cover
Contact Name
Hayatullah Kurniadi
Contact Email
hayatullah.kurniadi@uin-suska.ac.id
Phone
+6285265505309
Journal Mail Official
jurnalkomunikasiana@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sultan Sultan Syarif Kasim Riau. Jl. HR Soebrantas Km 15, Simpangbaru, Tampan, Pekanbaru
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Komunikasiana: Journal of Communication Studies
ISSN : 26544695     EISSN : 26547651     DOI : -
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Print ISSN 2654-4695 | Online ISSN 2654-7651 is an academic journal published by Dakwah and Communication Faculty of UIN Sultan Syarif Kasim Riau. This journal publishes the results of research on communication studies: Media, Journalism, Public Relations, Broadcasting, Corporate Social Responsibilty (CSR), Marketing Communication, Organizational Communication, Political Communication, Cross Culture Communication, Information Communication Technology (ICT), Health Communication, Disaster Communication, New Media.
Articles 29 Documents
Personal Branding pada Akun Instagram Digital Influencer @boycandra Nurul Mustaqimmah; Wahyu Firdaus
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v0i0.13990

Abstract

Instagram merupakan salah satu media sosial terpopuler saat ini. Instagram berada pada urutan ketiga pengguna tertinggi sebanyak 85 Juta pengguna (wearesocial, 2021). Personal branding merupakan suatu kesan yang coba dikemas baik secara sengaja ataupun tidak mengenai keahlian, sikap, perilaku dan prestasi bertujuan untuk menampilkan citra diri. Salah satu pengguna yang membangun personal branding di Instagram adalah @boycandra. Akun ini dipilih karena memiliki engagement rate sebesar 3,59% yang artinya sebagai salah satu influencer berpengaruh pada pengikut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana seorang influencer mengemas personal brandingnya pada laman sosial media Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teori sebelas elemen personal branding sebagai pisau analisis penelitian. pengumpulan data diperoleh dari observasi online, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Boy Candra memenuhi sebelas elemen personal branding yaitu Unggahan Boy Chandra selalu mengutamakan keaslian, Integritas sebagai pembentuk karakter, selalu konsisten bersikap dan berkarya, mengusung spesialisasi “anak jaman now”, selalu menjaga wibawa, ciri khas karya romantic, Relevan dari novel best seller ke film layar lebar, tidak hanya aktif di satu media sosial saja, gigih berkarya hingga menghasilkan delapan belas buku dan novel, memiliki reputasi baik dan mulai merambah dunia bisnis.
Efektivitas Penggunaan Digital Marketing untuk Promosi pada Masa Pandemi Covid-19 di Petoss Mbok Sarinten Wonosobo Rike Tias Pemanis Sari; Ni Luh Ratih Maha Rani
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v0i0.14180

Abstract

Covid-19 yang berjangkit serempak di belahan bumi saat ini memiliki dampak pada sektor kehidupan terlebih lagi di bidang ekonomi. Pelaku UMKM termasuk dalam bidang yang sangat terpengaruh dimana mereka dituntut memberikan informasi produk secara optimal dengan cara memanfaatkan digital marketing untuk kebutuhan promosi. Seperti yang dilakukan oleh UMKM Petoss Mbok Sarinten yang mencoba mengenalkan tempe kemul sebagai makanan khas Wonosobo. Penelitian berjenis penelitian kuantitatif. Promosi melalui marketing digital yang dilakukan Petoss Mbok Sarinten di masa pandemic covid-19 melalui yaitu whatsapp, instagram dan market place. Kesimpulan dari penelitian SPSS sebesar 76,4% adapun pengaruh antar variabel bebas dalam pemanfaatan media sosial terhadap variabel terikat adalah sarana promosi sebesar 74,4%  yang kuat sedangkan diketahui sisa 23,6% mendapat pengaruh dari variabel lainnya yang tidak masuk dalam penelitian ini. Hasil dari uji hipotesis yang dilakukan dominan terletak pada variabel whatsapp dalam pemanfaatan digital advertising (X) yang berperan sebagai sarana promosi Petoss Mbok Sarinten.
Nilai Edukasi pada Aplikasi TikTok di Kalangan Remaja Kota Bandung Fajar Nurdiansyah; Titin Suhartini
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v0i0.14212

