cover
Contact Name
Ahmad Syamsuddin
Contact Email
syamsuddin.iyf@gmail.com
Phone
+6281290969387
Journal Mail Official
bimasislam.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Kantor Kementerian Agama, JL. MH. Thamrin No.6 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bimas Islam
ISSN : 19789009     EISSN : 26571188     DOI : https://doi.org/10.37302/jbi
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Bimas Islam adalah terbitan berkala ilmiah yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Terbit pertama kali pada tahun 2008 dalam bentuk cetak hingga tahun 2018 dan ditingkatkan menjadi Jurnal Elektronik (OJS) pada tahun 2019. Mendapat akreditasi dari LIPI pada tahun 2016. Jurnal ini memuat Ringkasan Hasil Penelitian, Tinjauan Teori, Artikel Ilmiah yang dikemas secara sistematis dan kritis di bidang Bimbingan Masyarakat Islam secara luas.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017" : 8 Documents clear
Orientasi Konservasi Lingkungan dalam Ekologi Islam Ulya Fikriyati
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.19

Abstract

As a perfect religion, Islam also has a concept on the environmental conservation orientation. This article attempts to formulate an environmental conservation orientation in Islamic ecology through an analysis on the hadist of trees. This analysis results of the hadist meaning and content that critiqued the anthropocentric, biocentric, and ecotheocentric orientations known in conventional ecological studies. This is because the Islamic teachings integrality that coheres human mandate as khalīfah fī al-arḍ with ecological responsibility as a tauhid manifestation, therefore, Islamic ecological orientation can not only be expressed as an anthropocentric, biocentric or ecotheocentric orientation only, but also they are oriented antro-ecotheocentric, that is the modification and adaptation form between biocentric and biocentric orientation ecotheocentris simultaneously. Sebagai agama penyempurna, Islam juga memiliki konsep tentang orientasi konservasi lingkungan. Artikel ini berupaya untuk merumuskan orientasi konservasi lingkungan dalam ekologi Islam melalui analisis terhadap hadis-hadis tentang pepohonan. Hasil analisis terhadap makna dan kandungan hadis-hadis tersebut mengkritisi orientasi antroposentris, biosentris, dan juga ecotheosentris yang dikenal dalam kajian ekologi konvensional. Hal tersebut dikarenakan integralitas ajaran Islam yang mengkoherenkan amanat manusia sebagai khalīfah fī al-arḍ dengan tanggung jawab ekologis sebagai bentuk manifestasi dari ketauhidan, karenanya, orientasi ekologi Islam tidak bisa hanya diungkapkan sebagai orientasi antroposentris, biosentris atau ecotheosentris saja, akan tetapi, ekologi Islam menggabungkan ketiganya, sehingga berorientasi antro-ecotheosentris, yaitu bentuk modifikasi dan adaptasi antara orientasi antroposentris biosentris dan ecotheosentris secara bersamaan.
Perspektif Al-Quran dan Injil Tentang Kecerdasan Naturalis Nur Arfiyah Febriani
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.20

Abstract

Naturalist intelligence carried by Holy Quran and Injil synergizes human spiritual dimention for the God as the center. With the faith to the God and His teaching the human hope to be able to reconstruct the anthropocentric paradigm and finally it can influence the interaction pattern in harmony with the environment (Max Weber, 197). Naturalist intelligence can be understood in the meaning, the people ability in understanding and loving the environment by taking care its sustainability as the responsibility and worship for the God (read Allah SWT in Holy Quran), as the individual creatures, social, and spiritual (Febriani, 2013). Kecerdasan naturalis yang diusung kitab al-Quran dan Injil mensinergikan dimensi spiritual manusia kepada Tuhan sebagai centernya. Dengan ketaatan pada Tuhan dan ajaran-ajaran-Nya manusia diharapkan dapat merekonstruksi paradigma antroposentris yang pada akhirnya dapat mempengaruhi pola interaksi yang harmonis dengan lingkungan (Max Weber, 1978). Kecerdasan naturalis dapat dipahami dalam arti, kemampuan seseorang dalam memahami dan mencintai lingkungan dengan senantiasa menjaga kelestariannya sebagai bentuk tanggung jawab dan ibadah kepada Tuhan (baca: Allah SWT dalam al-Quran), baik sebagai makhluk individu, sosial dan spiritual (Febriani, 2013).
Rekonstruksi Penafsiran Ayat Amtsâl Tentang Tumbuhan dalam Membangun Karakter Individu : Studi Pemikiran Ibn ‘Âsyûr Di Tafsir al-Tahrîr Wa al-Tanwîr Angga Marzuki; Muhammad Khoirul Anwar
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.22

