cover
Contact Name
Dr. Intan Dwi Hastuti
Contact Email
jurnal.jpin@gmail.com
Phone
+6281216119880
Journal Mail Official
intancendekiamataram@gmail.com
Editorial Address
Perum Elit Kota Mataram Asri Blok Q 11 Ling. Geguntur Kelurahan Jempong Baru Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JPIn : Jurnal Pendidik Indonesia
ISSN : 27228134     EISSN : 26208466     DOI : https://doi.org/10.47165/jpin
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) mempublikasikan artikel kajian teori atau penelitian terkait dengan Pendidikan. JPIn menerima publikasi dari guru-guru (PAUD, SD, SMP, SMA), Dosen, serta dari pemerhati dan peneliti pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2022): JPIn: Jurnal Pendidik Indonesia" : 5 Documents clear
Analisis Kualitas Pembelajran IPS Melalui Pembelajaran Luring Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelas V Sekolah Dasar Hadi Wijaya
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 5, No 2 (2022): JPIn: Jurnal Pendidik Indonesia
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v5i2.291

Abstract

Pada masa pandemic Covid 19 ini berbagai upaya terus dilakukan pemerintah agar proses pendidikan atau pembelajaran bisa terus berjalan meskipun tidak semaksimal pada biasanya.  Salah satunya adalah melakukan pembelajaran secara daring atau melalui online. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ini kemudian diterapkan oleh setiap sekolah, akan tetapi kebijakan tersebut hanya berlaku bagi sekolah yang berada di daerah perkotaan. Dengan di dukung oleh kemampuan orang tua dalam penggunaan HP android, kemampuan orang tua dalam menjalankan aflikasi program yang digunakan oleh setiap sekolah dan kemampuan ekonomi wali murid dalam pembelian Hp android.Dalam pembelajaran IPS yang identik dengan konsep disiplin ilmu sosial dan humaniora, pelaksanaan proses pembelajaran yang inovatif, kreatif dan profesional terus harus ditingkatkan agar kualitas pembelajaran IPS dapat mencapai hasil yang maksimal. Dari hasil observasi lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 25 Desember 2020 di SDN 3 Penujak , capaian pembelajaran yang telah direncanakan tidak dapat terlaksana secara maksimal karena proses pembelajaran dilakukan dengan tatap muka terbatas (luring), pembelajaran masih berlangsung melalui penugasan, terbatas (waktuyang singkat) dan proses pembelajaran masih terpusat pada guru, dan menggunakan metode konvensional sehingga keaktifan siswa dalam pembelajaran sangat rendah. Berdasarkan berbagai ulasan dan permasalahan di atas sebagai dasar pokok dan pondasi utama alasan keinginan melakukan penelitian di sekolah SDN 3 Penujak dengan judul “Analisis Kualitas Pembelajran IPS  melalui Pembelajaran Luring pada Masa Pandemi Covid-19 di kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Penujak Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menghasilkan Laporan Penelitan dan artikel Jurnal yang dipublikasikan pada Jurnal ilmiah nasional.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagai wujud upaya mendukung kebijakan pemerintah selama masa pandemic Covid-19 guru atau SDN 3 Penujak melaksanakan rapat terbatas dengan kepala sekolah dalam melaksanakan proses pembelajaran secara umum dan atau dalam pembelajaran IPS secara luring atau menggunakan metode luring secara terbatas dan mengikuti aturan protocol kesehatan. Dalam pembelajaran IPS metode luring tersebut guru melaksanakan whorkshop pembelajaran, menyusun jadwal terbatas, menyusun RPP, Menyusun metode pembelajaran luring (luring method), Melakasanakan pembelajaran melalui penugasan, menggunakan sumber belajar dan menyusun evaluasi pembelajaran selama Covid-19.
Peran Change Agent pada Organisasi BUMN dengan mengambil studi kasus pada PT. Indonesia Power sebagai salah satu anak perusahaan BUMN Ian Rico Andreas Ricardo; H. Thatok Asmony; Dwi Putra Buana Sakti
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 5, No 2 (2022): JPIn: Jurnal Pendidik Indonesia
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v5i2.351

