cover
Contact Name
Junaidin
Contact Email
junaidinfarm03@gmail.com
Phone
+6282119895060
Journal Mail Official
lppmstfm01@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Jl. KH Syekh Nawawi km.4 No.13 Tigaraksa – Kabupaten Tangerang Telp./Fax. (021) 2986 7307
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Farmagazine
ISSN : 23024933     EISSN : 26218216     DOI : 10.47653
Core Subject : Health, Science,
Jurnal (Farmagazine) adalah jurnal ilmiah tentang hasil-hasil penelitian ilmu-ilmu farmasi yang meliputi: farmasi maritim, farmasi bahan alam, formulasi, kimia farmasi, rumah sakit dan komunitas, farmakologi, dan bioteknologi farmasi.
Articles 138 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN FARINGITIS ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN RSU KABUPATEN TANGERANG TAHUN Nuraini M.Farm, Apt; Ayup Milladi; Ary Dwi Lestari
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i1.35

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA ) termasuk kedalam 10 penyakit Terbanyak Rawat Jalan dan menempati urutan pertama pada tahun 1999, serta menjadi penyebab kematian umum terbanyak kedua pada tahun pada tahun 2000. Faringitis akut merupakan salah satu penyakit ISPA tersering pada anak-anak. Insiden puncak faringitis adalah pada usia sekolah antara umur 4-7 tahun. Penyebab utamanya adalah virus dan bakteri. Bakteri Streptokokus Grup A adalah penyebab umum pada Faringitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan antibiotik pada pasien faringitis anak dan gambaran kesesuaian penggunaan antibiotik yang meliputi ketepatan dosis, ketepatan indikasi, ketepatan pemilihan obat, ketepatan cara pemberian dan ketepatan lama penggunaan antibiotik. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap data sekunder yang berupa data rekam medis. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif analitik dengan metoda total sampling. Dari 112 pasien diperoleh 95 pasien yang masuk kategori inklusi penelitian dan sisanya sebanyak 7 pasien masuk kategori ekslusi penelitian. Pada penelitian ini diperoleh kesesuaian penggunaan antibiotik yang cukup tinggi yaitu sebanyak 63,2% yang meliputi ketepatan dosis sebanyak 87,4%, ketepatan indikasi sebanyak 100%, ketepatan pemilihan obat sebanyak 100%, ketepatan cara pemberian obat sebanyak 100% dan ketepatan lama pemberian sebanyak 83,1%. Penggunaan antibiotik terbanyak pada penelitian kali ini adalah Cefiksim dengan proporsi sebanyak 37.90%. Kata Kunci : ISPA, faringitis, antibiotik
PREDIKSI TOKSISITAS SENYAWA ANTIOKSIDAN ALAMI DAN ANALISIS INTERAKSINYA TERHADAP RESEPTOR VEGF-1 MENGGUNAKAN METODE MOLECULAR DOCKING Dina Pratiwi S.Si, M.Si; Muhammad Insanu; Sophi Damayanti
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i1.40

Abstract

Antioksidan merupakan zat yang mampu melindungi pangan dari proses oksidasi. Penggunaan antioksidan sintetik telah menjadi perdebatan dikarenakan efek negatif yang ditimbulkannya. Antioksidan alami dari tumbuhan dapat menjadi senyawa potensial sebagai bahan tambahan pangan alternatif. Namun belum banyak penelitian mengenai efek toksik antioksidan alami. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh prediksi toksisitas 300 senyawa antioksidan alami tumbuhan menggunakan metode in silico dan analisis interaksinya dengan reseptor VEGF-1 melalui metode molecular docking. Prediksi toksisitas senyawa dilakukan menggunakan perangkat lunak T.E.S.T, Toxtree, ADMET predictor, dan QSAR Toolbox. Analisis senyawa uji dengan reseptor VEGF-1 melalui molecular docking dilakukan menggunakan perangkat lunak Autodock 4.2.6. Hasil analisis molecular docking terlihat bahwa terdapat interaksi antara senyawa uji dengan reseptor melalui adanya kemiripan residu asam amino yang berdekatan seperti pada senyawa pembanding dan adanya ikatan hidrogen. Interaksi dengan reseptor VEGF-1 pada uji karsinogenitas menunjukkan asam rosmarinat dan kapsaisin memiliki energi bebas ikatan terendah dengan nilai -8,54 dan -8,11 kcal/mol. Kata kunci: antioksidan alami, molecular docking, VEGFR-1
PENINGKATAN PENETRASI AMINOFILIN DARI SEDIAAN GEL ANTISELULIT DENGAN ENHANCER PROPILEN GLIKOL MELALUI MEMBRAN KULIT TIKUS JANTAN Meta Safitri; Tedjo Yuwono
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i1.43

