cover
Contact Name
Lolyka Dewi Indrasari
Contact Email
jurmatis@unik-kediri.ac.id
Phone
+6281252795715
Journal Mail Official
jurmatis@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Gedung H3-01 Jl.Selomangleng No.1 Kediri (64115) Jawa Timur
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURMATIS (jurnal manajemen teknologi dan teknik industri)
Published by Universitas Kadiri
ISSN : -     EISSN : 26221004     DOI : http://dx.doi.org/10.30737/jurmatis.v2i2.948
Core Subject : Engineering,
JURMATIS is a publication media of research results in engineering and industrial management which are managed by the Industrial Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri. The scope of scientific sciences includes: 1. Operation Management 2. Work System Design and Ergonomics 3. Quality Engineering 4. Supply Chain and Logistic 5. Information System Design 6. Scientific and Organizational Management 7. Techno Economics 8. Maintenance and Safety 9. Strategy Management 10. Optimization 11. Marketing Management
Articles 42 Documents
Studi Kualitas Puding Melalui Pendekatan Six Sigma Studi Kasus Di Pt. Keong Nusantara Abadi Trizudha, Rony; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i1.1009

Abstract

As technology advances at this time, players in business are aware of the importance of product quality in the increasingly fierce competition in the industrial world due to the emergence of many similar companies. Therefore, companies must be able to compete to meet customer desires and try to retain customers. To maintain customers and their marketing areas, companies must have high competitiveness in order to survive by prioritizing quality improvement, increasing efficiency and increasing productivity to improve quality because by increasing quality, products can be accepted among consumers so that company goals can be fulfilled. Therefore, the company must carry out effective quality control which will result in high productivity, lower overall cost of making goods and the factors that cause production failure to be minimized. To improve quality, use the six sigma method, DMAIC and seven tools so that it can be known the cause of the damage and what actions are taken so that there needs to be a controversy to stabilize the processes of the production process so that we can know what percentage of damage and what factors cause damage, therefore there must be measurements and recommendations for improvement and control to reduce the causes From the analysis, it was found that the dent cup was 20.36%, the lid was 21.36% less dense, the lid was damaged in the finished product 18.72%, the cup was 19.28% less thick, the packaging was flexible 20.55%Seiring kemajuan teknologi pada saat ini pelaku di bisnis menyadari akan pentingnya kualitas produk dalam persaingan dunia industri yang semakin ketat karena banyak bermunculan perusahaan-perusahaan sejenis. Oleh sebab itu perusahaan harus dapat bersaing untuk memenuhi keinginan  pelanggan dan berusaha dapat mempertahankan pelanggan. Untuk mempertahankan pelangan dan wilayah pemasaranya perusahaan-perusahaan harus mempunyai daya saing yang tinggi untuk dapat bertahan dengan mengutamakan peningkatan mutu, peningkatan efisiensi dan peningkatan produktivitas untuk meningkatkan kualitas karena dengan peningkatan kualitas, produk dapat diterima di kalangan konsumen sehingga tujuan perusahaan dapat terpenuhi. Maka dari itu perusahaan harus melakukan pengendalian kualitas yang efektif akan menghasilkan produktivitas yang tinggi, biaya pembuatan barang keseluruhan yang lebih  rendah serta  faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan produksi akan dapat ditekan sekecil mungkin. Untuk meningkatkan kualitas mengunakan metode six sigma, DMAIC dan seven tools agar dapat diketahui penyebab  kerusakan  dan  tindakan  apa  saja  yang dilakukan sehingga perlu ada kontror untuk menstabilkan  peoses proses produksi sehinga dapat di ketahui berapa persen  kerusakan dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan  kerusakan maka dari itu harus ada pengukuran dan  rekomendasi perbaikan serta melakukan kontrol untuk mengurangi penyebab kerusakan. Dari hasil analisis  di ketahui cup  penyok 20,36%, lid kurang  rapat  21,36%, lid  rusak  pada produk jadi 18,72%,cup kurang tebal 19,28 %kemasan lentur 20,55%
Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Kerja Karyawan Menggunakan Metode (AHP) Di PT. Wonojati Wijoyo Kediri Ximenes, Jose; Santoso, Heribertus Budi; Rahayuningsih, Sri
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i1.1011

