cover
Contact Name
Ahmad Syamsuddin
Contact Email
syamsuddin.iyf@gmail.com
Phone
+6281290969387
Journal Mail Official
bimasislam.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Kantor Kementerian Agama, JL. MH. Thamrin No.6 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bimas Islam
ISSN : 19789009     EISSN : 26571188     DOI : https://doi.org/10.37302/jbi
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Bimas Islam adalah terbitan berkala ilmiah yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Terbit pertama kali pada tahun 2008 dalam bentuk cetak hingga tahun 2018 dan ditingkatkan menjadi Jurnal Elektronik (OJS) pada tahun 2019. Mendapat akreditasi dari LIPI pada tahun 2016. Jurnal ini memuat Ringkasan Hasil Penelitian, Tinjauan Teori, Artikel Ilmiah yang dikemas secara sistematis dan kritis di bidang Bimbingan Masyarakat Islam secara luas.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018" : 6 Documents clear
ISLAM PLURALIS DAN MULTIKULTURALISME Rouf, Abdul
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1579.222 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.70

Abstract

Religious pluralism, internal and external conflicts between religious adherents are real phenomena that remain turbulent in various parts of the world without exception Indonesia. Religious pluralism is one of the post-modernism era fundamental characteristics, specifically confronting a religious person with a dilemmatic situation because he must define himself (who has truth claim) in the midst of other religions and understandings that also have validity. Especially in our country which consists of many religions (Hinduism, Buddhism, Christianity, Catholicism, Confucianism and Islam). Adherents of these religions must live in harmony and peace within the framework of the Indonesia Unitary Republic and each of the people has absolute freedom to choose religion and belief in accordance with their beliefs. However, the conditions of tolerance and peace have not been realized well in our country. In this simple paper, the author tries to provide an Qur'anic perspective on the building national unity concept and religious harmony through a pluralist and inclusive religious understanding as well as giving a place to the multiculturalism principles to support efforts to realize an attitude of openness in order to reach a tolerant - inclusive society. Pluralisme agama, konflik intern dan ekstern antar pemeluk agama adalah fenomena riil yang tetap bergolak di berbagai belahan bumi tanpa kecuali Indonesia. Pluralisme agama merupakan salah satu karakteristik fundamental dari era post-modernisme, secara khusus menghadapkan seorang beragama kepada situasi yang dilematis karena ia harus mendefinisikan dirinya (yang memiliki truth claim) di tengah-tengah agama dan paham lain yang juga mempunyai keabsahan. Khususnya di negara kita yang terdiri banyak agama (Hindu, Budha, Kristen, Katolik, Kong Hucu dan Islam). Pemeluk agama-agama ini, harus hidup rukun dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan masing-masing dari rakyat mempunyai kebebasan mutlak untuk memilih agama dan kepercayaan sesuai dengan keyakinan mereka. Namun demikian, kondisi toleran dan damai belum terwujud secara baik dinegeri kita ini. Dalam tulisan sederhana ini, penulis mencoba memberikan suatu perspektif Alquran tentang konsep membangun kesatuan bangsa dan kerukunan beragama melalui pemahaman agama yang pluralis dan inklusif  serta memberi tempat pada prinsip-prinsip multikulturalisme untuk mendukung upaya mewujudkan sikap keterbukaan demi menggapai masyarakat yang toleran ? inklusif
PENGARUH PENGELOLAAN MASJID TERHADAP PEMBERDAYAAN UMAT DI KOTA SURABAYA Nuriyanto, Lilam Kadarin
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.809 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.69

Abstract

The masjid function is not only as a ritual worship place (mahdhah), but also extensive social worship (ghair mahdhah) in the fields of economic, education, social culture and others. In this study aims to determine the magnitude of the masjid management value and people empowerment in Surabaya city, and to find out the relationship between them. The method used is pure quantitative, by spreading form against 100 respondents in five sub-districts in Surabaya City which are randomly selected. The conclusion of this study is the masjid management level in the city of Surabaya is 76.46 which is categorized as Very Good, while the level of people empowerment in Surabaya city is 78.95 which is categorized as Very Good. The relationship between them is the influence between the masjid management and the people empowerment in Surabaya city, which is 65.1%. This figure is quite significant, meaning that as much as 65.1% empowerment of the people can be explained by the masjid management, while the remaining 34.9% must be explained by other factors. The magnitude of the influence ranges from 0 to 1, where getting closer to number 1 will mean better. Fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual (mahdhah) saja, tetapi juga ibadah sosial yang luas (ghair mahdhah) dibidang ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan lainnya. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tinglat nilai pengelolaan masjid dan pemberdayaan umat di Kota Surabaya, serta untuk mengetahui hubungan keduanya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif murni, dengan menyebarkan angket terhadap 100 responden (jamaah) di lima kecamatan di Kota Surabaya yang dipilih secara acak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat nilai pengelolaan masjid di Kota Surabaya sebesar 76,46 yang masuk kategori sangat baik, sedangkan tingkat nilai pemberdayaan umat di Kota Surabaya sebesar 78,95 yang masuk kategori sangat baik. Hubungan keduanya ada pengaruh antara pengelolaan masjid terhadap pemberdayaan umat di Kota Surabaya, yaitu sebesar 65,1%. Angka ini cukup signifikan, artinya bahwa sebesar 65,1% pemberdayaan umat dapat dijelaskan oleh pengelolaan masjid, sedang sisanya sebesar 34,9% harus dijelaskan oleh faktor yang lain. Besaran pengaruh berkisar antara 0 sampai dengan 1, dimana semakin mendekati angka 1 akan berarti semakin baik
UPAYA BAZNAS JEPARA DALAM MENANAMKAN KESALEHAN SOSIAL PELAJAR MELALUI PROGRAM PEKAN PEDULI SOSIAL (PPS) Ridwan, Murtadho
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.944 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.68

