cover
Contact Name
Syarah Siti Maesyaroh
Contact Email
ssyarah077@gmail.com
Phone
+6289618357674
Journal Mail Official
syntaxbandung@gmail.com
Editorial Address
Perum Derwati Mas Jl. Derwati Mas 1, No. 20, Kec. Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Kode Pos 40292
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Syntax Imperatif. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan adalah jurnal yang diterbitkan dua bulan sekali oleh CV. Syntax Corporation Indonesia. Jurnal Syntax Imperatif akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cangkupan ilmu sosial dan pendidikan. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian, kajian atau telaah ilmiah atas issue penting dan terkini atau resensi buku ilmiah.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan" : 9 Documents clear
Transformasi Makna Sabar Bagi Terapis (Studi Fenomenologis di Yayasan Budi Mulya Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat) Saepulloh Saepulloh
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i4.46

Abstract

Autis adalah anak yang memiliki hambatan dalam proses sosial, komunikasi, perilaku dan bahasa. Setiap anak autis memiliki kondisi yang berbeda-beda, untuk kondisi autis berat memiliki perilaku tantrum yang berlebihan, yaitu sering menunjukkan perilaku negatif pada orang-orang di sekitarnya terutama pada para terapis. Oleh sebab itu, dalam mendidik anak autis dibutuhkan kesabaran yang ekstra. Sebagaimana fenomena yang peneliti temukan di YayasanBudi Mulya menunjukkan bahwa beberapa terapis sering mendapatkan perlakuan negatif dari anak-anak autis yang diterapinya. Adapun beberapa bentuk perilaku negatif yaitu meninju, memukul dan mancakar terapis. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk memahami signifikasi sabar bagi masing-masing para terapis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-fenomenologis. Fenomenologi menekankan pengalaman subjektifitas atau pandangan berfikir yang menekankan pada pengalaman- pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia subyek. Peneliti menggunakan empat subyek yaitu terapis yang bekerja diYayasan Budi Mulya Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dandokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memaknai sabar: (1) menerima semua kondisi, muncul perilau sabar berawal dari rasa sayang dan ketulusan serta tetap tenang dalam menghadapi perilaku anak autis. (2) menerima dengan ikhlas apapun ujian yang Allah berikan dan selalu berprasangka baik (husnudzon) terhadap semua masalah. (3) dapat menahan diri dan emosi atas perilaku negatif dari anak-anak autis, misalnya saat mereka refleks memukul ataupun melakukan hal negatif lainnya yang dapat menyakiti fisik terapis, untuk tidak membalas perlakuan tersebut. (4) dapat mengatur emosi dengan cara berusaha menekan egonya.
Implementasi Technology Acceptance Model dalam Mengukur Penerimaan Operator PTKIS Terhadap Educational Management Information System Ayu Puji Rahayu
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i4.44

Abstract

Tulisan ini menjelaskan implementasi Technology Acceptance Model dalam Mengukur Penerimaan Operator PTKIS terhadap Educational Management Information System. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah studi literatur, observasi, dan wawancara dengan menerapkan model yang akan digunakan dengan objek penelitian adalah PTKIS di wilayah KOPERTAIS II Jawa Barat Banten. Pengolahan data ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu : (1) persiapan data mentah, (2) pembuatan model persamaan, (3) validasi model pengukuran, dan (4) pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian terhadap penelitian yang dilakukan di PTKIS Jawa Barat dan Banten tentang tingkat penerimaan operator PTKIS terhadap aplikasi EMIS menggunakan pendekatan model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model) dengan AMOS versi 22.0, kesimpulan yang dapat diambil adalah: Terdapat delapan (8) konstruk/variabel pada penelitian ini yang dianggap dapat menganalisis tingkat penerimaan operator PTKIS terhadap EMIS di Jawa Barat dan Banten. Konstruk/variabel tersebut adalah Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Behavioral Intention to Use, Attitude Toward Using, Perceived Usage, Experience, Complexity, dan self Efficacy dengan 12 hipotesis yang dibuat untuk menganalisa tingkat penerimaan operator PTKIS di Jawa Barat dan Banten
Gegera Budaya dalam Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) (Komunikasi Lintas Budaya Warga Graha Rancamanyar dalam Menghadapi Pandemi COVID-19) Suhaeri Suhaeri
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i4.43