Abstract

This research has been conducted at PT. Wonojati Wijoyo which is located at Mataram Street, 1, Karangrejo Village, Ngasem District, Kediri Regency. This research was conducted for three months, namely from April to June 2016. The objectives of this study were 1). To determine the factors that affect the level of job satisfaction of employees at PT. Wonojati Wijoyo Kediri; 2). Analyze what factors most influence the level of job satisfaction of employees of PT. Wonojati Wijoyo Kediri, using the method of observation and analyzed by descriptive statistics. Primary data collection is done by means of observation, interviews and measurement of respondents who have been determined. The results of this study indicate that the factors that affect the level of job satisfaction of employees at PT. Wonojati Wijoyo, Kediri based on the hierarchical weighting level sequentially, is that the financial aspect is the first most important thing that must be considered by the new management to feed the psychological, social and lastly physical aspects. Based on the questionnaire that has been carried out using the five point liker scale, the average satisfaction results are obtained. Consistency Index is calculated to ensure the consistency level of decision makers when filling in the comparison value between a pair of objects, the results show that 44% of respondents rated the company's policies received so far as very satisfying, 28% considered satisfied and 12% rated quite satisfied. Meanwhile, 9% were not satisfied with the various company policies and only 5% considered dissatisfied. Penelitian ini telah dilakukan di PT. Wonojati Wijoyo yang berlokasi di JL. Mataram No.1, Desa Karangrejo KecamatanNgasem Kabupaten Kediri. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yakni pada bulan Aprilsampai Juni 2016. Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk menentukanfaktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan kerja karyawan di PT. Wonojati Wijoyo Kediri; 2). Menganalisafaktor apa yang paling mempengaruhi tingkat kepuasan kerja karyawan PT. Wonojati Wijoyo Kediri, menggunakan metode observasi dan dianalisis secara statistik deskriptif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan pengukuran responden yang telah ditetapkan. Hasil   penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang  mempengaruhi tingkat kepuasan  kerja karyawan di PT. Wonojati Wijoyo, Kediri berdasarkan tingkat pembobotan hirarki secara berurutan, adalah aspek finansial merupakan hal terpenting  pertama yang harus di perhatikan oleh pihak manajemen baru menyusu laspek psikologi, social dan terakhir aspek fisik. Berdasarkan kuisioner yang telah dilakuka dengan menggunakan  five point liker scale,didapatkan hasil rata-rata kepuasan. Consistency Index dihitung untuk memastikan tingkat konsistensi pengambil keputusan saat mengisi nilai perbandingan antar sepasang objek diperoleh hasil bahwasebanyak 44% responden menilai kebijakanperusahaan yang diterima selama ini sangatmemuaskan28% menilai puas dansebanyak 12% menilaicukuppuas. Sedangkan yang memberikan penilaian kurang puas terhadap berbagaikebijakanperusahaansebanyak 9% danhanya 5% yang menilaitidakpuas. 
Penentuan Waktu Standar Dan Jumlah Tenaga Kerja Optimal Pada Bagian Penyoletan Batik di Ud. Batik Satrio Manah Tulungagung Sari, Antika Maya; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i1.290

