cover
Contact Name
Hanevi Djasri
Contact Email
hanevi.djasri@ugm.ac.id
Phone
+628161913332
Journal Mail Official
hanevi.djasri@ugm.ac.id
Editorial Address
Gedung Epicentrum Walk Unit 716B Jl. Boulevard, Jl. Epicentrum Sel., RT.2/RW.5, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12960, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
The Journal of Hospital Accreditation (JHA)
ISSN : 26567237     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.35727/jha.v1i1
Core Subject : Health,
Jurnal ini diperuntukan untuk sosialisasi artikel ilmiah terkait dengan pengembangan, penerapan dan evaluasi sistem akreditasi rumah sakit, termasuk didalamnya artikel ilmiah tentang regulasi akreditasi, standar akreditasi, manajemen lembaga akreditasi, surveior akreditasi, dan berbagai hal lain yang terkait.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2019): Edisi Perdana Jurnal Akreditasi Rumah Sakit" : 6 Documents clear
Mendorong riset dan berbagi pengalaman untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit Sutoto Sutoto; Adi Utarini
The Journal of Hospital Accreditation Vol 1 No 1 (2019): Edisi Perdana Jurnal Akreditasi Rumah Sakit
Publisher : Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35727/jha.v1i1.18

Abstract

Persoalan mutu dan peningkatan mutu selalu menjadi urusan penting setiap lembaga yang memberikan pelayanan kepada konsumennya. Hal ini berlaku tanpa memandang baik kegiatan utama yang dilakukan oleh lembaga tersebut, apakah lembaga tersebut berorientasi untuk mencari keuntungan ataupun tidak (profit atau non-profit), seberapa ketat persaingan antar lembaga sejenis, berapa besar konsumen yang dilayani, serta bahkan apakah di lembaga tersebut mempunyai tim yang khusus dibentuk untuk menangani mutu. Mutu menjadi penentu kelangsungan hidup organisasi. Bagi lembaga yang memberikan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, mutu dan keselamatan pasien menjadi ibarat ruh kegiatan setiap orang dengan berbagai peran dan latar belakang profesi yang bekerja di rumah sakit serta menjadi harapan setiap pasien, keluarga dan masyarakat dari berbagai tingkatan sosial ekonomi, pendidikan, budaya, dan latar belakang lainnya sebagai penerima pelayanan kesehatan. Demikian pula bagi pihak regulator yang bekerja memastikan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di suatu wilayah memberikan pelayanan yang memperhatikan mutu dan keselamatan pasien serta pihak yang menjamin pembiayaan kesehatan. Di Indonesia, upaya-upaya untuk peningkatan mutu pelayanan dapat ditelusuri sejak tahun 1980an. Penelusuran historikal upaya mutu sebelum masa tersebut mungkin lebih merupakan faktor tantangan administratif dalam menemukan dokumen yang relevan. Saat ini, meningkatkan akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang berkualitas adalah satu dari 12 strategi pembangunan kesehatan 2015-2019 (Kementerian Kesehatan, 2015). Berbagai upaya peningkatan mutu telah dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan, diantaranya adalah melalui mekanisme perijinan fasilitas pelayanan kesehatan, total quality management dengan gugus kendali mutunya, quality assurance, berbagai sertifikasi sistem manajemen mutu, serta akreditasi lembaga pemberi pelayanan kesehatan. Implementasi cakupan kesehatan semesta di Indonesia sejak tahun 2014 menjadi pendorong kuat pula agar seluruh masyarakat dapat mengakses pelayanan yang bermutu. Secara nyata, Kementerian Kesehatan membentuk Direktorat Mutu dan Akreditasi pada tahun 2016 dan menguatkan strategi nasional mutu pelayanan kesehatan. Akreditasi merupakan strategi utama peningkatan mutu pelayanan rumah sakit yang telah diinisiasi sejak tahun 1995. KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) merupakan badan yang