cover
Contact Name
Ahmad Syamsuddin
Contact Email
syamsuddin.iyf@gmail.com
Phone
+6281290969387
Journal Mail Official
bimasislam.ejournal@gmail.com
Editorial Address
Kantor Kementerian Agama, JL. MH. Thamrin No.6 Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bimas Islam
ISSN : 19789009     EISSN : 26571188     DOI : https://doi.org/10.37302/jbi
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Bimas Islam adalah terbitan berkala ilmiah yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Terbit pertama kali pada tahun 2008 dalam bentuk cetak hingga tahun 2018 dan ditingkatkan menjadi Jurnal Elektronik (OJS) pada tahun 2019. Mendapat akreditasi dari LIPI pada tahun 2016. Jurnal ini memuat Ringkasan Hasil Penelitian, Tinjauan Teori, Artikel Ilmiah yang dikemas secara sistematis dan kritis di bidang Bimbingan Masyarakat Islam secara luas.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020" : 8 Documents clear
Covid-19 ditinjau dari Epistemologi Tafsir Sufi: Sebuah Penerapan Tafsir Referensial (Tafsīr Miṣdāqī) pada Ayat-Ayat Kerwanto Kerwanto
Jurnal Bimas Islam Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v13i2.213

Abstract

Abstrak Artikel ini ditulis sebagai tawaran epistemologis bagi umat muslim, untuk berdamai dan beradaptasi dengan pola hidup baru untuk tetap bertahan di tengah Pandemi Covid-19 yang saat ini melanda hampir seluruh negara di dunia. Ini merupakan sebuah ajakan untuk menjadikan pandangan dan ideologi islam yang moderat (wasaṭiyah) dalam segala sesuatu, termasuk dalam menyikapi wabah penyakit sebagai pandangan hidup. Harapannya, wabah tidak dijadikan sebagai wahana kepanikan, akan tetapi dijadikan sebagai wahana untuk memahami hakikat agama, perbaikan diri dan masyarakat. Pada artikel ini, penulis menggunakan epistemologi tafsir sufi sebagai pisau analisa untuk mengupas kandungan beberapa ayat Al-Quran. Tulisan ini juga dapat disebut sebagai salah satu jenis tafsir tematik karena penulis berupaya membahas (menganalisa) kandungan ayat-ayat Al-Quran berdasar pada sebuah tema. Hal yang menarik dari artikel ini adalah Covid-19 dapat menjadi salah satu referensi (miṣdāq) dari ayat-ayat perumpamaan (al-amthāl) yang menjelaskan keberadaan mahluk yang kecil, ayat-ayat yang menjelaskan sifat dasar kematian dan ayat-ayat yang menjelaskan keseimbangan hidup. Kata Kunci: epistemologi tafsir sufi, tafsir referensial, wasaṭiyah, kematian, keseimbangan hidup Abstract This article is written as an epistemological offer for Muslims, for making peace and adapting to new lifestyles in order to survive in the midst of the Covid-19 pandemic which is currently hitting almost all countries in the world. This is an invitation to make moderate Islamic views and ideology (wasaṭiyah) in all respects, including responding to pandemic as a views of life. We hope that the pandemic was not reasoned for panic, but as a tool for understanding the nature of religion, self and society improvement. In this article, the author uses the epistemology of sufi interpretation as an analysis instrument to explore the several verses contents of the Al-Quran. This paper can also be called a type of thematic interpretation because the author seeks to discuss (analyze) the verses content of the Al-Quran based on a theme. The interesting thing about this article is that Covid-19 can be a reference (miṣdāq) of parable verses (al-amthāl) that explain the existence of small creatures, the verses that explain the nature of death and life balance. Keywords: the epistemology of sufi interpretation, referential interpretation, wasaṭiyah, death, life balance
Wakaf POIN Telkomsel; Waqf of Digital Era in Islamic Law Dita Anis Zafani
Jurnal Bimas Islam Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v13i2.221

