cover
Contact Name
Ahmad Syamsuddin
Contact Email
syamsuddin.iyf@gmail.com
Phone
+6281290969387
Journal Mail Official
bimasislam.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Kantor Kementerian Agama, JL. MH. Thamrin No.6 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bimas Islam
ISSN : 19789009     EISSN : 26571188     DOI : https://doi.org/10.37302/jbi
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Bimas Islam adalah terbitan berkala ilmiah yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Terbit pertama kali pada tahun 2008 dalam bentuk cetak hingga tahun 2018 dan ditingkatkan menjadi Jurnal Elektronik (OJS) pada tahun 2019. Mendapat akreditasi dari LIPI pada tahun 2016. Jurnal ini memuat Ringkasan Hasil Penelitian, Tinjauan Teori, Artikel Ilmiah yang dikemas secara sistematis dan kritis di bidang Bimbingan Masyarakat Islam secara luas.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019" : 8 Documents clear
PENGANTAR DAN COVER JURNAL BIMAS ISLAM Marzuki, Angga
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6069.936 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.125

Abstract

Pada tahun 2019, Jurnal Bimas Islam (JBI) telah terbit secara daring (online) dengan menggunakan aplikasi Open Journal System (OJS) dan dalam bentuk hard copy (cetakan). Penerbitan artikel dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Hal ini merupakan komitmen dari seluruh anggota tim redaktur JBI yang telah bekerja secara optimal. Diharapkan seluruh artikel yang termuat dalam JBI memberi manfaat yang luas terutama bagi para peneliti, akademisi, pelaku dakwah dan ketersediaan bahan dakwah bagi penyuluh agama Islam serta para penghulu di seluruh Indonesia. Penerbitan Jurnal Bimas Islam tahun ini telah memasuki tahun ke 12. Pada tahun 2016 JBI telah mendapatkan sertifikat akreditasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Tantangan ke depan adalah bagaimana JBI terus memberi kontribusi terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan melalui penerbitan yang dilakukan secara konsisten dan tepat waktu. Seluruh tim juga memilki tanggungjawab untuk meningkatkan mutu dan kualitas JBI. Pada tahun 2020, JBI telah membuat schedule untuk mengajukan Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna) pada Kementerian Ristek RI. Pada penerbitan Vol. 12 Nomor 1 Tahun 2019 JBI telah memuat 7 artikel. Artikel tersebut telah lulus seleksi berdasarkan catatan para editor dan peer-review dari para mitra bestari/reviewer.
KONSEP MODERASI DAKWAH DALAM M. QURAISH SHIHAB OFFICIAL WEBSITE Al Zamzami, Mutataqin
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1474.284 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.98

Abstract

Pesan-pesan dakwah seharusnya disampaikan secara bijaksana dan kajiannya sudah sepatutnya berada di wilayah koridor ajaran Islam yang rahmatan lil ?alamin. Di era digital sekarang para da?i semestinya juga melibatkan media massa. M. Quraish Shihab telah memberikan perumpamaan bagaimana berdakwah dengan media massa. Melalui M. Quraish Shihab Official Website ia memberikan wawasan keislaman, dan melalui website tersebut penulis menemukan sebuah konsep moderasi dakwah yang memberikan pesan ajaran Islam damai dengan 4 bentuk penyampaian, yaitu, berbentuk artikel, quote, e-poster, dan video youtube. Kata Kunci: Konsep, Moderasi, Dakwah, Website.   Abstract Da'wah messages should be delivered wisely and the content of da'wah should be in the corridor area of Islamic teachings which are rahmatan lil amin alamin. In the digital era now the da'i should also carry out their da'wah by involving the mass media. M. Quraish Shihab has given parable of how to preach with the mass media. Through the M. Quraish Shihab Official Website he provides Islamic insights, and through the website the author has found a concept of M. Quraish Shihab's moderation da'wah. In his website, he gave messages of peaceful Islamic teachings in 4 forms, that is, in the form of articles, quotes, e-posters, and youtube videos. Keywords: Concept, Moderation, Preaching, the Website.
DAKWAH ISLAM MODERAT DAN REALITAS POLITIK IDENTITAS DALAM MASYARAKAT MEME Nawawi, Abd. Muid N.
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.625 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.100

