cover
Contact Name
Muhammad Aminuddin
Contact Email
jurnaljkpbk@gmail.com
Phone
+628125883874
Journal Mail Official
jurnaljkpbk@gmail.com
Editorial Address
Jl. Anggur No 88 Samarinda 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan
Published by Universitas Mulawarman
Core Subject : Health, Science,
The aim of JKPBK is to promote excellence in health siences and practice through the dissemination of the latest, evidence-based, peer-reviewed clinical information and original research. This journal covers a wide range and consider articles of health sciences on all aspects on nursing area, public health science and clinical medicine. Nursing area such as: • Fundamental of Nursing: professional care provided to meet the basic needs of sick and healthy individuals • Pediatric Nursing: nursing care needs of sick and healthy infants, children, and adolescents, addressing their biopsychosocial needs • Maternity Nursing: nursing care on all maternal periods, women’s reproductive health and women’s violence • Psychiatric Nursing: professional nursing care for people to meet the mental health needs of sick and healthy individuals • Family and Community Health Nursing: professional nursing care for prevention and promotion to improve quality of life and well-being in the community. • Critical and Intensive Care Nursing: professional nursing care of critically ill patients • Medical Surgical Nursing: professional nursing care for adult patients who are acutely ill with a wide variety of medical problems and diseases or are recovering from surgery. Public health sciences and clinical medicine that impact to nursing science
Articles 61 Documents
The Effect of Health Education with Pop – Up Book Media on Increasing Adolecent Knowledge Related to Premenstrual Syndrome in SMP Negeri 6 Jember Dwi Setya Damayanti; Dini Kurniawati; Eka Afdi S
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 5, No 1 (2022): JKPBK Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v5i1.7288

Abstract

Premenstrual Syndrome is a collection of symptoms that occur in women usually 6-10 days before menstruation begins and will disappear by itself when menstruation has started. Premenstrual syndrome is also an unpleasant symptom, both psychologically and physically, which occurs in women before their menstrual period. Lack of knowledge about premenstrual syndrome in young women can have an impact on readiness or unpreparedness in overcoming the symptoms of premenstrual syndrome which can sometimes have a negative impact on daily activities. The purpose of this study was to determine the effect of providing health education using pop-up book media related to the knowledge of young women about premenstrual syndrome. The research design used was pre-experimental with a one-group pre-test and post-test design approach. The method of sampling the data was cluster random sampling, with the number of respondents as many as 77 young women SMP Negeri 6 Jember. The data were analyzed using univariate and bivariate, and the results of the paired sample t-test showed that there was a significant effect before and after being given treatment with a sig value. (2-tailed) of 0.000 or <0.05. Based on the results of the research, it can be concluded that there is an effect of providing health education using pop-up book media on the knowledge of young women regarding premenstrual syndrome.
Description of Family Support for the Elderly in Participating Activities in Posyandu at Mawar Merah Region Health Center Juanda Samarinda Siti Rahmadhani; Ade Rani Madya Swastika; Muhammad Aminuddin
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 3, No 1 (2020): JKPBK Juni 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.474 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v3i1.3803

Abstract

Background : The Elderly is the most crucial stage where in humans naturally there is a decrease or change in physical, psychological and social conditions that interact with each other. Family support, family role, and family motivation are very important for the elderly to check their health to one of the health services, namely the elderly posyandu. Aim Of The Research : Knowing the family support of the elderly in participating activities in posyandu at Mawar Merah Region Health Center Juanda Samarinda. Research Method : This research uses a quantitative descriptive design with a survey approach that is using a questionnaire. The Sample used amounted to 30 respondents using purposive sampling technique. Result : Family support given to the elderly at Posyandu Mawar Merah is in the hihgh category of 20 respondents (66,67%), award support is categorized as low as 29 respondents (96,67%), instrumental support is categorized as moderate as many as 22 respondents (77,33%), emotional support was categorized as very high as many as 17 respondents (56,67%), informational support was categorized as hu=igh as 15 respondents (50%). Conclusion and Suggestion: It can be concluded that families provide support to the elderly, and families can further increase support for the elderly to check their health regularly.Keywords:  Family Support, Elderly, Elderly Posyandu
Pengaruh Penggunaan Erless (Edema Reduction Leg Elevator Stainless Steel) 30° Dan 45° Terhadap Sirkulasi Perifer Mayusef Sukmana
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 1, No 1 (2018): JKPBK 1 Juni 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.758 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v1i1.3619

