cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 130 Documents
Produktivitas Kerja Saat Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) pada Dosen FKM Universitas Mulawarman di Masa Pandemi Covid-19 Susanti, Rahmi; Amelia, Dinda Tasya; Damaiyana, Fina; Bernadine, Oryza Regina
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.172

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Virus corona yang terus meningkat menyebabkan sekolah dijalankan secara Work From Home (WFH) dengan online. Produktivitas kerja menjadi suatu permasalahan jika pekerja bekerja di rumah, termasuk seorang dosen. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan produktivitas kerja pada saat Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) dimasa Pandemi. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional yang berjenis kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 31 tenaga kependididkan dan dosen dengan teknik sampel yaitu total sampling. Analisis data yang digunakan ialah analisis univariat, bivariat dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji wilconxon signed rank test didapatkan nilai sig sebesar 0.219 > 0.05 yang berarti H0 diitolak. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan produktivitas kerja pada tenaga kependidikan dan dosen pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman pada saat Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) di masa pandemi. Work Productivity Differences in Education and Teachers of Faculty of Public Health when WFH (Work From Home) and WFO (Work From Office) at FKM Lectures of Mulawarman University during Pandemic Abstract Background: The corona virus which continues to increase causes schools to run online as WFH (Work From Home). Various problems arise due to the rules for lecturers to teach at home, one of which is the productivity of the lecturers. Purpose: This study aims to determine the differences in work productivity during WFH (Work From Home) and WFO (Work From Office) during the Pandemic. Methods: The design of this study was a cross sectional quantitative type. The total population was 31 education staff and lecturers with the sampling technique using the total sampling technique. The data analysis used was univariate, bivariate analysis with the Wilcoxon Sign Rank Test with a confidence level of 95%. Results: The results of the analysis using the Wilcoxon signed rank test obtained a sig value of 0.219> 0.05, which means that H0 is rejected. Conclusion: There was no difference in work productivity among teaching staff and lecturers at the Faculty of Public Health, Mulawarman University during the Work From Home (WFH) and Work From Office (WFO) during the pandemic.
Pengaruh Teman Sebaya dengan Status Gizi Lebih Remaja di Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Pamulang Fatmawati, Iin; Wahyudi, Chandra Tri
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.176

Abstract

Abstrak Latar belakang: Status gizi lebih atau kegemukan merupakan kondisi terjadinya peningkatan berat badan yang disebabkan karena adanya penimbunan lemak tubuh. Tidak hanya ditemukan pada kelompok usia dewasa, namun status gizi lebih juga ditemukan pada usia anak-anak dan remaja. Prevalensi status gizi lebih pada kelompok usia remaja masih mengalami peningkatan yang tinggi dari tahun ke tahun. Salah satu yang menyebabkan peningkatan status gizi adalah perubahan pola makan. Perubahan pola makan sendiri dipengaruhi oleh adanya peran lingkungan sosial, yaitu pengaruh teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengaruh teman sebaya dengan kejadian status gizi lebih pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Sampel diambil menggunakan stratified random sampling dengan jumlah 60 orang siswa-siswi sekolah menengah pertama. Pengumpulan data status gizi dilakukan dengan metode self reported dan untuk pengaruh teman sebaya menggunakan kuesioner pengaruh peer group support. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – November 2020. Hasil: Hasil anailisis menyebutkan sebanyak 40% remaja tanpa adanya pengaruh teman sebaya memiliki status gizi yang normal dan sebanyak 23,3% remaja dengan pengaruh teman sebaya memiliki status gizi lebih. Penelitian ini menujukkan ada hubungan antara pengaruh teman sebaya dengan status gizi lebih pada remaja dengan p value = 0,028. Kesimpulan: Pengaruh teman sebaya dapat mempengaruhi terjadinya gizi lebih pada remaja. The Correlation Between Peer Group Support and Overweight Among Adolescents In Junior High School Pamulang Sub-District Tangerang Selatan Abstract Background: Overweight and obesity is a condition in which excess body fat has accumulated and leads to weight gain. Overweight is not only found in adults, but also in children and adolescents. The prevalence of overweight in the adolescent still has a sharp increase from year to year. One of the causes of overweight is changes in diet. Changes in diet are influenced by the role of the social environment, such as peer group support. This research aims to determine the correlation between peer group support with overweight in adolescents. Method: This research is an observational study with a cross-sectional design. The samples were collected using stratified random sampling, with a total sample of 60 students at middle school. The nutritional status data were collected using the self-respected method, and for the peer influence used questionnaire. This research was conducted in July to November 2020. Results: The analysis results showed that as many as 40% of adolescents without the peer group support had normal nutritional status, and 23.3% of adolescents with the peer group support had overweight. This research showed that there was a relationship between peer group support and overweight in adolescents, with the p value = 0.028. Conclusion: Peer group support is able to influence the occurrence of overweight in adolescents.
Analisis Faktor Internal Pemanfaatan Pelayanan Poliklinik Gigi di UPT Puskesmas Kintamani VI Kabupaten Bangli Widayati, Ni Putu Sri; Natalia Yudha, Ni luh Gde Ari; Hardy, I Putu Dedy Kastama
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.120

