cover
Contact Name
Zulfikar Hasan
Contact Email
jurnalbertuah@gmail.com
Phone
+6281270169284
Journal Mail Official
jurnalbertuah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lembaga – Senggoro Bengkalis Telp. (0766) 8001050 Fax. (0766) 8001050 Riau
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Bertuah : Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam
ISSN : -     EISSN : 27472612     DOI : -
Bertuah is a journal that aimed at spreading the research results conducted by academicians, researchers, and practitioners in the field of Syariah and Economy. The journal is published periodically twice a year, i.e., every April (first edition) and October (second edition).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2021): Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics" : 6 Documents clear
Kritik Mustafa Al-Siba’I terhadap Ahmad Amin Tentang Keabsahan Hadis Helmi Candra; Ahmad Fauzi; Achmad Ghozali; Muhammad Asriady
Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics Vol 2, No 2 (2021): Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umat Islam meyakini bahwa kedudukan hadis pada masa Nabi Saw tidak di ragukan serta tidak mendapat permasalahan yang berarti, sebab jika mereka menemukan sesuatu yang meragukan atau yang belum jelas, mereka langsung melakukan konfirmasi kepada Nabi Saw. Namun, pasca wafat Nabi Saw sampai saat ini di era kontemporer, problematika hadis semakin terus mengalami perkembangan, sehingga berdampak kepada munculnya berbagai pemikiran untuk melihat kembali keberadaan hadis sebagai sumber otoritas keagamaan. Ahmad Amin misalnya dalam bukunya Fajr al-Islam, yang melakukan kritik terhadap otentisitas dan orisinilitas hadis yang mempertanyakan kembali orisinilitas hadis setelah wafatnya Nabi Saw. Sementara Mustafa Al-Siba’i melakukan kritik sebagai jawaban terhadap pemikiran Ahmad Amin dengan mengemukakan bukti-bukti historis tentang orisinilitas hadis. Dalam pandangan Mustafa Al-Siba’i, penilaian Ahmad Amin terhadap hadis kurang didasari dengan argumentasi yang kuat yang hanya dibangun lebih bersifat asumtif, generalisasi dan tekstual. Artikel ini mendiskusikan secara komparatifi tentang pemikiran Al-Siba’i dan Ahmad Amin terhadap hadis Nabi yang merupakan sumber otoritas kedua setelah al-Quran.
Strategi Islamic Human Capital Management Dalam Peningkatan Kinerja Pegawai Bank Syariah Indonesia Ade Yuliar
Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics Vol 2, No 2 (2021): Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of Islamic banking with the emergence of Indonesian Sharia Banks must be supported by qualified human capital. However, in reality, there is still a lack of qualified Islamic bank human resources who have a comprehensive understanding of Islamic principles. This study aims to explore Islamic human capital management and try to propose possible solutions to overcome problems related to improving the performance of Islamic bank human resources using a qualitative approach. This study concludes that Islamic human resource management must be implemented properly in Islamic banks. Islamic banks must have a fair recruitment and selection system, instill Islamic values in the corporate culture, increase employee commitment and loyalty through a benefit compensation system, establish KPIs and optimize training and development. 
Reposisi Kedudukan Gubernur: Sebuah Examplar Perbandingan Sistem Ketatanegaraan Indonesia, Eropa Kontinental dan Anglo Saxion Muhammad Irwanto
Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics Vol 2, No 2 (2021): Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaturan kedudukan Gubernur sebagai kepala provinsi berfungsi pula selaku wakil Pemerintah Pusat di daerah. Dalam statusnya sebagai daerah otonom, kewenangan provinsi yang diatur dalam Undang-undang serba tanggung karena urusan otonominya tidak jelas serta memunculkan tumpang tindihnya kewenangan antara provinsi dengan kabupaten dan pada gilirannya menyebabkan disharmoni antara Gubernur dengan Bupati/walikota. Selain memperjelas dan mempertegas tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah pusat, Undang-Undang Pemerintahan Daerah juga harusnya menentukan titik berat otonomi di provinsi agar posisi otonomi kabupaten/kota di bawah otonomi provinsi. Penelitian ini merupakan penelitian hokum normative dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Pemerintah seharusnya lebih ditekankan pada aspek kebijakan nasional, Provinsi pada koordinasi penyelenggaraan kebijakan dan kabupaten/kota sebagai pelaksana kebijakan. Penegasan kedudukan dan kewenangan Gubernur, maka Pemerintah dengan seluruh aparaturnya lebih berkonsentrasi dalam menjalankan roda pemerintahan nasional dari pada melayani Bupati/Walikota yang demikian banyak di seluruh Indonesia di satu sisi dan di sisi lain Bupati/Walikota lebih berkonsentrasi dalam pelaksanaan kebijakan pembangunan di daerah.
