cover
Contact Name
I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Contact Email
arthasuta@gmail.com
Phone
+628999082913
Journal Mail Official
jurnalpend.sosiologi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No 11 Kampus Tengah Undiksha Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
ISSN : 26141957     EISSN : 26141965     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jpsu.v2i2
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sosiologi . Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian mahasiswa dan hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang sosiologi yang secara khusus difokuskan ke tema-tema terkait sosial budaya, pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun
Articles 150 Documents
PROGRAM KELUARGA BALI LESTARI DI DESA BALUK, NEGARA, JEMBRANA, BALI (Studi Tentang Latar Belakang, Strategi Pelembagaannya, dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA) Widiastuti, Ni Putu Ayu; Atmadja, Nengah Bawa; Margi, I Ketut
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Program Keluarga Bali Lestari di Desa Baluk,Negara, Jembrana, Bali dengan menggunakan metode dekskriptif kualitatif dan teknikpurposive sampling yang selanjutnya dikembangkan lagi dengan teknik “snow ball”.Ada tiga permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu latar belakangmunculnya gagasan Keluarga Bali Lestari, Strategi Pelembagaannya, danPotensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA. Hasil penelitian menunjukkan(1) Keluarga Bali Lestari merupakan konsep keluarga bahagia versi Hindu yangberpedoman ada kitab suci Weda. Kemunculan gagasan Keluarga Bali Lestaridisebabkan oleh beberapa faktor yaitu pemertahanan identitas etnis Bali, memuatalasan keagamaan, ekonomi, ideologi patriarki, dan krisis demografi. (2) Dalamperkembangannya perlu wadah guna menaungi fenomena yang terjadi, maka dari ituditetapkan dalam sebuah Peraturan Desa Nomor 08 Tahun 2015 tentang PatungKeluarga Bali Lestari. Dalam hal transfer pengetahuan kemasyarakat dilakukandengan berbagai sosialisasi. (3) Keluarga Bali Lestari dijadikan sebagai sumberbejalar sosiologi pada materi kearifan lokal di kelas XII. Manfaat dari adanya gagasanKeluarga Bali Lestari jika dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi adalahmemungkinkan peserta didik untuk belajar secara konkrit terkait materi kearifan lokal.Kata kunci: Keluarga Bali Lestari, Peraturan Desa, dan Sumber Belajar
PROGRAM KELUARGA BALI LESTARI DI DESA BALUK, NEGARA, JEMBRANA, BALI (Studi Tentang Latar Belakang, Strategi Pelembagaannya, dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA) Ni Putu Ayu Widiastuti; Nengah Bawa Atmadja; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Program Keluarga Bali Lestari di Desa Baluk,Negara, Jembrana, Bali dengan menggunakan metode dekskriptif kualitatif dan teknikpurposive sampling yang selanjutnya dikembangkan lagi dengan teknik “snow ball”.Ada tiga permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu latar belakangmunculnya gagasan Keluarga Bali Lestari, Strategi Pelembagaannya, danPotensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA. Hasil penelitian menunjukkan(1) Keluarga Bali Lestari merupakan konsep keluarga bahagia versi Hindu yangberpedoman ada kitab suci Weda. Kemunculan gagasan Keluarga Bali Lestaridisebabkan oleh beberapa faktor yaitu pemertahanan identitas etnis Bali, memuatalasan keagamaan, ekonomi, ideologi patriarki, dan krisis demografi. (2) Dalamperkembangannya perlu wadah guna menaungi fenomena yang terjadi, maka dari ituditetapkan dalam sebuah Peraturan Desa Nomor 08 Tahun 2015 tentang PatungKeluarga Bali Lestari. Dalam hal transfer pengetahuan kemasyarakat dilakukandengan berbagai sosialisasi. (3) Keluarga Bali Lestari dijadikan sebagai sumberbejalar sosiologi pada materi kearifan lokal di kelas XII. Manfaat dari adanya gagasanKeluarga Bali Lestari jika dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi adalahmemungkinkan peserta didik untuk belajar secara konkrit terkait materi kearifan lokal.Kata kunci: Keluarga Bali Lestari, Peraturan Desa, dan Sumber Belajar