melaksanakan akreditasi rumah sakit. Bagi lembaga KARS, upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien tidak hanya berlaku bagi rumah sakit, namun juga bagi lembaga KARS yang melaksanakan akreditasi. Seluruh potensi rumah sakit, baik dalam bidang pelayanan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terus didorong oleh KARS melalui berbagai strategi. Sebagai lembaga yang melakukan akreditasi rumah sakit, organisasi KARS menunjukkan komitmen terhadap mutu melalui akreditasi oleh the International Society for Quality in Health Care (ISQua) dan memperoleh sertifikasi pada tahun 2014. Pengembangan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) dan senantiasa memperkuat sistem manajemen surveior dilakukan secara berkelanjutan, sehingga memperoleh sertifikasi ISQua untuk program pelatihan surveyor pada tahun 2017. Sejalan dengan roadmap Indonesia memasuki revolusi industri 4.0, KARS mengembangkan sistem informasi untuk lembaga KARS (SIKARS), Sistem Informasi Dokumentasi Akreditasi RS (SISMADAK), Sistem Informasi RS (SIRSAK), Tracking Sistem untuk Surveior (ReDOWSKo), dan Sistem Pembelajaran Surveior (KARS e-learning). Selain inisiatif untuk meningkatkan mutu organisasi lembaga KARS, upaya mendorong penelitian untuk memajukan dan berbagi pembelajaran kegiatan peningkatan mutu di rumah sakit merupakan aktivitas yang strategis untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Sejak tahun 2015, KARS menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Semiloka Nasional (PITSELNAS). Diawali dengan presentasi ilmiah, kegiatan PITSELNAS semakin berkembang dengan KARS award, lomba poster ilmiah, lomba video pemasaran rumah sakit, dan lomba pembuatan aplikasi teknologi informasi untuk mendukung implementasi SNARS. Berbagai upaya mendorong atmosfer penelitian dan berbagi pengalaman tersebut memunculkan kebutuhan akan media yang tepat dan spesifik untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian dan berbagi pembelajaran dalam upaya peningkatan mutu. Untuk inilah sebuah jurnal elektronik digagas. The Journal of Hospital Accreditation (JHA) diluncurkan mulai tahun 2019 dengan fokus pada mutu, keselamatan pasien dan akreditasi. Topik yang disajikan dapat mendeskripsikan masalah mutu secara terinci, menggali faktor determinan, riset implementasi maupun hasil evaluasi sebuah intervensi. Jurnal ini akan diterbitkan dua kali dalam setahun untuk menerbitkan artikel berbentuk hasil penelitian dan praktek peningkatan mutu. JHA menggunakan open journal system berbasis web sehingga penulis harus terregister terlebih dahulu agar dapat berkontribusi. Dengan semangat untuk menyebarluaskan penelitian dan praktek peningkatan mutu, maka jurnal ini dapat diakses oleh seluruh pembaca dan masyarakat praktisi secara tidak berbayar melalui website KARS (www.kars.or.id). Dengan tersedianya jurnal yang spesifik terfokus pada mutu, keselamatan pasien dan akreditasi, kami berharap agar semangat dan upaya nyata meningkatkan mutu dan keselamatan pasien semakin tinggi dan meluas serta menjangkau berbagai kelompok yang tidak terbatas pada profesi penyedia pelayanan kesehatan, manajer-pemimpin rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, regulator, penjamin pembiayaan kesehatan, asosiasi profesi serta akademisi di berbagai lembaga penelitian dan perguruan tinggi.
Penerapan Teknologi Informasi Sebagai Implementasi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1 dalam Meningkatkan Program Mutu di Rumah Sakit (RS) Prima Husada Lovi Krissadi Endari; Galuh Ajeng Probowati; Resa Putra Adipurna
The Journal of Hospital Accreditation Vol 1 No 1 (2019): Edisi Perdana Jurnal Akreditasi Rumah Sakit
Publisher : Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35727/jha.v1i1.17

