cover
Contact Name
Bashori
Contact Email
bashori2@uinib.ac.id
Phone
+6282214220067
Journal Mail Official
bashori2@uinib.ac.id
Editorial Address
Institut Agama Islam Negeri, Lhokseumawe.
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan)
ISSN : 25498193     EISSN : 26568012     DOI : -
Core Subject : Social,
Manajemen Pendidikan, Administrasi Pendidikan, Analisis Kebijakan Pendidikan, Manajemen Lembaga Pendidikan, Kepemimpinan, Manajemen Sekolah dan Mutu Pendidikan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2018): Edisi Januari-Juni" : 7 Documents clear
Pembinaan Kerjasama Antara Pesantren Darul Amin Aceh Tenggara dengan Pemerintah dan Masyarakat Umum Ritonga, Muhammad Arifin
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 1 (2018): Edisi Januari-Juni
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecakapan dalam membangun jalinan hubungan masyarakat merupakan suatu seni sekaligus disiplin ilmu sosial yang menganalisis berbagai kecenderungan, memprediksikan setiap kemungkinan konsekuensi dari setiap kegiatanya, memberi masukan dan saran-saran kepada para pemimpin organisasi, dan mengimplementasikan programprogram tindakan yang terencana untuk melayani kebutuhan organisasi dan atau kepentingan khalayaknya. Secara operasional, menjalin hubungan masyarakat dalam sebuah organisasi (lembaga pendidikan) dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui pemberian dan atau penggunaan fasilitas bersama, pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan siswa, pemanfaatan Sumber Daya Manusia secara mutualisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi yang telah, sedang dan akan ditempuh oleh sebuah lembaga pendidikan islam (pesantren) dalam membina dan menjalin hubungan kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat luas. Data penelitian ini didapat melalui observasi dan wawancara terhadap sejumlah nara sumber yang terlibat langsung dalam proses civitas akademik pesantren serta beberapa stakeholder terkait. Data yang didapat kemudian dianalisis secara kualitatif deskriftif. Dari hasil penelitian didapat bahwa implementasi membina hubungan kerjasama dengan pemerintah atau masyarakat umum di Pesantren Modern Darul Amin, dapa dilihat dari: a. pelibatan struktural Yayasan Pesantren di jajaran pemerintah daerah tingkat II dan tingkat I; b. penyerapan tenaga kerja guru dari masyarakat umum, khususnya masyarakat di sekitar pesantren dan juga penyerapan tenaga pendidik dan kependidikan di Pesantren yang dapat berkiprah dalam masyarakat; c. pelibatan masyarakat umum dan jajaran pemerintah pada event-event penting pesantren; d. pelaporan yang transparan pada tahapan yang wajar. Skills in building relationships and community relations is an art as well as a social science discipline that analyzes various tendencies, predicts every possible consequence of each activity, gives input and suggestions to organizational leaders, and implements planned action programs to serve organizational needs and or the interests of the audience. Operationally, establishing community relations in an organization (lemabaga education) can be done in various ways, including through the provision and or use of shared facilities, the implementation of activities to improve students' abilities, the utilization of Human Resources in mutualism. This study aims to determine the implementation that has been, is being and will be pursued by an Islamic educational institution (pesantren) in fostering and establishing cooperative relations with the government and the wider community. The data of this study were obtained through observation and interviews with a number of resource persons who were directly involved in the process of the pesantren academic community and several related stakeholders. The data obtained is then analyzed qualitatively descriptive. From the results of the study it was found that the implementation fostered cooperative relations with the government or the general public in Darul Amin Modern Islamic Boarding School, can be seen from: a. structural involvement of Islamic Boarding Schools in the ranks of regional and level II regional governments; b. absorption of teacher workforce from the general public, especially the community around the pesantren and also the absorption of educators and education in Islamic boarding schools that can take part in the community; c. involvement of the general public and government officials at important pesantren events; d. transparent reporting at a reasonable stage.