Abstract

Latar Belakang: ERLESS (Edema Reduction Leg Elevator Stainless Steel) didesain sebagai elevator untuk menurunkan edema pada pasien Ulkus Kaki Diabetik(UKD). Penelitian sebelumnya menunjukan elevasi sangat efektif untuk menurunkan edema dan meningkatkan penyembuhan luka tetapi belum menilai dampak elevasi terhadap sirkulasi perifer. Penilaian sirkulasi perifer yang efektif dengan metode noninvasive dilakukan  melalui pengukuran Ankle Brachial Index (ABI).  Tujuan penelitian:  menganalisis pengaruh elevasi ekstremitas bawah pada sudut 30° dan  45° dengan menggunakan ERLESS (Edema Reduction Leg Elevator Stainless Steel) terhadap sirkulasi perifer. Metode:  Quasy eksperiment, pendekatan pre post test control group design, Sampel 30 responden. Teknik sampel menggunakan consecutive sampling. Responden  dipasang ERLESS pada kelompok perlakuan elevasi  30° dan 45° kelompok kontrol dengan posisi kaki datar (tanpa ERLESS). Elevasi selama 15 menit. Sebelum dan sesudah elevasi semua kelompok diukur ABI. Uji statistik paired t-test,  One Way Anov. Hasil: Nilai sirkulasi perifer melalui pengukuran ABI pada kelompok 30° nilai p=0.026, kelompok 45° nilai p=0.035,  dan kelompok kontrol  nilai p=0.136. Selisih sirkulasi perifer melalui pengukuran  ABI pada  kelompok 30° dibandingkan kelompok kontrol nilai p=0.012, kelompok 30° dibandingkan kelompok 45° nilai p=0.729 dan kelompok 45° dibandingkan dengan kontrol masing-masing nilai p=0.005. Kesimpulan: Elevasi 30° dan 45° efektif meningkatkan sirkulasi perifer. Melakukan penelitian sirkulasi perifer menggunakan ERLESS dengan sudut berbeda dan pada penyakit gangguan sirkulasi perifer.Kata Kunci: Elevasi, Ankle Brachial Index, Sirkulasi Perifer
Pola Tidur pada Anak Usia 9-12 Tahun yang Bermain Game Online Rita Puspa Sari; Feby Rizky Ramadan
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 2, No 2 (2019): JKPBK 1 Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.175 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v2i2.3508

Abstract

Latar Belakang: Pola tidur adalah model, bentuk atau corak tidur dalam jangka waktu yang relatif menetap dan meliputi jadwal jatuh (masuk) tidur dan bangun, irama tidur, frekuensi tidur dalam sehari, serta kepuasan tidur. Bermain merupakan suatu aktivitas dimana anak dapat melakukan atau mempraktekkan keterampilan, memberikan ekspresi terhadap pemikiran, menjadi kreatif, mempersiapkan diri untuk berperan, dan berperilaku dewasa. Tujuan bermain bagi anak sekolah yaitu untuk melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal serta mengekspresikan perasaan, keinginan, dan fantasi, serta ide-idenya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola tidur anak pada usia 9-12 tahun yang bermain game online. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah desain deskriftif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 anak. Alat yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah dengan metode kuesioner. Hasil: Penelitian ini menggambarkan pola tidur anak sebagai responden yang berjumlah 20 anak yang dimana terdapat 12 orang anak mengalami pola tidurnya berubah (30%) dan terdapat 28 anak mengalami pola tidurnya tidak berubah (70%). Diharapkan siswa-siswi sekolah dasar dapat mengetahui tentang pola tidur dan dampak dari permainan game online yang dapat mempengaruhi pola tidur anak.Kata kunci : Polatidur, Bermain, Game Online
Motivasi Berobat Pada Penyandang Tuberkulosis Di Puskesmas Temindung Samarinda Mayusef Sukmana; Selvyana Dian Susanty
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 2, No 1 (2019): JKPBK 1 Juni 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.485 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v2i1.3486

