cover
Contact Name
Alexander
Contact Email
akbidpbpontianak@gmail.com
Phone
+628982881716
Journal Mail Official
akbidpbpontianak@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani II Komplek AKBID Panca Bhakti Pontianak No.7
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
ISSN : 22528121     EISSN : 26204894     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Bidan merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak sebagai sarana untuk menyajikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam pelayanan kebidanan. Selain itu, jurnal ini berfungsi sebagai media bagi dosen untuk menyajikan hasil-hasil karya ilmiah baik berupa hasil penelitian maupun karya ilmiah lainnya.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Kebidanan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2016" : 4 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI DENGAN SIKAP DALAM PEMBERIAN SUSU FORMULA TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM PONTIANAK TIMUR TAHUN 2016 Melyani, Windiyati,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Kebidanan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI DENGAN SIKAP DALAM PEMBERIAN SUSU FORMULA TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM PONTIANAK TIMUR TAHUN 2016Windiyati1, Melyani2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrak Menurut World Health Organization (WHO), penyakit diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasanya yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari. Penyakit diare banyak menyerang bayi dan anak balita. Hal ini disebabkan karena rendahnya pemberian ASI Eksklusif pada bayi dan masih banyak yang memberikan susu formula, padahal ASI mengandung zat imun yang melidungi bayi dari penyakit seperti diare. Penggunaan susu formula yang tidak cocok dan tidak benar pembuatannya akan mengakibatkan bayi terserang penyakit diare. Diare harus segera ditangani, jangan sampai menyebabkan dehidrasi yang dapat membahayakan jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASI dengan sikap dalam pemberian susu formula terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Kampung Dalam Pontianak Timur tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Mei 2016 dengan jumlah sampel sebanyak 51 orang ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25 (49,01%) responden berpengetahuan baik mengenai ASI, 27 (52,94%) responden yang mendukung dalam pemberian susu formula, dan 36 (70,58%) bayi responden yang tidak mengalami diare. Hasil bivariat menunjukkan bahwa X2 < X tabel yaitu 5,653 < 5,991 dengan nilai P=0,059 maka dinyatakan Ho diterima dan Ha ditolak berarti tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASI dengan sikap dalam pemberian susu formula terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Kampung Dalam tahun 2016. Disarankan agar selain memberikan penyuluhan, tenaga kesehatan harus memberikan contoh yang baik dengan mempromosikan kepada masyarakat khususnya dalam pemberian ASI Eksklusif.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, ASI, Susu Formula, Diare
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS DENGAN KESEDIAAN PEMBERIAN KOLOSTRUM DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR KOTA PONTIANAK TAHUN 2016 Yovan Hendrik, Yuliana,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Kebidanan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU NIFAS DENGAN KESEDIAAN PEMBERIAN KOLOSTRUM DI PUSKESMAS SIANTAN HILIR KOTA PONTIANAK TAHUN 2016Yuliana1, Yovan Hendrik2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrak Kolostrum merupakan makanan terbaik bagi bayi baru lahir. Kolostrum merupakan cairan kekuning-kuningan yang dihasilkan pada hari pertama sampai hari ke empat pasca persalinan. Namun dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti pada beberapa ibu nifas terdapat responden yang langsung memberikan susu formula pada bayinya yang baru berusia < 4 hari dengan alasan ASI yang keluar hanya sedikit dan tidak memcukupi kebutuhan bayinya, dan terdapat ibu yang langsung membuang cairan kuning yang mereka anggap susu basi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan kesedian pemberian kolostrum di Puskesmas Siantan Hilir tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2016 dengan jumlah sampel 32 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat sebagian kecil dari responden dengan jumlah 11 responden (34,4%) berpengetahuan cukup, dan sebagian kecil dari responden dengan jumlah 11 responden (34,4%) berpengetahuan kurang dan terdapat sebagian besar dari responden dengan jumlah 20 responden (62,5%) bersikap mendukung dan terdapat sebagian dari responden dengan jumlah 17 responden (53,1%) bersedia memberikan kolostrum. Hasil hitung 6,220 > tabel 3,841 dan nilai P value 0,013 < 0,05 yang dimana artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu nifas dengan kesedian pemberian kolostrum dan hasil hitung 8,040 > tabel 3,841 dan diperoleh nilai P value 0,005 < 0,05 yang dimana artinya ada hubungan antara sikap ibu nifas dengan kesedian pemberian kolostrum di Puskesmas Siantan Hilir Tahun 2016. Penulis menyimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu nifas dengan kesedian pemberian kolostrum di Puskesmas Siantan Hilir Tahun 2016. Disarankan agar petugas kesehatan dapat memberikan pemahaman dan informasi pada ibu nifas serta meningkatkan pelayanan kesehatan dengan melakukan penyuluhan tentang kolostrum dan mengevaluasi terhadap keberhasilan program IMD yang dapat membantu dalam pemberian kolostrum.