UPAYA PENCEGAHAN ANAK PUTUS SEKOLAH DI SMP NEGERI 1 GEROKGAK, KECAMATAN GEROKGAK, BULELENG, BALI Ranti, Kadek; Atmadja, Nengah Bawa; Sendratari, Luh Putu
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang terjadi anak putus sekolah diSekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gerokgak, (2) Implikasi yang ditimbulkan dari adanya anak putussekolah, (3) Upaya yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gerokgak dalammelakukan pencegahan anak putus sekolah. Anak putus sekolah sendiri diartikan sebagai berhentinyaseorang anak dalam suatu jenjang pendidikan formal tertentu. Menurut Suyanto ada beberapa faktorpenyebab anak putus sekolah yaitu rendahnya minat anak untuk bersekolah, kemampuan siswa rendah,ekonomi, kurangnya perhatian orang tua dan pengaruh lingkungan bermain. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang berusaha menggambarkan danmenginterpretasikan objek sesuai dengan apa adanya. Lokasi penelitian yaitu di Sekolah MenengahPertama 1 Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Informan dalam penelitian ini meliputiKepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gerokgak, wakil kepala, guru bimbingan konseling, KepalaDesa Gerokgak, anak putus sekolah dan keluarga anak putus sekolah. Teknik pengambilan datamenggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan validasi data. Teknik analisis data meliputireduksi data, display data dan verfikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Penyebab anakputus sekolah dikarenakan faktor ekonomi, kurangnya perhatian orang tua, kemampuan siswa rendahdan hamil diluar nikah, (2) Implikasi anak putus sekolah meliputi implikasi kepada anak itusendiri,keluarga, sekolah dan masyarakat, (3) Upaya pencegahan yang dilakukan meliputi sosialisasi,pemberian beasiswa, kunjungan kerumah siswa dan kontrol ijin sekolah.Kata kunci: Anak Putus Sekolah, Implikasi, Upaya pencegahan
UPAYA PENCEGAHAN ANAK PUTUS SEKOLAH DI SMP NEGERI 1 GEROKGAK, KECAMATAN GEROKGAK, BULELENG, BALI Kadek Ranti; Nengah Bawa Atmadja; Luh Putu Sendratari
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang terjadi anak putus sekolah diSekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gerokgak, (2) Implikasi yang ditimbulkan dari adanya anak putussekolah, (3) Upaya yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gerokgak dalammelakukan pencegahan anak putus sekolah. Anak putus sekolah sendiri diartikan sebagai berhentinyaseorang anak dalam suatu jenjang pendidikan formal tertentu. Menurut Suyanto ada beberapa faktorpenyebab anak putus sekolah yaitu rendahnya minat anak untuk bersekolah, kemampuan siswa rendah,ekonomi, kurangnya perhatian orang tua dan pengaruh lingkungan bermain. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang berusaha menggambarkan danmenginterpretasikan objek sesuai dengan apa adanya. Lokasi penelitian yaitu di Sekolah MenengahPertama 1 Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Informan dalam penelitian ini meliputiKepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gerokgak, wakil kepala, guru bimbingan konseling, KepalaDesa Gerokgak, anak putus sekolah dan keluarga anak putus sekolah. Teknik pengambilan datamenggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan validasi data. Teknik analisis data meliputireduksi data, display data dan verfikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Penyebab anakputus sekolah dikarenakan faktor ekonomi, kurangnya perhatian orang tua, kemampuan siswa rendahdan hamil diluar nikah, (2) Implikasi anak putus sekolah meliputi implikasi kepada anak itusendiri,keluarga, sekolah dan masyarakat, (3) Upaya pencegahan yang dilakukan meliputi sosialisasi,pemberian beasiswa, kunjungan kerumah siswa dan kontrol ijin sekolah.Kata kunci: Anak Putus Sekolah, Implikasi, Upaya pencegahan
