cover
Contact Name
DR. Mohd Rafiq, M.A
Contact Email
irsyad.fdik.iain.psp@gmail.com
Phone
+6282361377086
Journal Mail Official
irsyad.fdik.iain.psp@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. T. Rizal Nurdin, Km.4,5 Sihitang, Kota Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
ISSN : 26859661     EISSN : 27147517     DOI : 10.24952
Core Subject : Social,
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam adalah jurnal ilmiah yang dikembangkan oleh Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Padangsidimpuan. Jurnal ilmiah ini pertama terbit Volume 1 Nomor 1 Juni 2019. Jurnal Al-Irsyad terbit 2 kali dalam 1 Tahun. Jurnal Al-Irsyad diharapkan mampu menjadi wadah publikasi ilmiah hasil penelitian dan kajian teoritis, memuat isu-isu update (terbaru) dalam pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam. Alamat redaksi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jl. H.T. Rizal Nurdin Km. 4,5 Sihitang Padangsidimpuan Telp. 0634 - 22080
Articles 61 Documents
Kepribadian Terbelah Dalam Perspektif Al-Quran Nasution, M.Ag, Fauziah
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2019): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The definition of Fậsiq in the interpretation of al-Misbah is a person who has the nature and behavior out of obedience to God. This nature and behavior are ingrained to the culprit. At the lowest level of fậsiq is a person who commits a major sin, but in the highest tarap fậsiq is a person who disbelieves in Allah swt. The analysis of the fậsiq verses in the Qur'an according to the Qurash Shihab is addressed to: 1) The Jewish and Christian groups who do not believe in the Prophet Muhammadiyah, people who disobey leaders and underestimate minor sins. 2) People of the Prophets before the Prophet Muhammad. the lawless ones to the Prophets of Allah and the book of Allah. 3) Muslims who doubt Islam and commit major sins and get out of faith in Allah.Fậsiq is the impact of not developing fully the potential of jismiyah and ruhiyah man, which is characterized by incompatibility of functions with physical form and inability to use potential ‘aql, al-nafs and al-qalb. The balance of these two potentials will lead humans to become human beings, as reflected in the personality of the Prophet. Demensi rûh is very decisive in the formation of one's personality, although in his nature rh is sacred, but in reality it often slips and is tainted. In the empirical context, the process of forming, fostering and developing human personality is mainly to avoid the appearance of fậsiq personality, so religious counseling is needed with a fitrah approach, which begins with tazkiyah al-nafs, followed by tazkiyah al-‘aql and tazkiyah al-jism.Fậsiq dalam tafsir al-Misbah adalah orang yang memiliki sifat dan prilaku keluar dari ketaatan pada Allah. Sifat dan prilaku ini mendarah daging bagi pelakunya. Pada tarap terendah fậsiq  adalah orang yang melakukan dosa besar, namun pada tarap tertinggi fậsiq adalah orang yang kafir kepada Allah swt.  Analisis ayat-ayat fậsiq dalam Alquran menurut Qurash Shihab ditujukan kepada: 1) Golongan Yahudi dan Nasrani yang tidak mengimani Nabi Muhamamd saw., orang yang  membangkang pada pemimpin dan menyepelekan dosa kecil. 2) Umat Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw. yang durhaka kepada Nabi-Nabi Allah dan kitab Allah. 3) Kaum muslimin yang meragukan Islam dan melakukan dosa besar dan keluar dari keimanan kepada Allah. Fậsiq  merupakan dampak dari tidak  berkembangnya secara sempurna potensi jismiyah dan ruhiyah manusia,  yang ditandai dengan ketidaksesuaian fungsi dengan bentuk fisik dan ketidakmampuan menggunakan potensi ‘aql, al-nafs dan al-qalb. Keseimbangan  kedua potensi ini akan menghantarkan manusia menjadi insan kamil, seperti tercermin dalam kepribadian Rasulullah saw. Demensi rûh  sangat menentukan dalam pembentukan kepribadian seseorang, meski pada fitrahnya rûh adalah suci, namun dalam realita sering kali tergelincir dan ternodai. Dalam konteks empiris, maka proses pembentukan, pembinaan dan pengembangan kepribadian manusia terutama untuk menghindari munculnya kepribadian fậsiq, maka dibutuhkan konseling keagamaan dengan pendekatan fitrah, yang diawali diawali dengan tazkiyah al-nafs,dilanjutkan dengan tazkiyah al-‘aql dan tazkiyah al-jism.Key word: Fasiq – Kepribadian terbelah – Al-Quran-Tafsir Al-Misbah 