Abstract

Perubahan kebiasaan merupakan bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan terutama kebiasaan yang memang belum pernah sama sekali dihadapi. Fenomena tersebut dikenal dengan fenomena gegar budaya (culture shock), umumnya feneomena ini dijumpai pada seseorang yang baru merasakan kebiasaan atau budaya baru terutama bagi yang tinggal di luar daerahnya seperti di luar negeri/negara asing. Akan tetapi, fenomena ini juga dapat kita jumpai di lingkungan sekitar kita terutama pada masa pandemi COVID-19 ini. Adanya pandemi COVID-19 menjadikan segala kehidupan dunia berubah drastis. Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) diberlakukan sehingga segala sesuatunya harus mengikuti peraturan atau kebiasaan yang diluar kebisaan sebelumnya. Bahkan di beberapa daerah pemerintah setempat menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Hal ini tentunya menimbulkan dampak yang sangat signifikan, terutama pada kebiasaan masyaraka. Penulis melakukan penelitian ini pada warga Graha Rancamanyar Baleendah Kabupaten Bandung hal ini merujuk kepada data yang diperoleh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahwa pelanggaran terbanyak dalam masa pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru adalah Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Metode ini memungkinkan peneliti mengkaji interaksi sosial subjek melalui wawancara mendalam. Melalui kajian komunikasi lintas budaya ini akan memberikan pemahaman dan gambaran kepada masyarakat dalam menghadapi permasalahan gegar budaya (culture shock).
Studi Kualitas Pelayanan Rawat Jalan Pasien Peserta Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Rumah Sakit XX (Kasus Pada Poli Penyakit Dalam) Jaelani Jaelani
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i4.42

Abstract

Studi ini bertujuan melakukan analisis kualitas pelayanan rawat jalan peserta kartu BPJS Kesehatan pada RS xx, dengan kasus poli penyakit dalam. Pelayanan terhadap pasien rawat jalan peserta kartu BPJS Kesehatan masih banyak dikeluhkan pasien yang merasa belum puas atas pelayanannya. Kualitas Pelayanan digunakan 5 dimensi kualitas pelayanan menurut Zeithaml dkk, yakni : Tangibles (Berwujud), Reliability (Kehandalan), Responsiveness (Ketanggapan), Assurance (Jaminan), dan Empathy (Empati). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif untuk memberikan gambaran suatu obyek berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian ditentukan dengan purposive sampling, pemilihan informan yang dianggap paling memahami pelaksanaan pelayanan pada RS xx, informan terdiri dari pasien peserta BPJS Kesehatan dan keluarganya. Temuan bahwa pasien mengeluhkan pelayanan tidak cepat karena setiap pasien rawat jalan mendaftar terlebih dahulu pada loket admin pendaftaran dengan nomor urut seluruh pasien rumah sakit, kemudian pasien dipanggil oleh poli dengan nomor urut yang tidak sesuai pada pendaftaran sebelumnya. Temuan menarik lainnya bahwa sebagian pasien karena alasan tertentu harus beli obat di luar apotik rumah sakit tanpa adanya jaminan penggantian biaya obat dari rumah sakit.
Kecemasan Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa Tahun Kedua di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci Sukarta Kartawijaya; Al Padli
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i4.41

