cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmad.yani@bakrie.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijsr@bakrie.ac.id
Editorial Address
LPkM - Kampus Universitas Bakrie, Jl. H.R Rasuna Said Kav C-22,Kuningan, Jakarta Selatan - 12920 Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal for Social Responsibility
Published by Universitas Bakrie
ISSN : -     EISSN : 26853833     DOI : https://doi.org/10.36782/ijsr
Indonesian Journal of Social Responsibility (IJSR) e-ISSN 2685-3833 is an Open Access Journal that publishes scientific articles of community service research and policy analysis focuses on the fields of (1) community services, empowerment and entrepreneurships; (2) application of science and technology for sustainable development; (3) social, political, and economic Issues; (4) sustainable governance and public policy; (5) information and communication strategy published by Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Bakrie. IJSR publishes 2 times in a year every June (Submission deadline April 30th) and December (Submission deadline October 30th)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 02 (2019): December 2019" : 5 Documents clear
PEMETAAN PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN PAGELARAN HEMAN KA BUDAK DALAM PENINGKATAN KEBANGGAAN BUDAYA SUNDA Hanathasia, Mirana; Suharyanti; Kurnia, Ari
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 02 (2019): December 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i02.10

Abstract

Pelestarian kebudayaan lokal dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah pertunjukan seni. Melalui pagelaran Heman ka Budak yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Pendidikan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menghasilkan sejumlah kegiatan bertema seni dan budaya yang rutin dilakukan setiap minggunya di acara Car Free Day. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk meningkatkan kebanggaan Budaya Sunda oleh masyarakat khususnya remaja dan dukungan dari banyak pihak dalam melestarikan kebudaya lokal. Dalam menghadapi permasalahan kurangnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan budaya lokal, sejumlah evaluasi dilakukan salah satunya adalah melalui teknik Focus Group Discussion (FGD), yang dilakukan bersama kepala Disdikbud dan sejumlah seniman yang kerap mengikuti kegiatan Heman ka Budak. Dalam FGD tersebut, kegiatan mingguan Heman ka Budak mengahdapi sejumlah kendala dalam tujuan melesatariakn budaya Sunda ini. Selain belum mendapatkan dana untuk mendukung kegiatan, seperti uang transport para pengisi acara, konsumsi, dan biaya teknis lainnya, penggunaan media massa sebagai sarana promosi dan informasi juga hanya menggunakan media sosial Facebook dan Instagram. Tidak ada keterlibatan media massa lokal maupun nasional juga sponsor berupa pendanaan atau pun produk, sehingga kegiatan pelestarian budaya lokal ini belum menjadi perhatian publik secara massa, hanya bermain di lingkungan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Keterlibatan remaja dalam kegiatan ini hanya sebagai pengisi acara, tidak sejauh mereka melakukan promosi dan publikasi sebagai wujud kebanggan terhadap kesian budaya lokal.
PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK IBU-IBU PKK DI PERUMAHAN RENY JAYA RT 04 RW 07 KELURAHAN PONDOK PETIR KECAMATAN BOJONG SARI DEPOK Madonna, Sandra; Nursetyowati, Prismita; Hermiyetti
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 02 (2019): December 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i02.11

Abstract

Kelurahan Pondok Petir merupakan kelurahan dengan jumlah penduduk paling besar di Kecamatan Bojongsari, Depok. Penggunaan lahan terbesar di Kelurahan ini adalah untuk perumahan. Perumahan Reny Jaya salah satu perumahan terbesar di Pondok Petir. Besarnya jumlah penduduk dan keanekaragaman aktivitas ini berkontribusi terhadap peningkatan jumlah dan permasalahan sampah. Sampah organik yang berasal dari rumah tangga mendominasi timbulan sampah di Indonesia. Timbulan sampah organik di Kelurahan Pondok Petir berpotensi untuk dikelola dengan baik. Metode Komposting menggunakan keranjang Takakura dan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun sangat tepat diperkenalkan sebagai teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah organik yang berasal dari rumah tangga. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah partisipasi masyarakat yang masih kurang terarah dan terorganisir secara baik, masih minimnya kepudilan masyarakat terhadap permasalahan sampah. Adanya potensi sampah rumah tangga untuk diolah bahkan dapat bernilai ekonomi, namun belum maksimal diterapkan karena masih kurangnya motivasi dan wawasan masyarakat dalam mengelola sampah. Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Sampah telah dilakukan, dihadiri oleh 16 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga di RT 04 RW 07 Kelurahan Pondok Petir, Depok. Dengan metode penyampaian secara presentasi, praktik pembuatan komposter Takakura, pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah, serta diskusi dan tanya jawab. Pelatihan pengolahan sampah skala rumah tangga ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat di Kelurahan Pondok Petir dalam mengelola sampah mereka, dan dapat mensosialisasikan serta memotivasi rumah tangga lain di sekitar sehingga dapat menjadi salah satu contoh kawasan yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah.
PRAKARYA MEMBUAT MAINAN ANTI KORUPSI Ihsan, Mohammad; Prasetya Gunawan , Irwan; Hatta, Holila
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 02 (2019): December 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i02.12

