cover
Contact Name
Syarah Siti Maesyaroh
Contact Email
ssyarah077@gmail.com
Phone
+6289618357674
Journal Mail Official
syntaxbandung@gmail.com
Editorial Address
Perum Derwati Mas Jl. Derwati Mas 1, No. 20, Kec. Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Kode Pos 40292
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Syntax Imperatif. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan adalah jurnal yang diterbitkan dua bulan sekali oleh CV. Syntax Corporation Indonesia. Jurnal Syntax Imperatif akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cangkupan ilmu sosial dan pendidikan. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian, kajian atau telaah ilmiah atas issue penting dan terkini atau resensi buku ilmiah.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan" : 5 Documents clear
Tradisi Pembacaan Al-Qur’an Surat Al-Waqi’ah di Yayasan Nurul Al-Aziz Pakuhaji Bandung Barat Paujan Paujan
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i5.153

Abstract

Tradisi secara umum diartikan sebagai pengetahuan, doktrin, kebiasaan, praktek, dan lain-lain yang diwariskan turun temurun termasuk cara penyampaian pengetahuan, doktrin, praktek tersebut. Penelitian ini tidak mengkaji ayat al-Qur’an sebagai teks yang harus dipahami dengan menggunakan beberapa disiplin keilmuan, akan tetapi penelitian ini mengkaji tradisi pembacaan yang dilakukan di Yayasan Nurul Huda al-Aziz. Tujuan penelitian dari penelitian ini untuk mendeskripsikan rumusan masalah diantaranya yaitu: (1) Apa latar belakang tradisi pembcaan al-Qur’an surat al-Waqi’ah, (2) Bagaimana praktik tradisi pembacaan surat al-Waqi’ah, (3) Apa motivasi santri setelah membaca al-Qur’an surat al-Waqi’ah di Yayasan Nurul Huda al-Aziz. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode teknik pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. penulis menghasilkan temuan, (1) Pembacaan surat al-Waqi’ah di Yayasan Nurul Huda al-Aziz merupakan salah satu bentuk tradisi yang dilakukan di pondok pesantren Miftahul Huda Mangojaya Tasikmalaya (2) Ada empat macam pola tingkatan dalam membaca al-Qur’an yaitu Tahqiq (lambat), Tartil (pelan/tenang), Tadwir (sedang), dan Hard (cepat). (3) Motivasi tradisi membaca surat al-Waqi’ah selain bertujuan untuk beribadah, juga untuk membuat pembacanya selalu ingat kehidupan akhirat nanti, dan membuat santri agar selalu termotivasi untuk membaca al-Qur’an.
Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial: Pada Masa Pandemi COVID-19 Melalui Lembar Mutaba’ah di MI Asih Putera Cimahi Erlita Octiana Nur’alimah; Hoiruddin Fathurohman; Arief Hidayat
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i5.154

Abstract

Dampak virus COVID-19 sangat besar bagi masyarakat Indonesia. Adanya virus ini berdampak pada berbagai sektor yaitu sektor pariwisata, sosial, ekonomi, dan juga pendidikan. Kegiatan belajar nmengajarpun terjadi dengan sistem dalam jaringan(daring). Dengan menggunakan beberapa platform seperti WhatsApp, Googlemeet, Zoom, Classroom dan masih banyak media lain yang dapat menjadi tempat belajar jarak jauh. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana penilaian sikap spiritual dan sosial pada masa COVID-19, hal ini berlandaskan masalah bahwa penilaian sikap dilakukuan melalui pengamatan peserta didik di dalam maupun di luar kelas, dengan adanya pandemi COVID-19 guru sulit melakukan penilian sikap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektivan sikap spiritual dan social melalui lembar mu’tabah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif analitis dengan sumber guru kelas 3 & 4 dan siswa dengan sample 4 orang. Hasil dari penelitian ini, guru melakukan penilaian sikap pada pembelajaran jarak jauh ini dengan mennggunakan lembar mutaba’ah, dengan adanya lembar mutaba’ah ini guru mampu mengevaluasi kegiatan yang dilakukan siswa di rumah.
Pesan dalam Film Dilan Terhadap Pergaulan Remaja Menurut Pandangan Islam: Analisi Roland Barthes Seli Oktapiani
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i5.150