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan data dan menjelaskan kondisi dan phenomena sesuai dengan apa yang terjadi . Dalam penelitian ini, penelitian menganalisa kecemasan mahasiswa pada mahasiswa tahun kedua di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa tahun kedua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci (STIE SAK) Jurusan Manajemen. Karena ada beberapa kelas mahasiswa tahun kedua di Jurusan Manajemen STIE SAK jadi sampel penelitian diambil dengan teknik cluster sampling dan tiga kelas akan menjadi sampel penelitian ini. Data penelitian ini adalah kemampuan mahasiswa dalam memahami teks deskriptif. Ini difokuskan pada struktur generik dan informasi spesifik. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa lebih dominan memiliki tanggapan positif memiliki masalah dalam berbicara bahasa Inggris 47,88% mahasiswa memilih opsi sangat setuju, 40,32% memilih setuju, 2,84% mahasiswa memilih opsi tidak tahu, 4,87% mamasiswa memilih opsi tidak setuju dan 4,06 mahasiswa memilih opsi sangat tidak setuju. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa STIE SAK memiliki masalah dalam berbicara bahasa Inggris.
Atensi Jiwa Berwirausaha pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) LPPM Padalarang Bandung Barat Maryati Maryati; Baiq Hija Farida
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i4.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui atensi jiwa wirausaha mahasiswa STEI LPPM Padalarang Bandung Barat, (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi atensijiwa berwirausaha mahasiswa STEI LPPM Padalarang Bandung Barat dan (3) mengetahui strategi yang bisa diterapkan dalam menumbuhkan atensi jiwa berwirausaha mahasiswa STEI LPPM Padalarang Bandung Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 2% mahasiswa STEI LPPM Padalarang Bandung Barat telah melakukan kegiatan wirausaha di samping menjalankan tugas utamanya sebagai mahasiswa. Hasil uji secara bersama-sama menunjukkan bahwa variabel mata kuliah kewirausahaan, Workshop/Pelatihan, Pendekatan Agama, Pusat Pengembangan Kewirausahaan, Koperasi Mahasiswa, Kerjasama dengan Lembaga Keuangan, Kerjasama dengan Lembaga Usaha, Bantuan Modal, Peningkatan Dosen, dan kerja sampingan berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa.
Analisis Pesan Dakwah Melalui Channel Youtube Ustadz Ucu Najmudin Syarah Siti Maesyaroh; Andri Hendrawan
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i4.50

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mengalami kemajauan sangat pesat. Kemajuan tersebut telah mengantarkan umat manusia semakin mudah untuk berhubungan satu dengan lainnya. Salah satu yang saat ini sedang merebak kepada publik adalah hadirnya sebuah media baru, yakni Youtube. Media Youtube ini menjadi salah satu topic hangat dikalangan banyak umat, termasuk umat Islam. umat islam bisa memanfaatkan media Youtube ini sebagai media untuk menyebarkan kebaikan, agar islam dan elemennya mampu terpublikasi secara masal melalui media informasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Ustadz Ucu Najmudin sebagai tokoh agama memanfaatkan serta menyebarkan materi dan pesan dakwah kepada para mad’u melalui media Youtube, dan bagaimana strategi beliau menyampaikan pesan dakwah tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis konten. Pengumpulan data menggunakan teknik analisis serta dokumentasi secara langsung melalui tayangan video yang ada di channel Youtube ustadz Ucu Najmudin. Data yang dikumpulkan dianalisis, dideskripsikan dan ditafsirkan dengan menggunakan teori-teori yang ada sebagai acuan dalam analisa data. Permasalahan yang terdapat dari penelitian ini, sulitnya mendapat profil elngkap ustadz Ucu Najmudin, kebanyakn video kualitas rendah, serta video yang diupload kebanyakan bukan dari official Youtube Channel Ustadz Ucu Najmudin. Hasil penelitian ini video pesan dakwah melalui media Youtube yang dilakukan oleh ustadz Ucu Najmudin sangat baik. Meskipun komunikasi yang terjadi hanya satu arah, pesan dakwah yang diberikan oleh ustadz Ucu Najmudin mampu dipahami oleh para mad’u, dengan penyampaian menggunakan bahasa sehari-hari serta diselingi guyonan-guyonan, membuat mad’u dengan mudah mengerti dan faham.
Inovasi Pendidikan dalam Efektivitas Penerapan Kurikulum 2013 Redmon Windu Gumanti
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i4.47