Abstract

Latar Belakang Penyakit tuberkulosis paru dapat disembuhkan dengan pengobatan yang teratur dan adekuat dengan masa pengobatan selama enam sampai delapan bulan, bahkan lebih dari satu tahun sehingga pengobatan tuberkulosis paru membutuhkan motivasi yang kuat. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian survey dengan 30 sampel subjek penelitian ini adalah penderita tuberkulosis paru. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan 20 item pertanyaan. Penelitian di Puskesmas Temindung Samarinda tanggal 8 April – 17 April 2019. Hasil dari 30 penderita terdapat 27 penderita memiliki motivasi kuat dengan presentase 90%, dan dari 30 penderita terdapat 3 penderita memiliki motivasi sedang dengan presentase 10%, dan dari 30 penderita tidak terdapat penderita yang memiliki motivasi lemah dengan presentase 0%.Kesimpulan motivasi berobat pada penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Temindung Samarinda dalam kategori kuat.Kata kunci : tuberkulosis paru, motivasi berobat
Gambaran Pengetahuan Keluarga tentang Pencegahan Penularan Penyakit TB Paru di Puskesmas Temindung Samarinda Ayu Azhari; Mayusef Sukmana
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 1, No 2 (2018): JKPBK 1 Desember 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.503 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v1i2.3632

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis paru (TB paru) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui droplet dari tenggorokan dan paru-paru orang dengan penyakit pernapasan aktif (WHO, 2016). Kasus tuberculosis pada tahun 2016 sebanyak 351.893, meningkat bila dibandingkan semua kasus tuberkulosis yang ditemukan pada tahun 2015 yang sebesar 330.729 kasus. Studi pendahuluan telah dilakukan di Puskesmas Temindung Samarinda diperoleh informasi dari 10 orang keluarga penderita TB Paru yang diwawancari tentang  pencegahan penularan penyakit TB Paru diperoleh 7 keluarga penderita (70%) diantaranya belum mengetahui tentang pencegahan penularan penyakit TB paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan keluarga tentang pencegahan penularan penyakit TB Paru.Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 30 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil: Pengetahuan Keluarga tentang Pencegahan Penularan Penyakit TB Paru yaitu sebanyak (46,6%) responden memiliki pengetahuan yang kurang mengenai etika batuk, (56,6%) responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang modifikasi lingkungan bagi pasien TB Paru, (36,6%) responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang pemeriksaan pada keluarga pasien TB Paru. Kesimpulan: Pengetahuan keluarga tentang pencegahan penularan penyakit TB Paru kategori cukup memahami bahkan kurang jika dilihat dari tiga sub variabel yang diteliti. Keluarga diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang pencegahan penularan penyakit TB Paru dan mengaplikasikannya.Kata Kunci: Pengetahuan, Keluarga, TB
Gambaran Tingkat Stres Sebelum dan Sesudah Terapi SEFT pada Remaja di SMAN 14 Samarinda Iwan Samsugito; Ayu Ninda Putri
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 2, No 2 (2019): JKPBK 1 Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.198 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v2i2.3506

Abstract

Latar belakang: Stres adalah respon tubuh seseorang sebagai reaksi terhadap tuntutan dari luar yang dianggap berbahaya. Setiap orang akan mengalami tingkat stres yang berbeda-beda sesuai persepsi terhadap masalah yg di alami. Remaja awal adalah usia  yang  sangat  rentan  mengalami  stres,  yaitu berusia  12/13  sampai  17/18 tahun. Pada usia ini emosi tidak stabil, membingungkan status, banyak masalah yang dihadapi. Metode yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat stres adalah terapi Spiritual Freedom Technique (SEFT). Terapi   Spiritual Freedom Technique (SEFT) adalah terapi yang menggabungkan unsur psikologis dan spiritual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tingkat stres sebelum dan sesudah terapi SEFT pada remaja di SMAN 14 Samarinda. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus di SMAN 14 Samarinda dari 6-10 Mei 2019. Instrumen penelitian ini menggunakan skala DASS dan pedoman wawancara. Terdapat 4 responden dalam penelitian ini. Hasil:  Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan tingkat stres sebelum dan sesudah terapi SEFT. Sebelum terapi SEFT   1 responden mengalami stres berat,  3 responden  mengalami  stres  sedang. Setelah terapi SEFT 1 responden mengalami stres sedang dan 3 responden tidak mengalami stres. Simpulan: Terapi  SEFT  dapat  menurunkan  tingkat  stres  pada remaja di SMAN 14 Samarinda. Perlunya guru dan murid dapat menguasai teknik SEFT agar dapat menerapi diri sendiri atau guru pada muridKata Kunci : Stress, Terapi SEFT, Remaja
Pola Asuh Ibu Pada Perkembangan Sosial Anak Usia 4-5 Tahun Rita Puspa Sari; Hasmiati Hasmiati; Ruminem Ruminem
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 2, No 1 (2019): JKPBK 1 Juni 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.814 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v2i1.3479