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Prevalensi karies gigi di wilayah kerja UPT Puskesmas Kintamani VI masih tinggi sedangkan yang mendapatkan pelayanan kesehatan jumlahnya masih sedikit. Berbagai faktor dapat mempengaruhi tingkat pemanfaatan Puskesmas oleh masyarakat dalam mengatasi kesehatannya dari faktor internal maupun faktor eksternal Puskesmas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor internal pemanfaatan pelayanan di UPT Puskesmas Kintamani VI dengan mendeskripsikan aspek kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh UPT Puskesmas Kintamani VI. Metode: Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner dan wawancara. Dengan jumlah sampel 32 orang pegawai UPT Puskesmas Kintamani VI, dua orang informan utama yaitu kepala puskesmas, dokter gigi dan tiga orang informan pendukung yaitu kepala tata usaha, PJ Upaya Kesehatan Perorangan, dan PJ gudang obat. Desain penelitian ini adalah mixed method dengan waktu pengumpulan data pada Bulan April sampai Bulan Mei Tahun 2020 Hasil: Berdasarkan analisa Matriks IFAS kekuatan utama yang dimiliki oleh UPT Puskesmas Kintamani VI, memiliki kebijakan internal dalam mengatur pemanfaatan pelayanan, memiliki alokasi dana untuk pelayanan di poliklinik gigi, dan memiliki SDM yang berkompeten dengan nilai skor 0,328 sedangkan kelemahan utama yang dimiliki oleh UPT Puskesmas Kintamani VI adalah sarana dan prasarana yang kurang dalam memberikan pelayanan di poliklinik gigi dengan nilai skor 0,082. Kesimpulan: Skor analisis faktor internal yang dimiliki UPT Puskesmas Kintamani VI sebesar 3,064 lebih besar dari 2,5 sebagai nilai tertimbang, artinya organisasi UPT Puskesmas Kintamani VI memiliki kekuatan untuk menghadapai kelemahan yang dimiliki. Internal Factors Analysis of Dental Polyclinic Service Utilization at UPT Puskesmas Kintamani VI Bangli Regency Abstract Background: The prevalence of dental caries in the working area of ​​UPT Kintamani Community Health Center (CHC) VI is high and low health services coverage. Various factors can affect the level of utilization of CHC by the community in dealing with their health from internal factors and external factors at the CHC. This study aimed to analyze the internal factors of service utilization at the UPT Kintamani CHS VI by describing the strengths and weaknesses of the UPT Kintamani CHC VI. Methods: The methods for data collection were questionnaires and interviews. Total sample are 32 of employees of the UPT Kintamani CHC VI, two main informants were the head of the CHC, a dentist and three supporting informants, namely the head of administration, person in charge of individual health effort, and person in charge of drug store. This is mixed method study with data collection time during April to May 2020 Result: Based on the IFAS Matrix analysis, the main strengths was from the UPT Kintamani CHC VI, have internal policies in regulating service utilization, have allocation of funds for services in dental polyclinics, and have competent human resources with a score of 0.328 while the main weaknesses possessed by UPT Kintamani CHC VI is the facilities and infrastructure that are lacking in providing services at the dental polyclinic with a score of 0.082 Conclusion: The score of internal factor analysis owned by UPT Kintamani CHC VI is 3.064, greater than 2.5 as a weighted value, meaning that UPT Kintamani CHC VI has the strength to deal with its weaknesses.
Analisis Determinan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta Surury, Istianah; Sari, Astri Kurnia; Rahmadhayanti, Sari; Permatasari, Siti Afifah
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i3.67