Abstract

Aplikasi TikTok merupakan salah satu aplikasi yang sangat populer di kalangan remaja, berbagai macam konten dapat ditemukan di aplikasi TikTok, mulai dari konten hiburan hingga konten edukasi. Hal ini menjadikan aplikasi TikTok sebagai media informasi sekaligus mengedukasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi dari pengalaman informan terhadap konten edukatif di aplikasi TikTok. Dengan informan penelitian yaitu remaja yang di berada di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan studi fenomenologi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi TikTok memudahkan untuk mendapatkan konten edukasi, nilai-nilai edukasi yang terkandung memiliki manfaat yang luas, menjadikan aplikasi TikTok memiliki keunggulan dari segi kebutuhan informasi dan bentuk pemfilteran belum memiliki keamanan yang kuat karena aplikasi ini digunakan diberbagai belahan dunia sehingga memiliki peranan akan nilai kebijakan yang pada akhirnya harus digeneralisasi secara umum.
Perlawanan Hegemoni Budaya di Era Globalisasi: Analisis Isi Poskolonial pada Produk Desain Instagram Kamengski Efen Nurfiana
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v0i0.14881

Abstract

Penjajahan baru di era globalisasi menekan kepentingan lokalitas budaya, hasilnya identitas budaya lokal memasuki situasi krisis. Terjadinya pembekuan gagasan modernisasi dan kemajuan yang mengacu kepada Barat, sehingga arah konsumtif masyarakat bercermin pada budaya dominan yang dibawa barat, implikasinya identitas budaya lokal semakin terancam. Oleh karenanya, penelitian ini harus dilakukan untuk mengetahui konsep perlawanan hegemoni budaya pada era kontemporer. Penelitian ini mengarah kepada konsep hibriditas budaya yang dikemas melalui mimikri produk desain Kamengski. Metode analisis yang digunakan adalah analisis konten (content analysis) dengan menggunakan poskolonialisme Homi K. Bhabha. Penelitian ini menemukan bahwa Kamengski membuat desain produk mimikri sebagai bentuk interaksi budaya yang menghasilkan hibriditas (persilangan) kebudayaan. Kemengski menerapkan konsep kesadaran kritis identitas budaya dalam desain produk mimikri sebagai perlawanan hegemoni budaya dominan.
Analisis Wacana Kritis tentang Perempuan di Masa Pandemi Covid-19 pada Media Alternatif Magdalene.co Firly Fenti; Aryo Subarkah Eddyono
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v0i0.16415

Abstract

Magdalene.co as an alternative media for women seeks to be a space for women to voice their interests, especially when this pandemic makes their position worse. The purpose of this study is to find out how Magdalene.co carries out women's discourse in the news about Covid-19 on the Issue channel. This research method is qualitative using critical discourse analysis from Sara Mills. The result of this research show that women are positioned as subjects and also objects. For discourse, Magdalene.co discusses women as those who are more severely affected by the corona pandemic, especially on the social and economic side.On the social side, it is discussed women are more vulnerable to experiencing domestic violence and experiencing burnout due to their dual roles. Meanwhile, on the economic side, women discourse as parties who are more likely to experience layoffs, so they are vulnerable to falling into poverty in this pandemic situation. The discourse carried out by Magdalene.co also illustrates the ideology of Magdalene.co as an alternative medium for women who hold the ideology of feminism.  Magdalene.co sebagai media alternatif perempuan berupaya menjadi ruang alternatif bagi perempuan dalam menyuarakan kepentingannya, terutama saat pandemi Covid-19. Ketika Covid-19 mulai merebak, Magdalene.co menampilkan beragam artikel yang menggambarkan situasi perempuan di tengah pandemi Covid-19. Penelitian ini menjawab bagaimana Magdalene.co mewacanakan perempuan dalam pemberitaan seputar Covid-19 di kanal Issue. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan diposisikan sebagai pihak yang terdampak efek pandemi Covid-19 lebih parah, terutama dalam konteks sosial dan ekonomi. Aspek sosial, perempuan rentan mengalami KDRT dan mengalami burnout akibat peran ganda mereka. Aspek ekonomi, perempuan juga merupakan pihak yang lebih berpotensi mengalami PHK sehingga rentan jatuh miskin. Pewacanaan tersebut amat tekait dengan ideologi Magdalene.co sebagai media alternatif perempuan yang memperjuangkan suara perempuan
GENERASI MILENIAL, INSTAGRAM DAN DRAMATURGI : SUATU FENOMENA DALAM PENGELOLAAN KESAN Tika Mutia
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v1i1.6284