Abstract

Availability of skilled workforce with the right number of labor becomes the goal is that the continuity of the production process goes well, increasing labor productivity is to use the method work measurement. This study aims to determine the level of productivity, idle, standard time as well as determine the amount of standard labor required at the batik polishing section. Research using work sampling method. With using 5% degree of accuracy and 95% confidence level, as well as factors adjustments using the westing house method, then the standard time can be determined to determine the optimal number of workers. Research results, show time standards required by workers 1 to complete the job amounting to 498.83 minutes / piece of cloth, the standard time of worker 2 is 471.35 minutes / piece of cloth, the standard time it takes for workers 3 to complete the job amounting to 456.87 minutes / piece of cloth and standard time workers 4 amounting to 466.17 minutes / cut the fabric. As well as the optimal number of workers that should be employed amounting to 4.51 people, while the number of workers available in the policing section batik as many as 4 people so it is necessary to increase the workforce of 1 person so that product demand is met and also the UD. still can make fabric stock. In addition to standard time, it is also known the average productivity of all operators of 89.24% with an idle percentage of 10.76%.Ketersediaan tenaga kerja yang terampil dengan jumlah tenaga kerja yang tepat menjadi tujuan agar kelangsungan proses produksi berjalan dengan baik. Oleh karena itu untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja adalah dengan menggunakan metode pengukuran kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktivitas, idle, waktu standar serta menentukan jumlah tenaga kerja standar yang dibutuhkan pada bagian penyoletan batik. Penelitian dengan metode sampling kerja. Dengan menggunakan derajat ketelitian 5% dan tingkat kepercayaan 95%, serta faktor penyesuaian menggunakan metode westing house, maka dapat ditentukan waktu standar untuk menentukan jumlah tenaga kerja optimal. Hasil penelitian, menunjukkan waktu standar yang dibutuhkan oleh pekerja 1 untuk menyelesaikan pekerjaannya sebesar 498.83 menit/potong kain, waktu standar pekerja 2 sebesar 471.35 menit/potong kain, waktu standar yang dibutuhkan oleh pekerja 3 untuk menyelesaikan pekerjaannya sebesar 456.87 menit/potong kain dan waktu standar pekerja 4 sebesar 466.17 menit/potong kain. Serta jumlah tenaga kerja optimal yang seharusnya dipekerjakan sebesar 4,51 orang, sedangkan jumlah tenaga kerja yang tersedia di bagian penyoletan batik sebanyak 4 orang sehingga perlu adanya penambahan tenaga kerja sebesar 1 orang agar permintaan produk terpenuhi dan juga pihak UD. tetap bisa membuat stok kain. Selain waktu standar, diketahui juga diketahui produktivitas rata-rata seluruh operator sebesar 89,24% dengan prosentase idle sebesar 10,76%.  
PERANCANGAN PENJADWALAN PERAWATAN MESIN BUBUT DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DI BENGKEL PEMESINAN SMK NEGERI 1 KEDIRI Sukopriyatno, Adi; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i1.291

Abstract

So far, the engineering department has not implemented a good maintenance system. Therefore we need a maintenance schedule to meet the need for maintenance. The method for the analysis function is: reliability analysis and maintainability factor analysis. From the application of the reliability centered maintenance system approach, it is concluded that the critical components and the compilation of the failure modes and effect analysis tables. Whereas from the results of the reliability analysis in the form of the rate of damage, the average time between the damage and the maintainability factor analysis, it is concluded that the average corrective maintenance, the average prevention time, the average maintenance time, the average active maintenance time, the maintenance frequency and the time. the average down time of the lathe electrical system components. The results of the calculation of Mean Time Between Maintenance obtained maintenance intervals of lathe electrical system components every 223.1 hours, lathe erosion every 401.6 hours, fixed head of lathe every 502 hours, lathe head off every 669.3 hours and lathe chuck every 1004 hours. Need to get (preventive maintenance), namely daily maintenance, weekly maintenance and monthly maintenance. Pentingnya fungsi pemeliharaan dalam jurusan pemesinan merupakan hal yang tak terbantahkan. Dengan tidak disadari akan berdampak besar terhadap proses pembelajaran jika pemeliharaan tidak dilakukan seperti, operasi mesin yang tidak aman, kemacetan mesin, kerugian daya, berhentinya proses pembelajaran dan berbagai fungsi sarana lain yang tidak diketahui untuk masa yang lama. Jurusan pemesinan selama ini belum menerapkan suatu sistem pemeliharaan yang baik. Dimana saat ini masih menerapkan suatu pemeliharaan yang bersifat darurat atau perawatan yang dilakukan apabila ada kerusakan (corective maintenance). Oleh karena itu dibutuhkan suatu jadwal pemeliharaan dalam memenuhi kebutuhan akan suatu pemeliharaan. Metode yang digunakan dalam pembentukan jadwal tersebut adalah dengan menerapkan pendekatan sistim yaitu reliability centered maintenance. Dan juga menerapkan fungsi analisa yaitu : analisa reliability dan analisa maintainability faktor. Dari penerapan pendekatan sistem reliability centered maintenance disimpulkan komponen kritis dan penyusunan tabel failure modes and effect analisis. Sedangkan dari hasil analisis reliability disimpulkan berupa laju kerusakan, waktu rata – rata diantara kerusakan dan analisa maintainbility faktor disimpulkan berupa rata – rata pemeliharaan korektif, waktu rata – rata pencegahan, waktu rata – rata pemeliharaan, waktu rata – rata pemeliharaan aktif, frekuensi pemeliharaan dan waktu rata – rata down time dari komponen sistem kelistrikan mesin bubut. Dari hasil perhitungan Mean Time Between Maintenance (MTBM)  didapatkan interval pemeliharaan atau perawatan untuk komponen sistem kelistrikan mesin bubut setiap 223,1111 jam, eretan mesin bubut setiap 401,6 jam, kepala tetap mesin bubut setiap 502 jam, kepala lepas mesin bubut setiap 669,3333 jam dan chuck mesin bubut setiap 1004 jam.  Jika melihat dari interval perawatan dan pemeliharaan diatas maka mesin bubut  perlu mendapatkan perawatan berkala atau terencana (preventive maintenance), yaitu perawatan harian, perawatan mingguan dan perawatan bulanan.  
ANALISA UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN POTENSI BAHAYA KEBAKARAN STUDI KASUS DI RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI TAHUN 2016 Sanjoto, Ary Firman; Komari, Ana; Rahayuningsih, Sri
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i1.292

