cover
Contact Name
Pardianto
Contact Email
pardianto@uinsby.ac.id
Phone
+6281232720222
Journal Mail Official
jurnalilkom@uinsby.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN) Surabaya. Jl. Jend. A. Yani 117 Tromol Pos 4/WO Surabaya 60237. Telp. +62-031 8437987, Fax. +62-31 8482245. e-mail: jurnalilkom@uinsby.ac.id
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 2088981X     EISSN : 27232557     DOI : https://doi.org/10.15642/jik
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmu Komunikasi (Print ISSN: 2088-981X; Online ISSN: 2723-2557) adalah jurnal Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya bekerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM). Jurnal Ilmu Komunikasi diharapkan menjadi wadah pengembangan ilmu komunikasi, baik dari hasil penelitian maupun analisis-reflektif. Para akademisi dan praktisi diharapkan berkontribusi dalam mengembangkan teori dan konsep-konsep baru di bidang ilmu komunikasi dalam berbagai perspektif yang luas. Kajian utama jurnal ini mencakup studi media during/cetak, film, periklanan, dan rumpun ilmu komunikasi lainnya. Jurnal Ilmu Komunikasi terbit dua kali setahun pada bulan April dan bulan Oktober
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2011): April" : 7 Documents clear
Kajian Semiotika Dalam Film Yoyon Mudjiono
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 1 (2011): April
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.853 KB) | DOI: 10.15642/jik.2011.1.1.125-138

Abstract

Film memiliki nilai seni tersendiri, karena film tercipta sebagai sebuah karya dari tenaga-tenaga kreatif yang profesional di bidangnya. Film sebagai benda seni sebaiknya dinilai dengan secara artistik bukan rasional. Studi perfilman boleh dikatakan bidang studi yang relatif baru dan tidak sebanding dengan proses evolusi teknologinya. Semiotika merupakan suatu studi ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda dalam suatu konteks skenario, gambar, teks, dan adegan di film menjadi sesuatu yang dapat dimaknai. Memaknai berarti bahwa obyek-obyek tidak hanya membawa informasi, dalam hal ini obyek-obyek itu hendak berkomunikasi, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda yang digunakan dalam film tersebut.
Urgensi Komunikasi Cerdas Dalam Birokrasi Publik Fitriana Utami Dewi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 1 (2011): April
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.852 KB) | DOI: 10.15642/jik.2011.1.1.109-124

Abstract

Birokrasi merupakan sub sistem pemerintahan yang berkait langsung dengan operasionalisasi efektivitas kebijakan roda organisasi pemerintah dalam memimpin rakyatnya. Di sini, proses komunikasi digunakan untuk tujuan-tujuan komunikatif. Tulisan ini bermaksud melihat seperti apa strategi komunikasi yang dijalankan birokrasi publik? Sudahkah birokrasi pemerintah menggunakan strategi komunikasi cerdas? Apa itu komunikasi cerdas? Dan kenapa perlu memperhatikan serta mengimplementasikan model komunikasi cerdas tersebut? Tulisan ini menggunakan kajian analisis deskriptif yang didukung dengan data kualitatif untuk menjawab berbagai masalah komunikasi dan birokrasi publik.
Spasialisasi Dalam Ekonomi Politik Komunikasi (Studi Kasus MRA Media) Isma Adila
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 1 (2011): April
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.64 KB) | DOI: 10.15642/jik.2011.1.1.93-108

Abstract

Ekonomi politik merupakan salah satu cara atau perspektif untuk melihat dan menganalisis suatu isu atau fenomena komunikasi. Konsep yang beriringan dengan Komodifikasi adalah komersialisasi. Komersialisasi adalah sebuah proses dimana struktur dan isi sebuah media diatur dan disesuaikan dengan keinginan konsumen atau khalayak, sehingga konten dari media tersebut hanya berdasarkan profit oriented saja, yang mengakibatkan isi media menjadi seragam, stereotipikal, dangkal dan tidak otentik. Terdapat beberapa pandangan ketika kita menelaah media dengan perspektif ekonomi politik. Diantaranya perspektif liberal dan perspektif kritis
Komunikasi Sosial Pelaku Amoral Terhadap Makna Agama Agoes Mohammad Moefad
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 1 (2011): April
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.116 KB) | DOI: 10.15642/jik.2011.1.1.78-92

Abstract

Maraknya kasus penipuan, pengingkaran janji, perusakan hak milik orang lain, mencelakakan orang lain dengan kekerasan fisik, pembunuhan, perkosaan dan perzinaan merupakan bukti nyata hancurnya derajat manusia yang memiliki nilai kemanusiaan universal. Ajaran agama mengandung klaim kebenaran yang bersifat universal, ini memungkinkan terjadinya ambiguitas interpretasi menurut tingkat pemahaman, penghayatan, dan moralitas spiritual penganutnya. Untuk itu, untuk menghindari perbedaan makna untuk mewujudkan kedamaian sosial masyarakat merupakan nilai universal. Dengan nilai ini, semua manusia melalui agamanya diharapkan dapat hidup secara damai, menghormati, toleransi dan bekerja sama dalam permasalahan sosial
Satire Politik Lagu Gayus "Andai Ku Gayus Tambunan" Dyan Rahmiati
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 1 (2011): April
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.172 KB) | DOI: 10.15642/jik.2011.1.1.68-77