Abstract

Latar Belakang: Pencegahan kanker payudara difokuskan pada deteksi stadium awal. Salah satu metode deteksi dini untuk menemukan kanker payudara stadium awal yang dapat dilakukan adalah SADARI. Namun di balik manfaat yang banyak dirasakan dan caranya mudah tersebut, masih banyak perempuan di Indonesia yang belum tergerak untuk melakukannya. Hal itulah yang menjadi penyebab masih tingginya angka kematian akibat kanker payudara dan keterlambatan diagnosa dan penanganan oleh tenaga medis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta. Metode: penelitian ini mengunakan desain studi cross sectoonal pada Desember 2019 – Januari 2020. Sebanyak 83 mahasiswi menjadi responden dengan mengisi kuesioner daring melalui google form. Variabel yang diteliti adalah usia, riwayat keluarga, pengetahuan, sikap dan perilaku SADARI. Hasil: Ditemukan perbedaan yang signifikan antara sikap dengan perilaku SADARI dengan nilai p = 0,015 dan OR=3,744 (95% CI= 1,38 – 10,14). Tidak ditemukan adanya perbedaan yang bermakna antara riwayat keluarga dan pengetahuan dengan perilaku SADARI pada mahasiwi. Kesimpulan: Edukasi yang diberikan di kampus dapat diimplementasikan oleh mahasiwi dengan menanamkan sikap positif dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga terwujud budaya SADARI yang tinggi pada mahasiswi dan menjadi contoh bagi mahasiswi non kesehatan lainnya di lingkungan UMJ maupun orang-orang di sekitar. Analysis of Determinant Breast Self-Examination (BSE) Behavior in Students of Faculty of Public Health University of Muhammadiyah Jakarta Abstract Background: Prevention of breast cancer is concerned on early-stage detection. One method of early detection to find early-stage cancer that can be done is Breast Self-Examination (BSE). But behind the benefits and the ease of it, there are still many women in Indonesia who have not impelemented BSE. This is the cause of the high cancer mortality rate because of late diagnosis and treatment by medical personnel. This study was conducted to determine the factors associated with breast self-examination (BSE) on students of the Faculty of Public Health, University of Muhammadiyah Jakarta. Methods: this study used a cross-sectional study design in December 2019 - January 2020. A total of 83 studies became respondents by filling in an online questionnaire through a Google form. Variables that are discussed are age, family history, knowledge, attitudes and BSE behavior. Results: Significant differences were found between attitudes and BSE with p = 0.015 and OR = 3.744 (95% CI = 1.38 - 10.14). No significant differences were found between family history and knowledge with BSE in students. Conclusion: Preventive education provided on campus can be implemented by students by instilling a positive attitude and applying it in everyday life. Related to the realization of higher BSE culture and become an example for other non-health students in the UMJ environment as well as those around.
Efektivitas Pelatihan dengan Media Phantom dalam Meningkatkan Pengetahuan Perawatan Payudara dan Asi Ekslusif pada Ibu Hamil Nurrizka, Rahmah Hida; Wenny, Dwi Mutia
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i3.83

Abstract

Latar Belakang: Dalam meningkatkan pemberian ASI pada bayi, Ibu menyusui membutuhkan bantuan dan informasi serta dukungan dalam perawatan payudara pada saat hamil untuk mempersiapkan pemberian ASI. Penelitian ini menganalisis sejauh mana pelatihan perawatan payudara dengan menggunakan media phantom memberikan efektivitas terhadap perubahan pengetahuan Ibu menyusui. Metode: Penelitian menggunakan desain stusi preeksperimental dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian dilakukan pada Ibu Hamil yang berkunjung di Puskesmas Pondok cabe Ilir. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan yang signifikan terhadap pengetahuan ibu setelah dilakukan pelatihan dengan media phantom (nilai sig < 0.05). Kesimpulan: Pelatihan dengan penggunaan media phantom Imenunjukkan efektivitas yang baik sebagai media pelatihan kepada ibu menyusui. Oleh sebab itu, pelatihan dengan media phantom perlu terus dilakukan agar pemberian ASI ekslusif dapat meningkat. Effectiveness of Training with Phantom Media as Treatment of Breastfeeding Success Abstract Background: Pregnant and nursing mothers need information on breast care to prepare for breastfeeding. This study analyzes the extent to which breast care training using phantom media provides effectiveness in changing the knowledge for pregnant mother. Methods: This study was pre-experimental design which one group pretest and posttest design. It conducted on pregnant women who visited the Pondok Cabe Ilir health center during September 2019. Data were analyzed using t dependent test. Result: The results showed a significant change in the mother's knowledge after training with phantom media (sig <0,05). Conclution: The training with phantom media showed good effectiveness as a training medium in pregnant women. Therefore, training with phantom media needs to be carried out so that exclusive breastfeeding runs well.
Kebersihan Perorangan dan Kecacingan pada Siswa SDN 128 Pekanbaru Sari, Nila Puspita; Hayati, Zahratul
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.99

