cover
Contact Name
Jurnal altaujih
Contact Email
altaujih@uinib.ac.id
Phone
+6281266784647
Journal Mail Official
altaujih@uinib.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG Jl. Mahmud Yunus Lubuk Lintah Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami
ISSN : 25020625     EISSN : 27157571     DOI : -
Jurnal AL-TAUJIH adalah jurnal pengembangan kajian keilimuan bimbingan dan konseling Islam, kajian pendidikan konseling, dan berbagai kajian bimbingan konseling dalam berbagai pendekatan yang diterbitkan oleh salah satu Program Studi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang. Sebagai salah satu wadah literasi akademik, jurnal ini memberikan kesempatan bagi dosen, praktisi, guru, pengamat dan ahli di bidang bimbingan dan konseling. Tulisan dalam jurnal ini berupa (a) Kumpulan/akumulasi pengetahuan baru, (b) Pengamatan empirik, (c) Pengembangan gagasan atau usulan baru, (d) hasil penelitian, (e) Artikel konseptual dan telaah (review) buku baru.
Articles 131 Documents
Pelaksanaan dan Pengelolaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling Di SD/MI Mulyadi Mulyadi
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 5, No 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v5i2.1138

Abstract

Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) merupakan salah satu jenjang pendidikan formal yang diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan peserta didik sebagai calon anggota masyarakat yang akan mengisi dan melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa serta mempersiapkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi (sekolah menengah). Guru pembimbing sebagai pelaksana utama kegiatan Bimbingan dan Konseling di SD/MI dalam hal ini di handel oleh guru kelas harus memahami ekspektasi dan unjuk kerja yang jelas serta memahami karakteristik peserta didik yang dihadapinya, karena keberadaan Bimbingan dan Konseling merupakan bahagian integral dari keseluruhan aktivitas pendidikan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan nasional. Pengelolaan layanan bimbingan dan konseling adalah bagian dari tidak lanjut keterlaksanaan bimbingan dan konseling baik pada tingkat pendidikan dasar (SD/MI) maupun tingkat pendidikan menengah (SMP/MTs, SMA/SMK/MA). Oleh karena itu pengelolaan keterlaksanaan layanan sebagai barometer untuk mengukur ketercapaian tujuan pelakansanaan sekaligus mengevaluasi sejauh mana program bimbingan dan konseling yang telah diselenggarakan oleh guru pembimbing dan bisa memberikan tindak lanjut pada langkah kegiatan berikutnya. Oleh karena itu pengelolaan pelayanan bimbingan dan konseling tidak terlepas dari adanya dukungan dan kerjasama melalui organisasi, personil, pelaksana, sarana dan prasarana, serta pengawasan.
PENGEMBANGAN SKEMATA AFEKSIDALAM PEMBELAJARAN Jum Anidar
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 1, No 2 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v1i2.928

Abstract

Affective development is a process that consists of individual growth or internal changes to give the best attention of the individual and social. Affective is the end result of the process is done. While the development of affective education consists of the conscious and deliberate interventions to the development of learners, it includes sections of material or integrated in the curriculum or include a separate material to develop affection as a process and as an end result. The tendency of attitude becomes one of the considerations in the school for over a decade. Affective raised by a variety of different forms, including a humanistic education, moral development, learning centered on the learner, self-actualization, and the value of education, and other terms. Affective domain taxonomy levels according to Krathwohl there are five, namely: receiving (attending), responding, valuing, organization, and characterization. Strategies that can be used in developing this affection schemata is to adopt a scientific approach. The main steps that must be taken in a scientific approach are: Observing (Observing), ask (Questioning), Trying (experimenting), reasoning and Communicating.
Layanan Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus Jum Anidar
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 2, No 2 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v2i2.944