Strategi Guru Agama Islam dalam Pembinaan Akhlakul Karimah Siswa SMA Negeri I Bukit Kabupaten Bener Meriah Husaini, Husaini
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 1 (2018): Edisi Januari-Juni
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pendidikan agama menjadi sorotan tajam masyarakat. Perilaku menyimpang peserta didik dan remaja yang tidak sesuai dengan norma agama, mendorong berbagai pihak mempertanyakan efektivitas pelaksanaan pendidikan agama di sekolah. Penelitian ini membahas (1) peranan strategi guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah; (2) bentuk pembinaan akhlakul karimah yang dilakukan guru pendidikan agama Islam; dan (3) faktor pendukung dan penghambat pembinaan akhlaqul karimah siswa di SMA Negeri I Bukit Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif. Hasil penelitian yaitu (1) strategi guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, anjuran atau nasehat, larangan, pengawasan dan hukuman; (2) pembinaan akhlak di SMA Negeri I Bukit terbagi menjadi dua yaitu intrakurikuler yang difokuskan pada kajian keagamaan yang terdiri dari Aqidah/Tauhid, dan ekstrakurikuler, antara lain olah raga, darmawisata, dan kegiatan social; dan bentuk pembinaan akhlak dilakukan dengan membaca do‟a membaca Al-Qur‟an, shalat Zhuhur dan memperingati hari Besar Islam seperti Tahun baru dan Maulid Nabi; dan (3) faktor pendukung adanya kebiasaan atau tradisi yang berprilaku baik di sekolah dan Faktor penghambat, pergaulan lingkungan masyarakat yang negatif. Nowadays, religious education is in the public spotlight. The deviant behavior of students and adolescents who are not in accordance with religious norms, encourages various parties to question the effectiveness of the implementation of religious education in schools. This study discusses (1) the role of Islamic religious education teacher strategies in the formation of akhlakul karimah; (2) the form of moral moral guidance carried out by Islamic religious education teachers; and (3) supporting factors and barriers to the development of students' morality in Bukit I State High School, Bener Meriah Regency. This study uses a descriptive qualitative approach. The results of the study are (1) the strategy of Islamic religious education teachers in the formation of morality is done through habituation, exemplary, advice or advice, prohibition, supervision and punishment; (2) moral development in I Bukit State High School is divided into two, namely intracurricular which is focused on religious studies consisting of Aqidah / Tauhid, and extracurricular activities, including sports, excursions and social activities; and the form of moral formation is carried out by reading the prayer of reading the Qur'an, the midnight prayer and commemorating the Islamic holidays such as the new year and the birthday of the Prophet; and (3) supporting factors for habits or traditions that behave well in school and inhibiting factors, community environment (association) that is less supportive.
Perencanaan Strategis Pendidikan Islam Dalam Pendekatan Budaya Organisasi Universitas Abdurrab Riau Sari, Dian Cita
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 1 (2018): Edisi Januari-Juni
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Pendidikan Islam, analisis terhadap lingkungan internal dan eksternal merupakan langkah utama dalam penyusunan perencanaan strategis. Secara umum perencanaan strategis terdiri atas tiga langkah: formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Formulasi strategi termasuk mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal organisasi, menentukan kekuatan dan kelemahan internal organisasi, menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan alternatif strategi, dan memilih strategi tertentu yang akan dilaksanakan. Suasana (climate) dan lingkungan (environment) adalah komponen yang kritis dalam perumusan tujuan organisasi, sehingga perbaikan organisasi membutuhkan semua informasi yang relevan menuju tercapainya mutu perguruan tinggi. Dengan budaya organisasi yang baik, organisasi akan jauh berkembang dibandingkan dengan organisasi dengan budaya yang lemah. Analisis terhadap lingkungan internal dan eksternal yang mengintegrasikan antara budaya dan tugas utama organisasi ini memerlukan proses pembelajaran yang meliputi pengembangan kemampuan dalam transformasi budaya dan transformasi pada perguruan tinggi. In Islamic Education, the major step of strategic planning preparation is analysis of the internal and external environment. Generally, strategic planning consists of three steps: strategy formulation, strategy implementation, and strategy evaluation. The strategy formulation includes developing a vision and mission, identifying external opportunities and threats of the organization, determining the internal strengths and weaknesses of the organization, setting long-term goals, formulating alternative strategies, and choosing specific strategies to be implemented. Organization climate and environment are critical components in the formulation of organizational goals, so that organizational improvement requires all relevant information towards achieving university quality. With a good organizational culture, organizations will develop far compared to organizations with weak cultures. Analysis of the internal and external environment that integrates between culture and the main tasks of this organization requires a learning process that includes developing capabilities in cultural transformation and transformation in higher education.