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Infeksi cacing kerap menjadi permasalah bagi anak sekolah. Aktivitas bermain pada anak yang tidak memperdulikan kondisi higiene perorangan dan lingkungan sekitarnya. Cacingan berakibat buruk pada kemampuan anak dalam menerima dan mengikuti pelajaran di sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan higiene perorangan dengan kejadian kecacingan pada siswa sekolah dasar Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah siswa SDN 128 Pekanbaru kelas 2,3 dan 4, dengan sampel sebanyak 47 orang (purposive sampling). Dilakukan analisis data dengan uji chi-square dan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur, pemeriksaan laboratorium, serta pengolahan data menggunakan komputerisasi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa cuci tangan pakai sabun, pengunaan alas kaki, kebersihan jari kuku, jajan sembarangan, dan bermain tanah (P value= 0,001;0,002; 0,001; 0,003; 0,001) memiliki hubungan dengan kecacingan pada siswa sekolah dasar di SDN 128 Kota Pekanbaru. Kesimpulan: Dinas Kesehatan diharapkan adanya kerjasama dengan Puskesmas dan Pihak Sekolah untuk memberikan pembinaan, penyuluhan, dan pemberian obat cacing berkala pada siswa sekolah dasar agar terhindar dari risiko penyakit cacingan. Personal Hygiene and Helminthiasis of Primary School Students 128 in Pekanbaru Abstract Background: An elementary school student is very vulnerable to helminthiasis infections, this is caused by their habit of playing and they usually do not pay attention to their hygiene and environment. These can cause affect the children able to receive and attend the school lessons. This study aimed to determine the relationship between personal hygiene and helminthiasis at elementary students. Methods: This research used a quantitative method with a cross-sectional design, with respondents SDN 128 Pekanbaru. Populations were students of SDN 128 Pekanbaru at 2nd, 3rd, and 4th grade and samples are 47 people (purposive sampling). Data analysis used chi-square test, questionnaire, laboratory test, and processing data using computerization. Result: This research showed that there as a correlation between washing hand with soap, using footwear, nails hygiene, eating ransom snack, and playing on the ground (P value= 0,001; 0,002; 0,001; 0,003; 0,001) with the incidence of helminthiasis. Conclusion: Suggested to the nearest institution which is the health service, hoped to assume the operation with the health center and the school to provide counseling and giving o worm medicines regularly to elementary students to prevent the incidence of helminthiasis.
Pengaruh Keturunan, Obesitas dan Gaya Hidup yang Mempengaruhi Risiko Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Pandak II Bantul DIY Tahun 2019 Khotimah, Anis; Purnomo, Parmadi Sigit; Amry, Riza Yulina
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.106

