.Kata kunci : Mulsa, Organik, Gamal, Tomat
PENGUJIAN TINGKAT PENGGUNAAN TEPUNG BIJI KARET DALAM RANSUM TERHADAP PERSENTASE LEMAK ABDOMINAL AYAM PEDAGING Yan Alpius Loliwu
Agropet Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.102 KB)

Abstract

Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengujian lemak tingkat penggunaan tepung biji karet dalam ransum terhadap persentase lemak abdominal pada ayam pedaging yang dipelihara, telah dilaksanakan di Desa SintuwuLemba Kecamatan Lage dari tanggal 6 November 2012 sampai dengan 11 Desember 2012.Dalam penelitian ini digunakan 75 ekor ayam pedaging umur dua hari “Final Stock” ISB 707. Kandang yang digunakan adalah kandang dengan alas papan berukuran 100 cm x 50 cm sebanyak 15 petak. Setiap petak kandang dimasukkan 5 ekor ayam pedaging yang dilengkapi dengan tempat makan dan minum.Dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dengan tiga ulangan. Adapun tingkat penggunaan tepung biji kart adalah sebagai berikut :RO = Ransum yang menggunakan 0 % tepung biji karet dari total ransumR1 = Ransum yang menggunakan 2 % tepung biji karet dari total ransumR2 = Ransum yang menggunakan 4 % tepung biji karet dari total ransumR3 = Ransum yang menggunakan 6 % tepung biji karet dari total ransumR4 = Ransum yang menggunakan 8 % tepung biji karet dari total ransumHasil analisa statistik diperoleh bahwa penggunaan tepung biji karet dalam ransum ayam pedaging memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap persentase lemak abdominal. Dari uji Tukey’s diperoleh bahwa perlakuan R3 dan perlakuan R4 menunjukkan ada perbedaan sedangkan perlakuan R0, R1, R2 tidak ada perbedaan.Dari hasil penelitian tentang pengujian penggunaan tepung biji karet dalam ransum dapat disimpulkan bahwa tepung biji karet dapat digunakan sampai pada taraf 6% dari total ransum. Kata Kunci : Tepung Biji Karet, Lemak Abdominal, Ayam Pedaging
KAJIAN TENTANG MINAT BERUSAHA PADA SEKTOR PETERNAKAN SEBAGAI USAHA POKOK MASYARAKAT DI KABUPATEN POSO James Marota Taralalu
Agropet Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.823 KB)

