cover
Contact Name
Bashori
Contact Email
bashori2@uinib.ac.id
Phone
+6282214220067
Journal Mail Official
bashori2@uinib.ac.id
Editorial Address
Institut Agama Islam Negeri, Lhokseumawe.
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan)
ISSN : 25498193     EISSN : 26568012     DOI : -
Core Subject : Social,
Manajemen Pendidikan, Administrasi Pendidikan, Analisis Kebijakan Pendidikan, Manajemen Lembaga Pendidikan, Kepemimpinan, Manajemen Sekolah dan Mutu Pendidikan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2018): Edisi Juli-Desember" : 7 Documents clear
Kecerdasan Manajemen dalam Pengelolaan Sekolah Unggulan Sartika, Didi
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 2 (2018): Edisi Juli-Desember
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah lembaga pendidikan yang mampu menjawab tantangan globalisasi sangat terbatas sehingga output yang dihasilkan lebih banyak yang merusak daripada sebagai solusi di masyarakat. Peran strategis organisasi SDM telah tumbuh lebih strategis disebabkan penggunaan orang dalam organisasi dapat menyediakan keunggulan kompetitif, baik domestik maupun internasional. Ditengah maraknya upaya membangun kualitas pendidikan di Indonesia adalah berdirinya sekolah unggulan. Sekolah unggulan dipandang sebagai salah satu alternatif yang efektif untuk meningkatkan keunggulan kompetitif SDM. Dalam perkembangannya animo masyarakat yang semakin meningkat dalam memasukkan anaknya ke sekolah unggulan membuktikan bahwa program ini berhasil. Artikel ini mengkaji konsep sekolah unggul. Sekolah unggul merupakan lembaga pendidikan yang memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuannya maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam-. Sedangkan yang dimaksud dengan manajemen yang cerdas dalam pembahasan kali ini adalah bagaimana membangun kapasitas sekolah melalui reformulasi kelembagaan, kurikulum, dan metodologi. Perbaikan dan pengembangan sistem penyelenggaraan pendidikan dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi secara terus menerus terhadap kelayakan dan kinerja sekolah. Hal tersebut membutuhkan suatu strategi yang cerdas yang terimplementasikan lewat sebuah sistem manajemen yang kreatif dan inovatif. Dalam artikel ini melalui kajian teori menghasilkan kesimpulan dalam pengelolaan sekolah efektif. Karakteristik dari implementasi manajemen yang cerdas antara lain: (1) bekerja dengan target (skala prioritas); (2) menyusun strategi berjangka; (3) mengelola jaringan bisnis; (4) mengelola perubahan; (5) pengembangan kapasitas organisasi (kreativitas dan inovasi); (6) menciptakan karakteristik kekhasan sekolah yang menjadi program unggulan; In fact, there is a big gap between good and bad educational institutions. Good schools are supported by sufficient funding. Then it is not surprising graduated from bad school instead become problems in the society. Accordingly, need improvement of the education system with optimizing teacher capability in the school. The strategic role of human relation organization has grown rapidly, because optimization of people in organizations produced a competitive advantage, good a domestic and international scale. School term, has a meaning print quality graduates. In the middle of building education quality in Indonesia are established effective school. The effective school viewed as one of the alternative to raise up a competitive advantage of human relation. Nowadays, public interest increase to register his child to school has proven this program was successful. Hence, his articles will discuss effective school concept. The effective school is an educational institution who have excellence both in terms of knowledge and transmission intensity side -Moslems society-. The implementation of effective education process is an accumulative product of all school services and the influence of atmosphere, culture, climate pleasurable created by school. The meaning of smart management in this session is how to build school capacity through institutional reform, curriculum and methodology. The development of education management system can be done with continuous evaluation towards school performance feasibility. Accordingly requires a good strategy implemented through a creative and innovative management system for that matter. This article tries to draw conclusions in school management effectiveness implementation. The characteristics of smart management implementation among others (1) work with target (priority scale); (2) develop a futures strategy; (3) managing business networks; (4) managing sustainable change; (5) organizational capacity development; (6) creating characteristics of the peculiarity school which is a superior program.