Abstract

Banyak sediaan antiselulit yang beredar di pasaran menggunakan zat aktif aminofilin dalam berbagai bentuk sediaan topikal. Penetrasi aminofilin ke dalam kulit perlu ditingkatkan untuk meningkatkan penetrasi aminofilin dengan penambahan enhancer. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi propilen glikol sebagai enhancer terhadap transpor aminofilin menembus membran kulit tikus. Sediaan dibuat dalam empat formula, yaitu formula gel tanpa propilen glikol (kontrol), formula gel aminofilin dengan propilen glikol; 7%; 10%; 12% b/b. Semua formula dievaluasi sifat fisiknya, meliputi organoleptis, pH, daya sebar, dan daya lekat. Uji transpor dilakukan dengan menggunakan alat uji difusi tegak dengan medium reseptor (larutan Phospat Bufer Salin 0,1 M pH 7,4), medium donor (sediaan gel aminofilin), Suhu 35°C dan kecepatan pengadukan ± 300 rpm. Kadar aminofilin dalam kompartemen donor yang tertranspor ke kompartemen reseptor pada jam ke- 0; 0,5; 1; 1,5; 2; 2,5; 3; 4; 5; 6; 7; dan 8 jam ditentukan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Data transpor dianalisis untuk ditentukan fluks dan efisiensinya. Dapat disimpulkan bahwa penambahan propilen glikol dapat mempengaruhi daya sebar dan daya lekat, akan tetapi tidak mempengaruhi pH sediaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan enhancer propilen glikol memberikan pengaruh yang signifikan (p
ANALISA TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN UNIT RAWAT JALAN DI IFRS SERANG Sofi Nurmay Stiani
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i1.44

Abstract

Mutu pelayanan kefarmasian sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, bahkan menjadi salah satu faktor penentu citra institusi pelayanan kesehatan di mata masyarakat. Sebagai indikatornya adalah lima dimensi penilaian atas tingkat kepuasan (Parasuraman, et al, 1991): Responsiveness (ketanggapan), reliability (kehandalan), assurance (jaminan), emphaty (empati) dan tangibles (bukti fisik). Kepuasan pasien dapat mempengaruhi minat untuk kembali ke rumah sakit yang sama. Hal ini akan menjadi promosi gratis dari mulut kemulut bagi calon pasien lainnya yang diharapkan sangat positif bagi usaha apotek di rumah sakit (Supranto J. 2001). Tujuan Penelitian untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap Pelayanan Kefarmasian Unit Rawat Jalan di IFRS RSUD Serang. Penelitian ini menggunakan metode survey, yaitu merupakan suatu metode pengumpulan data primer yang memerlukan adanya komunikasi antara peneliti dan responden. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil menunjukan bahwa tingkat kepuasan pasien di Unit Rawat Jalan Instalasi Farmasi RSUD Serang mencapai nilai rata-rata sebesar 0,77 dengan interpretasi cukup puas. Dimensi tangible (bukti fisik), dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa cukup puas dengan nilai sebesar 0,74. Dimensi reliability (kehandalan), dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa cukup puas dengan nilai sebesar 0,67. Dimensi Assurance (Jaminan), dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa sangat puas dengan nilai sebesar 0,81. Dimensi Responsiveness (Daya Tanggap), dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa cukup puas dengan nilai sebesar 0,78. Dimensi empathy (Empati) dalam dimensi ini secara keseluruhan pasien merasa sangat puas dengan nilai sebesar 0,85. Kata kunci : Tingkat kepuasan, Pelayanan Kefarmasian, Pasien BPJS, Rawat Jalan
Efek Penambahan Ekstrak Daun Kembang Sungsang (Gloria Superba L.) Pada Ekstrak Daun Gandarusa (Justicia Gendarussa Burm. F.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Darah Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Kalium Oksonat Abdul Aziz Setiawan; Sediarso .; Siska .
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i1.50

Abstract

Daun gandarusa dan daun kembang sungsang telah terbukti dapat menurunkan kadar asam urat darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan ekstrak daun kembang sungsang pada ekstrak daun gandarusa terhadap penurunan kadar asam urat darah tikus putih jantan yang diinduksi dengan kalium oksonat. Percobaan ini dilakukan terhadap enam kelompok tikus, 4 ekor tiap kelompok. Tikus diinduksi kalium oksonat secara intraperitoneal terhadap lima kelompok, sedangkan satu kelompok diberikan larutan Na CMC 0,5% secara oral sebagai kontrol normal. Kata kunci: Daun Gandarusa, Daun Kembang Sungsang, Asam Urat
UJI KESESUAIAN SISTEM KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI FASE TERBALIK PADA BAHAN BAKU PARASETAMOL Banu Kuncoro
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i2.46