Abstract

Pendidikan merupakan masalah penting dan fundamental dalam kaitanya dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan. Apalagi setelah diterapkannya Kurikulum 2013, pendidikan dituntut untuk dapat menanamkan perannya sebagai basis dan benteng tangguh yang menjaga serta memperkokoh etika moral bangsa. Dengan metode penelitian penjelasan (explanatory research) dan pendekatan kualitatif, maka analisa data yang dipakai adalah teknik analisis inferensial (inferential analitic). Oleh sebab itu, Dalam penelitian ini diperoleh data bahwa seiring dengan kemajuan di bidang pendidikan perlu adanya inovasi, yang secara perlahan-lahan telah terjadi perubahan paradigma, metode, dan model pendidikan baru yang inovatif, seperti perubahan dari teacher centered ke student centered; munculnya kesadaran bahwa informasi/pengetahuan dapat diakses lewat berbagai cara dan media oleh peserta didik; teknologi pembelajaran berbasis teknologi informasi (TI) mulai diterapkan; orientasi pendidikan bukan hanya pada pengembangan sumber daya manusia (human resources development), tetapi juga pada pengembangan kapabilitas manusia (human capability development); diperkenalkannya e-learning; dependence ke independence; individual ke team work oriented; dan large group ke small class. Hal ini selaras dengan menerapkan kurikulum 2013 (KURTILAS), yaitu konsep kurikulum yang memberikan otonomi yang lebih besar kepada sekolah sebagai lembaga penyelenggaran pendidikan, baik swasta maupun pemerintah, untuk mengakomodir tuntutan masyarakat dalam meningkatkan kualitas, efisiensi dan pemerataan pendidikan.
Optimasi Instagram Sebagai Media Penyampaian Pesan Dakwah Ahmad Zaki Abdul Aziz
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i4.52

Abstract

Di era yang serba digital ini, Instagram telah menjadi salah satu sosial media favorit dengan pengguna mencapai lebih dari 1 miliar orang. Oleh karena itu, Instagram merupakan pilihan cocok untuk perkembangan dakwah kita selaku da’i atau orang yang memiliki kompetensi khusus dibidang dakwah. Akan tetapi, tak sedikit pula yang sudah mencoba menyampaikan dakwah melalui media Instagram ini, namun penyampaiannya kurang efektif. Padahal sudah membuat konten, tetapi ternyata kontennya kurang menarik. Lebih parahnya, ditambah pula dengan minimnya pengetahuan tentang bagaimana konten yang diminati oleh audience atau mad’u itu sendiri. Sehingga engagement dari penyampaian dakwah tak kunjung meningkat atau malah hanya berjalan ditempat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian ini adalah akun Instagram Yayasan Dialog Islam Garuda Bandung (@dialog_islam) yang menggunakan Instagram dan menyiarkan pesan dakwah di Instagram. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi , wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diketahui bahwa : Instagram memberikan banyak sekali manfaat sebagai media dakwah jika kita mampu mengoptimalkan fitur didalamnya, dengan cara 1) Pahami cara kerja Algoritma Instagram 2) Tentukan Niche (pasar spesifik) target audience kita 3) Buatlah konten yang menarik dan memberikan nilai nyata bagi audience 4) Tingkatkan hubungan keterkaitan atau engagement dengan audience 5) Manfaatkan fitur Instastory, Highligt, Instagram Live, Video dan IGTV 6) Berkolaborasi dengan Influencer atau sesama konten kreator. Kesimpulannya, Instagram dapat dikatakan efektif sebagai media dakwah, jika digunakan dengan optimal, baik secara fitur dan pesan yang sesuai syariat Islam. Seperti pada akun @dialog_islam yang mulai memperluas dakwahnya pada kalangan milenial dengan membuat konten seputar hadits atau ayat yang menyinggung permasalahan kehidupan yang seringkali dialami oleh kaum milenial dan mengemasnya secara menarik, seperti kata-kata bijak/quotes. Secara keseluruhan dakwah di Instagram yang merupakan dakwah milenial mampu menciptakan dakwah yang inovatif yang mampu menarik perhatian followers untuk membagikan ke media sosial yang mereka miliki.

Page 1 of 1 | Total Record : 9