Abstract

Latar Belakang: Dewasa ini perkembangan dan kemajuan teknologi informasi berkembang pesat. Sistem aplikasi di berbagai bidang merupakan suatu keharusan bagi suatu instansi/perusahaan untuk memanfaatkan informasi sebagai basis administrasi dan pengolahan data. Sistem informasi rumah sakit memiliki peranan penting dalam pelayanan klinis dan administratif. Hal tersebut memicu adanya inovasi yang mendukung sistem manajemen data pengukuran mutu terintegrasi dengan cara mengintegrasikan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan program mutu yang disebut SI PRIMA. SI PRIMA merupakan teknologi informasi yang telah diterapkan di Rumah Sakit Prima Husada. Teknologi ini merupakan sebuah inovasi baru dari Rumah Sakit Prima Husada dalam meningkatkan program mutu rumah sakit. Dengan diterapkannya sistem ini diharapkan mampu memberikan pengaruh positif dalam menjalankan proses pengumpulan data, analisis, serta validasi data mutu sehingga proses tersebut mampu berjalan secara efektif dan efisien. Tujuan: Mengetahui penerapan SI PRIMA dalam meningkatkan program mutu di Rumah Sakit Prima Husada. Metode: Observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu membandingkan proses pengumpulan data, pelaporan data, dan validasi data mutu empat bulan sebelum menggunakan teknologi informasi dan empat bulan sesudah diterapkannya sistem teknologi informasi, dalam hal ini penulis dibantu oleh tim IT dan PMKP rumah sakit. Pengukuran proses yang dibandingkan adalah kecepatan waktu dan ketepatan input data. Pengukuran dini dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 – Mei 2018. Hasil: Pada periode empat bulan setelah diterapkan sistem teknologi informasi didapatkan peningkatan keakuratan dan efisiensi waktu untuk proses pengumpulan data dan pelaporan serta hasil validasi data 73.1%. Jumlah angka tersebut menunjukan peningkatan > 2x lipat apabila dibandingkan dengan periode empat bulan sebelum diberlakukan sistem teknologi informasi. Kenaikan validitas dikarenakan beberapa faktor salah satunya adalah tersedianya sistem informasi yang memungkinkan hasil data program mutu tidak perlu diproses secara manual namun secara terintegrasi. Kesimpulan dan Saran: Pada penelitian ini didapatkan angka validitas indikator mutu meningkat signifikan setelah diterapkannya teknologi informasi daripada periode sebelumnya. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah penerapan sistem teknologi informasi memiliki hubungan dalam peningkatan program mutu rumah sakit.
Sistem Pengingat Klinis untuk Perbaikan Kepatuhan Peresepan Berdasarkan Formularium dan Formularium Nasional di RS Bethesda Yogyakarta Rizaldy Taslim Pinzon; Loury Priskila
The Journal of Hospital Accreditation Vol 1 No 1 (2019): Edisi Perdana Jurnal Akreditasi Rumah Sakit
Publisher : Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35727/jha.v1i1.16