Abstract

The role of Change Agent is usually always played by company leaders or managers who have leadership positions and are part of top management. The purpose of this study was to determine the role of change agents in BUMN organizations by taking a case study at PT. Indonesia Power as one of the largest BUMN subsidiaries in Indonesia, namely PT PLN (Persero). This study used qualitative research methods. Informants in this study are organic employees of PT. Indonesia Power which has the decision to determine as a Change Agent from the Board of Directors of PT. Indonesia Power with a term of office between 2017 to 2021. Data collection techniques used interview, observation, and documentation guidelines. Data were analyzed using qualitative analysis methods. Based on the analysis and results, it can be concluded as follows: Change Agent characteristics demands that must be owned by PT. Indonesia Power, which includes creativity, insight, passion for work, discipline, empathy, and flexibility. The role of a Change Agent as a non-structural employee within PT. Indonesia Power includes as a consultant, as a trainer, as a catalyst, as a mover, as a solution provider, and as a mediator. The challenges faced in acting as a Change Agent within PT. Indonesia Power includes resistance (resistance to change) and readiness to change (readiness to change).
Perilaku Individu yang Menyebabkan Prokrastinasi Systematic Review Hamimah Hamimah; Afrina Maulida
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 5, No 2 (2022): JPIn: Jurnal Pendidik Indonesia
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v5i2.320

Abstract

Artikel ini bertujuan mereview penelitian tentang perilaku individu yang menyebabkan prokrastinasi. Artikel yang direview melibatkan 22 hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal internasional antara tahun 2016-2020. Hasil review menunjukan bahwa terdapat faktor-faktor yang menyebabkan  terjadinya prokrastinasi yang pertama plagiasi, ketidakjujuran dan kecurangan akademis individu selalu cenderung terlihat sendiri tidak dapat melakukan pekerjaan itu, jadi mereka cenderung melakukan berbagai bentuk akademik pelanggaran seperti halnya plagiasi kedua kecanduan smarphone, siswa cenderung mengalami kontrol penggunaan. Kesulitan saat mengerjakan tugas akademik mereka, mereka cenderung membelanjakan lebih banyak waktu di media sosial daripada membaca buku mereka dan masih banyak lagi faktor-faktor lainnya. Sedangkan rancangan penelitian menggunakan skala motivasi berprestasi serta tes prasyarat meliputi uji normalitas dan uji linieritas, serta sederhana analisis regresi.
Analisis Soal-soal Latihan dalam Buku Teks Matematika SMP Indonesia, Malaysia, dan Singapura pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 5, No 2 (2022): JPIn: Jurnal Pendidik Indonesia
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v5i2.319

Abstract

Penelitian ini menganalisis jenis soal-soal latihan persamaan linear satu variabel pada lima buku teks Indonesia, satu buku teks Malaysia, dan dua buku teks matematika Singapura. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode content analysis. Data dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi dan dikode berdasarkan dimensi jenis pertanyaan matematis dan situasi kontekstual. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan mengecek kembali data yang diperoleh, kemudian data dari beberapa sumber dilihat kesamaan dan perbedaan menggunakan teknik percentage of agreement. Hasil pengkodean menunjukkan bahwa soal-soal latihan persamaan linear satu variabel pada buku teks matematika Indonesia, Malaysia dan Singapura sebagian besar merupakan jenis soal latihan yang menggunakan prosedur tunggal terkecuali buku teks matematika Indonesia terbitan Erlangga dan Platinum yang didominasi oleh jenis soal latihan dengan prosedur ganda. Di sisi lain, buku teks matematika Indonesia, Malaysia, dan Singapura dominan disajikan dalam konteks matematika murni terkecuali buku teks matematika Indonesia terbitan Erlangga yang memiliki lebih banyak masalah ilustratif. Buku teks matematika Indonesia KSP dan Malaysia merupakan buku yang bervariasi dalam menggunakan representasi. Sementara itu, soal yang memiliki konteks membutuhkan penggunaan teknologi hanya ditemukan pada buku teks Indonesia KSP dan Singapura. Sedangkan, buku teks matematika Indonesia dari penerbit lainnya dan buku teks Malaysia tidak terdapat konteks yang membutuhkan penggunaan teknologi.
Persepsi Guru MTsN 1 Lima Puluh Kota Tentang Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) TETI ASMARNI
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 5, No 2 (2022): JPIn: Jurnal Pendidik Indonesia
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v5i2.429

Abstract

The government, in this case the Ministry of Education and Culture as the organizer of education in Indonesia, always tries to make changes for the better. The writing of this article aims to analyze the perceptions of MTsN 1 Lima Puluh Kota teachers about the Minimum Competency Assessment (AKM). This research uses a survey method with descriptive qualitative research type. Data were obtained through interviews and documentation. The data obtained was analyzed by reducing the data by describing the results of the interview. The results showed that almost all teachers had a positive perception of the AKM. Some of the obstacles encountered during the implementation of the AKM and character survey came from the factor of students who were slow in operating computers and did not understand the meaning of questions with various types of questions. The obstacle on the teacher's side was the teacher's competence in assisting students to prepare for the AKM. The efforts of madrasah and teachers to complete infrastructure, train students to operate computers, train students with questions, habituation of madrasah literacy activities. The results showed that minimum competency assessment needs to be socialized to students and training for teachers.

Page 1 of 1 | Total Record : 5