Abstract

Abstrak Wakaf POIN Telkomsel merupakan program wakaf yang dilaksanakan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) bekerjasama dengan Telkomsel dimana pengguna Telkomsel dapat menukarkan POIN yang dimiliki sebanyak 50 POIN senilai Rp. 5000 untuk diwakafkan ke BWI melalui aplikasi My Telkomsel. Dengan menggunakan metode kualitatif diskriptif, penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan potensi penghimpunan dana wakaf menggunakan POIN Telkomsel serta menjawab bagaimana praktek wakaf menggunakan POIN Telkomsel dalam perspektif hukum Islam. Dari data-data yang digali melalui berbagai literatur baik berupa buku, kitab, jurnal dan berita resmi dari BWI dan Telkomsel, praktek wakaf POIN Telkomsel telah memenuhi syarat dan rukun wakaf, dimana Pengguna/pelanggan (customer) Telkomsel bertindak sebagai wakif, POIN Telkomsel sebagai mauqūf bih, Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai nazhir, dan sighat dilakukan dengan bantuan aplikasi My Telkomsel. Wakaf POIN Telkomsel juga sesuai dengan konsep istislāh/maslahah karena dapat meningkatkan ekonomi umat secara umum. Kata Kunci: Wakaf, POIN Telkomsel, penghimpunan dana, maslahah, Hukum Islam. Abstract Telkomsel POIN Waqf is a program implemented by The Indonesian Waqf Board (BWI) in collaboration with Telkomsel where Telkomsel users can exchange POIN owned by 50 POINTS worth 5000 rupiah as waqf to BWI through My Telkomsel Application. By using descriptive qualitative methods, this study aims to describe the potential of rising waqf fund using POIN Telkomsel and answers how the practice of Telkomsel POIN waqf in the Islamic law context. The data extracted through various literatures by books, journals and official news from BWI and Telkomsel. The practice of Telkomsel POIN Waqf has been fulfilled the terms and condition of waqf where the Telkomsel users/customers as wakif, Telkomsel POIN as mauqūf bih, BWI as nazhir, and the transaction (sighat) through My Telkomsel Application. Telkomsel POIN waqf is also in accordance with the concept of istislāh/maslahah because it can increase the community’s economic in general. Keywords: Waqf, Telkomsel POIN, fundraising, maslahah, Islamic Law.
NEW MEDIA DAN KONFLIK EKSTRIMIS PEREMPUAN INDONESIA siti mufida; Mustolehudin
Jurnal Bimas Islam Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v13i2.231

Abstract

Abstrak Tulisan ini bertujuan menganalisis dampak new media terhadap para perempuan yang aktif berselancar di dunia maya terutama dalam hal ideologi keagamaan yang mengarah pada pemikiran dan gerakan ekstrimis. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur. Data diperoleh dari situs-situs online dan di analisis dengan analisis wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, new media memiliki pengaruh besar yang dapat merubah ideologi sekelompok perempuan dari inklusif menjadi ekslusif. Beberapa faktor yang mempengaruhi kelompok perempuan di Indonesia berhaluan ekstrim adalah karena adanya rasa ketidak-adilan, kebutuhan emosional, kemiskinan (faktor ekonomi), ketidakpuasan terhadap pemerintah, dan disebabkan ingin menegakkan khilafah. Ideologi yang dikembangkan oleh situs-situs berhaluan ekstrim adalah seputar narasi hijrah, jihad, khilafah, dan intoleransi. Kata Kunci: New Media, Perempuan, Ekslusif, Gerakan Ekstrimis __________________________ Abstract This paper aims to analyze the impact of new media on women who actively surf in cyberspace, especially in terms of religious ideology that leads to extremist thoughts and movements. This research uses literature study method. Data obtained from online sites and analyzed by discourse analysis. The results of the research show that new media has a major influence which can change the ideology of women's groups from inclusive to exclusive. Some of the factors that influence women's groups in Indonesia to take extreme positions are due to a sense of injustice, emotional needs, poverty (economic factors), dissatisfaction with the government, and wanting to establish a caliphate. The ideologies developed by sites with extreme tendencies revolve around the narrative of hijrah, jihad, khilafah, and intolerance. Keywords: New Media, Women, Exclusive, Extremist Movements
EFEKTIFITAS CYBER EXTENSION PADA PENYULUH AGAMA DI KOTA SEMARANG Niha Ulin Nihayah
Jurnal Bimas Islam Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v13i2.256