Abstract

Masalah Mutu: Penggunaan obat yang tidak rasional menjadi salah satu penyebab utama cedera dan bahaya dalam pelayanan kesehatan. Dalam era Jaminan Kesehatan Nasional, pemberian obat menjadi sangat selektif mengingat hal ini mempengaruhi biaya yang dikeluarkan rumah sakit dalam pelayanan kesehatan. Pilihan Solusi: Sistem pengingat klinis merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengingatkan tenaga kesehatan khususnya dokter, untuk meningkatkan kepatuhan peresepan obat sesuai formularium. Pada sistem ini setiap dokter akan memberikan resep, dengan pengingat yang terkait kriteria pemberian obat. Implementasi: Dengan sistem pengingat klinis ini kepatuhan peresepan obat sesuai formularium pada bulan Januari-Mei secara berturutan adalah sebesar 99,81% (97.058 resep dari total 97.240 pasien), 99,39% (82.947 resep dari total 83.453 pasien), 99,78% (87.653 resep dari total 87.848 pasien), 99,72% (81.866 resep dari total 82.092 pasien), dan 99,67% (83.748 resep dari total 84.023 pasien). Evaluasi dan Pembelajaran: Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepatuhan dokter dalam melakukan peresepan sesuai Formularium RS Bethesda sudah tercapai. Diharapkan dengan adanya alat ini membantu dalam mengendalikan biaya operasional rumah sakit terkait peresepan obat.
Peningkatan Pendidikan Pasien dan Keluarga dengan Penguatan Peran Interpersonal Champion Promosi Kesehatan dengan Pendekatan Peplau Suhariyanto Sukarip; Tutik Sri Haryati; Astuti Lestari; Mis Purnamaria; Carlos Dja'afara; Lulu Nonaria; Mulyadi Mulyadi; Enda Gautami
The Journal of Hospital Accreditation Vol 1 No 1 (2019): Edisi Perdana Jurnal Akreditasi Rumah Sakit
Publisher : Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35727/jha.v1i1.15

Abstract

Latar Belakang: Pendampingan dan supervisi yang kurang dari champion promosi kesehatan dapat mempengaruhi kepatuhan pemberian pendidikan pasien dan keluarga serta pencatatan edukasi interkolaborasi. Upaya untuk meningkatkan kepatuhan tersebut dapat dilakukan melalui penguatan peran interpersonal champion promosi kesehatan dengan pendekatan Teori Peplau. Tujuan: Mengidentifikasi pengaruh penguatan peran champion promosi kesehatan dengan pendekatan Teori Peplau yaitu pendekatan interpersonal terhadap penerapan pendidikan pasien dan keluarga. Metode: Penelitian ni menggunakan metode pre-eksperimental design, one group pre and post test without control. Sampel penelitian sebanyak 38 dokumentasi pendidikan pasien dan keluarga interkolaborasi yang dipilih secara incidental sampling dan dilakukan analisis paired t-test. Hasil: Terdapat peningkatan yang bermakna pada rerata nilai pengetahuan champion promosi kesehatan, pelaksanaan peran terutama pada peran pengajaran dan narasumber, kepemimpinan dan wali, serta dalam penerapan pendidikan pasien dan keluarga pada sebelum dan setelah intervensi penguatan hubungan interpersonal pada para champion promosi kesehatan dengan teori Peplau (p 0,001). Kesimpulan: Penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga terkait edukasi yang diberikan sebagai upaya keselamatan pasien selama di rumah sakit. Diperlukan kebijakan, dan pendampingan dari pimpinan rumah sakit untuk mengawal penerapan pendidikan pasien dan keluarga, serta pengembangan materi penguatan melalui lokakarya sebagai salah satu kompetensi pemimpin di bagian promosi kesehatan maupun petugas kesehatan lainnya.
Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Ruang ICU Heru Noor Ramadhan
The Journal of Hospital Accreditation Vol 1 No 1 (2019): Edisi Perdana Jurnal Akreditasi Rumah Sakit
Publisher : Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35727/jha.v1i1.11