Abstract

This study concludes that using the interpretation of Ibn IbnAshur against the amtsâl verse about plants in the al-Qur’an has implications for the formation of competent individual characters and faithful as believer. The source of this research data is the interpretation of Ibn ‘Âshûr to the plant amstal which he exposed in al-Tahrîr wa al-Tanwîr supported by the interpretations that perfomed amtsâl and the study of other disciplines and besides the author enriched this research by referring to other sources of some books, journals , articles, and other scientific papers related to the theme of this study. This study is a qualitative research, as for data collection, the author pursues a literature study technique. The nature of this research is descriptive-analysis, the research that seeks to provide an overview as well as explore in depth the views and approach of Ibn ‘Âshûr in assessing the amtsâl al-Qur’an related plants, the author also took a comparative step. Studi ini menyimpulkan dengan menggunakan penafsiran Ibn ‘Âsyûr terhadap ayat amtsâl tentang tumbuhan dalam al-Qur’an memiliki implikasi terhadap pembentukan karekater individu yang kompeten dan tetap menjadi hamba yang taat. Sumber data penelitian ini adalah penafsiran Ibn IbnAshur terhadapat amstal tumbuhan yang dipaparkannya pada al-Tahrîr wa al-Tanwîr didukung oleh dengan penafsiran-penafsiran yang mengeloborasi amtsâl dan kajian disiplin ilmu lain dan selain itu penulis pun memperkaya penelitian ini dengan merujuk pada sumber lain dari beberapa buku, jurnal, artikel, dan karya tulis ilmiah lain yang berkaitan dengan tema studi ini. Studi ini adalah penelitian kualitatif, adapun dalam pengumpulan data, penulis menempuh teknik studi literatur. Sifat penelitian ini adalah deskriptif-analisis, yaitu penelitian yang berusaha untuk memberikan gambaran sekaligus mengeksplorasi secara mendalam pandangan dan pendekatan Ibn IbnAshur dalam mengkaji amtsâl al-Qur’an terkait tumbuhan, penulis juga menempuh langkah komparatif.
Gerakan Banten Bebersih dalam Perspektif Dakwah Ekologi Uup Gufron
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.23

Abstract

This research is intended to find out the description of the ecological da’wah implemented in the Cleaning Banten Movement 2017 programs. This answers the question of how the activity implementation and whether the activity implements the ecological da’wah principles. This research is qualitative descriptive by conducting interviews on the informans who are directly involved in the da’wah ecology activities as well as its object and field survey. This study found the conclusion that the activity contains the ecological da’wah principles as the principle (1) al-intifa; (2) al-i'tibar; (3) al-ishlah; (4) al-tauhid; (5) al-ayat; (6) al-khalifah; (7) al-amanah; (8) al-'adalah; (9) al-tawazun; (10) al-riayah dun al-israf; and (11) al-tahdits wa al-istikhlaf, but the activity still has many shortcomings and weaknesses in its implementation and follow-up. This because the factor is still a little bit of public awareness and inadequate of following-up these activities program. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran tentang dakwah ekologi yang terimplementasi dalam program Gerakan Banten Bebersih 2017. Hal ini untuk menjawab pertanyaan bagaimana pelaksanaan kegiatan tersebut dan apakah kegiatan tersebut mengimplementasikan prinsip-prinsip dalam dakwah ekologi. Penelitian ini bersifat deskriprif kualitatif dengan melakukan wawancara pada pelaku yang terlibat langsung dalam kegiatan dakwah ekologi tersebut maupun objeknya serta survey lapangan. Penelitian ini menemukan kesimpulan bahwa kegiatan tersebut mengandung prinsip-prinsip dakwah ekologi seperti prinsip (1) al-intifa; (2) al-i’tibar; (3) al-ishlah; (4) al-tauhid; (5) al-ayat; (6) al-khalifah; (7) al-amanah; (8) al-‘adalah; (9) al-tawazun; (10) al-riayah dun al-israf; dan (11) al-tahdits wa al-istikhlaf, namun kegiatan tersebut masih memiliki banyak kekurangan dan kelemahan dalam implementasi dan tindaklanjutnya. Hal ini disebabkan karena faktor masih minimkan kesadaran masyarakat dan tidak memadainya program lanjutan dari kegiatan tersebut.
Etika Perkotaan Ali Romdhoni
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.25

Abstract

The imagination city of Indonesian society is believed to give a better life. The word 'city' has also become a symbol of the ideal conditions in people’s lives. The person who has succeeded in becoming a city is called a successful person, his social status is also considered higher. Finally, there are many people who want to move to the city. On the other hand, the city has also eliminated the noble values, knowledge and culture of the Indonesian nation. Tolerance, courtesy, care and wisdom in the village have been lost in the city. Urban environment has killed the personality of Indonesian society. This paper wants to offer the values that must be considered in building the city, so that the city still provide a sense of comfort and security for the inhabitants. Both children, adults, and parents. Kota dalam imajinasi masyarakat Indonesia diyakini bisa memberi kehidupan yang lebih baik. Kata 'kota' juga telah menjadi simbol atas kondisi yang ideal dalam kehidupan masyarakat. Orang yang telah berhasil menjadi warga kota disebut sebagai orang yang sukses, status sosial-nya juga dianggap lebih tinggi. Akhirnya, ada banyak orang yang ingin berpindah ke kota. Di sisi lain, kota juga telah menghilangkan nilai-nilai luhur, pengetahuan dan budaya bangsa Indonesia. Toleransi, sopan santun, kepedulian dan kebijaksanaan yang ada di desa telah hilang di kota. Lingkungan perkotaan telah membunuh kepribadian masyarakat Indonesia. Penelitian ini ingin menawarkan nilai-nilai yang harus diperhatikan dalam membangun kota, agar kota tetap memberi rasa nyaman dan aman bagi penghuninya. Baik anak-anak, orang dewasa, maupun orang tua.
Pelestarian Lingkungan Hidup dalam Perspektif Hadis Cut N. Ummu Athiyah
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.26