Abstract

The teachings of zakat, infaq and alms can form society that has the character to bear, ensure, and love each other. These qualities are the character of caring for others by giving. Charity Week (PPS) is Jepara BAZNAS program whose objects are students. The program aims to train students to care for others. This study aims to determine the implementation of the PPS program and to find out how the efforts of Jepara BAZNAS in instilling students' social charity through the PPS program. The approach used a qualitative approach with observation, interviews, and documentation as a data collection method. Data analysis used an analysis of the Miles and Huberman model. The results of the study show that the implementation of the PPS program began in 2011 and is carried out in the fourth week of August. Students in Jepara from PAUD, kindergarten, elementary / MI level at junior high school / MTs, senior high school / vocational high school / MA are asked to set aside pocket money for a week. Other results show that the Charity Week (PPS) program is an effort of BAZNAS Jepara in instilling student social charity because there is an element of giving and caring in PPS program which are two of the ten indicators of social charity. PPS acquisition has always increased in last three years shows that the spirit of students to give each other always grow. The reason to give is a sense to care for others and they realize that the money they set aside will benefit to the others. Ajaran zakat, infak dan sedekahdapatmembentuk masyarakatmemilikisifatsalingmenanggung,salingmenjamin,dan salingmengasihiantarsesama. Sifat-sifat tersebut merupakan sifat peduli terhadap sesama dengan cara memberi. Pekan Peduli Sosial (PPS) merupakan program BAZNAS Jepara yang objeknya adalah para pelajar. Program tersebut bertujuan melatih pelajar untuk peduli terhadap sesama. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program PPS dan untuk mengetahui bagaimana upaya BAZNAS Jepara dalam menanamkan kesalehan sosial pelajar melalui progam PPS. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Analisis data yang dipakai adalah analisis model Miles and Huberman. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PPS dimulai pada tahun 2011 dan dilaksanakan setiap tahun di minggu keempat bulan Agustus. Para pelajar Jepara mulai dari tingkat PAUD, TK, SD/MI SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan mahasiswa diminta untuk menyisihkan uang saku selama sepekan. Hasil lain menunjukkan bahwa program PPS menjadi upaya BAZNAS Jepara dalam menanamkan kesalehan sosial pelajar dikarenakan di dalam PPS terdapat unsur memberi (giving) dan peduli (caring) yang merupakan dua dari sepuluh indikator kesalehan sosial. Perolehan PPS yang selalu meningkatpada tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa semangat suka memberi pelajar selalu tumbuh. Alasan mereka memberi adalah rasa peduli terhadap sesama dan mereka sadar bahwa uang yang mereka sisihkan akan bermanfaat bagi orang lain
GERAKAN EKONOMI KEAGAMAAN DAN POLITIK IDENTITAS MUSLIM PEDESAAN Nugraha, Firman
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.976 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.67

Abstract

The purpose of writing this article is to describe how the Islamic economy in the form of Baitul Maal wat Tamwil can portray itself as a representation of economic social movements in rural Moslems. The economic social movement is sustained by the Islamic identity politic in rural areas. Being a pious Moslem is the dream of every one. The one of characteristics of kaaffah in religion is to apply the values ??of Islam in all life dimensions including in the economy activity. With the study setting in Arjasari sub-districtBandung Regency and focus of this study is collectiving action on members of BMT Beyond Funds. The study was carried out through observation and interviews. The result of study shown there is a role of political identity in the success of BMT Beyond Funds as a movement of Islamic finance amid the economic struggle of rural Moslem agriculture in Arjasari. The Islamic identity politic appears in the social structure of rural communities with the majority of Moslems. The power of identity politic also gets a place through awareness, strategy and legitimacy. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan bagaimana ekonomi Islam yang secara akademik lebih dikenal dengan ekonomi syariah dalam wujud baitul maal wat tamwil dapat memerankan dirinya sebagai representasi gerakan sosial ekonomi Islam bagi muslim perdesaan. Gerakan sosial ekonomi Islam ini sendiri ditopang oleh politik identitas Islam di perdesaan.Menjadi Muslim yang kaaffah, adalah dambaan setiap umat Islam.Salahsatu ciri kaaffah dalam beragama adalah menerapkan nilai-nilai agama Islam dalam seluruh dimensi kehidupan tidak terkecuali dalam perekonomian. Dengan setting kajian di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung serta fokus kajian pada BMT Dana Akhirat, dimana studi dilakukan dengan observasi dan wawancara, dapat ditunjukkan bahwa ada peran politik identitas dalam keberhasilan BMT Dana Akhirat untuk menjadi oase pembiayaan syariah ditengah pergulatan ekonomi pertanian Muslim perdesaan di Arjasari. Politik identitas Islam tampak dalam struktur sosial masyarakat pedesaan dengan mayoritas beragama Islam.Kekuatan politik identitas ini juga mendapatkan tempat melalui kesadaran, strategi dan legitimasi
PEMBERDAYAAN DANA ZIS (ZAKAT, INFAQ, SHADAQAH) DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL Rabitha, Daniel
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.548 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.66

