cover
Contact Name
Harpang Yudha Karyawanto
Contact Email
harpangkaryawanto@unesa.ac.id
Phone
+628563651865
Journal Mail Official
virtuososendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung T14 Lantai 2 Program Studi Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan, Surabaya 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik
ISSN : -     EISSN : 26220407     DOI : -
VIRTUOSO is a scholarly journal that presents music analysis and music composition articles. The expert editors receive articles on music and music studies from various groups of students, lecturers, musicians, teachers, and other elements of society. This journal encompasses original research articles, review articles, and performance analysis, including: Classic Music Traditional Music Contemporary Music Music Performance Musicology Music Education Musical Theatre Ethnomusicology Music Therapy World Music Film Music Digital Music Modern Music This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
Articles 130 Documents
Caprice No. 24 Karya Paganini Pada Solo Gitar Aransemen John Williams (Analisis Bentuk Musik) Suwahyono, Agus
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v1n1.p24-29

Abstract

Caprice no. 24 merupakan salah satu dari 24 caprice yang diciptakan oleh Paganini, Caprice (capricio) adalah musik ringan yang pendek dan lincah, khusus bagi alat musik klaviatur, dikenal dalam abad ke-17. Capricio disusun dalam bentuk fuga. Selain itu ada yang menyebut Capricio sebagai sebuah komposisi yang tidak menuruti peraturan tertentu. Caprice no. 24 karya Paganini aransemen solo gitar oleh John Williams termasuk salah satu karya komposisi dengan bentuk variasi, dari tema yang kemudian dikembangkan dengan berbagai macam variasi baik irama, harmoni, melodi, dan seterusnya. Tema dalam Caprice no. 24 terdiri dari 12 birama, kemudian dikembangkan mulai dari variasi 1 sampai dengan variasi 13 (Finale), yang secara keseluruhan mencapai 158 birama. Analisis bentuk variasi karya Paganini “Caprice no. 24” adalah sebagai berikut: Variasi ke: (1) Variasi dengan harmoni tetap, (2) Variasi Melodi, (3) Variasi harmoni, (4) Variasi Melodi, (5) Variasi Melodi, (6) Variasi Harmoni, (7) Variasi Harmoni dan Irama, (8) Variasi bebas, (9) Variasi Melodi, (10) Variasi melodi dan ritme, (11) Variasi bebas, (12) Variasi Karakter, (13) Finale; Variasi bebas.Kata kunci: Caprice, Bentuk variasi
Transformasi Musik Tradisional Rinding Gumbeng Perspektif Postkolonial Dewi, Vivi Ervina
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n2.p63-70

Abstract

Rinding gumbeng merupakan salah satu alat musik tradisional yang hidup dan berkembang di daerah Gunungkidul. Akan tetapi seiring dengan perkembangan modernisasi zaman, musik tradisional Rinding Gumbeng ini perlahan mulai dipertanyakan eksistensinya. Hal tersebut dapat dilihat dari realita yang ada pada saat ini dengan banyaknya masyarakat Ngawen terutama masyarakat di Gunungkidul yang lebih tertarik untuk menikmati ataupun mempelajari seni musik barat seperti musik popular dan musik-musik modern. Perubahan-perubahan selera musik masyarakat tersebut dapat terjadi oleh adanya perubahan lingkungan masyarakat Gunungkidul, banyaknya elemen kebudayaan material yang masuk dalam lingkungan masyarakat Gunungkidul, dan cara hidup serta pandangan hidup masyarakat Gunungkidul yang berubah. Dewasa ini, masyarakat dihadapkan dengan berbagai pilihan yang sulit karena maraknya produk-produk industri kebudayaan yang disajikan. Pengaruh musik dalam kehidupan manusia khususnya musik tradisional yang ada di Nusantara mulai dikesampingkan. Musik pop atau seni musik barat pada saat ini mulai menjadi dewa-dewi di tengah masyarakat. Masyarakat beranggapan bahwa musik pop ataupun musik seni barat merupakan musik yang dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia. Musik seni barat lebih bisa untuk dinikmati oleh masyarakat daripada musik-musik tradisional yang ada di Nusantara. Akibatnya, musik tradisional yang ada di Nusantara seperti musik tradisional Rinding Gumbeng perlahan mulai ditinggalkan dan diabaikan oleh masyarakat. Gejolak-gejolak yang timbul pada masyarakat Gunungkidul tersebut merupakan efek dari post-kolonial. Masyarakat tidak menyadari bahwa dirinya sedang dijajah oleh bangsa barat melalui berbagai cara seperti datangnya atau masuknya kesenian musik barat di Indonesia.
Lagu "Circus" Karya Britney Spears Aransemen Dirty Loops Andini, Aprischa Prima
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n2.p91-98