Abstract

Komoditas pertanian utama yang diusahakan oleh petani terdiri dari tanaman pangan, tanaman perkebunan, tanaman hortikultura sedangkan komoditas ternak masih sangat terbatas jumlahnya dan umumnya masih sebatas pada pemeliharaan skala rumah tangga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan September 2012 dengan menggunakan metode survey pada 3 (tiga) Kecamatan yaitu Kecamatan Pamona Timur, Lore Utara yang dan Poso Pesisir Utara.  Jumlah responden yang digunakan sebagai sampel pada tiap Kecamatan sebanyak 100 petani yang dipilih secara acak dengan menggunakan snowball sampling.Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis  deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan oleh masyarakat masih lebih dominan pada usaha sektor pertanian tanaman perkebunan dan tanaman pangan. Usaha sektor peternakan belum menunjukkan adanya usaha yang bersifat usaha pokok. Potensi sumberdaya untuk pengembangan ternak sebagai usaha pokok sangat mendukung. Prosentase minat masyarakat untuk mengembangkan ternak sebagai usaha pokok cukup apresiatif (73%). Kesempatan mengembangkan ternak  sebagai usaha pokok perlu mendapat respon dari semua pihak dengan mengksplorasi dan eksploitasi sumberdaya yang tersedia.
ANALISIS EKONOMI KOMODITI CENGKEH, RAMBUTAN DAN LENGKENG PADA LAHAN MARGINAL DI DESA DIDIRI KECAMATAN PAMONA TIMUR Marten Pangli
Agropet Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.268 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di desa Didiri dengan utama adalah tersedianya data dan informasi yang memadai pada usaha tani daerah marginal yang ditinjau dari berbagai aspek : 1) Aspek teknik budidaya, yaitu kesesuaian lahan dan faktor pembatas, 2) Aspek pasar, yaitu peluang pasar pada setiap komoditi, 3) Aspek financial dengan kriteria inverstasi : NPV, IRR dan B/C, 3) Aspek sosial budaya, yaitu perilaku bercocok tanam dan kondisi riil usaha tani, 4) Aspek konservasi pada tanah dan air.Data responden menunjukan bahwa 57,14% petani menjual hasil pertanian ke tempat pembeli, pembeli utama (tengkulak 25,71%; agen besar 14,29%; masyarakat sekitar 45,71%), patokan harga berdasarkan harga (pasar 28,17%; tawar menawar 25,71%; mengikuti pembeli 8,57%), petani tidak melakukan analisa ekonomi ( 82,86%), petani mengalami produksi melimpah harga rendah (62,86%), faktor penghambat cara bercocok tanam (48,57%), dan usaha pertanian untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari (68,57%).Berdasarkan hasil analisis data empiris, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Aspek pasar, komoditi yang dikembangkan saat ini memiliki peluang pasar yang baik. Walaupun komoditi cengkeh memiliki peluang pasang surut, tetapi saat ini harga komoditi tersebut telah menembus harga Rp. 50.000 atau lebih. Sedangkan komoditi yang berpeluang lebih baik adalah rambutan karena harga stabil yang sangat tergantung produksi dan kontinuitasnya, Aspek finansial, dalam aspek ini lebih difokuskan pada komoditi cengkeh, rambutan dan lengkeng.Berdasarkan analisis cash flow proyeksi biaya dan pendapatan komoditi cengkeh, rambutan dan lengkeng diperoleh bahwa : 1) Net present value (NPV) komoditi cengkeh, rambutan dan lengkeng bernilai positif yakni masing-masing Rp. 126.127. 738,-; Rp. 255.516.580,-; Rp. 262.621.895; 2) Internal Rate or Return (IRR) atau tingkat bunga yang menghasilkan NPV sebesar nol untuk komoditi cengkeh, rambutan dan lengkeng yakni masing-masing 31,06%; 61,28%; dan 58,5%; 3) Benefit Cost Ratio (B/C), menghasilkan B/C cengkeh 1,95; rambutan 9,34; dan lengkeng 6,90; 4) Dicounted Payback Period (DPP) atau pada waktu yang diperlukan untuk mengembalikan seluruh investasi yang telah ditanamkan, menunjukkan komoditi cengkeh adalah 9 tahun 2 bulan, rambutan 6 tahun 4 bulan dan lengkeng 11 tahun 4 bulan.
PENERAPAN METODE SELEKSI MASSA DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS VARIETAS JAGUNG MANADO KUNING Andri Managanta
Agropet Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.535 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan seleksi massa dalam upaya meningkatkan produktivitas Jagung Manado Kuning di Desa Talikuran Kecamatan Tompaso. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Talikuran Kecamatan Tompaso selama 4 bulan dari bulan Januari 2007 sampai dengan April 2007. Populasi yang diteliti berjumlah 2000 tanaman yang dianalisis berjumlah 100 tongkol untuk populasi C1 dan 20 untuk populasi C0. Data yang diperoleh dianalisis statistik untuk menghitung respon seleksi dan nilai duga daya waris.Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan penerapan metode seleksi massa pada tanaman jagung Varietas Manado Kuning di desa Talikuran Kecamatan Tompaso dapat meningkatkan berat biji pertongkol rata-rata sebesar 0,01 g (2,7 %) selama satu daur seleksi serta karakter jumlah biji dalam satu baris (JBB), jumlah biji (JB), panjang tongkol (PT), berat biji (JBi), dan berat tongkol (BT) memiliki respon seleksi yang berbeda-beda. Nilai duga daya waris dari karakter jumlah biji dalam satu baris (tinggi), jumlah biji (sedang), panjang tongkol (tinggi), berat biji (sedang) dan berat tongkol (rendah). Berdasarkan respon seleksi dan nilai duga daya waris pada pertanaman Jagung Manado Kuning di Desa Talikuran Kecamatan Tompaso dapat menjadi dasar dalam melakukan seleksi pada populasi berikutnya. Kata Kunci: Jagung Manado Kuning, Seleksi Massa, Respon Seleksi, Daya Waris

Page 1 of 1 | Total Record : 5