Abstract

Abstrak Latar belakang: Hipertensi adalah keadaan di mana tekanan darah sistolik ≥ 120 mmHg atau Diastolik ≥ 90 mmHg. Beberapa penyebabnya adalah keturunan, obesitas dan gaya hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara keturunan, obesitas dan gaya hidup terhadap risiko hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pandak II Bantul DIY. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan case control. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling menggunakan perbandingan 1:1. Pengambilan sampel dengan kriteria inklusi dan eksklusi yaitu sebanyak 62 responden. Pengujian data menggunakan uji univariat dan bivariat. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan dan pengukuran pada obesitas menggunakan timbangan serta meteran dan pengukuran hipertensi menggunakan spinomamometer dan stetoskop. Hasil: Hasil dari analisis bivariat didapatkan nilai asymp sig (0,002) < α (0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang sigifikan antara keturunan terhadap risiko hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pandak II Bantul DIY. Hasil asymp sig dari obesitas adalah (0,575) > α (0,05) maka Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh yang siginifikan antara variabel obesitas terhadap risiko hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pandak II Bantul DIY. Dan hasil gaya hidup adalah asymp sig (0,015) < α (0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang sigifikan antara gaya hidup terhadap risiko hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pandak II Bantul DIY. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara keturunan terhadap risiko hipertensi, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara obesitas terhadap risiko hipertensi dan terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya hidup terhadap risiko hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pandak II Bantul DIY. The influence of Heredity, Obesity and lifestyle which Affect the Risk of Hypertension in the Elderly in the Working Area of Puskesmas Pandak II Bantul DIY 2019 Abstract Background: Hypertension is a condition where the systolic blood pressure ≥ 120 mmHg or Diastolic ≥ 90 mmHg. Some of the causes are heredity, obesity and a sedentary lifestyle. The purpose of this study is to identify the influence of heredity, obesity and lifestyle on the risk of hypertension in the elderly in the working area of Puskesmas Pandak II Bantul DIY. Method: This research is a descriptive quantitative case-control approach. Samples were taken with purposive sampling technique using a 1:1 comparison. Sampling with inclusion and exclusion criteria as many as 62 respondents. Testing test data using univariate and bivariate. The research instrument used in this study is a questionnaire of knowledge and measurement in obesity using the scales as well as the meter and the measurement of hypertension using the spinomamometer and stethoscope. Results: The results of the bivariate analysis the obtained value of asymp sig (0,002) < α (0.05) which means there is influence significantly between offspring against the risk of hypertension in Puskesmas Pandak II Bantul DIY. The results of the asymp sig of obesity is (0,575) > α (0.05), then Ho is accepted, meaning that there is no influence that is significant between the variables of obesity on the risk of hypertension in Puskesmas Pandak II Bantul DIY. And life style results is asymp sig (0,015) < α (0.05) which means there is influence significantly between the lifestyle against the risk of hypertension in Puskesmas Pandak II Bantul DIY. Conclusion: The conclusion from this research is there are influence which significant between breeds to the risk of hypertension, there is no significant influence of obesity on the risk of hypertension and there is significant influence between the life style on the risk of hypertension in Puskesmas Pandak II Bantul DIY.
Teknik Manajemen Stres yang Paling Efektif pada Remaja: Literature Review Mentari, Aulia Zikry Bunga; Liana, Ester; Pristya, Terry Y. R.
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.69

Abstract

Abstrak Teknik manajemen stres remaja adalah teknik untuk mengurangi atau menekan tingkat stres pada remaja. Prevalensi stres pada remaja di dunia mencapai angka yang memprihatinkan yaitu sekitar 5%-70%. Teknik manajemen stres bertujuan untuk menekan angka prevalensi stres pada remaja. Metode yang digunakan adalah literature review dan menggunakan Google Scholar dalam lima tahun terakhir. Hasil yang didapatkan 9.460 jurnal dengan kata kunci manajemen stres pada remaja, hasil tersebut disaring menjadi 5 jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima teknik manajemen stres pada remaja, yaitu problem focused coping, group discussion therapy, pendekatan konseling behavioral, emotional focus coping, dan guided imagery. Dari kelima teknik tersebut yang hasilnya paling efektif adalah guided imagery karena teknik ini membuat perasaan menjadi senang dan gembira akibat rangsangan respons perubahan psikofisiologis yang dilakukan pada teknik ini Most Effective Stress Management Techniques in Adolescents: Literature Review Abstract Adolescent stress management techniques are techniques for reducing or suppressing stress levels in adolescents. The prevalence of stress in adolescents in the world reaches an alarming number which is around 5%-70%. Stress management techniques have to purpose to reduces prevalence of stress in adolescents. A literature review is a method that is used and also Google Scholar in the last five years. The results obtained 9,460 journals with keywords stress management in adolescents, the results were filtered into 5 journals. There are five stress management techniques which is problem focused coping, group discussion therapy, approaching behavioral counseling, emotional focus coping, and guided imagery. Of the five techniques, the most effective result is guided imagery because this technique makes the feeling of being happy and happy due to the stimulation of the response to psychophysiological changes made in this technique.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Sick Building Syndrome (SBS) Karlina, Putri Maysi; Maharani, Rafiah; Utari, Dyah
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.126