Abstract

Abstrak Artikel ini menyajikan hasil pelaksanaan cyber extension yang dilaksanakan oleh penyuluh agama Kota Semarang, serta efektifitas dari pelaksanaannya. Cyber extension merupakan inovasi sistem informasi dan teknologi informasi dengan berbasis cyber sebagai media dalam rangka penyuluhan untuk memudahkan kinerja penyuluh. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari pelaksanaan cyber extension penyuluh Agama Kota Semarang, terkait dengan peluang dan tantangan dalam pelaksanaan cyber extension yang dilakukan. Metode yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan penelitian kualitatif eksploratif dalam mengetahui sebab akibat dalam pelaksanaan cyber extension pada penyuluh agama kota Semarang. Hasil dari kajian ini menunjukkan penyuluh agama sudah menerapkan konsep manajemen dengan menerapkan POAC dalam aktifitas pelaksanaan penyuluhan yang dilakukan, sehingga terdapat efektifitas dalam kinerjanya sebagai seorang penyuluh. Akan tetapi, pelaksanaan cyber extension dalam kinerjanya belum sepenuhnya diimplementasikan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya kurang adanya ada optimalisasi dari website kementerian Agama Kota, sumber daya pengelola yang belum optimal, pengembangan inovasi yang belum dilaksanakan dalam proses penyuluhan oleh penyuluh di tingkat kota Semarang. Kata Kunci: cyber extension, penyuluh agama, penyuluhan. Abstract This article presents the implementation results of cyber extension carried out by religious counselor in Semarang City, as well as the effectiveness of its implementation. Cyber extension is an innovation in information systems and information technology based on cyber as a media for counseling to facilitate religious counselor performance. This study aims to determine the effectiveness of cyber extension implementation for religious counselor officers in Semarang City, related to the opportunities and challenges in the implementation of cyber extension. The method uses an exploratory qualitative research for knowing the cause and effect of cyber extension implementation to religious counselor officers in the Semarang City. The results of this study indicate that religious counselor officers have implemented the management concept by implementing POAC in their counseling activities, so there is effectiveness in their performance as a counselor agent. However, the cyber extension implementation in its performance has not been fully implemented. This is due to several factors including the lack of optimization from the Ministry of Religion of the City website, inadequate management resources, the innovations development that have not been implemented in the counseling process by counselor agents at the city level of Semarang. Keywords: cyber extension, religious counselor, counseling
A Fact Checking Perception and Behavior Study of Ministry of Religious Affair Islamic Trainers Giri Lumakto; Ahmad Syamsuddin
Jurnal Bimas Islam Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v13i2.262

Abstract

Abstrak Persepsi dan perilaku cek fakta pada Penyuluh Agama Islam belum pernah diketahui. Walau beberapa penelitian telah membahas persepsi dan perilaku cek fakta pada profesi dan target audiens tertentu. Sedangkan Penyuluh Agama Islam (PAI) adalah garda terdepan klarifikasi informasi di banyak daerah Indonesia yang mayoritas Muslim. PAI memiliki fungsi informatif juga untuk menyampaikan informasi yang benar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perilaku dan persepsi PAI dalam mengecek fakta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Survei Google form telah diisi oleh 425 responden sebagai sampling penelitian. Hasil yang didapatkan adalah Penyuluh Agama Islam didominasi Generation X (40%) dan Baby Boomer (32,4%). Dengan platform sosial media yang populer adalah WhatsApp (96,4%), Facebook (56%), dan Instagram (27%) Mereka memandang penting persepsi dan perilaku cek fakta di platform sosial media (>80%). Namun dalam hal mencari sebuah fakta dari karya akademik dan fanpage mereka terpecah persepsi dan perilakunya (>40%). Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya menjadikan cek fakta sebagai bagian dari perilaku PAI. Sehingga terjadi perubahan persepsi pada informasi di lanskap digital, terutama menyoal hoaks. Kata kunci: disinformasi, cek fakta, penyuluh agama Islam, persepsi Abstract The perception and behavior fact checking from Religious Counselor of Islam is still unknown. Although few studies have discussed the perception and behavior from particular professions and audiences. Religious Counselor of Islam (PAI) are the vanguard of information clarification in various regions with Islam as the majority. They should disseminate correct information. The aims of this research is to seek the behavior and perception of Islamic Religious Counselor of Islam. This research employed a quantitative approach using a survey technique. The Google Form survey had gathered 425 respondents as the sampling of this research. The results suggest that the Religious Counselor of Islam were dominated by Generation X (40%) and Baby Boomers (32,4%). They favored WhatsApp (96,4%), Facebook (56%), and Instagram (27%) as their favorites social media. They perceived and conducted fact checking as necessary (>80%). However, in seeking factual information from academic writings and fact-checking fanpage, they have different perception and behavior (>40%). The implications of this research is the need to make fact checking as part of the Religious Counselor of Islam behavior. Further, this could shift their perception toward information in digital landscape, particularly disinformation. Keywords: disinformation, fact checking, religious counselor, perception
A Digitalisasi Dakwah: Upaya Meningkatkan Daya Saing Islam Ramah di Era Pandemi ahmad fairozi; Sulistya Ayu
Jurnal Bimas Islam Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v13i2.265