Abstract

This study was conducted on BAZNAS Serang district in early 2016. This research seeks to understand ZIS funds empowerment and the reason for selecting empowerment programs by BAZNAS Serang district. This study uses a qualitative-descriptive approach. This study resulted in an understanding of ZIS fund empowerment program by BAZNAS Serang district prioritized for the poor (8 asnaf, except gharimin). In addition, utilization is aimed more at scholarship programs, religious institutions assistance, home surgery, business capital assistance, skills training, clean water, health, ibn sabil, and muallaf. In general, the percentage of ZIS funds empowerment for Muslims in Serang district is 90% for 8 asnaf and 10% for utilization. Theprogram choice is based on the region needs that are adjusted to the direction of the Serang district development. This study recommends the needed control management tool for BAZNAS in zakat funds empowerment. Penelitian ini dilakukan pada BAZNAS kabupaten Serang di awal tahun 2016. Penelitian ini berusaha memahami pemberdayaan dana ZIS dan alasan pemilihan program pemberdayaan oleh BAZNAS kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Penelitian ini menghasilkan pemahaman program pemberdayaan dana ZIS oleh BAZNAS kabupaten Serang diprioritaskan pada fakir dan miskin (8 asnaf, kecuali gharimin). Selain itu, pendayagunaan lebih ditujukan pada program beasiswa, bantuan lembaga keagamaan, bedah rumah, bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, air bersih, kesehatan, ibnu sabil, dan muallaf. Secara umum presentase pemberdayaan dana ZIS untuk umat Islam di kabupaten Serang 90% untuk 8 asnaf dan 10% untuk pendayagunaan. Pilihan program didasarkan pada kebutuhan wilayah yang disesuaikan dengan arah pembangunan daerah kabupaten Serang. Penelitian ini merekomendasikan bahwa, dibutuhkan perangkat manajemen kontrol bagi BAZNAS dalam pemberdayaan dana zakat
PROBLEMATIKA PENDAYAGUNAAN ZAKAT PRODUKTIF DI BAZNAS JEPARA Sari, Aulia Candra
Jurnal Bimas Islam Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.138 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v11i4.65

Abstract

The aim of this studyanalyse the problem and constraint of zakat productive utilization in BAZNAS Jepara. The type of this study is qualitative with case study approach. Datas were obtained by interview, observation and documentationand analyzed by Milnes and Huberman model. The results of this study show that the zakat productive utilization in 2014, 2015 and 2016 are 0.074%, 1.1%, and 0.015%. The problematic form of the zakat productive utilization in BAZNAS Jepara varies according to the form of zakat productive distribution, but the problematic of mustahiq collection is the main problem. While the constraints in the zakat productive utilization in BAZNAS Jepara include: Management functions of zakat productive utilization has not been executed optimally, the amount of amil in BAZNAS Jepara is not in accordance with Zakat Law and mental mustahiq is not ready yet to be productive. The suggest for BAZNAS Jepara, in orderto improve the quality of Human Resources and carry out optimum management zakat productive utilization function. While the advice for mustahiq is to consult with BAZNAS Jepara and Social Office Jepara. Tujuan kajian ini adalah untuk menganalisis problematika dan kendala pendayagunaan zakat produktif di BAZNAS Jepara. Jenis kajian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dengan wawancara, observasi dan dokumentasi dan dianalisis dengan model Milnes and Huberman. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendayagunaan zakat produktif pada tahun 2014, 2015 dan 2016 adalah 0,074%, 1,1%, dan 0,015%. Bentuk problematika pendayagunaan zakat produktif di BAZNAS Jepara berbeda-beda sesuai dengan bentuk penyaluran zakat produktif, namun problem data mustahiq merupakan problematika utama. Adapun kendala dalam pendayagunaan zakat produktif di BAZNAS Jepara meliputi: Fungsi manajemen pendayagunaan zakat produktif belum dijalankan secara optimal, jumlah amil di BAZNAS Jepara belum sesuai dengan UU Zakat dan mental mustahiq yang belum siap menjadi produktif. Saran bagi BAZNAS Jepara, agar meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan menjalankan fungsi manajemen pendayagunaan zakat produktif secara optimal. Sedangkan saran bagi mustahiq adalah agar berkonsultasi dengan BAZNAS Jepara maupun Dinas Sosial Jepara

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 11 No. 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 10 No. 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 9 No. 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 1 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 1 (2015): Jurnal Bimas Islam More Issue