Abstract

Latar Belakang: Ventilator Associated Pneumonia (VAP) adalah salah satu infeksi yang sering ditemukan pada pasien pengguna ventilator di Intensive Care Unit (ICU). Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi menetapkan beberapa indikator mutu, salah satunya adalah angka kejadian VAP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan pencegahan dan pengendalian VAP di ruang ICU, RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di ruang ICU, RSUP Dr. Kariadi, Semarang pada bulan Juni 2018 dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Dalam penelitian ini, dipilih 12 informan berdasarkan prinsip kesesuaian dan kecukupan dengan kriteria mengetahui dan terlibat dalam pencegahan dan pengendalian VAP di ruang ICU RSUP Dr. Kariadi, Semarang pada tahun 2018. Analisis dilakukan dengan content analysis. Hasil: Pelaksanaan pencegahan dan pengendalian VAP di ruang ICU, RSUP Dr. Kariadi Semarang mengacu pada Permenkes 27/2017 dengan beberapa inovasi dan penyesuaian. Komunikasi terkait pelaksanaan VAP bundle di ruang ICU berjalan dengan baik, perawat diberi kesempatan untuk memperbarui dan penyegaran ilmu, fasilitas sangat mendukung, serta koordinasi antar profesi berjalan lancar. Adanya SOP, daftar centang kepatuhan pelaksanaan VAP bundle , serta lomba yang sering diadakan dalam rangka pencegahan dan pengendalian infeksi mendorong pelaksana untuk terus memperbaiki diri. Walaupun demikian, masih diperlukan pengingat untuk melaksanakan VAP bundle sesuai dengan SOP, yaitu oral hygiene setiap 8 jam sekali. Kesimpulan: Pelaksanaan pencegahan dan pengendalian VAP di Ruang ICU, RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2018 perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan. Review mingguan dan penghargaan bagi pelaksana diperlukan sebagai pendorong untuk terus melaksanakan VAP bundle sesuai dengan SOP.
Pengalaman Penerapan Indikator Kinerja Individu Staf Klinis Dengan Menggunakan e-Log Book Di Rumah Sakit Pertamina Cirebon Achbi Yahya
The Journal of Hospital Accreditation Vol 1 No 1 (2019): Edisi Perdana Jurnal Akreditasi Rumah Sakit
Publisher : Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35727/jha.v1i1.6

Abstract

Masalah Mutu: Penilaian Indikator Kinerja Individu (IKI) di Rumah Sakit Pertamina Cirebon belum mencerminkan rincian kewenangan klinis masing-masing profesi staf. Saat ini, pengukuran kinerja individu dilaksanakan secara manual, dominan unsur subyektif dari atasan, kurang mengakomodir penilaian peer groupnya dan belum memperhatikan utilisasi aktivitas individu dalam memberikan asuhan pasien sesuai dengan rincian kewenangan klinisnya. Dampak dari hal itu, timbul ketidakpuasan staf terhadap penilaian kinerja individunya dan tidak ada korelasi antara pencapaian kinerja individu dengan pencapaian kinerja rumah sakit. Pilihan Solusi: Pengukuran IKI dengan menggunakan sistem TI dalam bentuk Elektronik Logbook (E-Logbook) berbasis aktivitas kinerja individu sesuai rincian kewenangan klinis masing-masing profesi. Implementasi: Pengukuran IKI berbasis pada pencapaian utilisasi aktivitas Staf Klinis (dokter, perawat dan nakes lainnya) sesuai dengan Rincian Kewenangan Klinis (RKK) masing-masing profesi. Dilaporkan melalui E-Logbook yang dapat diakses melalui smart phone oleh masing-masing staf. Pencapaian IKI dibandingkan dengan KPI masing-masing staf sebagai hasil cascading secara proporsional dari atasan staf. Dengan demikian maka pencapaian KPI individu akan mempengaruhi berbagai jenjang diatasnya menuju KPI atasannya, KPI unitnya hingga pencapaian KPI rumah sakit. Evaluasi dan Pembelajaran: Penilaian Kinerja Individu seharusnya mencerminkan kompetensi dan kinerja staf. Dilaksanakan secara obyektif dan transparan sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja. Bila hal ini tidak dilaksanakan maka potensi ketidakpuasan dan penurunan motivasi serta kinerja staf dapat terjadi. Pencapaian kinerja individu hendaknya berpengaruh terhadap pencapaian kinerja rumah sakit sehingga rumah sakit dapat memberikan insentif sesuai dengan kinerja staf, bukan hanya semata-mata berdasarkan posisi, lama kerja dan kriteria pembobotan lainnya. E-logbook memudahkan menghitung produktifitas individu-individu staf klinis secara kuantitatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 6