Desain Kurikulum IAIN Lhokseumawe (Studi Analisis Mata Kuliah: Filsafat Manajemen Jurusan Manajemen Pendidikan Islam) Manumanoso Prasetyo, Muhammad Anggung
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 2 (2018): Edisi Juli-Desember
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleksitas permasalahan pendidikan tinggi akibat kerumitan memahami filsafat, untuk itu perlu sebuah desain kurikulum yang membuat mahasiswa faham dan bijak menyikapi ilmu yang dipelajari. Penelitian ini membahas pengembangan kurikulum jurusan Manajemen Pendidikan Islam pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan IAIN Lhokseumawe yang juga merupakan bentuk implementasi kebijakan pemerintah melalui revisi kurikulum KKNI. Mengingat peran fundamental ilmu filsafat, maka perlu kajian mendalam dalam kajian manajemen sehingga lahirlah mata kuliah Filsafat Manajemen sebagai salah satu bagian implementasi kurikulum KKNI pada jurusan MPI di IAIN Lhokseumawe. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan data dikumpulkan melalui hasil observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian diperoleh Filsafat manajemen memberikan pengertian tentang hubungan positif antara kepercayaan dengan praktek. Praktek manajemen yang dilandasi kepercayaan akan nilai agama adalah yang paling efektif dan mengakar. Melalui pemahaman yang komprehensif antara pemikiran filosofis dengan praktek manajemen mampu menciptakan harmonisasi kerja dan peningkatan ukhuwah antar individu dalam sebuah organisasi pendidikan. Kompetensi dalam mengkonstruk pemikiran menjadi hal kongkrit yang dipraktekan dalam pola manajerial dapat dilakukan dengan tahap berikut (1) mengidentifikasi masalah; (2) internalisasi nilai keislaman dalam pengambilan keputusan; (3) pelaksanaan manajemen dengan pendekatan filosofis tentang orientasi keumatan; dan (4) pengembangan kompetensi menghadapi tantangan masa depan. Education problems are very complex because the manager doesn't understand about philosophy bring about fault in managing of education instituion. Therefore, need a new design curriculum which makes students understand and wise responded to knowledge have learned. This study aims to the curriculum development of the Islamic Education Management Department at the IAIN Faculty of Teacher Training and Education Lhokseumawe as a form of KKNI curriculum implementation. Accordingly, the importance of philosophy in depth study through management philosophy course. By using the qualitative research the data was collected using observation and interview. From this study finds that management philosophy provided an understanding of the positive relationship between trust and practice. Management practices based on trust in religious values are the most effective and entrenched. Through a comprehensive understanding of philosophical thinking with management practices able to create harmonization of work and increase ukhuwah between individuals in an educational organization. Competence in constructing thinking becomes a concrete thing that is practiced in managerial patterns can be done with the following stages (1) problem identification; (2) internalizing Islamic values in decision making; (3) implementation of management with a philosophical approach to societal orientation; and (4) competency development faces future challenges.
Manajemen Konflik di Lembaga Pendidikan Bashori, Bashori
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 2 (2018): Edisi Juli-Desember
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the dynamics of Islamic education institutions, there must be turmoil or conflict, both individual conflicts and group conflicts. Admittedly or not, Islamic education institutions, especially Islamic boarding schools and madrasah, have a high probability of conflict compared to other educational institutions. From this assumption, this paper aims to analyze the role of conflict management in resolving conflicts that occur within the scope of Islamic education institutions. Based on the study of theory, it can be concluded that conflict management is very central in developing conflicts in Islamic boarding schools and madrasah educational institutions as a way to develop Islamic education institutions for the better. Based on that statement, the main concern in reaching conflict is that conflict cannot be avoided. Therefore, controlling conflict becomes a necessity in order to achieve goals in Islamic education institutions.
Pendidikan Akhlak Dalam Islam Husaini, Husaini
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 2 (2018): Edisi Juli-Desember