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Ibu Nifas, Kolostrum
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN SUNTIKAN TIGA BULAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN DI RUMAH BERSALIN MARIANA KUBU RAYA TAHUN 2016 Telly Katharina, Elise Putri,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Kebidanan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN SUNTIKAN TIGA BULAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN DI RUMAH BERSALIN MARIANA KUBU RAYA TAHUN 2016Elise Putri1, Telly Katharina2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrak Depo medrosiprogesteron asetat (DMPA) yaitu mengandung 150 mg DMPA, yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intramuscular (didaerah bokong). Wanita yang menggubakan kontrasepsi suntik 3 bulan rata-rata mengalami kenaikan berat badan sebanyak 5,5 kg dan mengalami peningkatan lemak tubuh sebanyak 3,4% dalam waktu 3 tahun pemakaian. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama penggunaan suntikan tiga bulan dengan kenaikan berat badan di rumah bersalin Mariana kubu raya tahun 2016. Desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dan instrument yang digunakan dengan menggunakan lembar ceklist populasi sebanyak 173 orang yang menggunakan alat kontrasepsi suntik 3 bulan, sampel sebanyak 34 orang dan tehnik sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan 19 orang (55,89 %) menggunakan kb suntik selama > 6 bulan - 3 tahun, sebanyak 31 orang (91,18 %) mengalami kenaikan berat badan, dan ada hubungan antara lama penggunaan suntikan tiga bulan dengan kenaikan berat badan. Penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan dalam memberikan konseling atau informasi terhadap pelayanan Keluarga Berencana (KB) sehingga para akseptor KB dapat memperoleh informasi yang cukup dan baik tentang Keluarga Berencana khususnya tentang KB suntikan 3 bulan.Kata kunci: suntik 3 bulan, kenaikan berat badan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI 0-9 BULAN DI PUSKESMAS ALIANYANG TAHUN 2016 Elise Putri, Chahyani Erlita,
Jurnal Kebidanan Akbid Panca Bhakti Pontianak Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Kebidanan Volume 6 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Akademi Kebidanan Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI 0-9 BULANDI PUSKESMAS ALIANYANG TAHUN 2016Chahyani Erlita1, Elise Putri2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: akbidpbpontianak@gmail.comAbstrak Imunisasi adalah upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Data yang diperoleh menunjukan bahwa cakupan Universal Child Imunization (UCI) di Kalimantan Barat menduduki posisi ke empat terendah di Indonesia. Data cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Pontianak sebesar 55% dari total target 95%. Tujuan dalam penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui tingkat pengetahuan responden tentang imunisasi dasar lengkap, sikap responden dalam pemberian imunisasi dasar lengkap dan hubungan pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Alianyang. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-9 bulan yaitu sejumlah 306 orang. Sampel dari penelitian ini adalah 31 orang dengan teknik sampel menggunakan teknik accidental. Sumber data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil sebagian responden memiliki pengetahuan “cukup” dan sikap responden sebagian besar termasuk dalam kategori “mendukung”. Uji chi square menunjukan X2 0,370 dan nilai P value = 1,991 maka Kesimpulkan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan pengetahuan dengan sikap ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap. Saran untuk tempat penelitian adalah agar dapat melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan secara rutin khususnya mengenai imunisasi dasar lengkap agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang imunisasi dasar lengkap sehingga dapat ikut mendukung program pemerintah mengenai imunisasi dasar lengkap yang wajib diberikan pada semua anak.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Imunisasi

Page 1 of 1 | Total Record : 4