Abstract

Istilah anak berkebutuhan khusus bukan merupakan terjemahan atau kata lain dari anak penyandang cacat, tetapi anak berkebutuhan khusus mencakup spektrum yang luas yaitu meliputi anak berkebutuhan khusus temporer dan anak berkebutuhan khusus permanent (penyandang cacat). Jadi anak penyandang cacat merupakan bagian atau anggota dari anak berkebutuhan khusus. Dalam paradigma pendidikan kebutuhan khusus (special needs education), anak yang mempunyai kebutuhan khusus baik yang bersifat temporer maupun yang bersifat permanen akan berdampak langsung kepada proses belajar, dalam bentuk hambatan untuk melakukan kegiatan belajar (barrier to learning and development).
FAKTOR-FAKTOR PENGHALANG DALAM MEMILIH KARIR PADA SISWA SMA DI TAIWAN Nursyamsi Nursyamsi
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 4, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v4i1.507

Abstract

Tulisan ini dikembangkan dari hasil penelitian Hsiu-Lan Shelley Tien, Ying Fen –Wang, Ling Chun Liu. yang disampaikan pada Conference of the American Psychological Assocition in August 2006 in New Orleans, Lousiana. Penelitian yang dilakukan oleh tim ini pada siswa-siswa SMA di Taiwan, bertujuan untuk menemukan halangan-halangan dalam memilih karir. Diskriminasi gender masih merupakan salah satu faktor penghalang bagi perempuan di Taiwan untukmendapatkan pekerjaan. Dari temuan penelitian ini terdapat beberapa faktor yang menghalangi siswa dalam memilih karir. Seperti ilmu pengetahuan, diskriminaasi seks, tanggung jawab keluarga, sikap siswa dalam memilih karir, konflik multi peran, tidak cukup berpengalaman, tidak puas dengan karir, cacat fisik, faktor usia, dan campur tangan pernikahan dan anak. Karir yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu rentang aktifitas yang dilakukan seseorang dalam bekerja yang didasari atas kemampuan, pengetahuan, sikap, dan kebutuhan dalam kehidupannya.
Penerapan Model Konseling Islam Dalam Membantu Kesadaran Beragama Pada Remaja Menjadi Pribadi Berakhlakul Karimah Alfi Rahmi
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 3, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v3i2.530

Abstract

 Masa remaja merupakan masa transisi yaitu masa perubahan dari anak-anak menuju dewasa. Masa remaja identik dengan masa yang penuh masalah, karena remaja berupaya mencari identitas diri. Remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga kadang kala melakukan tindakan yang tidak wajar, pergaulan yang tidak terbatas, sehingga dapat mengakibatkan kepribadian yang labil. Dengan adanya gejolak batin tersebut akan tampak dalam kehidupan beragama yang labil, bimbang dan mengalami kerisauan. Di samping itu jiwanya yang labil dan mengalami kegoncangan, kemampuan berpikir yang abstrak, daya kritis yang berkembang dan emosi yang meluap-luap. Hal ini mengakibatkan kesadaran dalam melaksanakan semua perintah agama menjadi terhalang. Melaksanakan perintah agama hanya ikut-ikutan teman, tanpa menghayati makna dari setiap ibadah yang dilakukan. Menyikapi perkembangan dan tantangan yang dihadapi oleh remaja khsususnya remaja Islam, maka perlu suatu pendekatan dalam membimbing, mengarahkan dan membantu mengatasi berbagai masalah yang dihadapi remaja mengenai penanaman kesadaran beragama untuk mencapai pribadi yang berakhlakul karimah melalui pendekatan konseling Islami. Penerapan Konseling Islami akan membantu remaja mencapai kepribadian yang diharapkan sebagai generasi penerus bangsa dengan kepribadian yang berakhlakul karimah.
Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Konsep Diri Siswa Kelas VIII di MTsN Lembah Gumanti Kabupaten Solok Putri Suhaida; Safri Mardison
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 5, No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v5i1.752

