cover
Contact Name
Muhammad Rezky Noor Handy
Contact Email
iis_journal@ulm.ac.id
Phone
+6281251503366
Journal Mail Official
iis_journal@ulm.ac.id
Editorial Address
focus to provide new perspectives on the innovation of social studies in the research approach, learning media, learning resources, learning models and other related Social Studies.
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
The Innovation of Social Studies Journal
ISSN : 27231119     EISSN : 27162354     DOI : https://dx.doi.org/10.20527/iis
Core Subject : Education, Social,
Focus to provide new perspectives on the innovation of social studies in the research approach, learning media, learning resources, learning models and other related Social Studies.
Articles 80 Documents
Urgency of The 21st Century Skills and Social Capital in Social Studies Mutiani Mutiani; M Faisal
The Innovation of Social Studies Journal Vol 1, No 1 (2019): The Innovation of Social Studies Journal, Sept 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/iis.v1i1.1256

Abstract

Abad ke-21 menghadapi masalah sosial yang kompleks. Oleh karena itu, kehidupan di abad ke-21 memerlukan berbagai keterampilan yang harus dikuasai. Konsepsi modal sosial dipahami sebagai kemampuan yang muncul dari kepercayaan umum di masyarakat. Kemampuan mengenai kemahiran dalam mengembangkan perbaikan masyarakat nilai-nilai normatif dan jejaring sosial. Sehingga diharapkan pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik untuk menguasai keterampilan untuk menjadi kehidupan pribadi yang sukses. Diperlukan keterampilan dan modal sosial sebagai bentuk manifestasi dari sikap manusia moral. Artikel ini bertujuan untuk melihat pentingnya mengintegrasikan dua konsep utama dari keterampilan abad ke-21 dan modal sosial sebagai sikap dan perilaku terintegrasi warga (melekat pada peserta didik) untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas di era globalisasi.
Social Interaction Pattern Jelai Riverbanks South Basirih Norhayati Norhayati; Ersis Warmansyah Abbas; Muhammad Adhitya Hidayat Putra
The Innovation of Social Studies Journal Vol 1, No 1 (2019): The Innovation of Social Studies Journal, Sept 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/iis.v1i1.1258

Abstract

Pola interaksi masyarakat di tiap daerah memiliki karakteristik berbeda. Tiap karakteristik muncul dipengaruhi oleh kondisi sosial dan fisik. Berkenaan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola interaksi masyarakat di bantaran Sungai Jelai Basirih Selatan. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian. Tahapan pengumpulan data meliputi, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data digunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi masyarakat di bantaran Sungai Jelai Basirih Selatan terdiri dari hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan sesama. Adapun Sungai Jelai sebagai sarana transportasi masyarakat. Sungai memiliki fungsi vital bagi kehidupan masyarakat untuk memenuhi segala kebutuhan. Pola interaksi masyarakat mencerminkan dominasi budaya lokal yang khas karena budaya. Kemudian, menjadikannya unik karena perahu motor atau sampan menjadi identitas dan aset budaya lokal Banjarmasin.
The Development of Geography Textbook: A Combination of Content and Pedagogy Akhmad Munaya Rahman; Faisal Arif Setiawan; Iskandar Iskandar
The Innovation of Social Studies Journal Vol 1, No 1 (2019): The Innovation of Social Studies Journal, Sept 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/iis.v1i1.1260