Bimbingan Konseling Terhadap Korban Phedofilia Upaya Meningkatkan Perilaku Adaptif Anak Autisme Melalui Teknik Behavioral Rehearsal Tambunan, Syafrianto
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2019): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cases of rape affecting many women have become a problem that is quite alarming, even more sad this rape case does not only affect adult women, but children who are underage even children who are autistic become victims allow them to experience psychological disorders heavy one. This requires special handling from expert institutions or the like to eliminate child trauma and increase the confidence of victims of pedophilia. Behavioral rehearsal technique is a method in which this behavior therapy technique has been developed by psychology and counseling experts to answer and meet the demands of life through adequate guidance and training, people with autism will be motivated to master their life situations, so they feel satisfied to be able to show their superiority in order to eliminate feelings of inferiority, alienation, and lack of confidence. This paper will describe how the solutive steps that will be given to prevent or provide counseling services for victims of Pedhofilia (children with autism) to improve adaptive behavior through counseling techniques, namely Behavioral Rehearsal.
Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Menangani Kenakalan Siswa Harahap, Darwin
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2020): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara, karena pendidikan merupakan wahana meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Pada prinsipnya setiap manusia berkeinginan untuk belajar, tanpa mengenal usia dan tempat, karena pendidikan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Secara implisit manusia dianjurkan agar selalu belajar, bahkan sampai akhir hayatnya (long life education). Sekolah merupakan sarana pendidikan formal agar manusia bisa mengembangkan potensi dirinya dengan bantuan guru yang akan mengarahkannya. Peran guru BK dan usaha-usaha penanganan kenakalan siswa di sekolah. Peran yang dimaksudkan di sini adalah suatu bagian  yang memegang  pimpinan terhadap terjadinya suatu peristiwa. Artikel ini merupakan penelitian merupakan jenis penelitian literature (pustaka) yang terfokus pada proses peran guru bimbingan dan konsenseling membantu kenakalan siswa dengan mengumpulkan data-data dari buku, artikel dan jurnal. Temuan yang di dapatkan guru BK adalah orang yang terdepan menagani kenakalan siswa dan tidak terlepas dengan stakeholder di dalam sekolah dan luar sekolah.
Layanan Bimbingan dan Konseling Pribadi Sosial Hidayat, Arifin
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2019): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Every individual has a problem that must be resolved with various types of services according to the problem at hand. Many of the problems faced include personal and social problems. Personal social problems include the inability to understand themselves and others. Not infrequently the problems faced by individuals affected by others. Therefore need assistance in the form of guidance and counseling services specifically for the private and social fields. This study aims to explain the comprehensive personal and social counseling guidance service as a guide for teachers and counselors in using this service. The research method used is literature study, which is gathering various information relevant to the object of research. Starting from books to journals related to this research. The findings in this study, that social counseling and guidance services are carried out to restore the counselee to be an independent person capable of understanding and accepting themselves and others, and able to adapt to their social environment. Problems found in the social person are: interaction relationships with other people (parents, siblings, friends, teachers and the community in the individual environment), problems in self-regulation both in the spiritual field, self-care (physical and spiritual), conflict resolution and so. While the services provided are individual counseling, consultation, advice, group guidance, group counseling, remedial teaching, teaching nuances of guidance.