Abstract

Pendahuluan : Penerapan pola asuh oleh  keluarga khususnya oleh Ibu sangat berpengaruh dalam tahapan perkembangan anak. Tujuan Penelitian : mengidentifikasi perkembangan sosial pada anak usia 4-5 tahun dan mengidentifikasi pola asuh yang diterapkan ibu pada perkembangan sosial anak usia 4-5 tahun.Metodologi Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional, menggunakan metode Deskriptif, dengan desain kuantitatif survey. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 ditentukan secara acak.Hasil Penelitian : Pola asuh yang paling banyak diterapkan ibu pada anak usia 4-5 tahun yaitu pola asuh demokratis berjumlah 48 ibu (80%). Perkembangan sosial anak berada pada rentang perkembangan sosial tinggi berjumlah 30 anak (50%) dan perkembangan sosial sedang 30 anak (50%).Diskusi : Responden dalam penelitian ini mayoritas menerapkan pola asuh demokratis dan anak usia 4-5 tahun memiliki  perkembangan sosial seimbang antara perkembangan sosial tinggi dan sedang. Diharapkan ibu dapat menerapkan pola asuh terbaik dan tepat bagi  anak  akan berguna dan berpengaruh positif pada perkembangan anak. Kata Kunci : Pola Asuh, Perkembangan Sosial, Anak usia 4-5 tahun
Studi Komparatif Kadar Gula Darah Sebelum Dan Sesudah Melakukan Relaksasi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di PKM Juanda Samarinda Sholichin Sholichin
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 2, No 1 (2019): JKPBK 1 Juni 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.551 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v2i1.3481

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan disain kuasi eksperimen menggunakan kontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar perbedaan kadar gula darah pasien diabetes mellitus sebelum dan sesudah melakukan relaksasi antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol di PKM Juanda Samarinda.. Sampel penelitian ini berjumlah 20 orang responden yang ditentukan berdadarkan tingkat kepekaan tes kemaknaan sebesar 0,80 (1-beta), terdiri dari 20 orang responden.. Pengambilan sampel dengancarapurposed sampling. Pengujian ada atau tidaknya perbedaan sebelum dan sesudah melakukan latihan relaksasi adalah dengan uji paired-Sample T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik signifikan terjadi penurunan kadar gula darah rata-rata sebesar 8,80 mg/dL sesudah relaksasi, dengan nilai p = 0,005, allpha 95%. Angka penurunan tertinggi terjadi pada hari ketujuh relaksasi, angka terendah terjadi pada hari kelima setelah rutin melakukan latihan. Pengujian dilakukan pada hari pertama, ketiga, kelima dan hari ketujuh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara signifikan relaksasi dapat menurunkan kadar gula darah pasien diabetes melitus yang menjalani perawatan di PKM Juanda. Kata kunci : kadar gula darah, relaksasi, ulkus diabetikum
Parental Knowledge Overview of the Negative Impact of Gadgets for School-Age Children in RT 02 Kampung Tenun Village, Samarinda Seberang Ruminem Ruminem; Sunartiningsih Sunartiningsih; Rita Puspa Sari
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 3, No 1 (2020): JKPBK Juni 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.921 KB) | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v3i1.3811

Abstract

Backgoround: One of the most developed communication tools at the moment is the gadget. In general every day children today use gadgets, it is advisable that those children operating gadget should get control from parents because the excessive use of gadget can give negative impact for them. Therefore, every parent should know the negative impact of gadget on children. The purpose of this research is to know the level of knowledge of parents on the negative impact of gadget on school aged children in the Neighbourhood Ward 02 of Kampung Tenun District - Samarinda Seberang. Research methods : The type of this research is descriptive Quantiatif. Population is parents who have school age children The samples amount 30 parents of school age children and purposive technique sampling was also used. The instrument to collect the data was questionnaire. Univariate data analysis. The result of this research showed that of the 30 respondents, 11 people (37%) have good knowledge, 9 people (30%) have fair knowledge, and 10 people (33%) have low knowledge. Conclucion : Therefore, it can be concluded that there are many respondents having low level of knowledge so it is expected that parents improve their knowledge by looking for information related to the negative impact of gadget on school aged children as well as to prevent the negative impact it self.Keywords: Knowledge, Negative Impact of Gadget, School Age Children