Bias Gender dalam Pendidikan (Studi Kasus Pembelajaran Sosiologi Kelas XI dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di MAN 1 Buleleng) Juliana, Gita; Sendratari, Luh Putu; Maryati, Tuty
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk-bentuk bias gender dalam pembelajaran sosiologikelas XI, (2) faktor penyebab bias gender dalam pembelajaran sosiologi kelas XI, (3) persepsi gurusosiologi dan peserta didik mengenai bias gender dalam pembelajaran sosiologi kelas XI, dan (4) strategiyang dilakukan untuk dimanfaatkannya isu bias gender sebagai sumber belajar sosiologi kelas XI. Jenispenelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di MAN 1 Buleleng. Landasan teoriyang digunakan yaitu konsep bias gender, konsep faktor penyebab bias gender, konsep persepsi dankonsep strategi pembelajaran. Teknik penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitianmenunjukan (1) bentuk bias gender dalam pembelajaran sosiologi ditemukan adanya penempatanperempuan sebagai subordinasi yang terlihat dalam pengembangan RPP, proses belajar mengajar danbahan ajar. Adanya pelabelan atau stereotip yang terlihat dalam proses belajar mengajar dan bahan ajar;(2) faktor penyebab bias gender dalam pembelajaran sosiologi ialah faktor internal dan eksternal. Faktorinternal yaitu ketidakpahaman guru tentang bias gender. Faktor eksternal yaitu partisipasi, akses, danproses pembelajaran. (3) persepsi guru dan peserta didik terhadap bias gender dalam pembelajaransosiologi. Persepsi guru yaitu tidak paham bias gender, pembelajaran sosiologi bebas dari bias gender.Persepsi peserta didik yaitu tidak paham bias gender, perlakuan yang berbeda, belum bebas dari biasgender. (4) strategi yang dilakukan untuk dimanfaatkannya isu bias gender sebagai sumber belajarsosiologi ialah strategi pembelajaran inkuiri yang dikombinasikan dengan strategi afektif.Kata kunci: bias gender, pembelajaran sosiologi, sumber belajar sosiologi.
Bias Gender dalam Pendidikan (Studi Kasus Pembelajaran Sosiologi Kelas XI dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di MAN 1 Buleleng) Gita Juliana; Luh Putu Sendratari; Tuty Maryati
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk-bentuk bias gender dalam pembelajaran sosiologikelas XI, (2) faktor penyebab bias gender dalam pembelajaran sosiologi kelas XI, (3) persepsi gurusosiologi dan peserta didik mengenai bias gender dalam pembelajaran sosiologi kelas XI, dan (4) strategiyang dilakukan untuk dimanfaatkannya isu bias gender sebagai sumber belajar sosiologi kelas XI. Jenispenelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di MAN 1 Buleleng. Landasan teoriyang digunakan yaitu konsep bias gender, konsep faktor penyebab bias gender, konsep persepsi dankonsep strategi pembelajaran. Teknik penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitianmenunjukan (1) bentuk bias gender dalam pembelajaran sosiologi ditemukan adanya penempatanperempuan sebagai subordinasi yang terlihat dalam pengembangan RPP, proses belajar mengajar danbahan ajar. Adanya pelabelan atau stereotip yang terlihat dalam proses belajar mengajar dan bahan ajar;(2) faktor penyebab bias gender dalam pembelajaran sosiologi ialah faktor internal dan eksternal. Faktorinternal yaitu ketidakpahaman guru tentang bias gender. Faktor eksternal yaitu partisipasi, akses, danproses pembelajaran. (3) persepsi guru dan peserta didik terhadap bias gender dalam pembelajaransosiologi. Persepsi guru yaitu tidak paham bias gender, pembelajaran sosiologi bebas dari bias gender.Persepsi peserta didik yaitu tidak paham bias gender, perlakuan yang berbeda, belum bebas dari biasgender. (4) strategi yang dilakukan untuk dimanfaatkannya isu bias gender sebagai sumber belajarsosiologi ialah strategi pembelajaran inkuiri yang dikombinasikan dengan strategi afektif.Kata kunci: bias gender, pembelajaran sosiologi, sumber belajar sosiologi.