Abstract

Penggunaan buku teks dalam pembelajaran memiliki peran yang penting bagi guru dan peserta didik. Buku teks bagi guru berisi sumber pesan, keterangan, dan informasi mengenai ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan rujukan mengajar atau isi yang harus disampaikan kepada peserta didik. Peserta didik menggunakan buku teks sebagai sumber belajar utama yang dapat meningkatkan kemampuannya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, isi buku teks mengandung konten materi keilmuan dan pedagogi yang mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta didik. Desain pengembangan buku teks menggunakan model Dick & Carey yang disederhanakan menjadi lima langkah yaitu; tahap pertama: menentukan SK, KD, dan Indikator pada silabus geografi kelas XII, tahap kedua: menganalisis materi pembelajaran, tahap ketiga: pengembangan dan penyusunan buku teks geografi, tahap keempat: validasi buku teks, meliputi tanggapan ahli isi/materi, ahli bahasa, ahli desain pembelajaran, uji coba kelompok kecil dan lapangan, dan tahap kelima: revisi produk buku teks geografi. Berdasarkan tanggapan validasi ahli, uji coba kelompok kecil, dan lapangan menunjukkan hasil pengembangan buku teks mendapat respon yang positif dan layak untuk digunakan.
Social Studies Based Learning Technology, Information, and Communication in SMP-SMIP 1946 Banjarmasin Raihanah Sari; Mahmudah Hasanah
The Innovation of Social Studies Journal Vol 1, No 1 (2019): The Innovation of Social Studies Journal, Sept 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/iis.v1i1.1261

Abstract

Pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) menyentuh ke dalam sendi kehidupan tanpa terkecuali pendidikan. Konkret bentuk pemanfaatan TIK dalam pendidikan adalah penggunaan media pembelajaran. Pembelajaran IPS memiliki tantangan untuk memanfaatkan TIK. Saat ini pemanfaatan hanya sebatas penggunaan LCD. Akan tetapi, bentuk inovasi lain belum disentuh. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan teknologi, informasi dan komunikasi terhadap pembelajaran IPS bagi peserta didik SMP SMIP 1946 Banjarmasin guna terwujudnya pembelajaran IPS yang bermakna, menyenangkan dan tentunya muncul peningkatan hasil belajar peserta didik. Pembelajaran IPS tidak hanya diajarkan secara tradisional saja yaitu dengan cara ceramah, namun memasuki tahap revolusi industri 4.0 pembelajaran IPS tentulah harus lebih bermakna bagi peserta didik, karena IPS mengajarkan kepada peserta didik bagaimana nantinya mereka hidup di masyarakat, bagaimana nantinya mereka menghadapi tantangan zaman yang selalu berubah sehingga belajar IPS harus bisa mengajak peserta didik untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka. Satu di antaranya dengan menggunakan pembelajaran berbasis teknologi, informasi dan komunikasi. Demikian perlu rasanya kita sebagai pendidik mengelola dengan baik media-media apa saja yang sudah dimiliki sekolah atau media-media apa saja yang perlu dimiliki sekolah demi kelangsungan proses belajar mengajar yang lebih baik.
Hybrid Model-Based Learning Learning in Welcome Era Industrial Revolution 4.0 Siti Nurul Hidayah
The Innovation of Social Studies Journal Vol 1, No 1 (2019): The Innovation of Social Studies Journal, Sept 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/iis.v1i1.1262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi dan informasi kepada dunia pendidikan mengenai model pembelajaran yang efektif dan interaktif dalam menyongsong masa revolusi industri 4.0. Fokus penelitian ini adalah dengan adanya model pembelajaran berbasis hybrid learning. Model pembelajaran yang menggabungkan atau menyatukan antara pembelajaran secara  online dengan pembelajaran secara bertatap muka dengan peserta didik, karena dalam masa revolusi industri 4.0 ditandai dengan kemajuan teknologi informasi sebagai media utama dalam kehidupannya. Metode dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis Hybrid Learning  efektif digunakan dalam pengajaran di kelas pada dunia pendidikan di masa revolusi 4.0 ini, karena metode ini adalah metode yang menggabungkan 2 cara yaitu pengajaran dengan online dan tatap muka, yang mana dalam era revolusi industri 4.0 lebih mengedepankan teknologi atau era big data. Maka dari itu guru maupun dosen perlu berinovasi dalam menyongsong masa revolusi industri 4.0 dengan model pembelajaran yang efektif dan interaktif seperti Hybrid Learning.
Religious Activities at Sultan Suriansyah Mosque, Banjarmasin Ersis Warmansyah Abbas; Heru Puji Winarso; Noor Meilina
The Innovation of Social Studies Journal Vol 1, No 1 (2019): The Innovation of Social Studies Journal, Sept 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/iis.v1i1.1368