Penggunaan Instrumen Sosiometri dalam Layanan Bimbingan dan Konseling Wahyuni, Siti
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2019): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sociometry is a method for collecting data about the patterns and structure of relationships between individuals in a group. This method is based on the idea that groups have a structure consisting of complex interpersonal relationships. The position of each individual and the relationships that occur in the group structure can be measured quantitatively and qualitatively. The results of sociometric processing will be an illustration of the number of scores obtained by each person, the relationship pattern, the intensity of the relationship, and the position of the students in the group.Keywords: SociometryAbstrakSosiometri adalah suatu metode untuk mengumpulkan data tentang pola dan struktur hubungan antara individu-individu dalam kelompok. Metode ini didasarkan pada pemikiran bahwa kelompok mempunyai struktur yang terdiri dari hubungan-hubungan interpersonal yang kompleks. Posisi setiap individu dan hubungan-hubungan yang terjadi dalam struktur kelompoknya dapat diukur secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengolahan sosiometri akan diperoleh gambaran jumlah skor yang diperoleh setiap orang, pola hubungan, intensitas hubungan, dan posisi peserta didik dalam kelompoknya.Kata Kunci : Sosiometri
Tanggung Jawab Konselor Dalam Perspektif Fenemonologis M.Pd.I, Pahri Siregar
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2020): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena konselor dianggap sebagai polisi sekolah memunculkan image negatif terhadap profesi konselor. Salahsatu penyebab anggapan konselor sebagai polisi sekolah tidak terlepas dari kurangnya orientasi profesi konselor kepada masyarakat luas, khususnya di lingkungan sekolah. Hal inilah yang membuat penulis tertarik membahas tanggung jawab konselor dalam perspektif fenomenologis. Artikel ini bertujuan menganalisis konselor yang bertanggung jawab dalam perspektif fenomenologis. Menganalisisis tanggung jawab konselor dalam perspektif fenomenologis dengan metode berfikir kritis, dan melakukan kajian kepustakaan. Implikasi tulisan ini membuat sebuah model konselor yang bertanggung jawab berdasarkan perspektif fenomenologisKata Kunci: Tanggung Jawab, Konselor dan Fenomenologis
Kesadaran Beragama Pada Anak Abdurahman, M.Pd, Abdurrahman
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2019): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In a certain period humans are eager to escape from limited intentions to reach the core of the intent. In humans there is an urge and desire that will not be settled, calm and peaceful unless it has been related to this source of intent, namely God. This refers to the word of God, "face your face straight to God, but keep on the nature of Allah who has created man according to that nature. Between the freedom to obey or deny, or between existence and necessity implies the role of human struggle. If religion is fitrah (an existing potential) in humans, then the struggle of man is to develop the nature of religion from its potential (latent) to actual (manifest). Keywords: Religious and Child AwarenessAbstrakDalam periode tertentu manusia ingin sekali melepaskan diri dari ujud terbatas untuk mencapai inti ujud. Pada manusia terdapat dorongan dan dambaan yang tidak akan menetap, tenang dan tentram kecuali telah berhubungan dengan sumber ujud ini, yaitu Allah. Hal ini mengacu kepada firman Allah, “hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia sesuai dengan fitrah itu. Di antara kebebasan untuk mentaati atau mengingkari, atau diantara eksistensi dan keharusan menyiratkan adanya peran perjuangan manusia. Kalau agama itu sebagai fitrah (sebuah potensi yang sudah ada) pada manusia, maka perjuangan manusia adalah mengembangkan fitrah agama itu dari sifatnya yang potensial (latent) menjadi aktual (manifest).Kata Kunci: Kesadaran Beragama dan Anak
Pengambilan Keputusan Karir Harahap, Darwin
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2019): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan dan konseling karir merupakan salah satu aspek dalam bimbingan konseling. Bimbingan karir bertujuan agar seseorang dapat bekerja dengan baik, senang, dan tekun, diperlukan adanya kesesuaian tuntutan dari pekerjaan atau jabatan itu dengan yang ada pada diri individu yang bersangkutan. Dalam pelaksanaan bimbingan karir ada beberapa tahap yang akan dilakukan, salah satunya yaitu pengambilan keputusan karir. Dalam mengambil kepusan karir tentunya diperlukan beberapa teori-teori pemilihan karir, agar kepusan yang diambil seorang individu sesuai dengan kemampuan bakat dan minat sesorang individu itu sendiri. Tujuan artikel ini adalah ketika siswa, mahasiswa dan masyarakat secara luas hendak memasuki sebuah studi dan dunia kerja harus mempelajari secara detail dan mengambil sebuah keputusan yang tepat. Artikel ini salah satu alternatif pemecahan masalah tentang teori pengambil keputusan agar seseorang tidak ada penyesalan dibelakang hari terhadap pemilihan jurusan dan memasuki dunia kerja.