Abstract

Environment damage is becoming a concern in all countries now. The damage is doomed to the destruction of some forests, global warming, and natural disasters. Long time ago, before the issues, Rasulullah SAW had given warning to human to keep the environment. This can be seen in a number of hadits regarding the environment preservation. This study aims to inventory how many traditions relate to the environment. This study is qualitative with literature study. From the results of the study through several books, among shahih Bukhori, Muslim, Tirmizi, Ahmadibn Hambal, successfully collected 50 traditions related to the environment. Kerusakan lingkungan hidup saat ini menjadi perhatian di seluruh negara. Kerusakan tersebut berdapak pada musnahnya sebagian hutan, pemanasan global, dan bencana alam. Jauh sebelum persoalan ligkungan hidup ini mengemuka, Rasulullah SAW telah memberikan peringatan pada ummat manusia untuk menjaga lingkungannya. Hal ini dapat dilihat dalam sejumlah hadis yang berkenaan dengan menjaga lingkungan. Kajian ini bertujuan untuk menginventarisasi berapa banyak hadis-hadis yang berkenaan tentang lingkungan hidup. Kajian ini bersifat kualitatif dengan studi kepustakaan. Dari hasil kajian melalui beberapa kitab, diantaranya shahih Bukhori, Muslim,Tirmizi, Ahmad ibn Hambal, berhasil dikumpulkan 50 hadis yang berkaitan dengan lingkungan hidup.
Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Bank Sampah Pada Majlis Taklim Wilayah Kecamatan Koja Jakarta Utara Adnan Mustofa Kamal; Tri Andria
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.27

Abstract

The waste managing by some people in Koja District has been done by burning, saving in warehouse and then taking to the waste shelter. The waste saving such as fabric can make unhealthy room because there are so many animals used the fabric as their nests. If the waste managed correctly it can produce the economy value. The waste values from this waste managing can use for any social activity, include Majlis Taklim operational. Therefore The Majlis Taklim activity and the environment caring can synergize in one Waste Bank programs. Pengolahan sampah oleh sebagian masyarakat di Kecamatan Koja dilakukan dengan cara dibakar, ditimbun digudang untuk kemudian dibawa ke tempat penampungan sampah. Namun pengelolaan sampah dengan cara ini menimbulkan masalah baru yaitu mengganggu pernafasan sehingga lingkungan menjadi tidak nyaman. Menimbun sampah yang berupa kain dapat menyebabkan ruangan yang tidak sehat karena ada banyak hewan yang menjadikan kain tersebut sebagai sarang. Sampah jika dikelola dengan benar dapat menghasilkan nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Nilai ekonomi dari pengelolaan sampah ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan sosial, termasuk operasional Majlis Taklim. Dengan demikian, kegiatan Majlis Taklim dan kegiatan pemeliharaan lingkungan dapat bersinergi dalam satu program Bank Sampah.
Basis Teologis Dakwah Ekologis Ahmad Khoirul Fata
Jurnal Bimas Islam Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v10i2.28

Abstract

The damage of nature is caused by human activities. That makes any disasters that falling on human. The ecological crisis must be solved by religious people to avoide human existence threat. In this point, dakwah as a attempt to make the human condition better than before, must enter to this scope. Ecological dakwah is transformation of human view on the nature, from anthropocentric paradigm to islamic paradigm. The aim of this alterationi show human can make their treatment to nature better than before. Human stop exploitation of natureand make a harmonic relation with the nature. There are three islamic doctrines to build the ecological dakwah: nature and human are creation of Allah, natureand human are signs of existence of Allah, and human are chaliph of Allah in theworld. Kerusakan alam yang terjadi akibat perilaku manusia, menyebabkan berbagai bencana alam yang menimpa manusia. Krisis ekologi tersebut harus segera ditangani kaum agamawan agar tidak mengancam eksistensi manusia. Di sinilah dakwah sebagai upaya mengubah kondisi manusia menjadi lebih baik harus segera masuk ke ruang ekologis ini. Dakwah ekologis dimaksudkan untuk mengubah paradigma manusia dari antroposentrisme menuju ke paradigma yang islami dalam menjalin hubungan dengan alam. Dengan perubahan itu diharapkan perlakuan manusia terhadap alam tidak lagi eksploitatif sehingga alam tetap terjaga kelestariannya. Ada beberapa doktrin Islam yang bisa menjadi landasan bagi dakwah model ini, yaitu: konsep alam dan manusia sebagai makhluk Allah, alam dan manusia sebagai ayat Allah, dan manusia sebagai khalifah Allah di bumi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 11 No. 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 10 No. 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 9 No. 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 1 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 1 (2015): Jurnal Bimas Islam More Issue