POLA PEMBELAJARAN DAN KENDALANYA PADA PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET B DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) LESTARI GEROKGAK, BULELENG, BALI Wibowo, Aris; Sendratari, Luh Putu; Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Faktor warga belajar yang putus sekolah menempuhjenjang pendidikan program kesetaraan paket B di PKBM Lestari Gerokgak, Buleleng, Bali, (2) Polapembelajaran program kesetaraan paket B di PKBM Lestari Gerokgak, Buleleng, Bali, (3) Kendala yangdihadapi pada pembelajaran kesetaraan paket B di PKBM Lestari Gerokgak, Buleleng, Bali. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di kantorPKBM Lestari Gerokgak, Buleleng, Bali. Teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi,wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Tiga faktor warga belajaryang putus sekolah menempuh jenjang pendidikan pada program kesetaraan paket B di PKBM Lestariyaitu disebabkan oleh faktor kesadaran dan keinginan peserta didikmenempuh jenjangpendidikankesetaraan paket B di PKBM Lestari, kesadaran dan keinginan orang tua untuk anaknya, danadanya sosialisasi dan peranan PKBM Lestari, (2) Dua pola pembelajaran pada program kesetaraanpaket B di PKBM Lestari menggunakan Pola Pembelajaran di dalamkelas dan pembelajaran di luarkelas. Pola Pembelajaran di dalam kelas dilakukandengan memanfaatkan guru dan media sebagaifasilitator untuk menunjang keberhasilan kegiatan pebelajaran mata pelajaran IPS,serta Polapembelajaran di luar kelasdilakukan dengan memanfaatkan guru dan media sebagai fasilitator untukmelatih keterampilan warga belajar dalam pembuatan kerupuk dari rumput laut dengan tujuan melatihketerampilan peserta didik dalam tuntutan dunia kerja, (3) Tujuh kendala yang dihadapi padapembelajaran kesetaraan paket B di PKBM Lestari seperti usia yang berbeda, aktifitas di luar kelas yangberbeda, manajemen waktu, tenaga pendidik atau tutor terbatas, motivasi belajar peserta didik rendah,hambatan dalam belajar komputer, tidak memilikitempat belajar yang otonom.Kata kunci: PKBM, Kesetaraan Paket B, Pola Pembelajaran, Kendala Pembelajaran.
POLA PEMBELAJARAN DAN KENDALANYA PADA PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET B DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) LESTARI GEROKGAK, BULELENG, BALI Aris Wibowo; Luh Putu Sendratari; I Gusti Made Arya Sutha Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Faktor warga belajar yang putus sekolah menempuhjenjang pendidikan program kesetaraan paket B di PKBM Lestari Gerokgak, Buleleng, Bali, (2) Polapembelajaran program kesetaraan paket B di PKBM Lestari Gerokgak, Buleleng, Bali, (3) Kendala yangdihadapi pada pembelajaran kesetaraan paket B di PKBM Lestari Gerokgak, Buleleng, Bali. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di kantorPKBM Lestari Gerokgak, Buleleng, Bali. Teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi,wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Tiga faktor warga belajaryang putus sekolah menempuh jenjang pendidikan pada program kesetaraan paket B di PKBM Lestariyaitu disebabkan oleh faktor kesadaran dan keinginan peserta didikmenempuh jenjangpendidikankesetaraan paket B di PKBM Lestari, kesadaran dan keinginan orang tua untuk anaknya, danadanya sosialisasi dan peranan PKBM Lestari, (2) Dua pola pembelajaran pada program kesetaraanpaket B di PKBM Lestari menggunakan Pola Pembelajaran di dalamkelas dan pembelajaran di luarkelas. Pola Pembelajaran di dalam kelas dilakukandengan memanfaatkan guru dan media sebagaifasilitator untuk menunjang keberhasilan kegiatan pebelajaran mata pelajaran IPS,serta Polapembelajaran di luar kelasdilakukan dengan memanfaatkan guru dan media sebagai fasilitator untukmelatih keterampilan warga belajar dalam pembuatan kerupuk dari rumput laut dengan tujuan melatihketerampilan peserta didik dalam tuntutan dunia kerja, (3) Tujuh kendala yang dihadapi padapembelajaran kesetaraan paket B di PKBM Lestari seperti usia yang berbeda, aktifitas di luar kelas yangberbeda, manajemen waktu, tenaga pendidik atau tutor terbatas, motivasi belajar peserta didik rendah,hambatan dalam belajar komputer, tidak memilikitempat belajar yang otonom.Kata kunci: PKBM, Kesetaraan Paket B, Pola Pembelajaran, Kendala Pembelajaran.