Abstract

Generasi milenial merupakan sebuah istilah yang akhir-akhir ini menjadi suatu hal yang fenomenal dan acap kali dibicarakan oleh banyak orang. Generasi milenial memiliki keunikan tersendiri karena mereka sering diidentikkan dengan generasi muda yang menguasai teknologi. Mereka tumbuh besar disaat perkembangan teknologi sedang maju pesat. Tak terkecuali dengan keaktifan mereka dalam menggunakan jejaring media sosial seperti, Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang fenomena penggunaan jejaring sosial Instagram untuk mengelola kesan oleh generasi milenial dalam pendekatan teori Dramaturgi yang dipopulerkan oleh Erving Goffman.   Gambaran menyeluruh ini diungkapkan melalui panggung depan dan panggung belakang generasi milenial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma interpretif. Informasi penelitian didapatkan terutama melalui sumber primer dengan observasi pada akun jejaring sosial Instagram dan observasi lapangan yang ditujukan kepada beberapa informan yang merupakan individu yang memang aktif dalam menggunakan Instagram selama kurun waktu 3 (tiga) tahun belakangan, aktif mengunggah foto dan video dan telah memiliki followers lebih dari 3000 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jejaring sosial Instagram, generasi milenial melakukan pengelolaan kesan dengan menampilkan panggung depan sedemikian rupa melalui penampilan (appereance) dan sikap (manner) yang mengarah kepada kepada hiperrealitas. Foto dan video yang diunggah menampilkan kesan bahwa mereka berkelas, mengikuti tren perkembangan teknologi dan sukses dalam profesi pekerjaan. Sementara di panggung belakang, generasi milenial lebih memiliki penampilan dan sikap yang apa adanya. Sangat bertolak belakang dari panggung depan, belum memiliki profesi pekerjaan yang jelas dan mempresentasikan diri lebih bebas tanpa harus mengelola kesan.
BRANDING “SIAK THE TRULY MALAY” OLEH DINAS PARIWISATA KABUPATEN SIAK Artis Artis
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v1i1.6285

Abstract

Dinas Pariwisata KabupatenSiak mengusung sebuah brand daerah yaitu Siak The Truly Malay pada tanggal 11 Maret 2013 di Siak. Untuk menunjukkan dan mempertegas image bahwa Siak memiliki sebuah identitas di bidang Pariwisata yang  berbasis Budaya Melayu. Untuk itu kegiatan branding pun dilakukan oleh Dinas Pariwiwisata khususnya bagian Pemasaran dengan berbagai strategi untuk memperkenalkan brand tersebut kepada masyarakat. Selama ini branding yang sudah dijalankan oleh Dinas Pariwisata belum terbilang efektif, karena branding yang dijalankan baru sebatas melalui media massa dan sosial. Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimanakah Branding Siak The Truly Malay dilaksnakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Siak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui BrandingSiak The Truly Malay yang di jalankan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Siak. Penelitian ini menggunakan pendekatan Branding dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan branding bertujuan untuk mengenalkan brand Siak The Truly Malay agar kahalayak sadar akan adanya brand tersebut dengan menggunakan pendekatan branding yang terdiridari 6 indikator yaitu 1) brand Awareness (menciptakan kesadaran): Nuansa Melayu yang ditandai dengan Istana Siak, masyarakat dan tokoh kepentingan berbusana Melayu, permainan rakyat dan kegiatan berbasis budaya Melayu 2) brand Association (ingatan mengenai merk)  yang sangat mudah untuk di ingat oleh khalayak yaitu simbol Istana Kerajaan. 3)brand Identity, (identitasmerk): Melayu yang sebenarnya. 4) brand Image (citra) : Siak sebagai jiwanya Melayu. 5) brand Personality (kepribadian merk): karakteristiknya yaitu busana Melayu, bahasa Melayu, pemakaian Tanjak Melayu. 6)brand Equity (kekuatan merk): lebih unik dari segi desainnya karena menampilkan tagline disertai dengan gambar atau simbol.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif Deskriptif.
PEMENANG DI ATAS PANGGUNG MELALUI MAHIR PUBLIC SPEAKING Usman Usman
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v1i1.6286