Abstract

This research is a semi-quantitative study with an observational design. The purpose of this study was to determine how the prevention and control of fire hazards in RSUD Gambiran Kediri. The variables studied were fire detection and alarm systems, sprinkler systems, fire extinguishers, hydrant systems, passive protection systems, life-saving facilities, fire extinguisher access, building safety and fire management. The method of measuring used for all variables is by observation, the measuring instrument used is a checklist, and the measurement results show that there is / does not exist or is suitable / inappropriate. For detection and fire alarm system variables 100% according to standards, sprinkler system variables 60% according to standards, APAR 87.5% variables according to standards, hydrant system variables 75% according to standards, passive protection system variables 80% according to standards, variable life-saving facilities 100 % according to standards, variable fire extinguisher access 50% according to standards, and variable MKKG 100% according to standards. The results showed that an average of 84.4% was in accordance with the standard and 15.6% was not in accordance with the standard. The standard used is PerMen PU No.26 / PRT / M / 2008.Penelitian ini adalah penelitian semi-kuantitatif dengan desain observasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran yang ada di RSUD Gambiran Kediri. Kebakaran merupakan sesuatu bencana yang disebabkan oleh api atau pembakaran tidak sesuai prosedur yang dapat membahayakan nyawa manusia, bangunan atau ekologi yang bisa terjadi secara sengaja ataupun tidak sengaja. Terjadinya api dapat disebabkan oleh adanya sumber panas yang berasal dari berbagai bentuk energi yang dapat mejadi sumber penyulutan. Variabel yang diteliti adalah sistem deteksi dan alarm kebakaran, sistem sprinkler, APAR, sistem hidran, sistem proteksi pasif, sarana penyelamatan jiwa, akses pemadam kebakaran, manajemen keselamatan dan kebakaran gedung. Cara ukur yang digunakan untuk semua variabel adalah dengan observasi, alat ukur yang digunakan adalah ceklist, dan hasil ukurnya adalah menunjukkan ada/tidak ada ataupun sesuai/tidak sesuai. Untuk variabel sistem deteksi dan alarm kebakaran 100% sesuai standar, variabel sistem sprinkler 60% sesuai standar, variabel APAR 87,5% sesuai standar, variabel sistem hidran 75% sesuai standar, variabel sistem proteksi pasif 80% sesuai standar, variabel sarana penyelamatan jiwa 100% sesuai standar, variabel akses pemadam kebakaran 50% sesuai standar, dan variabel MKKG 100% sesuai standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sebesar 84,4% sudah sesuai dengan standar dan 15,6% belum sesuai dengan standar. Standar yang digunakan adalah PerMen PU No.26/PRT/M/2008. 
TINGKAT PERILAKU AMAN TENAGA KERJA BAGIAN JAHIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANTECEDENT BEHAVIOR CONSEQUENCE DI PT. GLOW Wijaya, Welly; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 1 (2019): Januari
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i1.294