Konsep Dasar Bimbingan Konseling Karir dan Perspektif Islam Harahap, Darwin
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2019): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan konseling karir adalah kegiatan tatap muka antara konselor profesional dan konseli dalam menangani suatu permasalahan kerja ataupun karir secara terprogram atau sistematik, dengan menggunakan teknik-teknik, atau layanan-layanan untuk membantu untuk membantu individu memahami dan memilikin keilmuan bidang pekerjaan, mengelola perkembangan karirnya baik di tempat formal dan informal. Tujuan artikel ini adalah memperoleh pemahaman dan pengetahuan dalam proses persiapan diri  dalam dalam hal bekerja maupun berkarir, dan bisa memutuskan dengan mandiri apa yangsesuai dengan kompetensinya.  Artikel ini menggunakan penelitian ini library research dengan mengumpukan teori-toeri sesuai dengan tema baik dari buku bacaan dan jurnal. Temuan bimbingan konseling karir persfektif Islam yakni Istilah karir dalam islam, amat sulit kita mencari padanan kata yang semakna dengan itu. Akan tetapi Islam memaknai istilah bekerja, berusaha ,mencari rezki, namun demikian islam anti dengan karir yang ada, islam memberikan ruang yang cukup untuk karir dan bahkan islam memandang positif terhadap berbagai karir dan potensi yang ditekuni seseorang dengan persyaratan selama profesi tersebut tidak bertentangan prinsip dasar Al-qur’an dan sunnah Rasulullah Saw.
Bimbingan Konseling Lintas Agama dan Budaya dalam Penanggulangan Radikalisme bagi Remaja Wadi, Ardi Andika
Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2019): Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakNegara Indonesia adalah salah satu negara multikultural dengan suku, budaya, agama dan paham yang beragam, berkesempatan membuka peluang bagi berbagai paham untuk mempengaruhinya. Dalam dunia pendidikan menjadi salah satu target penyebaran benih radikalisme agama yang sangat potensial. Paham radikalisme agama cenderung mengabaikan aspek keragaman dan meniadakan kebhinekaan. Keadaan psikologis remaja merupakan masa yang rentan dan sensitif terhadap pengaruh lingkungan. Pada masa ini, remaja identik dengan masa pencarian jati diri dan adanya keinginan untuk memantapkan pencarian jati diri  hidupnya. Layanan bimbingan konseling Lintas Agama dan Budaya merupakan salah satu layanan dalam dunia pendidikan yang sangat strategis dalam menanggulangi penyebaran benih radikalisme agam di kalangan remaja. Layanan konseling melalui konsep multibudaya dinilai sangat diperlukan dalam membentuk pribadi remaja yang mampu untuk saling menghormati dalam setiap perbedaan keberagaman. Dari itu penelitian ini bermaksud untuk menunjukkan bahwa bimbingan konseling multibudaya merupakan salah satu cara menumbuhkan sikap beradab peserta didik sehingga tidak terjebak pada pemahaman yang salah terhadap perbedaan yang dimiliki. Kata Kunci: Bimbingan Konseling, Lintas Agama dan Budaya, Radikalisme Agama.