Abstract

Parasetamol adalah obat analgetik dan antipiretik yang digunakan untuk melegakan sakit kepala, sengal-sengal atau sakit ringan dan demam. Parasetamol digunakan dalam sebagian resep obat analgetik selesma dan flu. Berbeda dengan obat analgetik yang lain seperti aspirin dan ibuprofen, parastamol tidak memiliki sifat anti radang. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium. Obyek penelitiannya adalah bahan baku parasetamol yang diperoleh dari PT. Shunti Sepuri, cikupa, tangerang, menggunakan metode Kromatografi Cair KinerjaTinggi (KCKT) Fase Terbalik. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh parameter yang digunakan dalam uji kesesuaian sitem ini diperoleh hasil yang baik sehingga dapat digunakan untuk pengujian parasetamol. Retention time parasetamol berad pada kisaran menit 4,073. Limit deteksi metode ini adalah 2,26 µg/ml sementara limit kuantitasinya adalah 7,54 µg/ml. Pada uji linieritas dihasilkan nilai koefisien korelasi r = 0,9936. Nilai recovery berada pada rentang 97,59 % - 103,45 % dengan rata-rata % recovery 100,96 %. Kata Kunci :Uji Kesesuaian Sistem, KCKT, Parasetamol.
PENGGUNAAN DAUN SAGA (ABRUS PRECATORIUS) SEBAGAI OBAT ALTERNATIF UNTUK MEMBANTU MENGOBATI SARIAWAN DI KAMPUNG CISIMEUT KECAMATAN LEUWIDAMAR RT 002 RW 002 Yusransyah .; Rizki Robul Izati; Abdul Aziz Setiawan
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i2.48

Abstract

Sariawan memang bukan penyakit yang serius, tapi kondisi ini sangatlah mengganggu karena menyulitkan untuk makan dan berbicara. Penyebab sariawan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kekurangan vitamin C, kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu dan kawat gigi yang tidak pas, gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi), alergi, infeksi bakteri dan jamur, kelainan pencernaan, faktor psikologi, luka gigitan pada bibir dan lidah pada saat makan, kondisi tubuh yang tidak fit, mengkonsumsi makanan atau minuman panas dan kekurangan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah masyarakat di Kampung Cisimeut Kecamatan Leuwidamar RT/ 002 RW/002 menggunakan daun saga dalam pengobatan dan cara penggunaan daun saga untuk mengobati sariawan. Jenis penelitian yaitu merupakan deskritif observasional. Populasi pada penelitian ini adalah kepala keluarga yang tinggal di Kampung Cisimeut RT 002 RW 002 Kecamatan Leuwidamar. Sampel penelitian adalah 40 responden kepala keluarga di Kampung Cisimeut RT 002 RW 002 Kecamatan Leuwidamar. Metode yang digunakan yaitu metode kuesioner. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu 90 % responden menggunakan saga sebagai obat sariawan, 57,5 % responden yang cara penggunaannya daun saga yang baru dipetik dijemur beberapa menit agar agak layu, sedangkan 32,5% responden menggunakannya dengan cara langsung dikunyah-kunyah sampai halus. Kata Kunci : Sariawan, Daun saga, Obat Alternatif, Pengobatan Sariawan.
PENETAPAN HARGA POKOK SEBAGAI DASAR PENENTUAN TARIF RAWAT INAP BERDASARKAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DI RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Sofi Nurmay Stiani; Achmad Fudholi; Satibi .
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i2.51

Abstract

Penetapan biaya rawat inap di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul masih menggunakan sistem akuntansi tradisional dengan menggunakan satu jenis cost driver saja yaitu jumlah hari rawat inap. Tarif yang diperoleh dengan cara menghitung semua biaya yang ditimbulkan dibagi dengan jumlah hari rawat inap. Akan tetapi selain itu RSU PKU Muhammadiyah Bantul juga mempertimbangkan faktor harga pasar, sehingga biaya overhead dibebankan pada produknya saja dan penyebab timbulnya biaya hanya didasarkan pada aktivitas berlevel unit saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harga pokok dan tarif rawat inap dengan menggunakan ABC system pada Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul dan mengetahui perbedaan antara akuntansi tradisional yang digunakan oleh Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul dengan metode ABC system dalam menetapkan cost kamar rawat inap. Hasil dari penelitian ini adalah Harga pokok rawat inap tiap tipe kelas di RSU PKU Muhammadiyah Bantul bila dihitung menggunakan ABC system untuk kelas VIP sebesar Rp 203.561,93; kelas I sebesar Rp 73.244,73; kelas II sebesar Rp 72.630,28; dan kelas III sebesar Rp 65.061,49. Tarif jasa rawat inap Rumah Sakit apabila dihitung dengan menggunakan ABC system dengan memperhitungkan laba yang diharapkan adalah sebesar Rp 246.309,93 untuk kelas VIP; sebesar Rp 87.893,68 untuk kelas I; sebesar Rp 80.619,61 untuk kelas II; dan sebesar Rp 67.013,33 untuk kelas III. Dari hasil perhitungan tarif rawat inap dengan metode ABC, apabila dibandingkan dengan metode tradisional, maka metode ABC memberikan hasil yang lebih besar kecuali pada kelas I yang memberikan hasil lebih kecil dengan selisih untuk kelas VIP sebesar Rp 36.309,93; kelas I sebesar Rp 27.106,32; kelas II sebesar Rp 25.619,61 dan kelas III sebesar Rp 32.013,33. Kata kunci : Harga Pokok, Activity Based Costing System, RSU PKU Muhammadiyah Bantul
PENENTUAN KUALITAS AIR MINUM TERHADAP PARAMETER pH, TDS, COD, BESI, KESADAHAN TOTAL, KANDUNGAN BAKTERI E. COLI DAN COLIFORM PADA BEBERAPA RUMAH MAKAN DI SEKITAR AIR TAWAR KOTA PADANG Diana Sylvia; Yulizar Yusuf; Bustanul Arifin
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i2.53