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Al-Quran sebagai pedoman yang paling utama bagi umat Islam, yang mengajarkan kepada umat manusia agar senantiasa selalu berbuat baik, lebih dari itu isi kandungan Al-Quran tidak terlepas dari pendidikan, yaitu pendidikan manusia agar berakhlak mulia, terutama dalam pergaulan antara sesama muslim, baik sesama umat Islam maupun kepada umat non Islam, oleh karena itu Islam mengajarkan umat manusia senantiasa berlaku baik dalam segala hal. Dalam ajaran Islam, akhlak menempati kedudukan yang istimewa dan sangat penting. Di dalam AlQuran saja ditemui lebih kurang 1500 ayat yang berbicara tentang akhlak, dua setengah kali lebih banyak daripada ayat-ayat tentang hukum baik yang teoritis mauapun yang praktis. Belum terhitung lagi hadits-hadits nabi, baik perkataan, perbuatan, yang memberikan pedoman akhlak yang mulia dalam seluruh aspek kehidupan Lebih jelasnya, penelitian ini memfokuskan pada apa tujuan pendidikan akhlak dalam Islam, Apa saja materi pendidikan akhlak dalam Islam, dan bagaimana metode pendidikan akhlak dalam Islam. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan memiliki terlebih beberapa buku yang berkaitan dengan Akhlak, Al-Qur,an dan Hadits dan dengan membaca, menterjemahkan perteks atau kumpulan teks-teksnya, menganalisis, menguraikan, dan menyimpulkan pemahaman yang telah dicari oleh peneliti. Dari paparan data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa; Pertama, bahwa tujuan pendidikan akhlak dalam Islam adalah: meningkatkan derajat manusia, menuntun kepada kebaikan, manifestasi kesempurnaan iman, kebutuhan pokok dalam keluarga, menuntun kepada kebaikan. Sedangkan materi pokok pendidikan akhlak dalam Islam adalah: berbuat adil, ihsan, akhlak kasih sayang, akhlak malu, akhlak menjaga kehormatan, akhlak jujur, akhlak amanah, akhlak santun, akhlak sabar, akhlak tawadhu, akhlak menahan amarah, akhlak pemaaf, akhlak memehuni janji. Al-Quran as the most important guideline for Muslims, which teaches humanity to always be able to communicate well, more than that the contents of Al-Quran are inseparable from education, namely human education so that it has a noble character, especially for social relations among Moslems, both fellow Muslims and non-Muslims, therefore Islam teaches humanity to always apply in everything. In Islamic teachings, morality is placed in a special and very important position. In the Qur'an alone there are approximately 1500 verses which speak of morals, two and a half times more than verses about law that are good who want to be practical. Not yet to discuss the hadiths of the Prophet again, both words, actions, which provide noble moral guidance in all aspects of life. More clearly, this study focuses on what is the purpose of moral education in Islam, any moral education material in Islam, and uses methods of moral education in Islam. The approval of this study is a qualitative agreement. With the technique of digging data carried out by researchers is by publishing several books that contain the Morals, Al-Qur'an, and Hadith and by reading, translating perteks or collections of texts, analyzing, deciphering, and discussing which have been sought by researchers. From the presentation of data and discussion it can be concluded that; First, the purpose of moral education in Islam is: increasing the degree of mankind, leading to prosperity, manifesting perfection of faith, basic needs in the family, guiding for good. While the basic ingredients of moral education in Islam are: acting justly, sincerely, the morals of affection, moral shame, agreed morals, honest morals, morality, manners, patience, morality, morality, forgiving character, morality.
Budaya Organisasi STAI YASNI Kabupaten Muaro Bungo Provinsi Jambi Sukatin, Sukatin
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 2 (2018): Edisi Juli-Desember
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien diperlukan satu pola pengelolaan budaya organisasi lembaga. Perkembangan teori budaya organisasi hingga saat ini sangat variatif dan inovatif. Dengan mengetahui perkembangan implementasi budaya organisasi di STAI YASNI diharapkan menghadirkan solusi dalam membangun budaya professional di lembaga pendidikan. Penelitian dilakukan di STAI YASNI menggunakan rancangan kualitatatif dengan pendekatan fenomenologi. Fokus penelitian terdiri dari (1) terbentuknya nilai, keyakinan dan kebiasaan di dalam organisasi; (2) wujud budaya organisasi yang dimaknai oleh anggota organisasi; (3) budaya organisasi, iklim dan efektivitas organisasi; dan (4) faktor yang menjadi kendala implementasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan budaya organisasi yang dibentuk melalui kepemimpinan situasional adalah (1) mampu meningkatkan ukhuwah masyarakat organisasi; (2) budaya organisasi mampu meningkatkan kinerja organisasi; (3) budaya inovatif yang terbentuk mencangkup bidang akademik, pengembangan SDM dan peningkatan teknologi. To achieve the goals of education effectively and efficiently, a pattern of management of the organization's culture is needed The development of organizational culture theory has been very varied and innovative. By knowing the development of the implementation of organizational culture at STAI YASNI, it is expected to present a solution in building a professional culture in educational institutions. The study was conducted at STAI YASNI using a qualitative design with a phenomenology approach. The focus of the study consists of (1) the formation of values, beliefs and habits within the organization; (2) the form of organizational culture interpreted by members of the organization; (3) organizational culture, climate and organizational effectiveness; and (4) factors that become obstacles to cultural implementation. The results of the study show that the organizational culture formed through situational leadership is (1) able to improve the community's organizational capacity; (2) organizational culture can improve organizational performance; (3) the innovative culture that is formed covers the fields of academics, human resource development and technology improvement.