Abstract

Memiliki kemampuan berbicara dihadapan publik hari ini merupakan sesuatu yang tidak bisa tawar lagi, dikarenakan tuntutan kehidupan yang semakin maju membuat public speaking menunjukan tariknya baik dunia politik dan dunia akademis apalagi dunia bisnis yang tidak terlepas dari  kegiatan persentasi sehingga anda bisa membius hati pelanggan menjadi konsumen setia .kepiawanan  berbicara seringkali menjadi pemenang , Indonesia misalnya Bung karno terkenal dengan orator hebat menjadi presiden Indonesia tahun 1945, Barack Obama menjadi Presiden America  terpilih 2 periode, terlahir bukan berkulit putih dengan keahlian public speakingnyamenjadi pemenang diatas panggung dan pertama menjadi presiden america dari kaum berkulit hitam dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya yang menjadikan public speaking menjadi kendaraan dalam mencapai karirnya.Mahir dalam public speaking bukan hanya sebagai hobi namun juga dapat mendulang rupiah seperti  Mario Teguh seorang motivator yang terkenal dengan salam super mampu membius audiens, Ongky Hojanto dibayar Rp 20.000.000 untuk 3 jam seminar, Tung Desem Waringin di bayar Rp. 100.000.000 untuk 3 jam seminar, Anthony Robbins di bayar US$ 1.000.000 untuk 3 jam seminar. Kemampuan Public speaking adalah tuntutan hampir semua profesi guru, dosen, manejer, pendakwah, instruktur, narasumber, penyiar,presenter, mc/pembawa acara, politikus dan pembisnis.
DIFUSI INOVASI DAN SISTEM ADOPSI PROGRAM SIASY (STUDI APLIKASI SIASY PADA PELAYANAN MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN SUSKA RIAU) Julis Suriani
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v1i1.6287

Abstract

Difusi Inovasi merupakan bagian yang penting dalam komunikasi inovasi. Komunikasi inovasi ialah bagaimana cara memperkenalkan atau saluran komunikasi yang digunakan dalam menyampaikan ide, gagasan baru ataupun berbentuk benda baru yang dapat merubah suatu sistem sosial. Difusi inovasi dan sistem adopsi inovasi saling berhubungan dalam kajian komunikasi. Adapun tujuan penulis dalam melaksanakan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana implementasi difusi inovasi dan sistem adopsi inovasi program siasy pada Kakultas Dakwah dan Komunikasi. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sulthan Syarif Kasim Riau, dimana yang menjadi objek penelitian adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FDK.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta fenomena yang diselidiki. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik survey dengan instrumen wawancara terarah berdasarkan dengan pertanyaan yang sudah tersusun dalam suatu daftar pertanyaan. Ditinjau dari kajian difusi atau penyebaran untuk program siasy ini sulah dilakukan sosialisasi kepada mahasiswa namun masih perlu dilakukan sosialisasi bertahap atau evaluasi pemanfaatan atau adopsi program siasy berbasis online ini. Karena penggunaannya masih dalam tahap percobaan dan masih banyak kekurangan dan perlu perbaikan. Terutama dalam hal database mahasiswa di program aplikasi siasy. Aplikasi ini ternyata terintegrasi dengan aplikasi iraise. Tentunya data base mahasiswa aplikasi iraise harus lengkap. Catatan penting untuk mahasiswa ialah harus segera mengupdate data diaplikasi iraise, sehingga pelayanan terbaik bias diberikan dengan adopsi atau pemanfaatan program aplikasi siasy ini.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP INTENSITAS HUBUNGAN KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK USIA DINI Marlina Marlina
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v1i1.6288

Abstract

Anak adalah aset berharga bagi orang tua, anak akan menjadi cerminan bagaimana orangtuanya sendiri. Pembentukan karakter secara positif pada anak dapat dibangun melalu komunikasi, anak akan merasa nyaman ketika orang tua berposisi sebagai sahabat, karena dapat menunjukan keidealan dalam sebuah hubungan orang tua dan anak. Hubungan yang ideal antara anak dan orang tua secara kasat mata dapat dilihat melalui intensitas komunikasi yang dilakukan oleh orang tua dan anak. Penelitian yang dilakukan dengan cara wawancara mendalam bersama 12 orang ibu serta 3 orang ayah, serta melalui beberapa tahapan pengamatan pada 20 anak dengan rincian, 11 orang laki-laki dan 9 orang perempuan, hasil yang sangat mengejutkan terlihat, bahwa; menunjukan adanya jarak yang tercipta antara orang tua dan anak, ketika orang tua lebih sering memegang alat komunikasi berupa Handphone kemudian terhubung dengan orang lain diluar sana, ketika hal tersebut terjadi maka anak merasa tidak dihargai sampai tingkat pengakuan dari anak tersebut, bahwa mereka ingin sosok orang tua baru, yang dapat mereka ajak bermain sambil bercanda dan memberikan perhatian yang seharusnya.

Page 1 of 3 | Total Record : 29