Abstract

Substandard behavior and sub-standard conditions are both a direct cause of accidents and a major cause of mismanagement. At PT. Glow which is engaged in the field of covection, there is no real / clear K3 management system so that there are still workers who do not know about K3 safe behavior.This study uses the Antecedent Behavior Consequences method which aims to obtain an overview of the factors that influence K3 behavior using approaches, observations or data at once (point time approach) in the sewing section of PT. Light. The results of the bivariate research showed that there was no relationship between knowledge and K3 behavior (p value 0.208), there was a relationship between perception and K3 behavior (p value 0.005), there was no relationship between attitude and K3 behavior (p value (0.116), there was no relationship Between the level of education and K3 behavior (p value 0.245). It can be concluded that from the empathy variable studied about OSH behavior, only perceptions have a relationship or there is a difference in behavior with K3 behavior in the sewing section of PT.Glow. Should increase attention related to safety aspects. work so that work accidents continue in the years to come.Perilaku merupakan hasil kombinasi dari berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal merupakan karakteristik bawaan yang dimiliki oleh seseorang, seperti kecerdasan, tingkat emosional, jenis kelamin, pengetahuan, sikap dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal merupakan lingkungan sekeliling yang dapat berupa lingkungan fisik, sosial, budaya, pendidikan, politik atau ekonomi Perilaku di bawah standar dan kondisi di bawah standar merupakan penyebab langsung suatu kecelakaan dan penyebab utama dari kesalahan manajemen. Di PT. Glow yang bergerak dibidang koveksi, belum ada sistem manajemen K3 yang nyata/jelas sehingga membuat para pekerja masih ada yang belum tahu tentang perilaku aman K3. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Antecedent Behavior Consequences yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran dengan mempelajari mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku K3 menggunakan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) di bagian jahit PT. Glow. Sehingga menjadi upaya pencegahan kecelakaan kerja secara proaktif yang berfokus pada perilaku berbahaya yang berpeluang menyebabkan terjadinya kecelakaan dalam bekerja. Hasil dari penelitian bivariat didapatkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku K3 (p value 0,208) , ada hubungan antara persepsi dengan perilaku K3 (p value 0,005), tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku K3 (p value (0,116), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku K3 (p value 0,245). Dapat ditarik kesimpulan bahwa dari empat variabel yang diteliti tentang hubungannya dengan perilaku K3, hanya persepsi yang mempunyai hubungan atau terdapat perbedaan bermakna dengan perilaku K3 di bagian jahit PT. Glow. Untuk itu, perusahaan harus meningkatkan perhatian terkait segi keselamatan kerja agar angka kecelakaan kerja dapat terus ditekan pada tahun-tahun yang akan datang. Perhatian ini dapat berupa perbaikan manajemen terkait kebijakan K3, serta membangun komitmen bersama seluruh karyawan dalam melaksanakan program K3. 
TINGKAT PERILAKU AMAN TENAGA KERJA BAGIAN JAHIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANTECEDENT BEHAVIOR CONSEQUENCE DI PT. GLOW Wijaya, Welly; Rahayuningsih, Sri; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i2.293