Produktivitas Penerapan Total Quality Management Siregar, Fauzan Ahmad
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 2 (2018): Edisi Juli-Desember
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama manajemen adalah produktivitas dan kepuasan. Produktivitas itu sendiri dipengaruhi perkembangan bahan –raw material-, teknologi, dan kinerja manusia. Konsep TQM dikembangkan pertama kali untuk bidang Industri/ bisnis. TQM dikenal juga dengan pendekatan MMT atau strategi untuk merealisasikan visi dan misi organisasi, dengan meningkatkan efektivitas dan produktivitas dalam upaya memenangkan persaingan yang semakin ketat. Produktivitas dalam penerapan TQM selaras dengan prinsip-prinsip berikut, yaitu (1) tanggung jawab utama management puncak (kepala sekolah, yayasan); (2) mutu harus di fokuskan pada murid dan evaluasinya harus berbasis kepentingan pendidikan; (3) desain proses pendidikan dan metode pembelajaran harus jelas untuk mencapai kesesuaian mutu kurikulum; (4) setiap tenaga pendidik dan kependidikan bertanggung jawab atas tercapainya mutu pengajaran yang baik; (5) mutu harus menjadi prioritas acuan dalam perencanaan tidak boleh di nilai setelah menjadi barang jadi, tetapi harus sejak awal. (sejak membuat komponen); (6) identifikasi masalah dengan pemecahan secara cepat; (7) lembaga pendidikan berusaha keras (strive) dalam melaksanakan perbaikan mutu produk secara terus menerus; (8) jalinan kerja sama dengan stakeholder dalam pelaksanaan TQM. The main objectives of management are productivity and satisfaction. Productivity itself is influenced by material-material development, technology, and human performance. The TQM concept was developed for the first time in the Industrial / business field. TQM is also known as the MMT approach or a strategy to realize the organization's vision and mission, by increasing effectiveness and productivity in an effort to win increasingly fierce competition. Productivity in the application of TQM is in line with the following principles, (1) the main responsibilities of top management (principals, foundations); (2) quality must be focused on students and evaluation must be based on educational interests; (3) the design of the educational process and learning methods must be clear to achieve conformity to curriculum quality; (4) every educator and education staff is responsible for achieving good quality teaching; (5) quality must be a reference priority in planning should not be valued after becoming finished goods, but must be from the beginning. (since making components); (6) identification of problems with rapid solutions; (7) educational institutions strive (strive) in carrying out continuous product quality improvements; (8) links with stakeholders in implementing TQM.
Penyelenggaraan Program Unggulan Teknologi Informasi di MAN 1 Malang Hastriana, Umniyatis Sholiha
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol 2 No 2 (2018): Edisi Juli-Desember
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Lhokseumawe.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan terhadap teknologi komputer adalah tuntutan dunia maju yang persebarannya telah menyentuh ke seluruh lini termasuk pendidikan. Diantara alasan atau latar belakang pengadaan program ini adalah (1) banyaknya lulusan tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya; (2) siswa agar mendapatkan keterampilan praktis, dan keterampilan teknis bidang komputer yang siap pakai; (3) perlunya sebuah penghargaan keterampilan –sertifikasi- di bidang komputer; dan (4) tuntutan dunia industri dan dunia usaha. Penelitian menggunakan metode qualitatif pendekatan fenomenologi. Teknik analisis data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan mekanisme pelaksanaan program adalah (1) mata pelajaran tetap memenuhi standar dan tidak mengganggu pada mata ajar yang lain pembelajaran materi selama satu tahun di program diploma, akan dimasukkan kedalam pembelajaran selama tiga tahun di Aliyah; (2) waktu program diploma bersamaan dengan pembelajaran reguler lainnya di Aliyah adalah selama 2,5 tahun -punya sertifikat keahlian-; (3) pelaksanaan magang dijadwalkan pada saat liburan panjang selama satu minggu dengan penempatan ditentukan Madrasah; (4) tenaga pengajar khusus program diploma ini dari FKK SDI ITS dan selebihnya dari guru MAN Malang 1 yang telah lulus sertifikasi dari ITS. Mastery of computer technology is the demands of globalization whose distribution has touched all lines including education. the reason for implementing this program is (1) many graduates do not continue their education to the next level; (2) students to get practical skills, and technical skills in the field of computers that are ready to use; (3) the need for a computer certification; and (4) the demands of the industrial world and the business world. The study used a qualitative method of phenomenology approach. The data analysis technique used is observation and interview. The results of the study showed that the mechanism for implementing the program are (1) subjects fulfilled not interfere with other subjects learning material for one year in a diploma program, will be included in three years of learning at Aliyah; (2) the time of the diploma program along with other regular learning at Aliyah is for 2.5 years - having a certificate of expertise -; (3) the implementation of an internship scheduled for a long one-week vacation with placement determined by the Madrasah; (4) special teaching staff for this diploma program from FKK SDI ITS and the rest from MAN Malang 1 teachers who have passed certification from ITS.

Page 1 of 1 | Total Record : 7