Abstract

 Lagu “Circus” ini sesuai dengan lirik lagunya menjelaskan tentang adanya dua tipe manusia di muka Bumi, tipe penghibur dan tipe penonton. Di samping itu, lagu ini juga menceritakan bagaimana rasanya menjadi seorang aktris yang berada di tengah panggung dan semua mata tertuju kepadanya yang seolah seperti sedang menampilkan sebuah pertunjukan sirkus. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menganilisis bentuk musik pada lagu “Circus” karya Britney Spears aransemen Dirty Loops. (2) Untuk menganalisis progresi akord pada lagu “Circus” karya Britney Spears oleh Dirty Loops. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di rumah peneliti, di perpustakaan jurusan Sendratasik FBS UNESA, dan di salah satu ruang guru di SMKN 12 Surabaya, dengan objek penelitian lagu “Circus” karya Britney Spears yang diaransemen ulang oleh Dirty Loops. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi pustaka dan observasi, teknik analisis data yang digunakan antara lain reduksi data, penyajian data teks yang naratif, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa (1) Bentuk musik pada kedua versi sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya pengemasannya saja yang berbeda. (2) Untuk progresi akord pada kedua versi ini juga memiliki pattern yang sama antar-bagiannya di masing-masing versi.
Karakteristik dan Bentuk Orkestra Nusa Octave SMA NU 1 Gresik Ramadhanty, Rr. Rahmadiana
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v3n1.p45-56

Abstract

Nusa Octave merupakan orkestra dari SMA NU 1 Gresik yang berkembang hingga saat ini. Selain itu, Nusa Octave menjadi satu-satunya musik orkestra di Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik dan bentuk dari orkestra Nusa Octave SMA NU 1 Gresik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana bentuk orkestra Nusa Octave SMA NU 1 Gresik, 2) Bagaimana karakteristik orkestra Nusa Octave SMA NU 1 Gresik. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Nusa Octave merupakan orkestra yang unik, tidak semua sekolah memilikinya dengan difasilitasi alat yang bervariatif dan ruangan musik yang luas. Terdapat banyak karakteristik primer dan sekunder orkestra, bisa dibuat contoh yang baik untuk dikenal masyarakat. Untuk itu, sangat perlu diapresiasi, dilestarikan, dan dipertahankan.Kata Kunci: Karakteristik, Bentuk Orkestra, Nusa Octave.
Penerapan Teknik Economic Gitar Pada Lagu Tango En Skai Karya Roland Dyens Nabila, Achmad
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v1n2.p32-41

Abstract

Gitar klasik memiliki beberapa posisi ketika memainkan sebuah reportoar. Hal tersebut dikarenakan gitar memiliki lebih dari satu nada dengan pitch yang sama. Di dalam Tango En Skai terdapat beberapa posisi dan gerakan yang cukup sulit sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan economic movement pada lagu Tango En Skai karya Roland Dyens. Penelitian ini membahas tentang gerakan yang ekonomis terhadap teknik permainan gitar yang ada pada Tango En Skai. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Observasi dilakukan dengan cara memainkan, mendengarkan dan menganalisa score Tango En Skai. Wawancara dilakukan dengan ahli dalam gitar yaitu Oegmundur Thor Johanneson, dan Fernandez Setiahadi Chandra Teknik analisis data yang digunakan meliputi tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan kesimpulan atau veifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan economic movement berpengaruh pada permainan, karena gitar klasik memiliki posisi-posisi yang cukup sulit apalagi pada karya-karya modern seperti Tango En Skai. Dengan economic movement, posisi-posisi atau teknik yang gerakannya cukup sulit pada Tango En Skai dapat dilakukan dengan mudah, baik itu jari tangan kanan maupun tangan kiri. Dalam Tango En Skai terdapat 16 economic movement, yaitu pada bagian intro, periode A dan periode B. Pada bagian intro terdapat 1 economic movement, Periode A terdapat 11 economic movement, dan Periode B terdapat 4 economic movement.Kata kunci : Economic Movement, Tango En Skai
Teknologi Pengembangan Digital dalam Mengembangkan Komposisi dan Aransemen Pada Musik Menggunakan Software Cubase Laksono, Yunanto Tri
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v1n1.p30-33