Abstract

Film merupakan tontonan hiburan yang selalu digemari dan diminati oleh masyarakat terutama dikalangan anak muda, selain itu film mudah dijangkau oleh masyarakat luas dan film bisa menjadi nilai komersil tinggi. Salah satunya seperti film Dilan 1990 pada tahun 2018 yang booming dan laku di pasaran dan telah ditonton 6,3 juta orang. Generasi muda adalah penerus bangsa, yang diharapkan di masa depan bisa membuat Negara bangga atas prestasinya. Sejatinya, generasi muda sebagai bagian dari manusia yang fitrahnya diciptakan Allah paling sempurna jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan dalam film Dilan yakni pergaulan remaja menurut pandangan islam. Penelitian ini untuk memberikan tambahan pengetahuan kepada masyarakat tentang pergaulan remaja dan agar terhindar dari perilaku yang buruk. Penelitian ini menggunakan metode analisis. Dalam karya sastra ini isi yang dimaksud adalah pesan-pesan yang disampaikan pengarang melalui karya sastranya. Film ini menceritakan tentang tokoh Dilan yang nakal di sekolahnya dan sering mendapat masalah namun dibalik itu semua ia adalah sosok yang taat beribadah, menghormati orang tuanya dan ia paling sayang dengan ibu dan adiknya. Kisah ini menceritakan tentang pergaulan dan masa percintaan anak SMA. Dari hasil penelitian ini menemukan beberapa pesan dalam pergaulan remaja seperti tawuran, berpacaran, tidak menghormati guru, tidak saling menghargai antara siswa dan guru, berbuat kasar dengan teman yang tidak patut untuk di contoh.
Integrasi Kearifan Lokal Masyarakat Pantura Dalam Pendidikan Agama Multikultur Hikmat Hikmat
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i5.152

Abstract

mendapatkan gambaran tentang nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Pantura Kabupaten Karawang. Kedua, untuk menguji efektivitas nilai-nilai kearifan lokal dalam Pendidikan agama multikultur bagi peserta didik Sekolah Dasar (SD) di kawasan Pantura kabupaten Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah “Research and Development (R&D)” atau penelitian dan pengembangan dari Borg & Gall yang disederhanakan melalui studi pendahuluan, meliputi; studi kepustakaan, survey lapangan dan vaslidasi model yang dikembangkan. Hasil penelitian menjunjukan: Pertama, Intergrasi nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Pantura Karawang tercermin dalam sikap “silih asah, silih asih, silih asuh, caguer, baguer, bener, pinter, singer, someah kalayan surti (alias ngarti tur bakti”, merupakan sikap mendasar yang masih dijaga dan diperlihara sampai sekarang dalam suasa masyarakat yang sangat mengedepankan sikap-sikap yang toleran, kekerjasama dan saling menghormati menjadi teologi budaya masyarakat Pantura kabuoaten Karawang. Kedua, Pengembangan model pembelajaran pendidikan agama Islam multikultur yang terintegrasi dengan nilai-nilai kerifan lokal masyarakat Pantura bagi peserta didik SD terbukti efektif melahirkan suasana pembelajaran di sekolah semakin bergairah disertai sikap yang penuh toleran, kerjasama dan saling menghormati sehingga suasana sekolah menjadi miniatur keberagaman masyarakat Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika
Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Arief Hidayat; Syarah Siti Maesyaroh
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1 No 5 (2020): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v1i5.159

Abstract

Gadget adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Gadget biasanya digunakan oleh orang dewasa untuk komunikasi dan memperoleh informasi, tetapi saat ini banyak digunakan oleh anak usia dini. Anak usia dini adalah anak yang berusia 0-6 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan gadget (aplikasi, durasi dan intensitas), dampak penggunaan gadget (baik positif maupun negatif) dan cara mengatasi dampak negatif penggunaan gadget pada anak usia dini di SPS Harapan Bangsa. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di SPS Harapan Bangsa. Dalam penelitian ini sampel dipilih secara purposif dengan menggunakan teknik snowball sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara. Bentuk penggunaan gadget pada anak usia dini di SPS Harapan Bangsa hanya sebatas menggunakan aplikasi-aplikasi tertentu diantaranya yaitu game, youtube dan membuka galeri (foto dan video) serta musik. Dalam penggunaannya pun sebagian besar siswa SPS Harapan Bangsa termasuk dalam kategori rendah yaitu dengan durasi 0-15 menit dengan intensitas 1-2 kali dalam seharinya. Orangtua sebagai kunci utama seharusnya dapat menjadi contoh atau teladan yang baik saat menggunakan gadget dan hendaknya orangtua mempertimbangkan kembali dampak yang akan ditimbulkan saat ingin memberikan gadget atau membelikan gadget khusus untuk anak karena anak pada usia 0-6 tahun merupakan masa keemasan (Golden Age), dimana anak pada usia tersebut lebih baik di arahkan ke dalam kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang tumbuh kembang anak tanpa menggunakan gadget.

Page 1 of 1 | Total Record : 5