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menganalisis problem realitas politik identitas di Indonesia dan hubungannya dengan meme-meme serta menawarkan solusi dari dakwah Islam moderat bagi problem tersebut. Jenis kajian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019 Indonesia. Data diperoleh dari penelusuran kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa politik identitas adalah alat yang efektif untuk memainkan emosi masyarakat meme demi meraup suara dalam Pemilihan Umum dan sebaliknya, meme-meme adalah alat yang efektif untuk membangkitkan politik identitas. Semua upaya itu dilakukan demi meraih kekuasaan. Posisi dakwah Islam moderat menjadi sangat penting dalam hal ini untuk menjadi solusi bagi perpecahan yang terjadi di dalam masyarakat karena dakwah Islam moderat lebih menekankan pada kepentingan universal daripada kepentingan identitas tertentu. Kata Kunci: da?wah, Islam moderat, politik identitas, meme   Abstract This paper aims to analyze the problem of the reality of identity politics in Indonesia and its relationship with memes and offers a solution of moderate Islamic da'wah to the problem. This type of study is qualitative with the case study approach of the 2019 Indonesian Presidential Election and Legislative Election. Data obtained from library research. The results of the study show that identity politics is an effective tool to play the emotions of meme society in order to win votes in elections and vice versa, memes are effective tools to generate identity politics. All efforts were made in order to gain power. The position of moderate Islamic da'wah becomes very important in this case to be a solution to the divisions that occur in society because moderate Islamic da'wah emphasizes more on the universal interests rather than the interests of certain identities. Keywords: da?wah, moderate Islam, identity politics, memes
PERTUMBUHAN DAN KEBERLANJUTAN KONSEP HALAL ECONOMY DI ERA MODERASI BERAGAMA Syarif, Fazlur; Adnan, Naif
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.249 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.97

Abstract

Secara global, konsep Halal Economy telah berkembang melampaui batas-batas agama dan industri halal telah menjadi industri yang kompetitif dalam perdagangan internasional. Konsep Halal Economy, Halal Industry, Halal Products, alasan-alasan pertumbuhan, potret di berbagai negara serta konsep keberlanjutan telah dibahas secara rinci dalam tulisan ini melalui pendekatan analisis-deskriptif. Hasil studi ini menunjukkan bahwa latar belakang agama bukan faktor dominan potensi pertumbuhan Halal Economy akan tetapi kualitas produk telah menjadi tren pola perilaku konsumen. Di samping itu, industri halal berkembang pesat tidak hanya di negara-negara Muslim tetapi juga di negara-negara non-Muslim. Kata Kunci: Halal Economy, Industri Halal, Negara Muslim dan Non-Muslim   Abstract Globally, the concept of the halal economy has grown beyond the boundaries of religion. The halal industry has become a competitive industry in international trade. The concept of halal economy, halal industry, halal products, reasons and growths in various countries as well as sustainability has been detailed discussed in this paper by an analysis-descriptive approach. These studies show that religious background is not the dominant factor for the potential of halal economy growth but the quality of the products has become consumer behaviour trends. Besides, Halal industries are growing rapidly not only in Muslim countries but also in the non-Muslim countries. Keywords: Halal Economy, Halal Industry, Muslim and Non-Muslim Countries
URGENSI ‘URF DALAM TRADISI MALE DAN RELEVANSINYA DALAM DAKWAH ISLAM DI JEMBRANA-BALI Saihu, Made
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.27 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.91

Abstract

Tulisan ini membahas tentang strategi dakwah di Jembrana-Bali melalui sarana ?urf yaitu pada tradisi male. Tulisan berfokus menelusuri dampak dari strategi ?urf atau kearifan lokal terhadap proses interaksi dan integrasi yang mengarah pada praktik damai pada masyarakat Hindu dan Muslim di Jembrana-Bali. Sumber data diperoleh adalah melalui observasi dan wawancara tak terstruktur selama bulan Maret sampai Juni 2019. Tulisan ini berupa penelitian lapangan dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil dari tulisan ini memperlihatkan bahwa dakwah Islam melalui ?urf yang mewujud dalam tradisi male dapat menumbuh-kembangkan pemahaman kebhinekaan, menumbuhkan ketertarikan umat Hindu kepada Islam, serta dapat membentuk karakter masyarakat Hindu dan Muslim di Jembrana menjadi humanis, toleran, dan inklusif, sehingga mengarah pada proses asosiasi, integrasi, komplementasi dan sublimasi. Kata Kunci: ?Urf, Dakwah, Male, Asosiasi, Integrasi, Komplementasi, Sublimasi.   Abtract This paper discusses the da'wah strategy in Jembrana-Bali through the means of f urf, namely in the male tradition. Writing focuses on exploring the impact of the ?urf strategy or local wisdom on the process of interaction and integration which leads to peaceful practices of Hindu and Muslim communities in Jembrana-Bali. The source of the data obtained is through unstructured observations and interviews from March through June 2019. This paper is in the form of field research using a case study method. The results of this paper show that Islamic preaching through the 'urf' which manifests in the male tradition can foster diversity understanding, foster Hindu interest in Islam, and can shape the character of Hindu and Muslim communities in Jembrana to be humanist, tolerant and inclusive, thus leading in the process of association, integration, complementation and sublimation. Keywords: ?Urf, Dakwah, Male, Association, Integration, Complementation, Sublimation.
ASPEK HUKUM BANK WAKAF MIKRO DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN BERBASIS PESANTREN DI INDONESIA Siska Lis Sulistiani; Yunus, Muhammad; Bayuni, Eva Misfah
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.127 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.86