Abstract

Masjid Sultan Suriansyah merupakan simbol masuknya Islam ke Banjarmasin. Hubungan masyarakat Banjar dengan Masjid Sultan Suriansyah tidak akan bisa terhapus begitu saja, meskipun telah bermunculan masjid besar lain di wilayah Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas keagamaan yang dilakukan di Masjid Sultan Suriansyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, yaitu mengecek kesesuaikan hasil observasi dengan wawancara juga dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada berbagai aktivitas keagamaan yang berlangsung di Masjid Sultan Suriansyah. Aktivitas tersebut ada yang dilakukan rutin dalam setiap harinya dan adapula aktivitas keagamaan yang berlangsung sesuai dengan periode waktu tertentu. Bentuk aktivitas yang dilakukan diantaranya Shalat, Ceramah dan Pengajian, TPA, Baayun Maulid, Sunatan, Pemotongan Hewan Kurban, dan Pengumpulan Zakat.
Social Interaction Sasirangan Traders Village in The City of Banjarmasin as a Learning Resources on Social Studies Jumriani Jumriani; Bambang Subiyakto; Syaharuddin Syaharuddin
The Innovation of Social Studies Journal Vol 1, No 1 (2019): The Innovation of Social Studies Journal, Sept 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/iis.v1i1.1369

Abstract

“Kampung Sasirangan” predikat yang dilekatkan kepada Kelurahan Seberang Mesjid kota Banjarmasin karena dikembangkannya Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak di bidang industri kain sasirangan. Kain ini merupakan jenis batik khas Banjar. Interaksi sosial yang berlangsung selama proses produksi, distribusi dan konsumsi kain sasirangan di kampung ini menjadi perhatian untuk diteliti karena berfungsi strategis bagi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), khususnya sebagai sumber belajar. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan interaksi sosial yang berlangsung di Kampung Sasirangan terkait dengan aktivitasnya di sektor industri kain sasirangan sebagai sumber belajar IPS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dari wawancara, observasi dan studi dokumen. Subyek penelitian adalah para pengrajin, pedagang, distributor, pembeli dan guru IPS. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, members check, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dari para pelaku usaha di Kampung Sasirangan terjadi antara pengrajin, pekerja, pedagang, pembeli dan pemerintah. Beberapa aspek interaksi sosial para pelaku yang dapat dijadikan sumber belajar pada materi IPS di antaranya materi tentang “kegiatan ekonomi”, “sifat dan bentuk interaksi sosial di masyarakat”, dan “fungsi dan peran lembaga ekonomi di dalam mengelola keragaman sosial budaya”, hingga tentang “kerjasama di bidang ekonomi”. Pemanfaatan Kampung Sasirangan sebagai sumber pembelajaran IPS sangat bermakna bagi peserta didik karena berpotensi penguatan jati diri bangsa.
Utilization of Tourism Bekantan Mascot as a Learning Resource On Social Studies Ajidayanti Ajidayanti; Ersis Warmansyah Abbas
The Innovation of Social Studies Journal Vol 1, No 1 (2019): The Innovation of Social Studies Journal, Sept 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/iis.v1i1.1370

Abstract

Variasi dalam penggunaan sumber belajar dalam proses pembelajaran dapat membuat pembelajaran lebih efisien dan efektif. Termasuk pemanfaatan lingkungan sekitar peserta didik sebagai sumber belajar, seperti halnya pemanfaatan objek wisata. Dalam pembelajaran IPS, pemanfaatan sumber belajar yang relevan dapat dikaji dari berbagai sudut pandang ilmu sosial dan ilmu humaniora. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan objek wisata maskot bekantan yang dapat berkontribusi sebagai sumber belajar IPS. Pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai aktivitas yang ada di objek wisata maskot bekantan baik kondisi sosial maupun kondisi alamnya. Aktivitas dan kondisi tersebut menunjukkan di objek wisata maskot bekantan dapat dikaji dalam berbagai sudut pandang ilmu sosial dan humaniora. IPS sebagai mata pelajaran terpadu yaitu disiplin ilmu sosial dan humaniora, sehingga dalam hal ini objek wisata maskot bekantan dapat dijadikan sumber belajar IPS. Objek wisata maskot bekantan dapat berkontribusi sebagai sumber belajar IPS. Dengan menyesuaikan beberapa sub materi yang relevan dengan silabus mata pelajaran IPS SMP yang digunakan. Sehingga objek wisata maskot bekantan dapat berkontribusi untuk sumber belajar IPS.
Bahandil Tradition Community at North Kuin Villages, Banjarmasin Defika Ayudya; Akhmad Munaya Rahman
The Innovation of Social Studies Journal Vol 1, No 1 (2019): The Innovation of Social Studies Journal, Sept 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/iis.v1i1.1371