Abstract

Musik adalah salah satu komponen yang berperan penting dalam berkembanganya salah satu bidang disiplin ilmu yang ada dalam intisari kehidupan. Merupakan salah satu produk kebudayaan yang berkembang dalam satu masa ke masa, menjadikan musik menjadi salah satu bidang ilmu yang sejajar dengan disiplin ilmu yang lain. Memingat hal ini ditandai dengan banyaknya peminat dan berkembangnya musik dari konsep musik analog atau manual berkembang dengan munculnya metodologi digital sistem. Dengan munculnya perkembangan ini maka pengembangan ditandai pula dengan berkembangnya perangkat pendukung dalam mengembangkan komposisi ataupun aransemen. Salah satu perangkat yang turut serta mengembangkan kompetensi adalah software. Software merupakan perangkat lunak yang digunakan oleh usernya dalam mempermudah penggunaanya dalam media apapun baik desain ataupun musik. Cubase muncul sebagai salah satu perangkat berbentuk software yang digunakan untuk membuat music scoring ataupun music dubbing yang lebih fleksibel sehingga dapat mempermudah dalam menciptakan aransemen ataupun komposisi baru.Kata kunci: Musik, Cubase Software, Komposisi dan Aransemen
Eksistensi Grup Dj Vibetronic Sebagai Penyaji Electronic Dance Music di Kota Surabaya Ikram, Abdi Dzil
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n1.p28-33

Abstract

ABSTRAK : Vibetronic adalah sebuah grup DJ dan produser Electronic Dance Music  asal kota Surabaya yang terbentuk karena keresahan akan tidak adanya wadah bagi produser dan disjoki muda di Surabaya. Terbentuk pada tanggal 15 September 2014, grup yang beranggotakan Emkei, Zuharu, Dyolow, Zennith, SC.orz, AdidKH dan beberapa anggota lain seperti Janitra Gustave, Fernando Dioni, Masdito Bachtiar dan Arfi Satria Negara ini memiliki berbagai macam cara mengenai bagaimana mempertahankan eksistensi sebuah grup agar mampu bertahan ditengah persaingan global. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu: (1) bagaimana latar belakang terbentuknya grup DJ Vibetronic sebagai penyaji Electronic Dance Music di kota Surabaya; (2) bagaimana bentuk penyajian musik yang disajikan oleh grup DJ Vibetronic; dan (3) bagaimana eksistensi grup DJ Vibetronic ditumbuh kembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang latar belakang, bentuk penyajian, dan bagaimana eksistensi grup DJ Vibetronic ditumbuhkembangkan. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada masyarakat umum mengenai eksistensi grup DJ Vibetronic.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh antara lain rekaman wawancara, foto, video pertunjukan dan dokumen pribadi Vibetronic. Analisis data yang digunakan melalui 3 cara yaitu: (1) pengumpulan data; (2) reduksi data; (3) klasifikasi data; dan verifikasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan metode triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mempertahankan eksistensinya, Vibetronic melakukan tiga hal penting diantaranya (1) melihat keinginan masyarakat sebagai konsumen, dimana pada poin ini mereka mengadakan riset pasar untuk menilai calon konsumen yang akan menggunakan jasa Vibetronic, lalu merealisasikan hal tersebut kedalam sebuah Workshop. Workshopyang telah dilakukan tadi dievaluasi dengan melakukan survey internal. (2) membuat konten berkala, dimana konten yang dimaksud disini adalah diskografi (Original Mix, Remix, Mixtape), Tutorial, Meme, dan Perform. (3) dan terakhir membentuk relasi baik dalam internal komunitas maupun diluar komunitas dengan cara berkolaborasi dan mengadakan open deck.Berdasarkan hasil penelitian, penulis memberi saran agar anggota Vibetronic memperbanyak karya dan meningkatkan kualitas lagu yang lebih baik dari sebelumnya, disamping itu diharapkan Vibetronic mampu melebarkan karya-karyanya kedalam segala skena Electronic Dance Musicbaik di dalam maupun di luar kota Surabaya. Penulis juga menyarankan untuk Vibetronic agar diusahakan memiliki proyek sampingan yang komersil sehingga mampu menunjang produktifitas setiap anggotanya. Selain itu, diharapkan Vibetronic mampu memperbanyak kolaborasi kedalam semua bidang yang tidak hanya berhubungan dengan musik sehingga mampu mendapatkan koneksi dari segala bidang, dan terakhir, diharapkan Vibetronic memperbanyak konten edukasi kepada masyarakat awam mengenai Electronic Dance Music dengan berbagai macam konten disamping tutorialdan open deck.Kata kunci: Eksistensi, Electronic Dance Music, Vibetronic 
Analisis Teknik Permainan Gitar Pada Komposisi Gitar Sunburst Karya Andrew York Salman, Fikra Zaky Aryamani
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n2.p99-105