Abstract

Wakaf memainkan peran ekonomi dan sosial yang sangat penting dalam sejarah Islam. Wakaf berfungsi sebagai sumber pembiayaan bagi sarana ibadah, pendidikan, pelayanan sosial dan pertahanan. Banyak pengembangan sektor ekonomi Islam atau perbankan syariah yang dikaitkan dengan wakaf, tidak terkecuali di tahun 2017 Pemerintah bersama OJK menginisiasi adanya Bank Wakaf Mikro sebagai upaya menjawab permasalahan kemiskinan, yang bekerjasama dengan lembaga berbasis pesantren di Indonesia. Istilah Bank wakaf mikro dipilih karena pihak pemerintah mengharapkan agar inti dari dana yang disebar ke masyarakat tetap terjaga intinya tanpa mengurangi manfaatnya, selain itu dinamai Bank Wakaf Mikro dikarenakan operasi BWM ini berada di lingkungan pesantren. Selama perkembangannya BWM ini, menggunakan istilah bank wakaf mikro dalam penamaan lembaganya akan tetapi dari dasar hukum dan bentuk dari badan hukumnya justru sangat jauh dari penamaannya.Badan hukum dari BWM ini adalah Koperasi, sedangkan izin usaha BWM adalah lembaga keuangan mikro syariah sehingga pengawasannya berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normative dengan menggunakan data sekunder dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Kata kunci: Hukum, Bank, Wakaf, Mikro, Indonesia. Abstract Waqf plays a very important economic and social role in Islamic history, waqf serves as a source of funding for religious facilities, education, social services and defense. Many developments in the Islamic economic sector or Islamic banking are associated with waqf, not least in 2017 The Government and OJK initiated the Micro Waqf Bank as an effort to address the problem of poverty, in collaboration with pesantren-based institutions in Indonesia. The term micro waqf bank was chosen because the government expects that the core of the funds distributed to the community is maintained intact without reducing its benefits, besides it is named the Micro Endowment Bank because the BWM operation is in the pesantren environment. During the development of this BWM, the term micro waqf bank was used in naming its institutions, but from the legal basis and form of legal entities it was very far from naming it. under the Financial Services Authority (OJK). This study uses a normative juridical research method using secondary data using qualitative descriptive analysis. Keywords: Law, Bank, Waqf, Micro, Indonesia.
MENJADI BERDAYA DAN MANDIRI; PENGELOLAAN DANA ZAKAT OLEH MUSTAHIK DI PROVINSI RIAU Muhammad Agus Noorbani
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.94 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.79