Abstract

Perilaku merupakan hasil kombinasi dari berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal merupakan karakteristik bawaan yang dimiliki oleh seseorang, seperti kecerdasan, tingkat emosional, jenis kelamin, pengetahuan, sikap dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal merupakan lingkungan sekeliling yang dapat berupa lingkungan fisik, sosial, budaya, pendidikan, politik atau ekonomi Perilaku di bawah standar dan kondisi di bawah standar merupakan penyebab langsung suatu kecelakaan dan penyebab utama dari kesalahan manajemen. Di PT. Glow yang bergerak dibidang koveksi, belum ada sistem manajemen K3 yang nyata/jelas sehingga membuat para pekerja masih ada yang belum tahu tentang perilaku aman K3. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Antecedent Behavior Consequences yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran dengan mempelajari mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku K3 menggunakan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) di bagian jahit PT. Glow. Sehingga menjadi upaya pencegahan kecelakaan kerja secara proaktif yang berfokus pada perilaku berbahaya yang berpeluang menyebabkan terjadinya kecelakaan dalam bekerja. Hasil dari penelitian bivariat didapatkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku K3 (p value 0,208) , ada hubungan antara persepsi dengan perilaku K3 (p value 0,005), tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku K3 (p value (0,116), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku K3 (p value 0,245). Dapat ditarik kesimpulan bahwa dari empat variabel yang diteliti tentang hubungannya dengan perilaku K3, hanya persepsi yang mempunyai hubungan atau terdapat perbedaan bermakna dengan perilaku K3 di bagian jahit PT. Glow. Untuk itu, perusahaan harus meningkatkan perhatian terkait segi keselamatan kerja agar angka kecelakaan kerja dapat terus ditekan pada tahun-tahun yang akan datang. Perhatian ini dapat berupa perbaikan manajemen terkait kebijakan K3, serta membangun komitmen bersama seluruh karyawan dalam melaksanakan program K3.
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO GUNA MENGETAHUI TINGKAT KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN PIGGING DI AREA SISI NUBI TOTAL E & P INDONESIE Wahyudi, Wahyudi; Santoso, Heribertus Budi; Komari, Ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i2.439

Abstract

According to BPJS Ketenagakerjaan data throughout 2015, there were 105,182 work accidents with 2,375 deaths. By looking at the high number of work accidents and the number of victims who died, it is necessary to make an effort to prevent and control the risks posed by a job. This research discusses the risk value possessed by pigging work in the Sisi Nubi Total E & P Indonesie area. The purpose of this research is to determine the type and level of risk at each stage of work so that the highest risk can be identified. This research is a descriptive analytic study using a semi-quantitative risk analysis method based on AS / NZS 4360: 2004. The results state that the level of risk that each stage of work has from the lowest is acceptable, priority 3 and substantial. In the preparation stage of work, the highest risk is being hit by hand tools. At the material transfer stage, the highest risks are falling loads, bad weather and visibility. Meanwhile, in the pigging work process, the highest risk is high pressure hydrocarbon gas. In implementing the Occupational Safety and Health Management System (SMK3), the company has carried out various controls and improvements to reduce the risk value in pigging work, including providing training to employees, providing personal protective equipment, and carrying out technical and administrative controls.Menurut data BPJS Ketenagakerjaan sepanjang tahun 2015 telah terjadi kecelakaan kerja sejumlah 105.182 dengan korban meninggal 2.375 orang. Dengan melihat masih tingginya angka kecelakaan kerja dan banyaknya korban yang meninggal dunia, maka perlu dilakukan sebuah usaha untuk mencegah dan mengendalikan risiko yang ditimbulkan oleh suatu pekerjaan. Penelitian ini membahas tentang nilai risiko yang dimiliki oleh pekerjaan pigging di area Sisi Nubi Total E & P Indonesie. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis serta tingkat risiko pada masing-masing tahapan pekerjaan pigging sehingga nantinya level risiko tertinggi bisa diketahui. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode analisis risiko semi-kuantitatif berdasarkan AS/NZS 4360:2004. Hasil penelitian menyatakan bahwa level risiko yang dimiliki setiap tahapan pekerjaan pigging mulai dari yang terendah yaitu acceptable, priority 3 dan substantial. Pada tahapan persiapan pekerjaan pigging, risiko tertinggi adalah terpukul handtools. Pada tahapan transfer material, risiko tertinggi adalah beban terjatuh, cuaca buruk dan jarak pandang. Sedangkan pada proses pekerjaan pigging, risiko tertinggi adalah gas hidrokarbon bertekanan tinggi. Dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), perusahaan telah melakukan berbagai pengendalian dan perbaikan untuk mengurangi nilai risiko pada pekerjaan pigging, diantaranya adalah memberikan pelatihan kepada karyawan, menyediakan alat pelindung diri, serta melakukan pengendalian engineering dan administrasi.
ANALISIS KINERJA DISTRIBUSI LOGISTIK PADA PASOKAN BARANG DARI PT. SURYA PAMENANG KE KONSUMEN kurniawan, ruddy; santoso, heribertus; komari, ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i2.440