Usia Ideal Menikah dalam Islam; Tafsir Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 6 dan An-Nur Ayat 32 Sri Hartanti; Triana Susanti
Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics Vol 2, No 2 (2021): Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan pernikahan di usia muda sering menjadi persoalan dalam kehidupan masyarakat muslim. Hal ini karena berangkat dari konsekuensi logis pada pernikahan bukan hanya sebatas menggugurkan keinginan nafsu seksual untuk bisa terhindar dari perbuatan zina dan hubungan di luar nikah. Perkawinan sebagai bagian dari ibadah memerlukan persiapan secara totalitas terhadap kedua calon mempelai baik laki-laki maupun perempuan berkaitan dengan kematangan dalam perfikir, kemapanan dalam bidang ekonomi dan kedewasaan dalam aspek psikologinya. Factor-faktor ini yang menjadi pertimbangan penting untuk melahirkan suatu aturan-aturan tentang batas minimal suatu perkawinan diperbolehkan dalam islam. Maka, kajian terhadap ayat-ayat berkaitan dengan persoalan tersebut seperti pada q.s. an-nisa [4:6] dan q.s. an-nur [24:32] menjadi penting untuk menjawab persoalan tersebut. penelitian ini adalah library riset yaitu melakukan kajian-kajian ilmiah terhadap ayat-ayat al-qur’an pada q.s. an-nisa [4:6] dan q.s an-nur [24:32]. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia perkawinan sangat berhubungan dengan kedewasaan usia dan kemampuan intelektual dalam memahami kebenaran berkaitan dengan urgensi dari sebuah perkawinan. Walaupun secara logika, usia tidak menjadi ukuran kematangan seorang calon suami-istri, namun secara umum semakin bertambah usia semakin lebih memahami dan mempertimbangkan keputusan untuk melakukan pernikahan.
Pengaruh Ketersediaan Fasilitas dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen pada Warnet Golden Rikhardus Bria Seram; Nurul Huda
Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics Vol 2, No 2 (2021): Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakandata primer yang bersumber dari kuesioner yang disebarkan kepada 300 responden.Metode analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif, bersifat kuantitatif karena data yang didapatkan adalah hasil menyebarkan kuesioner kepada konsumen warnet Golden. Kemudian bersifat kualitatif karena data tersebut diolah menjadi sebuah hasil pemahaman dan analisis serta ditambahkan dengan hasil penelitian dan artikel yangtelah ada sebelumnya. Alat analisis yang digunakan  dalam penelitian ini adalah  analisis regresi sederhana dan  analisis regresi linear berganda. Hasil analisis regresi sederhana bahwa besarnya koefisien (R) variabel  ketersediaan fasilitas terhadap  kepuasan konsumen sebesar 0,490 yang artinya bahwa hubunganketersediaan fasiltasterhadap kepuasan konsumen mempunyai hubungan sangat kuat dan  besar koefisien regresi (R) variabel kualitas pelayananterhadap kepuasan konsumen sebesar 0,390 yang artinya bahwa hubungan antara kualitas pelayananterhadap kepuasan konsumenmempunyai hubungan lemah sedangkan hasil analisis regresi linear berganda bahwa besarnya nilai koefisien (R) variabel ketersediaan fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap terhadap kepuasan konsumensebesar 0,491 yang artinya bahwa hubungan ketersediaan fasilitas dan kualitas pelayanan  terhadap kepuasan konsumenmempunyai hubungan yang sangat kuat.
Kemapanan Keluarga dan Kemandirian Wanita: Pada Fenomena Cerai Talak dan Cerai Gugat di Kabupaten Bengkalis Wan Wila Qurnia; Saifunnajar Saifunnajar
Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics Vol 2, No 2 (2021): Bertuah: Journal of Sharia and Islamic Economics
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perceraian keluarga mapan dan wanita muslimah berkarir dengan mengkaji kasus pengadilan agama kabupaten Bengkalis. Menggunakan data primer berupa buku-buku fiqih, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, kompilasi hukum Islam dan buku-buku lainnya. Dengan menelaah beberapa kasus pada cerai talak dan cerai gugat dapat ditemui beberapa diantaranya merupakan dari keluarga mapan dan wanita berkarir. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perceraian pada keluarga mapan dan wanita berkarir sebenarnya bukan merupakan pemicu cerai itu sendiri. Ini kembali pada diri masing-masing tiap individu. Islam memandang perceraian sebagai jalan terakhir pada hubungan suami istri dalam menyelesaikan masalah. Terlebih proses untuk mengajukan permohonan dan gugatan cerai harus melewati beberapa tahap. Diantaranya gugatan yang berisi alasan-alasan ingin bercerai. Alasan-alasan ini merupakan pemicu perceraian-perceraian yang ditangani oleh pengadilan agama.

Page 1 of 1 | Total Record : 6