NYUNGSUNG DEWA JELEME PADA PURA KONCO DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA JURUSAN IPS (STUDI KASUS DI DESA ADAT KAYUPUTIH, BANJAR, BULELENG, BALI) Cahyani, Kadek Gita; Atmadja, Nengah Bawa; Mudana, I Wayan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26667

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) latar belakang masyarakat Desa AdatKayuputih mendirikan pura yang memuja Dewa Jeleme yang berbentuk Konco, (2)sistem ritual dalam konteks pemujaan Dewa Jeleme di Pura Konco, (3) nilai karakteryang terdapat dalam pemujaan Dewa Jeleme pada Pura Konco yang bisa diaplikasikandalam pembelajaran Sosiologi di SMA. Metode penelitian menggunakan pendekatankualitatif: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) penentuan informan; (3) pengumpulan datamengunakan observasi, wawancara dan studi dokumen; (4) penjaminan keabsahan data;(5) analisis data. Hasil penelitian menunjukan: latar belakang berdirinya Pura Konco adaenam faktor : kepercayaan akan penyakit, menetralisir perasaan berdosa, memperkuatsolidaritas keluarga, memiliki fungsi ekonomis, estetika dan etika, Pura Konco berdiripada tahun 1939 di Desa Adat Kayuputih. Ritual di Pura Konco dilakukan pada satu harisebelum Tilem atau dua hari sebelum Tahun Baru Imlek, dan satu hari sebelum Purnamaatau Cap Go Meh. Sarana persembahyangan di Pura Konco berupa masakan, buah,jajan, minuman, banten dan dupa. Upacara persembahayangan di pimpin olehPemangku yang berasal dari keluarga yang membunuh. Nilai karakter di Pura Koncoyang diaplikasikan kedalam pembelajaran Sosiologi di SMA : Nilai Religius, Jujur,Toleransi, Kreatif, Komunikatif, Cinta Damai, Peduli Sosial, dan Tanggung Jawab.Kata Kunci: Dewa Jeleme, Pura Konco, Latar Belakang, Sistem Ritual, Nilai-NilaiKarakter
NYUNGSUNG DEWA JELEME PADA PURA KONCO DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA JURUSAN IPS (STUDI KASUS DI DESA ADAT KAYUPUTIH, BANJAR, BULELENG, BALI) Kadek Gita Cahyani; Nengah Bawa Atmadja; I Wayan Mudana
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26667

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) latar belakang masyarakat Desa AdatKayuputih mendirikan pura yang memuja Dewa Jeleme yang berbentuk Konco, (2)sistem ritual dalam konteks pemujaan Dewa Jeleme di Pura Konco, (3) nilai karakteryang terdapat dalam pemujaan Dewa Jeleme pada Pura Konco yang bisa diaplikasikandalam pembelajaran Sosiologi di SMA. Metode penelitian menggunakan pendekatankualitatif: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) penentuan informan; (3) pengumpulan datamengunakan observasi, wawancara dan studi dokumen; (4) penjaminan keabsahan data;(5) analisis data. Hasil penelitian menunjukan: latar belakang berdirinya Pura Konco adaenam faktor : kepercayaan akan penyakit, menetralisir perasaan berdosa, memperkuatsolidaritas keluarga, memiliki fungsi ekonomis, estetika dan etika, Pura Konco berdiripada tahun 1939 di Desa Adat Kayuputih. Ritual di Pura Konco dilakukan pada satu harisebelum Tilem atau dua hari sebelum Tahun Baru Imlek, dan satu hari sebelum Purnamaatau Cap Go Meh. Sarana persembahyangan di Pura Konco berupa masakan, buah,jajan, minuman, banten dan dupa. Upacara persembahayangan di pimpin olehPemangku yang berasal dari keluarga yang membunuh. Nilai karakter di Pura Koncoyang diaplikasikan kedalam pembelajaran Sosiologi di SMA : Nilai Religius, Jujur,Toleransi, Kreatif, Komunikatif, Cinta Damai, Peduli Sosial, dan Tanggung Jawab.Kata Kunci: Dewa Jeleme, Pura Konco, Latar Belakang, Sistem Ritual, Nilai-NilaiKarakter

Page 1 of 15 | Total Record : 150