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian mengenai pengelolaan dana zakat oleh para mustahik di Provinsi Riau. Penelitian kualitatif ini menggunakan rancangan studi kasus yang mengkaji pengelolaan dana zakat di empat lembaga zakat, yaitu BAZNAS Kota Pekanbaru, BAZNAS Kabupaten Siak, LAZ Ibadurrahman Kabupaten Bengkalis, dan LAZ Swadaya Ummah Kota Pekanbaru. Hasil kajian ini menemukan bahwa sebagian besar mustahik penerima bantuan untuk program ekonomi produktif belum mengalami peningkatan taraf hidup yang cukup baik atau sejahtera. Tingkat keberhasilan program ini di masing-masing lembaga zakat dapat ditaksir berada pada kisaran kurang dari 20%. Upaya yang dilakukan para mustahik dalam mendayagunakan bantuan dari lembaga-lembaga zakat sebagian besar dilakukan secara intuitif dan belum terprogram secara berkelanjutan dalam pengembangan ekonomi produktif.Muzakki yang menyalurkan dana ZIS ke Baznas lebih banyak pegawai negeri sipil,sedangkan muzakki yang menyalurkan dana ZIS mereka ke lembaga zakat yang dikelola masyarakat merupakan muzakki individual yang beragam atau perusahaan skala kecil, menengah, bahkan hingga skala besar. Kata kunci; zakat, pemberdayaan, ekonomi produktif, Riau   Abstract This paper presents the results of research on the management of zakat funds by mustahiks in Riau Province. This qualitative study uses a case study design that examines the management of zakat funds in four zakat institutions, BAZNAS Kota Pekanbaru, BAZNAS Siak Regency, LAZ Ibadurrahman Kabupaten Bengkalis, and LAZ Swadaya Ummah Pekanbaru. The results of this study found that most of the beneficiary mustahik for productive economic programs had not experienced an increase in the standard of living that was good enough or prosperous. The success rate of this program in each zakat institution can be estimated to be in the range of less than 20%. The efforts made by the mustahik in utilizing the assistance of zakat institutions are mostly carried out intuitively and have not been programmed on an sustainability basis in the development of a productive economy. Muzakki who distributed ZIS funds to Baznas more civil servants, whereas muzakki who channel their ZIS funds to zakat institutions that are managed by the community are diverse individual muzakki or small, medium, or even large-scale companies. Keywords; zakat, empowering, productive economy, Riau
MAJELIS PERCIKAN IMAN: MEMBANGUN HARMONI DI TENGAH HETEROGENITAS ORGANISASI KEAGAMAAN KOTA BANDUNG Saepudin, Juju
Jurnal Bimas Islam Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.862 KB) | DOI: 10.37302/jbi.v12i1.76

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang peran Majelis Percikan Iman (MPI) dalam membangun harmoni ditengah heterogenitas organisasi keagamaan di Kota Bandung. Tema ini penting untuk dikaji karena banyak ditemukan gesekan-gesekan diantara majelis taklim disebabkan perbedaan faham dan pandangan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi pustaka terhadap berbagai dokumen yang terkait dengan tema penelitian. Berdasarkan hasil analisis secara induktif dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pertama, model pembawaaan Ustadz Aam Amirudin yang ramah, santai dan tidak menyudutkan kelompok tertentu dalam proses kajian menjadi daya tarik bagi jamaah MPI yang berasal dari berbagai kalangan usia dan organisasi keagamaan. Kedua, berbagai jawaban yang diberikan Ustadz Aam Amirudin dalam sesi tanya-jawab selalu memberikan alternatif dalam setiap permasalahan, namun demikian tetap tegas dan jelas sehingga menjadi kenyamanan tersendiri bagi mustami. Ketiga, MPI membuka peluang bagi dai-dai lain yang berasal dari Nahdhatul Ulama, Persatuan Islam, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam dan organisasi keagamaan lainnya atau praktisi akademisi untuk menjadi narasumber dan saling bahu membahu dalam rangka mencerdaskan umat, sehingga terjalin harmoni ditengah heterogenitas keberagamaan. Keempat, MPI hadir untuk memadukan nilai-nilai agama dengan budaya dan kearifan lokal yang yang diimplementasikan melalui model dakwah dengan mengedepankan spirit harmoni.  Kata Kunci: Majelis Percikan Iman, Dakwah, Harmoni, Organisasi Keagamaan, Bandung.   Abstract This article presents the results of research on the role of Majelis Percikan Iman (MPI) in bulding harmony in the heterogeneity of religious organizations in the Bandung city. This theme is important to study because there were many frictions between majelis taklim due to differences in ideas and views. This research was conducted with a descriptive qualitative approach. Data collection was done by interviewing, observing and studying literature on various documents related to the research theme. Based on the results of inductive analysis, some conclusions could be drawn as follows: First, the model of Ustadz Aam Amirudin's delivery which was friendly, relaxed and did not impeach certain groups in the learning process was the main attraction for MPI members from various ages and religious organizations. Second, various answers given by Ustadz Aam Amirudin in the question-and-answer session always provided alternatives in every problem, but remain decisive and clear, so that it brought a cosiness for the listeners. Third, MPI opened up opportunities for other Dai from Nahdhatul Ulama, Persatuan Islam, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam and other religious organizations or academic practitioners to be speakers in order to create a mutual support to educate the people, so that harmony was established in the heterogeneity of religiosity. Fourth, MPI is present to integrate religious values with culture and local wisdom that are implemented through the da'wah model by promoting the spirit of harmony. Keywords: Majelis Percikan Iman, Harmony Dakwah, Religious Organization and Bandung City.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 11 No. 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 10 No. 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 9 No. 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 1 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 1 (2015): Jurnal Bimas Islam More Issue