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai kualitas air minum di beberapa rumah makan sekitar Air Tawar Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air minum yang disediakan rumah makan tersebut terhadap parameter pH, TDS, COD, besi, kesadahan total, kandungan bakteri E.Coli dan Coliform. Pengambilan sampel dilakukan secara periode setiap minggu analisis selama empat minggu. Pengukuran pH dilakukan dengan menggunakan pHmeter dengan nilai pH yang didapatkan berkisar antara 6,58-8,33. Total padatan terlarut (TDS) dianalisis dengan metode gravimetri, nilai yang diperoleh berkisar 70-680 mg/L. Untuk kebutuhan oksigen kimia (COD) dilakukan dengan metode titrasi permanganometri diperoleh nilai berkisar antara 0,2-0,9 mg/L. Kandungan logam besi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri visible dengan panjang gelombang 520 nm, nilai Fe yang didapat berkisar 0,0996-0,1980 mg/L. Tingkat kesadahan total dianalisis dengan metode titrasi kompleksometri nilai yang dihasilkan berkisar 39,8358-302,1114 mg/L. Sementara untuk parameter bakteriologis yaitu bakteri E.Coli dan Coliform dilakukan dengan metode Most Probable Number (MPN) atau angka paling mungkin. Nilai MPN pada E.Coli diperoleh antara 21-240 per 100 mL sampel, sedangkan untuk bakteri Coliform diperoleh nilai berkisar antara 27-240 per 100 mL sampel. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kualitas air minum dikategorikan kurang bagus. Berdasarkan hasill pengujian secara total terhadap parameter di atas, dapat diketahui bahwa kualitas air minum di beberapa rumah makan tersebut belum memenuhi kualitas standar yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002. Kata Kunci : air minum rumah makan, pH, TDS, COD, besi, kesadahan total
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS ( DRPs) PADA HIPERTENSI TANPA KOMPLIKASI TERHADAP PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG PERIODE JANUARI 2012 – JUNI 2012 Nur’aini ,; indira wietdaty; Ary Dwi Lestari3
Jurnal Farmagazine Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v1i2.54

Abstract

Analisis Drug Related Problems ( DRPs ) pada kasus hipertensi tanpa komplikasi terhadap pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Januari - Juni 2012. Latar belakang dilakukan analisis pada DRPs pada kasus hipertensi tanpa komplikasi adalah karena hipertensi dewasa ini mempunyai kecendrungan menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan, hal ini seiring dengan makin tingginya umur harapan hidup dan makin meningkatnya kesejahteraan masyarakat. DRPs adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan dalam suatu pengobatan. DRPs termasuk hal yang kadang ditemui dalam dunia kesehatan yang sebenarnya hal itu dapat dihindari dengan berbagai cara. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa banyak kejadian DRPs yang terjadi, khususnya pada pasien hipertensi tanpa komplikasi di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Hipertensi itu adalah keadaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik yang dilakukan secara restrospektif . Berdasarkan analisis yang dilakukan pada bulan Januari - Juni 2012 didapat jumlah pasien sebanyak 122 orang, setelah dianalisis maka didapat jumlah pasien yang tereklusi sebanyak 49 orang dan pasien yang masuk kategori inklusi sebanyak 73 orang. Berdasarkan analisis yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan , bahwa wanita lebih banyak menderita hipertensi dgn jumlah 46 orang ( 64.81% ). Pasien yang terindikasi DRPs sebanyak 21 kasus ( 28,77% ). Dari hasil analisis ini ditemukan beberapa kasus DRPs. Kata Kunci : Drugs Related Problems ( DRPs ), Hipertensi, Pasien Rawat Jalan

Page 1 of 14 | Total Record : 138