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Sick Building Syndrome (SBS) merupakan kumpulan gejala yang dirasakan oleh orang-orang yang berada di dalam gedung. Manusia menghabiskan 70-80% waktunya di dalam ruangan, hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kelelahan dan berdampak pada efektifitas pada pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pendingin ruangan atau AC, ventilasi, pencahayaan, suhu, kelembaban, bising, umur, jenis kelamin, psikososial dan masa kerja dengan SBS. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan Studi Literature Review. Penelitian dilakukan dengan cara penelusuran data dengan topik faktor-faktor yang berhubungan dengan sick building syndrome seperti pencahayaan dan suhu. Penelusuran dilakukan melalui Google Scholar tahun 2013 – 2020. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa AC, ventilasi, psikososial, pencahayaan, suhu, kelembaban dan kebisingan, umur dan jenis kelamin, serta masa kerja merupakan faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan Sick building syndrome. Kesimpula: hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara SBS dengan pendingin ruangan atau AC, ventilasi, pencahayaan, suhu, kelembaban, bising, umur, jenis kelamin, psikososial dan masa kerja. Saran pekerja melakukan olahraga secara teratur dan tidak melakukan pekerjaan yang berlebihan. Instansi terkait melakukan pemeriksaan dan perawatan secara rutin peralatan dan perlengkapan kerja. Factors Related to Sick Building Syndrome (SBS) Abstract Background: Sick Building Syndrome (SBS) is a collection of symptoms felt by people living in a building. Indoors, people spend 70-80 per cent of their time, this can cause health issues like fatigue and affect productivity in the workplace. The purpose is determine whether a relationship exists between air conditioners, ventilation, lighting, temperature, humidity, noise, age, gender, psychosocial and work period with sick building syndrome. Methods: This Study is a literature review study. The study that tracks data of factors related to sick building syndrome like lighting and temperature. The data tracking with Google Scholar published in 2013-2020. Result: The results showed that air conditioning, ventilation, psychosocial conditions, lighting, temperature, humidity and noise, age and sex, and years of service were all factors that were significantly associated with Sick Building Syndrome. Conclusion: The study showed a relationship between air conditioners, ventilation, lighting, temperature, humidity, noise, age, sex, psycho-social and work period with sick building syndrome. Reccomended to workers do daily exercise and do not unnecessary work. Routine inspection and repair of equipment and materials for work is carried out by the company.
Studi Kualitatif Perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Petugas Instalasi Gizi Rumah Sakit pada Program Pencegahan Infeksi Lestantyo, Daru; Shaluhiyah, Zahroh; Jayanti, Siswi
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i3.74

Abstract

Latar belakang: Infeksi yang terjadi saat seseorang menjalani perawatan medis saat ini menjadi perhatian banyak rumah sakit. Selain faktor resistensi kuman, perilaku petugas medis merupakan faktor risiko yang diduga menyebabkan kejadian tersebut. Perilaku yang dimaksud pada umumnya terkait dengan sanitasi dan higiene pribadi serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku K3 staf instalasi gizi rumah sakit dalam menunjang program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Metode: Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam. Informan dipilih dengan teknik purposive dari populasi terjangkau. Informan utama sejumlah 6 orang dan informan triangulasi sejumlah 3 orang. Hasil: Pengukuran suhu tempat kerja menunjukkan bahwa area produksi menunjukkan suhu tertinggi dibanding area pemorsian. Mayoritas informan memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terhadap aspek K3 di tempat kerja. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa praktik K3 petugas belum dilakukan sesuai standar. Penggunaan APD dan kepatuhan terhadap prosedur yang aman menjadi aspek yang paling banyak teramati. Kesimpulan: Diharapkan institusi rumah sakit dapat melakukan brifing dan evaluasi terarah terhadap pelaksanaan safe food handling dan K3 untuk pencegahan infeksi. Kata Kunci: Infeksi nosokomial, Instalasi Gizi rumah sakit, Lingkungan Kerja, Perilaku K3 Qualitative Study of Safety and Health Behavior of Hospital Food Handler Towards Infection Prevention and Control Program Background: Hospital associated infection was considered as the most common threat for hospitalized patient. Indonesia Ministry of Health's had officially issued the infection prevention program in 2017. Nowadays the implementation was considered to be evaluate facing the new global standard of hospital safety and facility management. This study aimed to analyze health and safety behavior amongs hospital kitchen staff in supporting the Infection Prevention and Control program (IPC). Method: The research was conducted qualitatively by observation and in-depth interview method. Informants were selected using the purposive technique from targeted population. The main informants were 6 people of food handlers and the triangulation informants were 3 people from kitchen head and supervisors. Result: Workplace indoor temperature of production area was 310C. This was relatively high compared to Indonesian Regulation. In-depth interview result indicate that majority of informants have good knowledge and attitude towards personal hygiene and sanitation. The observations showed that some participants did not comply safe operational procedure. The use of PPE and their compliance with safe procedures are the most important observed aspects. Conclusion: It is expected that hospital institutions can conduct routine briefing and make deep evaluation of the safe food handling practice, safety procedure and infection prevention thoroughly. Keywords: Food safety, hospital acquired infections, hospital kitchen, safety behavior

Page 1 of 13 | Total Record : 130