Aktualisasi Nilai-Nilai Fitrah Dalam Pembentukan Kepribadian Anak Ma’awiyah, Aisyah
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 1 (2018): Edisi Januari-Juni
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia sejak dilahirkan ke dunia ini, dalam keadaan fitrah atau suci, beragama (Islam) dan bertauhid, tetapi secara emperis anak belum mengaktualisasi nilai-nilai fitrah dalam kehidupannya. Maka orang tua seharusnya membimbing anak-anak untuk mengembangkan fitranya. Pengembangan fitrah dalam kehidupan anak sangat penting dalam kehidupan anak, baik pengembangan fitrah aqidah, pengembangan fitrah dalam ibadah, pengembangan potensi fitrah al-Ghariziyyah, pengembangan potensi fitrah al-Diniyyah. Demikian juga potensi (fitrah), harus dikembang melalui proses pendidikan, sehingga mencapai tujuan yang diharap dalam filsafat pendidikan Islam. Oleh karena itu, orang tua/pendidik mempunyai aspiratif terhadap kecendrungan fitrah subjek didik, yang senantiasa berikhtiar secara sistimatis berencana untuk mengarahkan proses perkembangan anak. Maka anak mampu menjadikan mereka sebagai pelaku (subjek) dalam proses tersebut. sehingga fitrah-fitrah tresebut dapat diaktualisasikan, baik fitrah tentang keimanan, mau melaksanakan ibadah shalat, melaksanakan puasa ramadhan, juga berakhlaq dengan akhlaq yang mulia, baik dengan Allah Swt, dengan sesama manusia maupun berakhlaq dengan lingkungan, dan lain-lainnya. Maka dengan mengaktualisasi nilai-nilai fitrah tersebut, maka membentuk kepribadian anak yang baik dalam kehidupannya sehari-hari, baik sekarang maupun untuk masa yang akan datang. This article is entitled "Actualization of Fitrah Values in the Formation of Childhood Personality." Humans since being born into this world, in a state of fitrah or holy, religious (Islam) and monotheistic, but empirically children have not actualized the values of nature in their lives. So parents should guide children to develop their physical properties. The development of fitrah in a child's life is very important in a child's life, both the development of the nature of aqidah, development of fitrah in worship, development of the potential of fitrah al-Ghariziyyah, development of the potential of fitrah al-Diniyyah. Likewise potential (fitrah), must be developed through the process of education, so as to achieve the goals expected in the philosophy of Islamic education. Therefore, parents / educators have aspirations towards the natural tendency of students, which always systematically plans to direct the child's development process. So children are able to make them as actors (subjects) in the process. so that these traits can be actualized, both fitrah about faith, want to perform worship services, carry out fasting Ramadhan, also morality with noble morality, both with Allah SWT, with fellow human beings and morality with the environment, and others. So by actualizing these fitrah values, it forms a good children's personality in their daily lives, both now and in the future.
Tanggung Jawab dan Otoritas Kepemimpinan Pendidikan Dalam Islam Yusup, Muhammad
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 1 (2018): Edisi Januari-Juni
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan merupakan masalah sentral dalam kepengurusan suatu organisasi. Maju mundurnya suatu organisasi, mati hidupnya organisasi, tumbuh kembang organisasi, senang tidaknya bekerja dalam suatu organisasi serta tercapai tidaknya tujuan organisasi sebagian ditentukan oleh tepat tidaknya kepemimpinan yang diterapkan dalam organisasi yang bersangkutan. Dalam dunia pendidikan pemimpin dituntut untuk memiliki tanggung jawab agar bisa menjalankan tugas dan fungsinya sebagai leader. Sebagai suatu organisasi dalam dunia pendidikan pemimpin memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai tujuan dan cita – cita pendidikan pada umumnya. Dalam pembahasan ini akan di bahas bagaimana sebenarnya tanggung jawab dan otoritas pemimpin dalam Islam yang sesuai dengan Dasar Negara, Falsafah serta pandangan hidup bangsa. Leadership is a central problem in the management of an organization. Forward withdrawal of an organization, dead life of the organization, organizational growth and development, happy whether or not working in an organization and whether or not achieved organizational goals are determined in part by the appropriate leadership applied in the organization concerned. In the world of education leaders are required to have responsibility so that they can carry out their duties and functions as leaders. As an organization in the world of education leaders have a very important role in achieving the goals and ideals of education in general. In this discussion we will discuss the actual responsibilities and authority of leaders in Islam that are in accordance with the State Foundation, the philosophy and outlook of the nation.