Abstract

Lagu mampu menyampaikan sebuah pesan sosial secara menarik, dengan kemasan menghibur dan mampu diterima secara lebih general membuat lagu mampu bergerak dalam proses pemberian pesan penyadaran sosial. Kekuatan ini semakin lengkap ketika isu-isu sensitif terutama yang berkaitan dengan kekuasaan dikemas dalam bentuk satir. Kehadiran sosok Gayus Tambunan menjadi fenomena menarik, karena keberadaannya menjadi trigger atas masalah sosial dan politik di negara ini. Korupsi, sebuah kondisi sosial yang ternyata hingga kini belum hilang walaupun pemerintah mencanangkan untuk memberantas perilaku negatif. Dengan diangkatnya wacana ini ke permukaan, menjadi sebuah bukti akan pertanyaan besar korupsi masih menjadi mitos negeri ini. Semakin marak ketika ketidakadilan akan perlakuan hukum bagi kelompok marginal. Pesan satir politik melalui lagu mampu memberi teguran sarat kritik dengan sisipan kemasan humor lebih mengena. Menurut Freud, tampilan jenaka dimaksudkan untuk mengungkapkan tekanann terhadap musuh, mengajak orang lain untuk mentertawakan musuh kita. ‘‘By belittling and humbling our enemy, by scorning and ridiculing him, we indirectly obtain the pleasure of his defeat by the laughter of the third person, the inactive spectator.”Objek satir dalam lagu ini bukan hanya Gayus Tambunan sebagai pribadi namun lebih pada siapa saja yang diwakili olehnya, instansi, kejaksaan, pemerintah bahkan siapa pun yang mandapatkan keuntungan atas ketidakadilan sistem politik dan hukum di negeri ini
Komparasi Perang Profil Tiga Kandidat Presiden Pada Pemilu 2009 (Analisis Wacana Pada Harian Kompas) Sholihul Huda; Ali Nurdin
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 1 (2011): April
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.106 KB) | DOI: 10.15642/jik.2011.1.1.36-67

Abstract

Pemilihan presiden (pemilu) pada tahun 2009 oleh harian Kompas dijadikan lahan dalam memperkaya citra dalam pemberitaan, Kompas mampu menghadirkan profil kandidat presiden sebagai sarana menyebarkan ideologinya. Penelitian ini membahas tentang peran Kompas dalam meramaikan demokratisasi di Indonesia. Kompas ternyata bukan sekedar memberitakan (merepresentasikan) peristiwa dan para elit politik dalam pemilihan presiden saja. Ada kecenderungan Kompas melakukan konstruksi realitas atas peristiwa dan kandidat presiden yang terlibat dalam sebuah pemilihan presiden. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana model Teun A. Van Dijk. Penelitian ini mencoba untuk mengungkap makna dibalik tabir teks yang dikonstruksi oleh Harian Kompas. Kandidat presiden yang akan bertarung pada pemilihan presiden pada tanggal 8 Juli 2009 adalah Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yodhoyono, dan Moh. Jusuf Kalla. Dari hasil deskripsi, diketahui banyak temuan yang menyatakan bahwa, keberpihakan Kompas dalam memberitakan profil SBY sangat kelihatan. Tulisan mengarah kepada penjatuhan citra kandidat presiden Megawati, melalui track record yang negatif. Begitu pula dengan kandidat presiden JK yang mempunyai julukan the real president, tidak mampu mengalahkan kehebatan SBY. Wartawan tidak sedikitpun membandingkan kepintaran JK dalam memimpin dengan kandidat SBY.
Perspektif Semiotik Tentang Representasi Budaya Feodal Dalam Iklan A Mild Versi "Tanya Kenapa" Dengan Tema "Belum Tua Belum Boleh Bicara" Andjrah Hamzah Irawan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 1 (2011): April
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.557 KB) | DOI: 10.15642/jik.2011.1.1.1-35

Abstract

Penelitian yang mengangkat iklan sebagai objek penelitian, menjadi hal yang menarik bagi peneliti. Karena iklan merupakan media yang memilki tanda visual yang berhubungan dengan tanda yang ada di masyarakat. Tiap tanda-tanda  memiliki relasi/ asosiasi, sehingga menghasilkan makna yang tergantung dari sudut pandang pembaca iklan. Peneliti mengambil iklan sebagai objek penelitian yaitu Iklan A Mild tema “ Belum Tua Belum Boleh Bicara” , iklan tersebut menurut peneliti memiliki nilai-nilai feodal yang terdapat dalam tanda – tanda seperti pada komposisi, gesture,  warna, aksentuasi, tagline, dll. Studi mengenai tanda atau Semiotika ini, peneliti menggunakan terori dari C.S. Pierce tentang Ikon, Indeks, dan Simbol. Budaya Feodal dalam iklan ini bertujuan untuk mengkritik kondisi dimasyarakat, fenomena yang ada di masyarakat bahwa budaya Feodal masih mempengaruhi seseorang dalam pergaulan, berpikir, berkomunikasi, berpendapat, birokrasi, dll. Sehingga paham seperti ini dapat memperhambat perkembangan masyarakat itu sendiri. Selain itu, budaya Feodal bertentangan dengan prinsip-prinsip Demokrasi yang memberikan kebebasan untuk melakukan hak masing-masing. Kritikan pada masyarakat melalui tanda-tanda dalam iklan A Mild ini, melalui tampilan burung pelikan tua dan muda yang bertolak belakang, tinggi- rendah, jauh-dekat, warna, ekpresi pelikan. Maka representasi iklan tersebut mengarah pada tanda yang berhubungan dengan relasi sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 7