Abstract

The problem that often occurs in management management is the lack of control in logistics management. The logistics distribution management control policy will have an effect on increasing the performance of the company in distributing demand from producers to customers and managing product inventory in distribution centers. In terms of management performance, PT. Surya Pamenang in fulfilling the needs has been optimal. However, in supporting the performance of supply chain management which is inseparable from the influence of distribution center location on distribution distance, smooth transportation in distribution to consumers and the availability of products at the distribution center to meet the demands of each consumer, it needs to be re-evaluated. With this research it is hoped that it can help in overcoming the problems faced by PT. Surya Pamenang. This study concludes that companies can be more efficient and effective in minimizing the risks that may occur for the company. The performance of logistics management supports positive improvements for the companyPermasalahan yang sering terjadi dalam pengelolaan manejemen dalam hal ini kurangnya pengendalian dalam manajemen logistik. Kebijakan pengendalian manajemen distribusi logistik akan berpengaruh dengan terhadap meningkat performa kinerja perusahaan dalam mendistribusikan permintaan dari produsen kekonsumen pelanggan dan mengatur persediaan produk di pusat distribusi. Dilihat dari segi kinerja menejemen PT. Surya Pamenang dalam pemenuhan kebutuhan sudah optimal. Akan tetapi dalam mendukung kinerja manajemen rantai pasokan yang tidak terlepas dari pengaruh lokasi pusat distribusi terhadap jarak Pendistribusian, kelancaran transportasi dalam pendistribusian ke konsumen serta ketersediaan produk di pusat distribusi untuk memenuhi permintaan dari setiap konsumen perlu dievaluasi kembali. Dengan adanya penilitian ini diharpakan dapat membatu dalam mengatasi permasalahan – permasalahan yang di hadapi PT. Surya Pamenang. Penelitian ini menyimpulakan bahwa perusahan dapat lebih efisien dan efektif dalam meminimalisir dari resiko yang dapat terjadi bagi perusahaan. Kinerja dari manajemen logistik mendukung peningkatan yang positif bagi perusahaan.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PLN RAYON KEDIRI KOTA (STUDI KASUS PEMBAYARAN REKENING LISTRIK DI PLN RAYON KEDIRI KOTA) santoso, septiyan Budi; santoso, Heribertus Budi; komari, ana
JURMATIS : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Industri Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Department of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v1i2.441

Abstract

This study aims to determine how high the level of customer satisfaction with the service of PLN Rayon Kediri Kota, to determine the quality of service to customer satisfaction PLN Rayon Kediri Kota, to determine the response of the PLN Kediri Kota in dealing with customer complaints. This research was conducted in the work area of PLN Rayon Kediri Kota. The research time was on March 18, 2017 to March 24, 2017. In writing this thesis, the author uses primary data collection techniques, namely by distributing questionnaires to PLN Rayon Kediri Kota customers who come to the payment counter. and PLN District Kediri City services. Based on the results of the research, the quality of service conducted by PLN District Kediri Kota is sufficient to satisfy its customers, as evidenced by the results of a questionnaire that has been conducted on 100 respondents of PLN Rayon Kediri City.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan PLN Rayon Kediri Kota, Untuk mengetahui kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan PLN Rayon Kediri Kota, Untuk mengetahui respons pihak PLN Kediri Kota dalam menghadapi keluhan pelanggannya. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja PLN Rayon Kediri Kota. Waktu penelitian pada tanggal 18 Maret 2017 sampai dengan 24 Maret 2017. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data primer yaitu dengan membagikan kuesioner terhadap pelanggan PLN Rayon Kediri Kota yang datang ke loket pembayaran dan pelayanan PLN Rayon Kediri Kota. Berdasarkan hasil penelitian kualitas pelayanan yang dilakukan oleh PLN Rayon Kediri Kota sudah cukup memuaskan pelanggannya terbukti dengan hasil kuesioner yang telah dilakukan terhadap 100 responden PLN Rayon Kediri Kota.