Abstract

Salah satu komponis pada abad ke 19 adalah Andrew York, lahir pada tahun 1958 di Atlanta dan dibesarkan di Virginia dan kecintaan terhadap musik ditanamkan pada usia dini. Dari sekian banyak komposisi yang dibuat Andrew York, sunburst adalah salah satu komposisi yang sangat populer dikalangan masyarakat. Sunburst sendiri ditulis pada tahun 1986 dan dipublikasikan pada tahun 1998. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mendeskripsikan teknik permainan gitar dalam komposisi sunburst karya Andrew York; 2) Mendeskripsikan faktor-faktor pendukung teknik-teknik gitar klasik dalam memainkan komposisi  sunburst Andrew York. Penelitian difokuskan pada teknik permainan gitar klasik yang terdapat dalam sunburst karya Andrew York. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipatif, dokumentasi, dan refrensi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah partitur sunburst karya Andrew York, sedangkan objek penelitiannya adalah teknik permainan gitar dalam komposisi sunburst karya Andrew York. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yang  terdiri atas data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), verification (kesimpulan). Validasi data diperoleh dengan triangulasi data dan triangulasi pengamat. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Teknik permainan gitar yang digunakan dalam sunburst karya Andrew York meliputi; Slur, Barre, Harmonic, Glissando, dan Petikan Tirando,  2) Faktor kendala yang perlu diperhatikan dalam memainkan sunburst karya Andrew York berkaitan dengan teknik-teknik permainan gitar klasik yaitu; speed, Power, kesehatan dan ketahanan fisik. Setelah menganalisis teknik-teknik yang terdapat pada komposisi sunburst karya Andrew York, teknik-teknik tersebut diantarannya: 1) Terdapat 2 macam slur pada komposisi sunburst, yaitu: Ascending atau Hammer-on dan Descending atau Pull-off, 2) Barre yang digunakan pada komposisi sunburst adalah half barre, 3) Harmonic yang digunakan pada komposisi sunburst adalah Natural harmonic dan biasanya digunakan sebagai transisi perpindahan kalimat selanjutnya. 4) Glissando di komposisi sunburst digunakan sebagai mempermudah pemain gitar saat menekan beberapa nada yang dianggap sulit dimainkan pada jari kiri, 5) Dalam komposisi sunburst, dari birama awal sampai akhir menggunakan petikan tirando untuk memainkan akor, arpeggio, dan melodiKata Kunci : Teknik permainan, Gitar klasik, Sunburst, Andrew York
Pergelaran Simphoni Keroncong Moeda #9: Menimbang Ruang Antara Musik Dulu dan Kini Artanto, Mei
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v3n1.p57-64

Abstract

Simphoni Keroncong Moeda (SKM) #9 menjadi ruang aktualisasi komunitas Keroncong Muda Yogyakarta dalam menyuarakan musik keroncong agar diminati oleh generasi muda. Mengusung konten perpaduan musical, SKM hadir dikala sepinya apresiasi anak muda terhadap musik keroncong. Berbekal pengetahuan musik klasik Barat dari para arranger dan musisinya sebagai modal kreatif, identitas musikal dari musik keroncong dan musik lainnya seperti campursari, dangdut, dan pop dikemas secara apik dalam balutan musik orkestra. Kecenderungan ini mengikuti apa yang ditawarkan logika budaya populer yang diusung oleh John Fiske sebagai ‘seni berada di antara’. ‘Seni berada di antara’ menjadi ruang permainan identitas musikal dari SKM dalam menimbang aspek-aspek musikal dari musik keroncong dan musik lainnya yang diolah menggunakan kreatifitas populer secara struktur dan bentuk musiknya. Bagi SKM ruang antara menjadi medan untuk menimbang sejauh apa aspek musikal dalam musik dulu menjadi suguhan estetis mengikuti kecenderungan perkembangan musik saat ini tanpa kehilangan subtansi nilai edukasi dari musik keroncong.
Analisis Variasi Melodi dan Struktur Lagu Pada "Konserto Trumpet In Es" Karya Joseph Hydn Caturono, Yahya
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v2n1.p34-40

Abstract

Konserto trompet haydn ini merupakan konserto trompet pertama yang diciptakan oleh haydn. Konserto ini diciptakan untuk trompet berkunci dalam Es dan ditujukan untuk temannya pemain trompet yang bernama Anton weidinger, pemain trompet di istana Wina. Trompet berkunci adalah trompet yang dapat mengeluarkan nada- nada kromatis, trompet berkunci diciptakan oleh Reidl, dan merupakan instrumen musik yang menjadi pelopor pada tipenya dikarenakan sebelumnya tidak menggunakan kunci. penulis tertarik meneliti tentang teknik variasi melodi ini dikarenakan keistimewaan konserto yang diciptakan oleh haydn ini untuk temanya dan lebih menonjolkan nada nada kromatik. Namun sebelum meneliti tentang variasi melodi, peneliti menguraikan struktur lagu untuk mempermudah dalam menjabarkan mengenai variasi melodi.

Page 1 of 13 | Total Record : 130