Abstract

Setiap masyarakat memiliki sebuah tradisi tertentu. Begitupula pada masyarakat di Kuin Utara Banjarmasin masih memiliki tradisi yaitu bahandil. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi bahandil pada masyarakat di Kuin Utara Banjarmasin. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mendeskripsikan tradisi bahandil di Kuin Utara Banjarmasin. Pendekatan kualitatif peneliti menggunakan metode deskriptif. Sumber data adalah masyarakat di Kelurahan Kuin Utara. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Model interaktif analisis data yang dikemukakan oleh Miles Hubermen dilakukan pada penelitianini dengan melakukan reduksi data, penyajian data hingga penarikan kesimpulanHasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi bahandil di masyarakat di Kuin Utara masih dilakukan oleh masyarakat dalam bentuk bahandil yasinan, bahandil  Qur’ban dan bahandil kematian.  
Biography of Pangeran Hidayatullah Growing in The Attitude of Nationalism Syaripah Alpiah Al-Jupri
The Innovation of Social Studies Journal Vol 1, No 1 (2019): The Innovation of Social Studies Journal, Sept 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/iis.v1i1.1418

Abstract

Pangeran Hidayatullah merupakan seorang Raja Banjar yang lahir pada tahun 1821. Pangeran Hidayatullah putera kedua dari Sultan Muda Abdurahman dengan istri bernama Ratu Siti. Walaupun, anak Sultan Kerajaan Banjar, Pangeran Hidayatullah tidak pernah merasakan gemerlap kehidupan istana, masa kecil dan remaja selalu bersama ibunya disebuah kampung Martapura. Pada masa menjadi mangkubumi, Pangeran Hidayatullah melakukan pembinaan dengan rakyat dan semua tokoh di daerah. Selain itu, rencana (strategi) yang dia gariskan ketika pertemuan 3 November 1857 di Martapura dilaksanakan secara tahap demi tahap, termasuk pembuatan strategi “Menentang Sultan Tamjidillah sama dengan menentang Belanda”. Pertemuan ini dapat dianggap sebagai indikator adanya upaya mengorganisir perlawanan rakyat Banjar yang nantiya meletuskan Perang Banjar (Bandjarse Krijg). Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan; (1) biografi Pangeran Hidayatullah (2) nilai nasionalisme perjuangan Pangeran Hidayatullah, dan (3) nilai nasionalisme Pangeran Hidayatullah sebagai sumber belajar IPS. Metode penelitian kualitatif mengkaji nilai nasionalisme Pangeran Hidayatullah sebagai sumber belajar IPS di SMP Negeri 5 Banjarmasin. Pengumpulan data wawancara dengan peneliti sejarah, kepala sekolah, guru IPS, dan peserta didik serta dokumentasi berupa foto. Teknik analisis data deskriptif naratif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menggambarkan mengenai biografi Pangeran Hidayatullah seorang mangkubumi yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Nilai nasionalisme yang beliau miliki yaitu: perasan senasib, perasaan kekeluargaan, memiliki tanggung jawab, kerja keras, dan peduli sosial. Nilai nasionalisme tersebut relevan sebagai sumber belajar IPS di SMP Negeri 5 Banjarmasin pada materi ”Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Penjajahan Bangsa Barat” pada sub tema ”Perlawanan yang dilakukan di daerah Banjarmasin”.