Peranan Perilaku Organisasi dan Manajemen Strategi dalam Meningkatkan Produktivitas Output Pendidikan Manumanoso Prasetyo, Muhammad Anggung
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 1 (2018): Edisi Januari-Juni
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu strategis yang menjadi permasalahan pendidikan dewaasa ini antara lain pencapaian mutu yang rendah melihat produktivitas lulusan, faktor yang berkaitan dengan issue value for money dan faktor akuntabilitas pendidikan. Perilaku Organisasi meliputi kumpulan yang kompleks mengenai ideologi, simbol, dan nilai inti yang berlaku dalam perusahaan dan mempengaruhi cara menjalankan usahanya. Mempertajam budaya organisasi merupakan tugas sentral kepemimpinan strategik yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana perilaku organisasi berpengaruh terhadap proses perubahan organisasi. Implementasi Perubahan merupakan sebuah proses yang berpangkal dari perubahan cara berfikir (mindset). Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) Sumber data primernya adalah teori perilaku organisasi. sumber data sekundernya adalah teori perubahan, manajemen strategic, dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan pikiran orang yang berada didalam organisasi membentuk pikiran organisasi yang kemudian menghasilkan nilai-nilai sekolah, lalu kondisi tersebut menghasilkan tindakan yang baik. Komponen peningkatan produktivitas dalam konteks output pendidikan yaitu (1) sikap kerja; (2) tingkat keterampilan; (3) hubungan antara lingkungan; (4) manajemen produktivitas; (5) efisiensi tenaga kerja; dan (6) kewiraswastaan. The Strategic issues that are currently the problem of education this time include the achievement of low quality seeing graduate productivity, factors related to issue value for money and factors of educational accountability. Organizational behavior includes a complex collection of ideologies, symbols, and core values that apply in the company and influences the way to run the business. Establishing an organizational culture is the main task of effective strategic leadership. This study aims to reveal how organizational behavior influences the process of organizational change. Implementation of Change is a process that stems from changes of mindset. This research is library research. The primary data source is the theory of organizational behavior. Secondary data sources are change theory, strategic management, and productivity. Research result show that thoughts of people who are in the organization build the mind of the organization to build a good condition that will produced good performance. Component of increasing productivity in the context of educational output are (1) work attitude; (2) skill competence; (3) environment relationship; (4) productivity management; (5) labor efficiency and (6) entrepreneurship.
Urgensi Kepemimpinan dalam Manajemen Pendidikan Islam Hamidi, Hamidi
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 1 (2018): Edisi Januari-Juni
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menyusun tata kelola lembaga pendidikan yang efektif dan efisien, diperlukan pemahaman yang komprehensif terkait hubungan administrasi, manajemen dan kepemimpinan. Kajian kepemimpinan akan terus mengalami pembaharuan oleh para teoritisi, praktisi, politisi dan bahkan oleh masyarakat pada umumnya. Alasannya, kepemimpinan berperan stratejik dalam tatanan organisasi termasuk lembaga pendidikan. Dari ketersediaan varian gaya kepemimpinan, muncul paradigma baru kepemimpinan pendidikan yang merupakan kombinasi dari konsep kepemimpinan transformasional, dan memiliki jiwa pelayanan kepada masyarakat serta keberanian untuk hidup berdasarkan visi yang kuat dengan keunggulan (superleadership) dan mampu mengelola varian budaya s(multicultural leadership) sebagai latar belakang masyarakat organisasi yang heterogen, selain itu diharapkan mampu hidup dan berkembang serta eksis dalam lingkungan yang hiperkompetisi. Dalam konteks sistem pendidikan nasional kepemimpinan erat berhubungan dengan manajemen dan administrasi. Administrasi dan manajemen saling membutuhkan karena administrasi tidak akan berjalan kalau administrasi tidak solid dalam proses pelaksanaan begitu juga manajemen, tidak akan berjalan baik jika administrasi tidak solid dalam proses pelaksanaan sebuah organisasi. bahwa kepemimpinan menjadi faktor fundamental sebagai motor penggerak stabilisasi antara manajemen dan administrasi. Creating a good governance of educational institution required to a comprehensive understanding about the relationship of management, administration and leadership. Generally, special for leadership studies will be renewed by theorists, practitioners, politicians and society in general. Cause, leadership has a strategic role, including educational institutions of educational leadership emerges that is a combination of transformational leadership concepts, and has the spirit of service to the community and the courage to live based on a strong vision with superiority and ability to manage multicultural leadership as a background behind a heterogeneous organization of society, besides that it is expected to be able to live and develop and exist in a competitive environment. In the context of the national education system leadership is closely related to management and administration. Administration and management need each other because the administration will not work if administration is not solid in the implementation process as well as management, will not work well if the administration is not solid in the process of implementing an organization. that leadership is a fundamental factor as a driving force for stabilization between management and administration.

Page 1 of 1 | Total Record : 7