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas tentang upaya meningkatkan daya saing Islam ramah pada masa pandemi. Adanya Covid-19 menuntut seluruh aktivitas dilakukan secara daring, termasuk dakwah. Tulisan ini hendak meneliti daya saing, kompetensi antara kedua dakwah “Islam ramah” dan “Islam marah” pada masa pandemi. Pendekatan deskriptif-analitis dalam teori competitive superiority dan efektivitas dakwah digunakan sebagai alat untuk menganalisis artikel ini. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis konten dakwah dalam situs (Nu.or.id, Panrita.id dan ppanwarulhuda.com) dan channel youtube (164 Chanel dan Tawaf TV), sebagai representasi Islam ramah. Sementara konten dakwah dalam situs (Hidayatullah.com, Eramuslim.com, dan Voa-islam.com) dan channel youtube (Hidayah.Indonesia dan SAP Chanel) sebagai representasi “Islam marah”. Tulisan ini menyimpulkan bahwa dakwah Islam ramah di era pandemi masih lemah sehingga perlu dilakukan optimalisasi. Tulisan ini merekomendasikan digitalisasi dakwah dengan lima langkah yang harus diupayakan; 1) sentralisasi media dakwah, 2) responsif untuk menjadi problem solving, 3) memberi penekanan (emphasize) pada isu penting, 4) framming and authoritative, 5) digital friendly. Kata Kunci: Digitalisasi dakwah, Daya saing, Islam ramah, Covid-19 Abstract This article discusses efforts to increase the competitiveness of cordial Islam during the pandemic. The existence of Covid-19 requires all activities to be carried by online, it is including da’wah. This paper intends to examine the competitiveness, the competence between two types of da’wah of “cordial Islam” and “Islamic harsh” during the pandemic. The descriptive-analytical approach in the theory of competitive superiority and the effectiveness of da'wah is used as a tool to analyze this article. This research was conducted by analyzing the da'wah content on websites (Nu.or.id, Panrita.id and ppanwarulhuda.com) and YouTube channels (164 Chanel and Tawaf TV), as representations of cordial Islam. Meanwhile, the da’wah content on the websites (Hidayatullah.com, Eramuslim.com, and Voa-islam.com) and the YouTube channel (Hidayah.Indonesia and SAP Chanel) as a representation of “Islamic harsh”. This paper concludes that cordial Islam da’wah in the pandemic era is still weak, so the optimization needs to be done. This paper recommends digitizing da'wah with five steps that must be pursued; 1) centralization of da’wah media, 2) responsive to be problem solving, 3) emphasizing on ​​crucial issues, 4) framing and authoritative, 5) digital friendly. Keywords: Digitizing da'wah, Competitiveness, cordial Islam, Covid-19
Analysis of Zakat and Waqf Literacy Class Program in the Covid-19 Period iqbal fadli muhammad iqbal
Jurnal Bimas Islam Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v13i2.285