Abstract

Studi ini berdasarkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh Tim PKM Universitas Bakrie yang dilaksanakan pada Sabtu, 5 Januari 2019 di Desa Kaliurang, Yogyakarta. Peserta kegiatan adalah anak-anak usia sekolah dasar, dan materi yang diberikan untuk mereka berupa pengetahuan mengenai budaya anti korupsi melalui dua rangkaian kegiatan: 1) pembuatan prakarya berbagai macam model mainan/perangkat; dan 2) kegiatan game anti korupsi dengan menggunakan mainan/maket yang telah dibuat. Semua ini dilakukan agar peserta pelatihan yang kesemuannya terdiri atas anak usia sekolah dasar mendapatkan suasana yang menyenangkan agar bisa menerima materi pembelajaran dengan baik. Melalui pengalaman berinteraksi dengan orang lain, anak akan belajar memahami tentang kegiatan atau perilaku mana yang baik/boleh/diterima/disetujui atau buruk/tidak boleh/ditolak/tidak disetujui. Diharapkan bahwa dengan model pembelajaran yang baik dan tepat, akan terbentuk moral generasi penerus bangsa yang anti korupsi, berperilaku baik, dan jujur.
PENDAMPINGAN REMAJA DI KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI PELESTARIAN BUDAYA Murtanti Putri, Dianingtyas; Jamilah Mihardja, Eli; Mulyasari Agustini, Prima
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 02 (2019): December 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i02.13

Abstract

Masuknya era 4.0 sekarang ini atau dikenal sebagai era disrupsi yang mengharuskan beragam aspek untuk maju dan dapat mengikuti perkembangan kemajuan teknologi. Dibutuhkan inovasi, problem solving, dan kreatif untuk menghadapi era disrupsi ini. Salah satu aspeknya adalah promosi kebudayaan Indonesia sebagai identitas diri bangsa yang masih terbatas menggunakan beragam media konvensional, dimana harus segera dirubah. Media jejaring sosial merupakan sarana yang efektif untuk mempromosikan beragam budaya nusantara, pengguna muda mendominasi pengguna internet di Indonesia, terutama media jejaring sosial. Pada program pengabdian masyarakat kali ini, memberikan pemahaman berupa penyuluhan secara mendalam mengenai identitas dan pelestarian nilai budaya lokal, dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan media sosial, khususnya Instagram untuk meningkatkan kesadaran remaja milenial dan Gen Z akan pelestarian budaya lokal yang mereka miliki. Adanya pelatihan dan penyuluhan penggunaan media sosial sebagai pelestarian budaya lokal yakni Kuningan, Jawa Barat melalui promosi budaya lokal dengan Instagram sebagai medianya, diharapkan setelah mengikuti pelatihan mereka mampu mengimplementasikan Instagram sebagai sarana promosi budaya lokal Kuningan.
PELATIHAN MANEJEMEN KOMUNIKASI MEREK KEPADA PELAKU USAHA DALAM MENDUKUNG CITY BRANDING CIREBON Suharyanti, Suharyanti; Hanathasia, Mirana; Fortunisa , Ananda
Indonesian Journal of Social Responsibility Vol. 1 No. 02 (2019): December 2019
Publisher : LPkM Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/ijsr.v1i02.14

Abstract

Pada 2017 Pemerintah mentargetkan sebanyak 8 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia sudah berjualan online pada 2019.  Untuk mewujudkan hal tersebut berbagai pelatihan digital diberikan kepada para pelaku UMKM di Indonesia. Salah satunya kepada pelaku UMKM di Kota Cirebon, Jawa Barat. Terdapat sekitar 1698 pelaku UMKM di Kota Cirebon. Jika dulu pelaku UMKM di Kota Cirebon banyak yang menjajakan produk yang dikaitkan dengan ciri khas kotanya sebagai Kota Udang seperti kerupuk udang, terasi, dan juga batik  dan lukisan kaca khas Cirebon, kini muncul pelaku UMKM yang mengembangkan produk-produk baru yang kedepannya mungkin bisa menjadi ciri khas Kota Cirebon yaitu bawang goreng, relief logam, sabun, dan sebagainya. Namun permasalahannya banyak para pelaku UMKM yang kurang paham menyusun strategi komunikasi pemasaran.  Untuk dapat mengembangkan usaha pelaku UMKM kota Cirebon, perlu dilakukan pelatihan manejemen komunikasi merek seperti pemilihan tema yang menarik untuk dikomunikasi melalui kemasan produk ataupun media promosi online dan membuat simulasi strategi perencanaan media online untuk mempromosikan produk. Dengan komunikasi yang tepat tidak hanya dapat mengkomunikasikan produk kepada konsumen namun juga dapat mendukung city branding Kota Cirebon.

Page 1 of 1 | Total Record : 5