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah yang ditemukan di MTsN lembah Gumanti Kabupaten Solok dimana sebagian siswa mengakui belum ada arti pentingnya teman sebaya yang memiliki konsep diri dalam belajar dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar untuk membuat dia merasa lebih dihargai di lingkungan sekitar dan juga dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis korelasional dengan sampel penelitian sebanyak 63 orang siswa dari jumlah populasi 238 orang siswa yang ada di kelas VIII. Teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner teman sebaya dan konsep diri dalam bentuk skala. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi Product Moment dan Analisis Regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Teman sebaya siswa kelas VIII MTsN Lembah Gumanti dalam kategori kurang baik dengan jumlah rata-rata 107,90, (2) Konsep diri siswa kelas VIII MTsN Lembah Gumanti dalam kategori cukup baik dengan jumlah rata-rata 110,95, (3) Dari hasil pengolahan data didapatkan bahwa rxy=0,368 besar dari r tabel=0,244 dengan signifikansi p=0,003 kecil dari 0,05. thitung 3,091 besar dari ttabel 2,00. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, yaitu terdapat pengaruh secara positif dan signifikan antara teman sebaya dengan konsep diri siswa VIII di MTsN Lembah Gumanti Kabupaten Solok.
PENGEMBANGAN ALAT UKUR KEBAHAGIAAN KERJA Tania Mayendry; Mohammad Rizki B. Dunggio; Syahri Rahmatika; Qurrota A’yun; Hamdan Syamsul Mubarok
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 6, No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v6i2.1957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan dan memvalidasi alat ukur kebahagiaan kerja. Penyusunan alat ukur kebahagiaan kerja menggunakan dasar teori Seligman (2005). Faktor yang dibuat berjumlah 5 faktor, yaitu berpikir positif terhadap apa yang terjadi, optimis terhadap kemampuan diri, pemecahan masalah, pengendalian diri dan kerja sama. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan yang sedang bekerja. Pengambilan data dilakukan kepada 170 karyawan. Metode analisis data yang digunakan yaitu exploratory factor analysis (EFA) dengan melakukan pengurangan kepada aitem yang memiliki nilai factor loading <0,3. Hasil analisis mendapatkan menunjukkan bahwa terdapat 32 aitem yang valid dengan reliabilitas 0,954. Faktor yang terbentuk pada pengembangan alat ukur ini berjumlah 5 faktor yaitu berpikir positif terhadap apa yang terjadi, optimis terhadap kemampuan diri, pemecahan masalah, pengendalian diri, dan kerja sama. Pengembangan alat ukur kebahagiaan kerja ini dapat menjadi dasar bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti kebahagiaan kerja sesuai dengan budaya di Indonesia.
Kenakalan Remaja Di SMPN 1 Tebing Ahmad Syarkawi
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 5, No 2 (2019): Juli-Desember 2019
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v5i2.1143

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi adanya kasus-kasus yang ada di sekolah SMP N 1 Tebing yaitu adanya siswa yang sering cabut pada jam pelajaran, siswa yang berpacaran dilingkungan sekolah yang berbuat asusila, siswa tauran antar sekolah. Konferensi kasus merupakan salah satu kegiatan pendukung yang ada dalam bimbingan konseling. Pada SMP N 1 Tebing  ditemukan guru bimbingan dan konseling melakukan kegiatan konferensi kasus dalam mengatasi kenakalan remaja.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling SMP N 1 Tebing, sedangkan informan pendukung dalam penelitian ini adalah siswa kelas V11, kepala sekolah, wali kelas, orang tua siswa yang mengikuti konferensi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Penanganan Masalah Konseli Melalui Konseling Realitas Ali Daud
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 5, No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v5i1.757

Abstract

Pada dasarnya setiap individu terdorong untuk memenuhi kebutuhan dan keinginanya.  Dimana setiap individu menginginkan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Ketika individu sudah dapat memenuhi apa yang di inginkan, berarti kebutuhannya terpuaskan. Tetapi, jika keinginannya tidak  terpenuhi sesuia dengan realitas kehiduipan. maka individu akan tertekan sehingga menimbulkan stres, dan pada akhirnya, timbul perbedaan antara apa yang di inginkan dengan apa yang di peroleh dan membuat individu bermasalah. Konseling realitas mencoba menselaraskan antara apa yang di inginkan individu dengan apa yang terjadi sesuai dengan relitas kehidupan individu tersebut.
Peran Agama Dalam Bimbingan dan Konseling Debi Vianda
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 1, No 2 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v1i2.933

Abstract

Humans are expected to give each other guidance with one another in accordance with the capability and expertise of the man himself, and to provide counseling to be patient and trust in the face of existing problems. So that man always educate themselves and others, and lead men towards good there must be the correct guidelines, namely religion. Religion has a big share of the guidance given to the person who is in trouble.

Page 1 of 14 | Total Record : 131