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, kepuasan dan tingkat pemahaman peserta kelas literasi zakat dan wakaf di masa Covid-19 yang diadakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Metode penelitian yang digunakan dengan survei secara daring menggunakan aplikasi survey monkey dengan total responden 257. Karakteristik responden dari segi jenis kelamin didominasi oleh laki-laki, latar belakang pendidikan mayoritas lulusan sarjana. Asal responden masih terkonsentrasi berasal dari pulau Jawa, serta paling sedikit berasal dari Indonesia wilayah Timur seperti Maluku dan Papua. Responden didominasi oleh penyuluh Agama Islam Kementerian Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kelas literasi zakat wakaf menunjukkan adanya peningkatan pemahaman megenai zakat dan wakaf serta motivasi terbesar untuk menambah pengetahuan, mendapatkan sertifikat dan mendapatkan relasi jaringan. Adapun untuk saran kelas lanjutan literasi zakat dan wakaf, mayoritas responden menyatakan bahwa diperlukannya diadakan secara rutin setiap bulan. Kata Kunci: Literasi Zakat Wakaf, Karakteristik, Kepuasan, Pemahaman Abstract This study aims to analyze the characteristics, satisfaction and level of participants understanding in the zakat and waqf literacy class during the Covid-19 period held by the Directorate of Zakat and Waqf Empowerment, Directorate General of Islamic Community Guidance at the Ministry of Religious Affairs. This research method uses an online survey by the survey monkey application with a total of 257 respondents. Characteristics of respondents in the terms of gender were dominated by men, the majority educational background are undergraduate. The origin of the respondents is still concentrated from Java and at least from Eastern Indonesia such as Maluku and Papua. Respondents were dominated by Religious Counselor of Islam officers at the Ministry of Religious Affairs. The results show that the zakat and waqf literacy class program is increasing the zakat and waqf understanding as well as the greatest motivation for increasing knowledge, obtaining certificates and obtaining network relationships. The suggestion for the advanced class of zakat and waqf literacy, the majority of respondents stated that it was needed to be held regularly every month. Keywords: Zakat Waqf Literacy, Characteristics, Satisfaction, Understanding
Bahasa Agama di Media Sosial: Analisis Framing pada Media Sosial Islam Populer Moch. Fakhruroji; Ridwan Rustandi; Busro Busro
Jurnal Bimas Islam Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v13i2.294

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahasa agama di media sosial yang dikontstruksi oleh akun Islam Populer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis teks media. Analisis media package dilakukan dengan metode analisis framing model William A. Gamson dan Modigliani. Unit analisis dilakukan terhadap core frame dan condensing symbol pada akun Islam Populer baik di kanal Youtube, Fanpage Facebook maupun Instagram. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengemasan bahasa agama pada akun Islam Populer dilakukan dengan merujuk pada sumber normativitas Islam, yakni Al-Qur'an dan Al-Hadits. Konstruksi bahasa agama di media sosial di bangun sebagai sebuah praktik keagamaan yang dikemas melalui serangkaian simbol baik bersifat verbal maupun non verbal. Dalam konteks budaya siber, konstruksi gagasan ini dilakukan dengan membentuk ulang realitas secara subjektif. Realitas subjektif terbangun melalui rekayasa teks dan image. Pada titik inilah, bahasa agama di media sosial menjadi sebuah imagologi keagamaan yang berada pada wilayah ambiguitas, yakni antara wilayah sakral dan profan. Kata Kunci: Bahasa agama; Media Sosial; Islam Populer; Imagologi agama. Abstract This study aims to analyze the religious language on social media of "Islam Populer." This study uses a qualitative approach by analysing media texts. The media package analysis is performed using the William A. Gamson and Modigliani framing analysis method. The unit of analysis is carried out on the core frame and condensing symbols on "Islam Populer" social media accounts; Youtube channel, Facebook Fanpage and Instagram as well. The results of this study conclude that the packaging of religious language in "Islam Populer" accounts was carried out by referring to the sources of Islamic normativity, namely Al-Qur'an dan Al-Hadits. The construction of religious language on social media was built as a religious practice that is packaged through a series of symbols both verbal and non-verbal. In the context of cyberculture, the construction of this idea is conducted by subjectively reshaping reality. Subjective reality is built through text and image construction. At this point, the language of religion in social media becomes a kind of religious imagology that is in the area of ambiguity, namely between the sacred and the profane.. Keywords: Religious languages, social media, Islam Populer, imagology of religion

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Bimas Islam 2021 Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020 Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Bimas Islam 2019 Vol. 11 No. 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 4 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 3 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Bimas Islam 2018 Vol. 10 No. 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 4 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 3 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Bimas Islam 2017 Vol. 9 No. 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 4 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 3 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol. 8 No. 1 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 4 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 3 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 2 (2015): Jurnal Bimas Islam Vol 8 No 1 (2015): Jurnal Bimas Islam More Issue